
"Ya, ya aku ngerti, nanti malam aku temuin kamu ya."
"Iya, di apartemen kamu malam ini,"
"Aku lagi ada acara keluarga sebentar."
"Enggak, pentingan kamu kok sayang, iya, nanti oke?"
"Dah."
Aku sangat tahu dari siapa itu.
"Pak," Panggilku. Dia terkejut karena aku sudah ada di belakang dia.
"Kamu mendengarnya?" Tanya pak BaekHyun dengan hati-hati.
"Tidak," Aku mengunci apartemenku dan berjalan lebih dulu ke dalam lift. Pak BaekHyun berjalan mengikutiku masuk ke dalam lift. Tidak ada perbincangan sama sekali di antara kami. Saat sampai di parkiran pak BaekHyun masuk lebih dulu ke dalam mobil.
"Kenapa tidak masuk?" Tanyanya.
"Saya akan naik ojek online saja." Jawabku. Aku meninggalkannya dan memesan ojek online.
Pak BaekHyun malah keluar lagi untuk mengejarku. "Tidak, masuk ke mobil." Dia menahan tanganku.
"Pak, ayolah, bapak jangan mengatur saya dan saya juga tidak akan mengatur bapak, kita bisa hidup masing-masing, hanya karena saya menerima perjodohan ini, bukan berarti hubungan kita spesial pak." Aku pergi dan meninggalkannya. Sudahlah, aku tidak peduli masalah etika dan sopan santun dan sebagainya.
"Yerin, kamu jangan mempersulit saya, jangan bersifat seperti anak-anak." Dia masih mengejarku.
"Pak, saya memang murid bapak di sekolah, tapi bukan di sini, saya tetap akan ke sana, kita bertemu lagi di lobby mall."
Aku melepas tangannya. Kebetulan sekali ojek Online-ku sudah sampai. Aku segera naik di belakangnya dan pergi dari apartemenku. Aku tidak peduli pak BaekHyun akan marah. Dia tidak memiliki hak untuk mengatur hidupku di luar sekolah. Aku dan dia juga belum resmi menikah. Tidak ada alasan aku harus mendengarkan perkataan dia.
"Makasih mas,"
Aku turun dari motor itu setelah sampai di depan mall. Aku menunggu pak BaekHyun di lobby seperti yang aku janjikan. Aku yakin dia akan sampai lebih lama dariku karena jalanan sedang sedikit macet. Aku membeli minuman yang ada di sana sambil menunggu Pak BaekHyun sampai. Bahkan sampai minumanku jadi, pak BaekHyun belum juga sampai.
__ADS_1
"Siapa suruh kamu pergi sendiri?" Tanya Pak BaekHyun. Aku berbalik. Dia terlihat kelelahan seperti habis berlari.
"Suka-suka saya lah, Ya sudah, bapak sudah di sini, mama suruh cepat ke sana," Ucap ku sambil berjalan mendahului Pak BaekHyun. Aku naik ke eskalator sendiri dan Pak BaekHyun berjalan di belakangku.
Drttt...Drttt..
Aku membuka ponselku yang berbunyi, sepertinya ada panggilan masuk. Ini dari TaeHyung.
"Halo Tae, ada apa?" Tanyaku.
'Halo Yer, apa kamu di rumah? Aku ingin bermain ke rumahmu,'
"Maaf Tae, aku sedang di luar dengan mama dan papa, besok juga aku akan pergi lagi, maaf ya."
'Tidak apa-apa Yer, selamat bersenang-senang, titipkan salamku pada mamamu dan papamu ya.'
"Baiklah, Dah." Aku menutup teleponku dan memasukkannya ke dalam tasku lagi.
"Siapa itu?" Tanya pak BaekHyun.
"Kenapa kamu tiba-tiba jadi begini? Kemarin kamu masih baik-baik saja." Tanya pak BaekHyun. Aku tidak berniat menjawabnya sama sekali dan untung saja pintu lift ini sangat bekerja sama denganku. Saat pintu lift terbuka, aku langsung berjalan lagi mendahului pak BaekHyun.
Aku masuk ke dalam sebuah toko di mana mama dan mama BaekHyun ada di sana. "Halo ma," Aku menghampiri mereka semua.
"Eh Yerin, kamu ganti baju?" Tanya mama BaekHyun.
"Iya ma, lebih nyaman pakai yang ini." Jawabku. Mama BaekHyun tersenyum ke arahku.
"Kamu itu harus feminin Yerin, jangan tomboy ah." Tegur mama.
"Jeng, tidak masalah kok, Yerin, senyamannya kamu aja, mama tidak masalah kok." Ucap mama BaekHyun. Aku tersenyum membalas nya.
"Ma, pa."
Pak BaekHyun tiba-tiba masuk dan berdiri di belakang ku sambil tersenyum. Tangan nya merangkul pinggangku. Aku terkejut dia bisa berakting juga ternyata.
__ADS_1
"Kalian berdua suka yang mana? Mau ranjang yang kayak gimana?" Tanya Mama BaekHyun. Aku menatap nya tidak percaya, dia menginginkanku dan pak BaekHyun tidur satu ranjang?
"Kita akan tidur satu ranjang?" tanyaku pelan.
"Tentu saja setelah kalian menikah." Jawab mama BaekHyun sambil memilih ranjang-ranjang yang ada di sana.
Aku tersenyum, "Kalau begitu yang agak besar saja, biar lebih nyaman." Jawabku. Pak BaekHyun meremas sedikit pinggangku. Aku tahu dia tidak setuju denganku sekarang ini, tapi aku memang sengaja ingin membuat nya kesal. Aku juga ingin membuat dia merasakan kekesalan yang aku rasakan karena dia tidak berusaha menolak perjodohan ini tadi.
"Yerin, ayo ikut mama sebentar, ada yang ingin mama tunjukan padamu." Ucap mama BaekHyun. Aku melepas tangan pak BaekHyun dan ikut dengan mamanya.
Aku melihat mama sedang berbicara dengan pak BaekHyun. Semoga saja dia tidak berbicara yang aneh-aneh tentang keburukanku di sekolah.
"Yerin, kamu lebih suka yang mana?" Tanya mama sambil memperlihatkan beberapa motif seprei ranjang.
"Yang mana saja ma," Jawabku.
"Yang biru muda sepertinya bagus, yang putih juga, kita ambil keduanya saja." Ucap mama BaekHyun. Aku hanya tersenyum ke arahnya.
"Yerin, apa kamu tahu, mama sangat ingin memiliki anak perempuan, tapi sayangnya, anak mama dua-duanya laki-laki, kakak nya BaekHyun sedang ada di luar negeri," Ucapnya.
"Pak BaekHyun punya kakak?" Tanyaku. Aku baru tahu, aku pikir selama ini pak BaekHyun itu anak tunggal.
"Kenapa kamu masih memanggil nya dengan pak? Kalian bukan di sekolah, panggil saja dengan nama nya, dia di rumah biasa di panggil Baekkie," Ucap mamanya. Aku terkekeh mendengar nama panggilannya. Baekkie. Sangat lucu.
"Mama harap kamu bisa menerima BaekHyun, mama tahu ini sulit karena kamu masih SMA dan BaekHyun adalah wali kelas kamu, tapi mama terlanjur sayang sama kamu, dan mama mau kamu yang jadi mantu mama, Istri BaekHyun.." Ucap mama BaekHyun.
Aku tersenyum dengan terpaksa. Sebenarnya aku juga tidak punya banyak alasan untuk membenci pak BaekHyun. Dia cukup baik, hanya saja terkadang pak BaekHyun bisa jadi galak dan menyebalkan saat di kelas. Apa lagi masalah tugas dan ulangan.
"Baik ma, Aku akan berusaha." Balasku. Mama BaekHyun tiba-tiba memelukku.
"Bantu BaekHyun melupakan TaeYeon itu, mama sangat tidak suka dengannya." lanjut mama BaekHyun.
"Kenapa ma? Bukannya dia baik?" Tanya ku.
Mama BaekHyun menggeleng. "Mama sudah mencari tahu latar belakangnya, Mama sangat tidak setuju jika BaekHyun terus berhubungan dengan TaeYeon itu, jadi kalau bisa kamu jauhkan BaekHyun dan TaeYeon itu ya. Mama minta tolong ya" Pinta mama BaekHyun.
__ADS_1
Aku berpikir sebentar, kenapa jadi seperti ini? BaekHyun dan aku kan sudah membuat kesepakatan lisan tadi, pernikahan ini tidak akan berlangsung lama. Aku tidak mungkin mengatakannya sekarang. Mungkin aku akan menjalani nya dulu lalu aku bisa mengatakan kalau aku dan Pak BaekHyun tidak cocok dan memilih untuk pisah nanti.