
Waktu berlalu begitu cepat. Sudah 3 minggu lebih aku berada di sini. Beberapa hari lagi aku harus mulai kuliah ku. Kegiatan ku sehari-hari begitu-begitu saja, bangun, mandi, makan, cuci baju, lap lantai apartemen, makan siang, rebahan, makan malam, rebahan, tidur.
Tidak ada BaekHyun di sini, artinya tidak ada yang membuat kekacauan di sini. Pekerjaan ku jadi lebih sedikit. Makanan juga kadang masak kadang beli. Enakan beli sih di bawah. Ga perlu repot.
Tapi sesekali juga harus masak sendiri, terakhir kali BaekHyun tahu seminggu aku beli terus, dia marah dan bilang kalau makanan beli itu belum tentu sehat jadi dia bilang akan membatasi ku makan di luar. Dia memang hebat, walaupun dia tidak ada di sini, tapi dia tetap tahu apa yang aku lakukan.
Aku juga sudah memeriksa seluruh sudut ruangan apartemen ini. Tidak ada CCTV sama sekali. Tidak ada penyadap juga. Benar-benar tidak ada apa-apa di sini. Tapi aku heran bagaimana dia bisa tau. Padalah aku sendiri juga tidak memberitahu nya menu makanan ku.
Tingg.. Tinggg...
Ada sebuah DM masuk. "Hai Yerin, apa kita bisa bertemu? Mungkin di Cafe saja, aku akan mentraktir mu makan, kabari aku jika kamu mau."
Aku tidak tahu harus menerima nya atau menolaknya. Jujur saja, hanya dia satu-satunya teman mengobrol ku. Aku memang tidak berniat berteman dekat dengan laki-laki lain, tapi sekarang, Sowon sudah mulai kuliah di Korea, dia sudah mulai sibuk dengan berbagai kegiatan kuliahnya. BaekHyun sendiri sudah semakin sibuk karena dia sekarang adalah CEO yang mengurus sebuah perusahaan besar dengan banyak cabang bukan guru matematika yang bisa banyak bersantai seperti dulu.
"Baiklah, tapi hanya sebentar saja, dan kamu tidak perlu mentraktir ku makan, aku akan masak sendiri hari ini." Balas ku.
Aku rasa aku harus berganti pakaian dulu. Tidak mungkin aku menemui Jason dengan baju tidur seperti ini, belum lagi rambut ku yang benar-benar tidak jelas bentuk nya. Aku tidak ingin memakai baju yang terlalu tipis, tapi sayang nya udara di sini benar-benar tidak mendukung. Ini sedang musim panas, jadi tidak mungkin juga aku pakai baju yang benar-benar tertutup. Mereka akan mengira aku orang aneh. Tapi selama BaekHyun tidak tahu, aku rasa tidak apa-apa memakai celana pendek dan kaos saja untuk bertemu Jason.
Lagi pula ini hanya sebentar. Dia mungkin hanya ingin mengobrol beberapa menit lalu pergi.
Aku turun ke bawah dengan lift.
Cafe ini selalu ramai. Aku masuk ke dalam. Aku berhasil menemukan Jason yang sedang duduk di pinggir Cafe. "Hey," Sapa nya.
"Hai, maaf kalau lama." Ucap ku.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengajak mu makan siang tadinya, dan sebentar lagi kita sudah mau masuk kuliah, apa kamu ingin pergi bareng Senin nanti?" Tanyanya.
Pergi bareng? Jangan kan untuk pergi, makanan ku saja BaekHyun bisa tahu, apa lagi kalau aku jalan dengan Jason, Aku bisa di cincang sama BaekHyun kali.
"Maaf, sepertinya tidak bisa." Jawab ku.
"Kenapa? Maksud ku kamu bisa menghemat transport kalau kita pergi bersama, aku akan mengantar mu dengan mobil," Ucap nya lagi.
"Aku tetap tidak bis,-"
"Ekhmm.. Kamu bersenang-senang sekarang Yerin? Apa banyak laki-laki tampan di sekitar sini hingga kamu melupakan sesuatu?"
Sebentar.
Aku yakin aku tidak berhalusinasi. Itu seperti suara BaekHyun. Tapi memang nya dia ada di sini? Tapi serius suara nya benar-benar persis suara Baekhyun.
Seseorang memegang pundak ku. Aku melihat ke arahnya.
Sial. Itu benar-benar BaekHyun. Kenapa dia tidak mengabari ku kalau dia akan ke sini. Dia pasti salah paham.
__ADS_1
"Baek, kapan kamu sampai di sini?" Tanya ku.
"Jangan mengalihkan pembicaraan." Geramnya.
"Baek, jangan salah paham dulu, dia Jason, um. hanya teman ku, dia satu jurusan dengan ku," Ucap ku.
Tangan BaekHyun menggenggam tangan ku. "Ikut sekarang." Dia terdengar marah.
"Hei Dude, lepaskan dia, aku belum selesai dengannya." Ucap Jason. Sambil mencegat BaekHyun.
"Tutup mulut mu!," Bentak BaekHyun.
"Jason, maaf aku harus pergi." Ucap ku.
"Yerin, itu siapa? Kamu bilang kamu tidak ingin memiliki pacar kan?"
"Aku harus pergi sekarang Jason." Ucap ku sekali lagi. BaekHyun dengan kasar menarik ku keluar dari sana. Aku yakin dia sangat marah sekarang.
"Baek, Tolong lepaskan tangan ku, rasanya sakit." Ucap ku. Sepertinya dia benar-benar marah, amat sangat marah. Bahkan dia tidak mendengarkan perkataan ku. Tangan ku benar-benar rasanya seperti ingin putus.
Dia terus menarik ku ke dalam apartemen masuk ke dalam kamar ku. Dia membanting ku ke atas kasur.
"PUAS KAMU YERIN? AKU SIBUK BEKERJA DI KOREA DAN KAMU MALAH BERDUAAN DENGAN LAKI-LAKI LAIN! DI MANA OTAK MU!!." Bentak nya. Dia tidak pernah membentak ku separah ini.
"JANGAN PIKIR AKU BODOH YERIN!! AKU SUDAH MENDENGAR SEMUA NYA, KAMU BERTEMU DENGAN NYA DI HARI YANG SAMA KAMU SAMPAI DI AMERIKA!!! Kamu tidak pernah menceritakan apa pun pada ku sampai detik ini juga, Apa alasan mu menyembunyikannya dari ku?" Tanyanya dengan pelan, tapi itu malah membuat ku semakin takut dengan nya. Aku menggelengkan kepala ku. Masih berusaha menahan untuk tidak menangis. Walaupun aku yakin mata ku sudah berair sekarang.
"Dengar Yerin, sejak aku menjadi CEO di perusahaan papa, aku sudah membuka cabang di sini, anak buah ku di mana-mana, mereka semua memantau semau nya, aku tahu semua yang kamu lakukan di sini, percuma kalau kamu mau menutupi nya dari ku, aku sudah cukup sabar selama 2 minggu ini, aku pikir kamu akan sadar dan menjauhi pria itu, tapi kamu tetap saja menemui nya."
"Maaf kalau itu menyakiti mu Baek, aku tidak tahu semua itu, aku pikir kamu tidak akan melarang ku memiliki teman di sini, karena aku benar-benar tidak memiliki teman sama sekali di sini." Ucap ku pelan.
"Aku tidak pernah melarang mu untuk berteman, bahkan dengan TaeHyung, tapi, kamu harus mengatakannya pada ku, setidaknya aku tahu siapa saja yang kamu temui dan aku bisa memastikan diri mu aman bertemu dengannya, sudah aku katakan berapa kali, kamu tidak tahu apa dia pria brengsek atau tidak," Ucap nya.
"Dia tidak mungkin pria brengsek Baek, aku juga bisa membedakan mana pria brengsek mana yang bukan. Dia seperti mu, kalian berdua baik, dia tidak brengsek di mataku." Aku cukup berani mengatakan itu, walaupun dalam hati ku, aku sudah benar-benar menjerit ketakutan.
"Hah? Kamu bisa membedakannya? Yerin! Buka mata mu! Apakah kamu melihat aku ini bukan pria brengsek? Tidak Yerin, aku ini pria brengsek Yerin! Menurut mu, apa kamu bisa bertahan jika apa yang terjadi pada TaeYeon terjadi juga pada mu? TaeYeon selalu menganggap aku laki-laki baik, tapi itu tidak benar, aku sadar aku ini brengsek, tidak ada laki-laki yang 100 persen baik Yerin, Aku bahkan sudah pernah memakai lebih dari satu perempuan. Aku melarang mu, karena aku pernah mengalami nya, dan aku tahu bagaimana rasanya, untuk laki-laki, itu sangat enak, bisa menikmatinya juga, tapi untuk perempuan? Menurut mu itu akan sama enak nya? Pria itu, namanya Jason Edison, dia pernah berpacaran dengan 2 perempuan dan kedua nya hamil karena nya, apa kamu juga mau menjadi yang ketiga?" Tanya BaekHyun.
Aku melotot mendengar perkataannya, semua pengakuannya juga. Aku tidak tahu semua itu . "Dari mana kamu tahu semua itu?" Tanya ku.
"Aku sudah menggali informasi tentang diri nya, aku sudah khawatir sejak kalian berteman di Instagram, untung saja kamu berteman dengan nya di Instagram, jadi aku juga bisa melihatnya,," Jawab BaekHyun.
Aku menundukkan kepala ku. Aku tahu sekarang BaekHyun sangat marah karena dia khawatir dengan ku. Dia takut sesuatu terjadi pada ku.
Tangannya mengangkat dagu ku. "Jauhi dia kalau kamu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu, ingat perkataan mu dulu, kamu ingin menceraikan aku kalau aku menghamili TaeYeon, sekarang aku juga mengatakan itu pada mu, aku akan menceraikan kamu, kalau kamu mengandung seorang anak di rahim mu yang bukan anak mu, kamu mengerti?" Tanya nya.
Aku mengangguk pelan.
__ADS_1
Dia naik ke atas ranjang. "Menangis lah, aku tahu kamu ingin melakukan nya, aku tidak akan marah lagi sekarang," Dia memeluk ku dengan hangat dan membawa ku ke pelukannya.
"Maaf karena membentak mu, aku hanya terlalu khawatir dengan mu." Ucap nya.
Aku mengangguk sambil menangis dengan diam di pelukannya. "Baek, maaf, aku tidak seharusnya merahasiakan sesuatu dari mu," Ucap ku pelan. Dia mengangkat tubuh ku dan membaringkan ku di kasur dengan posisi yang benar.
"Shuttt... Tenang lah, sudah. Aku sudah memaafkan mu, sekarang tenangkan dulu diri mu, tidak apa-apa menangis kalau itu bisa membuat mu tenang." Ucap nya. Aku mengangguk. Mata ku masih mulai berhenti berair.
"Apa kamu ingin mendengar perempuan yang aku maksud?" Tanyanya.
Aku menatap nya. "Perempuan apa?" Tanya ku.
"Aku rasa kamu harus tahu, agar kamu tidak kecewa nanti nya, perempuan pertama yang aku perawani adalah mantan pertama ku yang aku rahasiakan dari semua orang." Ucap nya.
"Mantan pertama? Aku ingin mendengarnya kalau kamu ingin menceritakannya" Tanya ku. Dia mengangguk. Tangannya membawa ku ke dalam pelukannya lagi. Aku selalu suka tidur di atas lengannya.
"Iya, namanya Clarina, Saat itu aku berpacaran dengannya, Dia pacar pertama ku saat SMA, dan saat kuliah, aku bertemu lagi dengannya untuk sebentar, dia mengatakan ingin mengandung anak ku agar suatu hari nanti dia akan kembali lagi kepada ku, jadi aku melakukannya, saat itu aku benar-benar mencintai dia. Jadi dengan bodoh nya aku melakukan apa yang dia minta, dan parahnya lagi, aku melakukannya ketika aku sudah berpacaran dengan TaeYeon.."
Aku menatap wajahnya. Perasaan penasaran yang tadi aku rasakan berganti dengan rasa sakit hati sekarang. Aku tidak bisa membayangkan kalau perempuan itu kembali dan meminta pertanggung jawaban BaekHyun. Aku benar-benar tidak akan bisa melepas nya. Tapi aku juga kesal mendengarnya, mau bagaimana pun aku tetap tidak terima dia melakukan hal seperti itu.
"Aku tahu Yer kamu sakit hati mendengarnya, tapi percaya lah pada ku, dia tidak akan melakukan seperti apa yang kamu pikirkan, apa kamu ingat suster yang waktu itu di rumah sakit?" Tanya nya. Aku masih mengingatnya sedikit. Jadi aku mengangguk.
"Dialah orang nya, aku dengar setelah dia sampai di prancis untuk kuliah, seminggu setelah dia sampai, janinnya keguguran, tapi sekarang dia sudah memiliki suami sendiri, dia juga sudah melupakan semua kejadian itu, tapi aku rasa dia tidak mungkin melupakan kejadian seperti itu," Ucap ku.
Sekarang aku sedikit lebih lega saat mengetahui dia tidak mungkin mengambil BaekHyun dari ku.
"Aku tidak tahu seorang guru bisa jadi brengsek juga." Ucap ku.
"Semua laki-laki itu brengsek Yerin, hanya saja itu tergantung bagaimana mereka mengendalikan diri, atau mereka menyembunyikan sesuatu dari perempuan. Alasan aku tidak pernah ke club karena aku tidak bisa menahan diri, itu sebabnya aku tidak pernah ikut minum-minum dengan guru-guru yang lain dulu." Ucap nya.
"Lalu apa TaeYeon mengetahui nya?" Tanyaku.
"Tidak, sampai detik ini juga dia tidak tahu apa-apa." Jawabnya.
"Jangan berani melakukan itu lagi, atau BaekHyun junior akan aku potong sampai habis." Ancam ku.
"Shh.. nanti aku ga bisa punya anak dari kamu donk." Ucap nya.
"Ya makanya jangan berani main sana sini," Ucap ku.
"Enggak lah, aku tunggu kamu sekarang, tapi, kan harusnya aku yang masih marah sama kamu, kenapa kamu yang lebih galak hm?" Ucap nya.
"Suka-suka aku lah." Jawab ku. BaekHyun bangun dan menahan kedua tangan ku. Dia ada di atas ku sekarang.
"Kamu membuat kesalahan, setiap kesalahan pasti akan hukuman nya Yerin, dan kamu juga tidak akan lepas dari hukuman ku. Jangan lupakan itu," Bisik nya. Aku menutup mata ku karena aku tidak mau melihat BaekHyun. Hukuman yang dia kasih tidak pernah semudah itu. Semoga saja aku masih hidup setelah ini.
__ADS_1