
...[ BaekHyun POV ]...
Sejak kemarin aku mengabaikan TaeYeon terus. Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini, tapi aku memang harus melakukannya, jika tidak papa pasti akan mengamuk lagi. Mereka semua sangat tidak suka dengan TaeYeon, aku tidak tahu kenapa. Bahkan sejak awal aku membawanya ke rumah. Mereka semua menyuruhku untuk segera putus dengan TaeYeon.
Tapi itu sudah 5 tahun yang lalu, aku pikir mereka sudah melupakan itu dan menganggapnya bukan apa-apa, tapi sekarang mereka menjodohkan aku. Dengan muridku sendiri. Aku masih tidak habis pikir. Memang Yerin itu cantik, dia juga manis dan omongan nya tidak pernah kasar. Dia juga cukup mandiri jika urusan mengurus rumah. Tapi tetap saja. Umurku dan dia berbeda 7 tahun.
Aku sudah berjanji akan datang ke rumahnya hari ini. Untung saja Yerin bilang dia ingin ke rumah Sowon jadi aku tidak perlu menemaninya lagi. Aku punya alasan untuk menjawab pertanyaan mama nanti. Sekarang karena aku sudah selesai mengantarnya. Aku akan pergi ke rumah TaeYeon sekarang.
"Hai Baek, ayo masuk. Aku pikir kamu akan datang nanti sore." Sapanya. Dia terlihat senang. Aku mengecup dahinya dan mengelus rambutnya.
"Ayo masuk dulu." Ajaknya. Aku masuk ke dalam rumah ini. Ini bukan yang pertama kali aku ke sini. Aku sudah sering ke sini sejak 4 tahun terakhir. Kami mau tidak mau berpacaran diam-diam, tanpa sepengetahuan orang tuaku. Dan orang tua Taeyeon juga tidak berada di kota ini. Mereka tinggal di luar negeri.
"Ke mana saja kamu? Kemarin aku mencarimu ke rumahmu, kamu tidak di sana." Tanya TaeYeon.
"Kemarin mama dan papa memaksaku ikut ke sebuah acara makan siang dengan temannya." Jawabku. Itu bukan sebuah kebohongan kan?
"Aku pikir kamu kemarin pergi dengan seseorang,"
Kenapa aku merasa dia mengetahui sesuatu. "Kamu dimana kemarin?" Tanyaku.
"Aku melihatmu di dekat apartemen Bloom kemarin." Jawabnya, suaranya terdengar sedih.
Sial. Dia pasti melihat Yerin juga.
"Aku di jodohkan dengan Yerin, tapi aku akan segera menceraikan dia setelah beberapa bulan setelah pernikahan itu dengan alasan aku tidak cocok dengan dia, tenang saja, aku tidak akan memutuskan dirimu TaeYeon," Ucapku. Aku memeluknya agar dia tidak menangis. Aku tahu ini sangat menyakiti perasaannya. Sudah cukup dengan keluargaku yang tidak menyukai TaeYeon dan sekarang mereka menjodohkan aku agar aku cepat berpisah dengan TaeYeon, tapi akan aku pastikan itu tidak akan terjadi.
"Bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya? Bagaimana jika kamu yang meninggalkan aku dan memilih dia? Secara hukum dan agama dialah istrimu, dan itu artinya kamu berselingkuh dari dia Baek, Kenapa kamu tidak berusaha menolaknya? Katakan pada orang tuamu kalau kita sudah berpacaran sejak lama, tanya alasan mereka tidak suka denganku? Apa aku pernah berbuat salah pada keluargamu hingga segitu nya mereka membenciku? Hikss. Dunia ini kejam.."
Aku berusaha menenangkannya sebisa mungkin. Aku tahu ini pasti sangat membuat nya terpukul. Apa lagi kabar kalau aku akan segera menikah secepatnya.
"Kenapa orang tua mu memilih Yerin? Dia bahkan belum lulus SMA." Tanya TaeYeon pelan.
"Jika masalah itu, Aku sendiri juga tidak tahu kenapa orang tuaku sangat bersikeras untuk menikahkan aku dengan Yerin, tapi aku yakin ada alasannya," Ucap ku. Dia mengangguk dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Apa malam ini kamu bisa menginap disini?" Tanyanya. Aku mengangguk. "Ya tentu saja, malam ini aku akan menginap di ini." Jawabku. Dia tersenyum senang. Setidaknya aku harus membuatnya senang setelah memberitahukan hal ini kepadanya.
"Lalu bagaimana dengan sekolahnya? Dia masih sekolah?" Tanya TaeYeon.
"Ya dia masih bersekolah seperti biasa, hanya saja kita akan berpura-pura seperti tidak ada apa-apa di antara aku dan Yerin. Ini tidak akan lama, hanya sebentar, lalu semua akan kembali seperti semula." Aku menjawabnya dan berusaha meyakinkan TaeYeon. Aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun pada Yerin. Itu sangat jelas. Aku hanya menganggapnya sebagai salah satu muridku. Bukan sebagai calon istriku.
"Tapi apa aku bisa mampir ke rumahmu saat ada Yerin di sana?" Tanya TaeYeon.
"Tentu saja, kenapa tidak?" Aku mengelus rambutnya.
"Apa kamu mau camilan sekarang? Aku membuat puding tadi." Ucapnya.
Aku mengangguk. Tentu saja aku selalu suka masakan yang di buat oleh TaeYeon, semua terasa enak. Dia bangun dan mengambilnya dari dapur. TaeYeon kembali dengan sebuah pudding dan sendok di tangannya. Dia memberikannya kepadaku.
"Makasih." Aku membukanya dan memasukkan nya ke dalam mulutku. Enak seperti biasanya.
"Apa kamu sudah tahu ini sejak lama?" Tanyanya.
"1 bulan yang lalu." Jawabku.
"Yeon, hatiku hanya untukmu, Yerin hanya status sementara, tentang saja." Tanganku merangkulnya.
Drtttt... Drttt...
"Sebentar." Aku mengambil ponselku di saku dan melihat panggilan masuk dari papa. Ada apa lagi sekarang?
"Halo pa?"
"BaekHyun, kamu di mana?" Tanya papa.
"Memang nya ada apa pa?" Aku bertanya balik.
"Di mana Yerin?" Tanya papa.
__ADS_1
"Yerin sedang belajar kelompok dengan teman satu kelasnya, jadi tadi aku mengantarnya ke sana." Jawabku.
"Yerin sudah pulang dari rumah temannya, orang tuanya tadi menjemputnya di sana, kenapa kamu tidak menemaninya disana?" Tanya papa.
"Begini pa, dia kan ga mau satu sekolah tahu kalau dia ada hubungan dengan Baek, jadi Baek cuma turunin dia di depan gerbangnya aja, lagian dia sendiri yang mau kok." Itu tidak salah kan? Memang begitu kenyataannya.
"Kalau begitu sekarang pulang ke rumah, papa mau bicara dulu sama kamu."
"Baek sedang ada rapat pa, nanti Baek telepon lagi pa." Ucapku.
"Baiklah kalau begitu," Papa mematikan panggilan itu secara sepihak.
"Kenapa?" tanya TaeYeon.
"Papa menyuruhku pulang." Jawabku.
"Kamu akan pulang sekarang?" Tanyanya lagi.
"Tentu saja tidak, kita baru bertemu sebentar, nanti aja pulangnya." Jawabku. Dia kembali terlihat senang. Seperti biasa TaeYeon sangat suka bersandar di bahuku. Padalah aku tidak tahu di mana letak kenyamanannya.
Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi, kenapa papa sampai meneleponku. Biasanya papa hanya akan meneleponku jika ada sesuatu yang sangat penting. Tidak mungkin kan terjadi sesuatu pada Yerin. Aku baru meninggalkannya 3 jam di rumah Sowon. Mereka kan berteman, tidak mungkin Sowon melukai Yerin. Tapi di sana juga ada TaeHyung. Entah kenapa firasatku mengatakan hal yang buruk akan terjadi padaku.
"Baek, kamu jadi nginep kan?" Tanya TaeYeon.
"Maaf Tae, kayaknya ga bisa, tapi mungkin aku akan meluangkan waktu lagi untukmu, jadi besok pulang sekolah kita pulang bareng?" Ajakku. TaeYeon mengangguk semangat.
"Kalau begitu besok pulang sekolah kita kencan." Ucapku.
"Ide yang bagus. Baek, Jika kamu mau pulang sekarang tidak masalah kok, kita kan bertemu setiap hari di kantor guru." Ucap nya.
"Serius tidak apa-apa?" Tanyaku sekali lagi. Aku hanya memastikan.
"Ya, jangan sampai papamu tambah marah karenaku,"
__ADS_1
Aku tersenyum. "Aku akan menghubungimu jika sudah sampai rumah." Dia mengangguk dan mengantarku hingga ke depan pintunya. Aku langsung masuk mobil karena aku hanya memarkirkan mobilku di depan rumah TaeYeon.
...[ BaekHyun POV END ]...