Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 87 - Kembali ke Rumah


__ADS_3

Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya aku kembali ke rumah ku dan BaekHyun.


Wah. Rumah ini benar-benar sangat kacau. Debu di mana-mana.


"Baek, sampai kapan kita akan membersihkan ini semua?" Tanya ku.


Dia melihat sekeliling nya sambil menutup mulut dan hidung nya dengan tangannya. "Aku akan memanggil orang untuk membersihkan semuanya, ayo kita ke rumah orang tua mu saja, nanti aku akan telepon orang tua ku untuk kumpul di rumah orang tua mu," Ucap BaekHyun.


"Ide yang bagus, aku tidak tahan di sini, hidung ku gatal, ayo keluar Baek." Ajak ku. Dia mengangguk setuju dan menarik koper kami keluar dari rumah itu. Aku dan BaekHyun kembali ke dalam mobil. BaekHyun mengemudikan mobil nya menuju rumah kedua orang tua ku.


Dan ngomong-ngomong, aku tidak mengabari mereka sama sekali kalau kita akan pulang kembali ke Korea. Kepulangan ku dan BaekHyun akan menjadi kejutan besar untuk mereka.


"Kamu sudah kabari mereka kan?" Tanya Baekhyun.


"Enggak." Jawab ku singkat.


"Ha? Enggak? Ga apa?" Tanya nya.


"Aku ga bilang apa-apa, mereka juga ga tau kita udah balik." Jawab ku dengan santai.


"Yer... Wah. Kamu ini... Mereka pasti kaget kita tiba-tiba nongol di rumah mereka." Ucap Baekhyun.


"Gapapa lah Baek, santai aja, mereka kan orang tua aku, mertua kamu juga, tenang aja." Ucapku.


"Iya sudah, besok, aku bakal suruh orang beres-beres rumah kita, parah banget, 6 tahun di tinggalin gitu aja," ucap nya.


"Berapa orang?" Tanya ku.


"Sepertinya akan membutuhkan banyak tenaga, malah rumah kita gede banget lagi." Gumam nya.


"Emang, udah tau gitu mah kita bayar Sowon sama ChanYeol aja suruh bantu beres-beres tiap 2 hari sekali kasih aja 5 ribu won, kan setidaknya ga sedebu itu." Kataku.


"Jangan lah, murahan sekali sewa 10 orang buat beresin daripada suruh tuh dua manusia beresin 2 hari sekali, nih ya, kita di sana 6 tahun, satu tahun ada 365 hari, 6 tahun ada 2190 hari, setiap 2 hari sekali, artinya mereka harus beres-beres 1095 kali, kalau sekali dateng 5.000 aja, kita harus keluarin 5.475.000 Won Yerin. Sedangkan kalau,-"


"Dah. Dah. Sudah Baek, astaga kamu ini, kok bisa sih otak kamu niat banget mikir nya, mentang-mentang mantan guru matematika, heran aku." Ucapku.


"Ya pokoknya lebih hemat bayar 10 orang aja." Ucap nya.


"Saya serahkan urusan pembersihan rumah kepada anda saja, bapak CEO." Ucapku.


Dia tersenyum. "Apa kamu sudah memutuskan ingin bekerja di mana?" Tanya nya.


"Aku sudah memikirkannya, tapi, aku tidak akan memberitahumu sampai aku di terima di sana." Ucap ku.


"Beri aku petunjuk." Pinta nya.


Aku menggelengkan kepalaku. "Tidak, kamu akan lihat sendiri nanti." Ucapku.


"Pelit banget kasih petunjuk doank, aku aja kasih jawaban ulangan ke kamu ga pelit-pelit." Ocehnya.

__ADS_1


"Itu beda, pokoknya kejutan buat kamu deh." Ucapku.


"Kejutan apaan, kalau kamu kerja itu bukan kejutan, waktu kamu buat aku makin dikit, aku makin jarang bisa ketemu kamu, jadi dokter pasti sibuk, belom lagi kalau nanti kamu ada pasien operasi, lengkap deh." Tuturnya.


Aku rasanya ingin tertawa mendengarnya. Aku tau dia sangat penasaran di mana aku akan bekerja nanti. Tapi aku sedang ingin memberikan semua orang kejutan. Mood ku sedang menginginkan seperti itu.


Sekarang BaekHyun sudah sampai di depan rumah orang tua ku. Aku penasaran dengan ekspresi mereka nanti ketika aku berada di hadapan mereka detik itu juga.


"Kita masuk bareng aja Yer." Ucap Baekhyun.


Aku langsung mengurungkan niat ku untuk keluar duluan. "Baiklah." Jawab ku.


Dia mematikan mobil dulu, lalu mengeluarkan koper-koper ku dan dia.


"Ayo turun." Suruhnya. Baru sekarang aku turun dari mobil. Dia menggandeng ku masuk ke rumah orang tua ku.


"Kita tidak mengetuk? Atau memencet bel?" Tanya nya.


Aku mengambil kunci rumah dan membukanya. Walaupun aku sudah tidak tinggal di sini, tapi aku masih memegang kunci duplikat nya.


"Ga usah, kita buat kejutan aja." Jawab ku pelan. "Ayo masuk." Ajak ku setelah membuka pintu.


Dia hanya mengikuti ku.


Rumah ini sangat sepi, apa mereka sedang di luar?


Takkk... Takkk... Takkkk.....


"KAK FARREL..." Teriak ku.


"MAAAA... PAAAA.... ADA MALING!!!!' Teriaknya. Aku melempar sendal ke arahnya.


"Sembarangan kalau ngomong, aku baru pulang dari Amerika bukan di sambut malah di teriakin maling."


"Far, apaan sih teriak-teriak, ganggu aja," omel mama dari atas. Tidak lama kemudian, mama muncul dari balik tangga. Papa juga di sana.


"EH ANAK MAMA SAMA MANTU MAMA DAH PULANG!!!" Teriak mama sambil berlari memeluk ku.


"Aduh ma, jangan teriak-teriak juga, nanti kedengeran tetangga kan ga enak." Tegur papa.


"Papa..." Aku berlari memeluk papa.


"Kenapa ga kabarin papa kalau kamu udah pulang?" Tanya papa. Papa juga memeluk ku.


"Kejutan pa... Aku udah pulang," ucapku. Papa mengelus kepala ku.


"Iya, ini sudah malam, kalian ga istirahat? Kenapa malah ke sini?" Tanya papa.


"Rumah kita debu ga di tinggalin 6 tahun, BaekHyun besok baru mau panggil orang buat beresin rumah kita, jadi malam ini boleh aku dan BaekHyun tidur di sini pa?" Tanya ku.

__ADS_1


"Tentu saja boleh sayang, kenapa ga boleh, ayo bawa masuk koper kalian," Ajak papa.


"Kalian udah makan malam? Kalau belum mau mama buatkan sesuatu?" Tawar mama.


"Ga usah ma, kita udah makan di pesawat tadi." jawab BaekHyun.


"Kalau gitu Ayo Baek, bawa aja ke kamar Yerin, kalian tidur di sana nanti." Ucap papa.


"Pa," Panggil ku.


"Kak Farrel masih jomblo?" Tanya ku.


"Ga tau tuh kakak kamu, antara ga laku atau ga lurus papa juga ga ngerti." Ledek papa.


"Ish pa, aku ini fokus sama perusahaan bukan sama Cewek." Sahut kak Farrel kesal.


"Ya tapi udah kepala 3 Farrel, kamu mau perjaka sampai kapan sih, cari cewek sana," Oceh papa. Papa melepas pelukan ku dan mengajak mama ku kembali ke atas. BaekHyun sendiri menarik kedua koper itu naik ke kamar ku. Aku juga menyusul di belakang BaekHyun dan meninggalkan Kak Farrel sendirian.


BaekHyun akhirnya berhasil membawa koper ku masuk ke dalam kamar lama ku. "Kamar nya masih bersih, kayaknya mama sering bersihin," Ucap BaekHyun.


"Kayaknya sih gitu, Yaudah kita langsung tidur aja yuk Baek, aku cape." Ucap ku.


"Yaudah , kamu tiduran aja dulu, aku mau mandi sebentar." Ucap nya. Aku mengangguk. Dia membuka koper dan mencari baju tidurnya.


Setelah beberapa menit, BaekHyun keluar dari kamar mandi dan berbaring di sebelah ku. "Cuci muka, gosok gigi sana kalau ga mau mandi, ganti baju, habis dari luar kotor," Ucap BaekHyun. Aku terpaksa bangun dan masuk ke kamar mandi. Padalah udah pewe banget di kasur.


Aku mencuci muka, ganti baju dan gosok gigi sebentar baru aku keluar lagi.


"Udah?" Tanya BaekHyun. Aku mengangguk dan langsung naik ke atas kasur ku lagi. Kali ini aku menyelipkan tubuh ku di antara kedua tangan BaekHyun yang sedang bermain ponsel.


"Jangan main HP terus, sekarang waktunya buat kita berdua." Ucap ku. Dia menaruh ponselnya di sebelah dan memeluk ku.


"Kapan kamu akan mulai bekerja?" Tanya nya.


"Besok aku akan coba lamar dulu, kalau di terima mungkin bakal langsung kerja." Jawabku.


Dia mengangguk. "Kamu lamar di satu tempat doank? Kalau ga di terima gimana?" Tanyanya.


"Pasti di terima Baek, aku kan pintar, lulusan Harvard juga, masa ga di terima sih." Jawab ku dengan sangat percaya diri.


"Ya kan bisa aja, jaga-jaga aja, lamar lebih dari satu tempat." Ucap nya.


Aku menggeleng. "Ga mau, aku mau satu tempat itu aja." Ucap ku final.


"Ya sudah, terserah kamu, jangan kelelahan bekerja ya, Aku ga mau, kamu ga usah cape-cape cari uang, karena yang harus cari uang itu aku, jadi aku kasih kamu kerja bukan buat kamu bayar keperluan rumah, tapi cuma biar kamu ga bosen di rumah pas aku kerja, jadi jangan terlalu memaksakan diri, jangan terlalu kelelahan. Kamu ngerti?" Tanyanya. Aku mengangguk.


"Baiklah, Aku janji tidak akan kelelahan, tapi kamu juga tidak boleh sampai sakit," ucapku.


Dia mengangguk. "Aku tidak akan sakit Yerin, sekarang, ayo kita tidur, ini sudah malam." Ucapnya.

__ADS_1


Aku mengangguk dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh kita berdua. "Selamat malam Yerin, mimpi indah." Ucapnya.


"Kamu juga BaekHyun." Balasku pelan. Dia mengecup sekali dahi ku sebelum tidur. Aku menutup mata ku dan tertidur di dalam pelukannya.


__ADS_2