
Pagi ini aku terbangun, tidak seperti kemarin, aku terbangun karena sakit perut. Hari ini aku bangun karena memang sudah waktunya bangun. Aku melihat ke arah kamar mandi, kebetulan sekali Pak BaekHyun baru selesai mandi.
"Selamat pagi Yerin." Sapa nya.
Aku tersenyum, "Selamat pagi Om." Balasku.
"Om?" Tanyanya. Dia tersenyum miring ke arahku lagi. Sama seperti kemarin malam.
"Kan saya bilang panggil BaekHyun setelah menikah, kita belum resmi menikah sekarang, saya akan memanggil dengan sebutan Om BaekHyun." Jawabku.
"Bukan begitu? Kenapa harus Om?" Tanyanya. Dia naik ke atas ranjangku dan membuatku kembali berbaring. Semoga saja tidak ada yang masuk dan melihat ini. Mereka bisa salah paham. Apa lagi jika ada murid sekolah. Tidak. Tidak.
"Pak, jangan gini, posisinya. Ga enak kalau di liat orang nanti." Ucapku.
Dia berada di atasku, Aku berada di antara kedua tangannya yang menahan tubuhnya agar tidak jauh menimpaku. "Kenapa memang nya? Om kan?"
"Pak.. Ish.. Bapak tuh wali kelas saya, jangan gini," Aku berusaha mendorongnya tapi dia jauh lebih kuat dariku.
Cklekk...
"BaekHyun, Yerin, mama bawakan sarapan untuk,- Maaf, apa mama mengganggu kalian, sepertinya iya, kalau gitu mama akan tinggalkan makanannya di sini, jangan lupa dimakan ya."
"Ma, Ma, tunggu dulu, MAMA!!!." Teriakku. Mamaku pasti salah paham melihatnya.
"Ish pak, Minggir, aduh. Mama..."
Pak BaekHyun malah ketawa-ketawa disana. Mama kembali ke kamarku. "Kenapa Yerin?" Tanya mama.
"Ma, Yerin kan kangen, temenin disini donk." Ucapku. Mama menatap ku dengan tatapan malas. "Apa nya kangen, biasa juga ga pernah pulang." Kata mama datar. Aku terkekeh.
"BaekHyun, kenapa ga dilanjutin? Mama mau keluar dulu, jangan kenceng-kenceng ya, Yerin ga berpengalaman." Ucap mama sambil melambaikan tangannya.
"MA!!!."
"Hahaha,,, Enggak sayang, mama cuma bercanda, ih anak mama yang cantik ini marah," Mama membawa makanan itu ke dekatku.
"Ini makan dulu sarapannya, makan berdua sama BaekHyun ya," Mama membukakan makanan itu. Kebetulan pak BaekHyun masih di atas ranjangku dan duduk di dekat kakiku di seberangku.
__ADS_1
"Mama tuh seneng liat kalian kalau akur kayak tadi, jadi apa kalian sedang membicarakan sesuatu?" Tanya mama sambil menyiapkan makanku. Aku menggeleng.
"Hanya membahas sesuatu yang tidak penting," Jawabku. Mama mengangguk sambil memberikan makanan itu kepadaku dan BaekHyun.
"Sekarang kalian makan dulu, mama bakal balik lagi sore, mama ada rapat sama papa," Ucap mama.
"Ma," Panggilku.
"Ya?" Sahut mama."
"Jangan buat adik lagi, aku sudah mau menikah," Ucapku. Mama tertawa.
"Iya sayang, mama bakal tunggu debay dari kamu aja," Ucap mama sambil mencubit pelan hidungku.
"Ish mama, itu masih 8 tahun lagi nanti." Jawabku.
"Kelamaan ya, ya udah deh, mama minta tadi kak Farrel aja kali ya." Ucap mama.
"Setuju ma, bilang in kak Farrel, suruh cepet bawa bini pas pulang, ke sana ga balik-balik masih jomblo aja tuh manusia." Ucapku. Mama tertawa mendengarnya.
"Ma, aku serius, mama jodohin aku yang masih SMA, kak Farrel itu udah hampir 27 tahun loh ma, mama beneran ga ada niat jodohin kak Farrel juga gitu?" Tanyaku.
"Enggak aku jejelin ma, aku bukan cewek gituan ish,"
"Iya. Iya, sudah jangan bahas ini di depan calon suami kamu, kasihan tuh dia." Ucap mama. Aku melihat pak BaekHyun.
"Ga apa-apa kok ma," Jawab pak BaekHyun.
"Kamu ga ngajar hari ini?" Tanya mama. BaekHyun menggeleng dengan senyuman wajahnya. "Ga ada kelas ma." Jawab BaekHyun.
"Kalau gitu, kamu temenin Yerin lagi ya? Gapapa kan?" Tanya mama. "Gapapa kok ma, tenang aja, saya bakal jagain Yerin." Jawab BaekHyun, tapi tangannya merangkulku seakan-akan kita ini dekat. Padalah kenyatannya tidak begitu.
"Yerin, kamu beneran ga mau pindah sekolah?" Tanya mama. Aku mengangguk sambil mengunyah makananku.
"Ma, aku udah kelas 12, mau pindah juga nanggung banget, belom lagi nanti ada yang mikir aneh-aneh kalau aku pindah gara-gara di keluarin atau kena masalah, waktu sekarang buat pindah sekolah tuh ga banget ma." Jawabku.
"Ya sudah kalau kamu tetap ga mau, tapi kalau kamu berubah pikiran kamu boleh langsung bilang ke mama, biar papa mama yang mengurusnya, oke sayang?" Tanya mama. Aku mengangguk. Mama mengelus rambutku dan merapihkannya sedikit.
__ADS_1
"BaekHyun sendiri gimana? Kata papa kamu, kamu di suruh lanjut kuliah S2 bisnis?" Tanya mamaku. Pak BaekHyun hanya diam.
"Masih belum pasti ma, kalau udah mau nikah mana sempet kuliah lagi, nanti ga sempet kerja," Jawab pak BaekHyun.
"Ya itu pilihan kalian berdua, orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya." Ucap mama. Ya aku tahu itu. Tapi aku tidak merasa seperti itu sekarang.
"Ma, boleh aku minta sesuatu?" Tanyaku.
"Minta apa?" Tanya mama.
"Aku ingin membeli saham mama," Ucapku. Mama terkejut dengan itu.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya mama.
"Gini ma, mama pasti sudah tahu tentang itu kan, tapi aku rasa mereka tahu rencana kita, mereka membuat persyaratan yang aneh menurutku, mereka bilang bagi pembeli saham harus memiliki saham di luar juga selain ini dan minimal total saham yang di pegang ada 20%, pokonya persayarannya aneh, aku pikir apa lebih baik aku pinjam saham mama sebentar." Ucapku.
"Yerin, ini sudah terlalu jauh, apa yang kamu pikirkan sampai kamu nekad melakukan sejauh ini?" Tanya mama.
"Mama pasti tau alasanku, aku juga benci dengan dia, tapi kalau mama tidak kasih aku juga tidak masalah," Ucapku.
"Mama melarang kamu melakukan itu semua, fokus saja pada sekolahmu dan kesembuhanmu, biar sisahnya mama yang urus, saham kamu jual ke mama," Ucap mama.
"Tapi ma.-" Mama menatapku. Mama tidak suka di bantah. "Ya ma, nanti aku kirimkan semuanya." Ucapku.
"Oh iya, mama hampir lupa, ini ada surat untuk kamu," Ucap mama. Mama memberikan sebuah amplop. Akuk membukanya. Aku melotot membacanya.
"Ma,"
"Iya Yerin, bukumu di terima, mereka akan merevisinya dan buku kamu bisa terbit." Ucap mama. Aku menutup mulutku. Aku tidak percaya ini. Perusahan penerbit yang cukup besar menerima bukuku.
"Selamat ya Yer," Ucap pak BaekHyun.
"Makasih." Ucapku kepada pak BaekHyun.
"Sekarang, kamu fokus saja sama semua itu, mama akan menyelesaikan semuanya, mama bangga sama kamu, waluapun kamu selalu peringkat terakhir di kelas, tapi di mata mama kamu sudah sukses di dunia kerja Yer." Ucap mama. Aku memeluk mama.
"Makasih ma, ini juga berkat mama dan papa, Aku akan selesaikan bukuku dan mengirimnya ke sanan nanti." Ucapku. Mama mengangguk.
__ADS_1
"Mama akan tunggu bukumu terbit sayang, mama harus pergi sekarang, kamu baik-baik ya di sini sama BaekHyun, mama bakal balik lagi nanti sore," Ucap mama. Aku mengangguk senang. Sekarang perasaanku sangat senang. Pak BaekHyun juga tersenyum ke arahku.