Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 56 - Kejutan


__ADS_3

[6 Bulan kemudian]


"Yerin, Yer, bangun, Sekolah,"


Aku mengintip sedikit. "5 menit lagi, masih ngantuk." Ucap ku dengan suara khas orang baru bangun tidur.


"Yerin, Ih kamu, Ayo bangun, kita telat nih. ini udah yang ke 4 kali kamu bilang 5 menit lagi." BaekHyun menarik tangan ku dan mendorong punggung ku agar aku duduk. Aku mengucek mata ku sebentar dan menguap.


"Masih ngantuk Baek." Gumam ku.


"Makanya kalau di suruh tidur tuh nurut, bergadang mulu, ngapain sih, kalau udah dewasa bergadang buat kerjaan ya wajar, lah kamu, malah nonton drama mulu, udah sana mandi, nanti juga melek tuh mata." Oceh BaekHyun.


"Tidur lagi awas aja," Ancam nya. Aku mengangguk. Dia keluar dari kamar ku.


Aku memaksakan diri untuk mengambil seragam ku dan masuk ke kamar mandi. Sudah ada air di bathtub ku. Mungkin BaekHyun yang mengisi nya karena tidak ada siapa-siapa lagi selain aku dan BaekHyun di rumah ini.


Aku mencelupkan tangan ku ke air di bathtub itu. Sudah rada dingin. Mungkin dia sudah menyiapkannya sejak tadi. Tapi ini tidak terlalu masalah untuk ku. Yang harus aku ingat adalah jangan berendam terlalu lama. Aku harus sekolah.


Aku hanya berendam selama beberapa menit dan membilas nya dengan cepat. Aku mengelap seluruh tubuh ku dengan handuk dan memakai seragam ku. Dengan cepat aku menyikat gigi ku dan keluar dari kamar mandi.


Aku mengambil tas ku dan berlari ke arah ruang makan saat aku melihat jam. Ini sudah hampir jam 7. Aku akan terlambat.


"BAEKK!!!." Teriak ku.


Tidak ada suara balasan.


"BAEKHYUN!!!!" Panggil ku lagi. Dia tidak menyahut. Di ruang makan tidak ada. Di dapur juga tidak ada. Apa dia sudah pergi duluan? Jahat sekali dia pergi tanpa memberitahu ku lebih dulu.


Aku melihat ada makanan di atas meja. Aku pikir BaekHyun mungkin sudah membuatkannya untuk ku. Setelah aku mengangkat roti itu, aku melihat sebuah kertas.


'Naiklah ke atas, aku sudah menunggu mu,' - BaekHyun.


Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan. Kenapa dia menyuruh ku naik ke atas padalah aku tidak pernah sekali pun menjelajahi rumah ini. Tapi aku berusaha untuk mengikuti kemauannya dan mengabaikan waktu sebentar. Aku tahu aku akan telat berangkat ke sekolah. Dengan tas sekolah di punggung ku, aku melangkah naik di tangga.


Ini pertama kali nya aku melihat bagian atas rumah ku sendiri. Cahaya matahari masuk menembus jendela yang ada di sekitar ku.


Aku melihat ada banyak sekali ruangan di situ. Aku sama sekali tidak tahu di mana BaekHyun menunggu ku. Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan ini.


"BaekHyun!! Keluarlah jika kamu masih di sini, jangan mengerjai ku, aku akan terlambat ke sekolah." Teriak ku. Suara ku mungkin akan terdengar hingga ke seluruh rumah. Rumah ini terlalu besar dan sepi untuk hanya di tinggali oleh aku dan BaekHyun.


BaekHyun keluar dari salah satu ruangan. Ada sesuatu di tangan nya.


"Tutup mata mu sebentar." Ucap nya. Aku menutup mata ku. Dia seperti memasangkan penutup mata untuk ku.


"Ikut aku sebentar." Bisik nya. Dia menuntun ku ke suatu tempat.

__ADS_1


"Jangan di buka dulu." Lanjutnya.


"Baiklah." Jawab ku. Dia terus menuntun ku. Dia menghentikan langkah nya dan diri ku juga.


Aku bisa mendengar seperti ada suara pintu yang di buka.


"Masuk lah." Ucap nya. Aku melangkah masuk. Aku bisa mendengar suara pintu yang di tutup.


"Kamu bisa membukanya sekarang." Ucap BaekHyun. Aku membuka nya.


"SELAMAT ULANG TAHUN YERIN!!!."


Aku menutup mulut ku karena terkejut. Aku saja tidak ingat hari ini hari ulang tahun ku adalah hari ini. Ada mama dan papa juga di sana. "Kenapa kalian semua di sini?" Tanya ku. Aku melihat kak Farrel muncul dari belakang membawakan sebuah kue ulang tahun untuk ku.


"Ini hari ulang tahun mu, BaekHyun juga sudah memberimu izin untuk datang terlambat hari ini." Jawab kak Farrel.


"Terima kasih semua nya," Ucap ku.


"Make a Wish sis," Ucap kak Farrel.


Aku membuat harapan ku lalu meniup lilin ulang tahun ku. BaekHyun ada di sebelah ku, merangkul pinggang ku. Mama memberikan pisau plastik untuk ku. "Potong dulu Yer kue nya." Ucap mama.


Aku memotong nya. Semua nya terlihat senang. Aku juga cukup senang.


Suara itu. Itu Sowon. Kenapa dia di sini?


Cklekkk...


"HAPPY BIRTHDAY SAHABAT TERBAIK KU...." Sowon masuk ke ruangan ini dengan sangat bersemangat dan langsung memeluk ku. Dia juga memakai seragam nya. "Kenapa kamu di sini? Telat sekolah loh." Ucap ku.


"Biarin aja, wali kelas kita di sini juga, santai aja," Ucap nya enteng.


"Yang izin ke saya kan cuma buat Yerin, kamu enggak, kenapa kamu di sini?" Tanya BaekHyun. Sowon langsung terdiam.


"Lah, saya ga ikutan? Ih saya kira bapak kasih izin juga buat saya." Tanyanya sekali lagi.


"Ya enggak lah," Jawab BaekHyun cepat.


"Mati lah aku, Yerin, KITA SAMBUNG DI SEKOLAH, JANGAN LUPA BAWAIN KUE NYA BUAT AKU..." Teriak Sowon. Suara nya semakin menghilang karena dia berlari semakin jauh. Aku tertawa karena sikap bobrok sahabat ku ini. Ternyata bukan hanya aku yang tertawa, seluruh isi ruangan ini tertawa karena sikap Sowon. Dia pasti akan kena marah dengan guru piket karena telat dengan alasan yang paling tidak bisa di terima.


"Makasih semuanya, aku sayang kalian semua." Ucap ku. Aku memeluk mama, papa, kak Farrel dan BaekHyun. Mereka pasti merencanakan ini sejak lama.


"Biar mama potongin kue nya buat bagi Sowon" Ucap mama. Aku mengangguk. BaekHyun mengajak ku keluar sebentar. Ada sebuah balkon di ujung lorong ternyata.


BaekHyun memeluk pinggang ku dari belakang. "Selamat ulang tahun istri ku tersayang." Bisik nya. Aku memejamkan mata ku saat angin berhembus pelan mengenai kulitku. "Makasih Baek," Jawab ku. Aku memberikan nya satu kecupan di pipi nya.

__ADS_1


Dia tersenyum senang. "Aku tidak akan meminta banyak dari mu, kamu bisa menerima ku saja aku sudah senang." Ucap nya. Aku mengangguk.


"Aku bisa hidup dengan ini." Jawab ku. Dia mengangguk. Dagu nya ada di atas bahu ku. Aku bisa merasakan Baekhyun mengeratkan pelukannya di tubuh ku.


"Hei Kalian, kalian berdua harus sekolah, malah berduaan di sini," Tegur kak Farrel. BaekHyun langsung melepas pelukannya dari tubuh ku. Aku tersenyum karena kak Farrel melihatnya. "Iya kakak ku yang bawel," Jawab ku.


"Dulu nangis-nangis tiap malam, sekarang nempel terus, nyesel tahu ga kakak pulang ke sini." Ucap nya.


"Ih gitu, kakak ga kangen sama aku, Yaudah sama pergi lagi," Usir ku.


"Ih gitu,"


"Biarin." Jawab ku ngegas. BaekHyun tertawa pelan melihat sikap ku.


"Yaudh, udah-udah, ayo kita berangkat sekolah. Nanti kamu telat." Ucap BaekHyun.


"Memang udah telat." Jawab ku kesal.


"Maksudnya telat dari waktu izin kamu." Sambung nya.


"Iya iya," Jawab ku cepat.


"Eh, kamu mau kemana?" Tanya BaekHyun cepat saat aku pergi begitu saja.


"Sekolah lah."


"Sama aku aja, bus udah ga ada, kamu mau jalan?" Tanyanya.


"Nanti ketahuan gimana?" Balasku.


"Enggak, tenang aja, ini kan jam pelajaran sekolah, mana ada murid yang berkeliaran." Ucap nya. Dia langsung menarik ku ke dalam mobil ku sendiri.


Aku masuk ke mobil ku sendiri, tapi BaekHyun yang mengemudi. Dia memasangkan sabuk pengaman ku.


"Yerin, kamu percaya kan sama aku?" Tanya nya.


"Kamu kenapa sih? Tiba-tiba nanya gitu." Jawab ku.


"Kamu percaya kan aku bakal tetap sama kamu apa pun yang terjadi?" Tanyanya lagi. Aku mengangguk. "Iya, aku percaya, tapi kamu sembunyiin apa dari aku?" Tanyaku.


"Bukan waktu yang tepat, nanti akan aku beritahu, sekarang kamu hanya perlu percaya saja, apa pun yang aku lakukan, sudah aku pikirkan baik-baik," ucapnya. Aku mengangguk.


"Baiklah, jangan melakukan hal bodoh Baek, aku tidak akan memaafkan mu," ucapku. Dia tersenyum dan mengangguk.


"Aku tidak akan melakukan hal bodoh." Balasnya.

__ADS_1


__ADS_2