Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 78 - Perjalanan Ke Amerika


__ADS_3

~ Beberapa bulan kemudian ~


"Yerin, Yer, ayo bangun, kamu harus ke bandara."


Aku berusaha mengumpulkan kesadaran ku. Pukul berapa sekarang? Mata ku melihat ke arah jam dinding yang terpasang di kamar BaekHyun.


Pukul 4 pagi. Aku masih sangat mengantuk.


"Hoamm.. 5 menit lagi Baek." Gumam ku dengan suara serak.


"Yerin, kamu ketinggalan pesawat nanti, cepat bangun."


BaekHyun menarik tangan ku agar aku duduk.


"Ayo cepat Yerin, kamu itu, Ish. susah banget sih di bangunin."


BaekHyun berusaha menggendong ku dan membawa ku ke kamar mandi. "Melek atau aku ceburin nih? Air nya sih dingin." Ancamnya. Aku memeluk lehernya dan kaki ku melilit kuat di pinggangnya. Wajah ku aku tenggelamkan di dada nya.


"Astaga Yerin."


Aku menggeleng. "mmm.. Ga mau mandi dulu," Aku menggeleng di dada nya dan mengeratkan pelukan ku.


"Yer, aku ga bisa nafas loh ini, berasa di lilit uler anaconda Yer," Ucap nya.


"Ga mau mandi." Ucap ku.


"Ih, satu pesawat pingsan nanti kamu ga mandi," Ucap nya.


Aku menggeleng. "Biarin aja, mereka yang pingsan bukan aku." Balas ku dengan gumaman.


"Jangan gitu ah, ya udah kalau ga mau mandi, cuci muka aja, gosok gigi terus ganti baju," ucapnya. Dia menurunkan aku di atas closet yang tertutup.


"Baekkk... Siniiii." Ucap ku.


"Sana beres-beres Yerin, aku jadi kayak ngurusin bayi baru lahir tau ga, udah gede juga." Ucap nya.


Aku menendang-nendang kloset itu. "Ihh. Siniii."


Akhirnya dia kembali. "Apa lagi?" Tanya nya.


"Gosok gigi aku." Aku mengulurkan tangan.


"Males banget sih." Gumamnya.


Dia memberikan sikat gigi ku di tangan ku. Aku langsung memasukkannya ke mulut ku. Mata ku saja bahkan belum benar-benar terbuka.


"Yerin, pasta gigi nya belum." Ucap nya. Aku mengeluarkannya lagi dari mulut ku dan memberikannya kepada dia. Dia mengembalikannya lagi pada ku setelah di olesi pasta gigi.


"Gosok yang bener Yerin." Ucap nya.


Mungkin karena terlalu kesal dia mengambil sikat gigi itu dari tangan ku dan menyikat gigi ku. Aku hanya diam. Aku benar-benar masih mengantuk. Semalam aku bergadang untuk membereskan koper ku.


"Kumur." Suruhnya.

__ADS_1


Aku membuka mulut ku dan berkumur. Setelah selesai dia mengelap wajah ku dengan handuk. "BAEKKK!!!." teriak ku. Tentu saja aku terkejut karena handuk nya sangat dingin, Mata ku langsung melek seketika.


"Makanya di suruh bangun tuh bangun, kamu pesawat jam 7 Yerin, kita butuh satu jam di jalan, setengah jam lagi kita udah harus berangkat, belum kamu ngantri koper sama lain-lain di bandara, lama, jangan ngantuk terus ah, aku tunggu di depan," Ucap nya. Dia keluar dari kamar mandi. Aku mengambil handuk tadi dengan kasar dan mengelap wajah ku.


Setelah selesai aku keluar dan mencari baju. Selesai semuanya, Aku keluar dari kamar.


"YERIN!!!."


"Sowon? Kamu ngapain pagi-pagi di sini?" Tanya ku.


Dia memeluk ku. "Kamu mau pergi jauh, aku ga mau kamu pergi tanpa salam perpisahan, kamu jahat banget mau ninggalin aku di sini." Ucap nya.


"Kan buat kuliah Won, kamu juga kenapa ga ikut?" Tanya ku.


"Nilai aku ga masuk Yerin, Aku ga di terima," Jawabnya. Aku memeluknya dan mengelus punggung nya.


"Yaudah kamu kuliah di sini, nanti kita ketemu lagi abis kuliah dan usah sukses ya," Ucap ku. Dia mengangguk.


Cklekkk..


"Yerin, hati-hati di jalan ya, hoamm... saya numpang sofa gapapa ya." Ucap pak ChanYeol.


"Iya pak, silahkan." Jawab ku. Dia langsung tiduran di atas kasur dan sepertinya dia benar-benar sangat mengantuk. Berbeda dengan Sowon, dia malah tidak terlihat mengantuk sama sekali.


"Ini lagi, orang udah mau pergi malah pada dateng." Ucap BaekHyun yang keluar dari dapur membawakan ku segelas susu.


"Nih minum dulu, isi perut. nanti makan roti aja di bandara kalau laper." Ucap nya.


"Parah kalian tuh, Itu ngapain tuh satu? Kayak ga punya tempat tinggal aja tidur di sofa orang." Ucap BaekHyun. Dia berjalan ke arah pak ChanYeol.


"Woi, bangun Woi, tidur di tempat orang." Ucap nya sambil mengganggu pak ChanYeol.


"Diam ah Baek, Yerin udah bilang boleh, jangan ganggu, ngantuk tau ga di bangunin Sowon suruh nganter ke sini jam segini." Pak ChanYeol menutup kepala nay dengan bantal yang ada di sofa.


"Ga nyangka Yer, nilai jelek bisa masuk Harvard. Kalau tau gitu aku juga ikut bagusin nilai." Ucap nya.


"Penyesalan datang terakhir, kalau di awal namanya pendaftaran Won." Ucap ku.


"Iyalah, aku juga tau, jadi kamu udah mau pergi sekarang?" Tanyanya. Aku meminum susu ku sambil mengangguk.


"Hati-hati di penerbangan nanti, aku bakal kangen kamu Yer."


"Aku juga Won," Balas ku.


"Ya sudah, sana pergi, nanti kamu ketinggalan pesawat." Ucap nya.


Aku mengangguk.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya, Titip salam buat mama papa kamu," Ucap ku. Dia mengangguk.


"Woi, Bangun, mau kunci rumah, entar pada ga bisa pulang, bangun," BaekHyun mencipratkan air ke wajah pak ChanYeol agar segera bangun.


"Ih bener dah, ga bisa apa tidur dengan tenang apa, benar aja, ya Tuhan."

__ADS_1


Akhirnya pak ChanYeol bangun dengan sangat terpaksa. "Udah Won, ayo pulang, aku ngantuk tau ga," Ucap nya.


"Ya udah ayo pulang, kamu nya sendiri molor terus,"


"Ya aku kan kerja, udah ayo pulang, pagi-pagi buta ganggu orang aja."


"Cie dah pakai aku kamu nih." Goda ku.


"Iyalah, kan udah nikah, masa mau formal terus sih." Ucap nya.


"Iya deh, Yaudah hati-hati pulang nya," Ucap ku. Dia mengangguk dan keluar dari rumah ku dan BaekHyun.


"Rumah ini pasti akan sangat sepi nanti nya." Ucap nya.


"Iya, tapi ada Hani yang bisa menemani mu di sini Baek," Ucap ku.


"Iya, tapi Hani tidak bisa menggantikan posisi mu, aku akan merindukan mu Yer," Ucap nya.


"Sudah pasti Baek, aku juga,"


"Mau aku yang anter atau naik taksi aja?" Tanya nya.


"Anterin, aku ga mau naik taksi," Rengek ku.


"Yaudah, ayo ke mobil," Ajak nya. Aku dengan cepat berlari masuk ke dalam mobil. Dia membawa koper ku dan memasukkannya ke belakang.


"Aku akan merindukan semuanya, termasuk perdebatan kita Baek," Ucap ku.


"Aku juga, tidak ada lagi yang mengomeli ku untuk menaruh baju kotor di tempat cucian," Balasnya. Aku tertawa pelan. Itu benar, dia selalu sembarangan menaruh baju kotor.


"Ayo berangkat sekarang." Ucap nya. Aku mengangguk. Dia menginjak pedal gas dan membawa mobil ini keluar dari gerbang rumah, lalu keluar dari gerbang komplek dan masuk ke jalan utama.


Setelah 50 menit perjalanan, akhirnya kami memasuki area bandara.


BaekHyun memarkir mobil nya di tempat seadanya saja. "Ayo turun, jangan lupa tiket, paspor, ponsel, dompet, semua udah kan?" tanya nya. Aku mengangguk.


Dia keluar dan mengeluarkan koper ku.


"Jangan lirik laki-laki lain di kampus, jangan coba-coba berselingkuh, awas kamu berpacaran di sana, aku akan membunuh laki-laki yang kamu pacari di sana, aku menyayangi mu, jangan sampai sakit di sana, aku tidak ada di sana untuk merawat mu," Ucap nya.


Aku mengangguk dan memeluk nya. "Aku juga menyayangi mu Baek, jangan dekat-dekat cewek lain juga di sini, aku akan segera kembali begitu aku lulus," Ucap ku. Dia mengelus kepala ku dan mendaratkan satu kecupan singkat.


"Dah, sana masuk, hati-hati di sana Yer, jangan lupa kabari aku begitu kamu sudah sampai, mengerti?" Tanyanya.


"Tentu saja, pasti akan aku kabari Baek, terima kasih untuk segalanya," Ucap ku.


Dia mengangguk. "Sama-sama, Selamat tinggal untuk sekarang Yerin. Terima kasih untuk semua yang kamu berikan untuk ku." Ucap BaekHyun.


"Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Yer, aku akan terus memunggu mu di sini, kembali lah dengan selamat setelah kamu lulus menjadi dokter." Ucap nya.


Aku mengangguk dan menarik koper ku masuk ke dalam bandara. Di sana BaekHyun sudah kembali ke dalam mobil nya. Aku benar-benar tidak tahu apa aku dan dia benar-benar bisa bertahan terpisah begitu lama? Waktu ku di sana akan cukup panjang. Menjadi dokter bukan hal yang mudah juga.


Aku melihat ke keluar sekali lagi, BaekHyun sudah berjalan keluar dari bandara. Aku tidak ingin melakukan ini, tapi aku harus, ini yang BaekHyun inginkan. Dia ingin aku mengejar mimpi ku, dia yang mendorong ku hingga sejauh ini. Aku tidak boleh mengecewakannya. Aku akan kembali lagi nanti. Aku janji itu Baek.

__ADS_1


__ADS_2