Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 73 - Berbaikan dengan TaeHyung


__ADS_3

[BaekHyun POV]


Hari ini Yerin terlihat sangat lemas sejak pagi. Aku tidak tahu apa ini efek karena dia sedang menstruasi atau ada faktor lain. Tapi kalau karena menstruasi, bulan-bulan sebelumnya dia tidak seperti ini. Ini sudah hari ke-4 menstruasi nya.


Aku sudah menyuruh nya untuk pulang lebih dulu, tapi dia tidak mau. Akhirnya aku memaksanya untuk istirahat di UKS dulu sekarang.


Dia menurut dan beristirahat di UKS. Aku masih harus kembali mengajar dulu karena masih ada materi yang harus aku selesaikan. Sebentar lagi mereka semua akan ujian kelulusan. Kalau materi ini tidak selesai semua akan berantakan. Apalagi ini akan banyak muncul di ujian nanti. Untung saja materinya sudah hampir selesai.


"Sampai sini apa ada pertanyaan?" Tanyaku.


Mereka semua diam. Seperti biasa. Aku tidak tahu mereka diam karena memang sudah mengerti atau mereka diam karena tidak mengerti apa-apa dan tidak tahu harus mulai dari mana.


"Tidak ada? Baik, kalau tidak ada pertanyaan sekian saja untuk matematika hari ini, sisa materinya akan saya sambung minggu depan, untuk PR, kerjakan saja Latihan 1.2 di buku PR kalian dan tulis cara nya juga." Ucapku.


Kalau aku tidak bilang, mereka tidak akan ada menulis caranya. Kebiasaan malesnya.


"Silahkan istirahat." Ucapku.


"Makasih pak Baek." Ucap mereka.


"Sama-sama." Jawab ku. Aku keluar dari sana. Sekolah jadi lebih tentram sekarang tampa adanya TaeYeon di sini.


"Pak BaekHyun."


Aku melihat siapa yang memanggil ku.


"Kenapa TaeHyung?" Tanyaku. Sebagai guru aku tidak boleh memiliki dendam pribadi saat di sekolah. Ya kan?


"Apa saya bisa bicara dengan bapak sebentar?" Tanyanya.


"Tentu saja." Jawab ku.


"Kalau bisa sekarang pak." Ucapnya lagi.


"Sebentar, saya taruh dulu di dalam baru kita bicara." Ucapku. Dia mengangguk dan menunggu ku di luar kantor guru.


Aku masuk ke kantor guru hanya untuk menaruh buku dan mengambil ponselku. Setelah itu aku kembali keluar untuk menemui TaeHyung.


"Kita bicara di mana?" Tanyaku.


"Di atap saja pak," jawabnya. Aku mengangguk. Dia mengikuti ku di belakang ku, aku membawanya ke atap.


"Jadi kenapa? Apa yang mau kamu bicarakan?" Tanyaku. Aku tidak ingin banyak membuang-buang waktu ku untuk dia.


"Saya cuma ingin minta maaf untuk kejadian empat hari lalu, saya tidak seharusnya melakukan itu pada Yerin." Ucapnya.


"Kenapa kamu minta maaf pada saya? Seharusnya kamu minta maaf pada Yerin, dia sampai sakit karena syok dengan perbuatan mu TaeHyung." Ucapku.


"Ya saya tau, Sowon sudah memberitahu saya, tapi saya takut kalau saya menemui Yerin langsung dia akan kembali ketakutan." Ucapnya.


Mungkin apa yang dia katakan ada benarnya. Yerin pasti cukup trauma dengan perbuatan TaeHyung. Dia hampir memperkosa Yerin.


"Saya juga minta maaf karena langsung menonjok mu saat itu." Ucapku.


"Tidak apa, saya juga pasti akan melakukan hal yang sama kalau saya ada di posisi bapak." Ucapnya.


"Ya sudah, urusan kita sudah selesai kan? Kalau kamu mau ketemu Yerin saya izinin, dia di rumah UKS, saya mau ke sana, kamu mau ikut ga?" Tawar ku.


"Beneran pak?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya lah, memang tampang saya lagi bercanda?" Tanya ku. Die menggeleng.


"Cepet, Yerin sendirian tau di sana." Ucap ku. Dia mengangguk dan berjalan mengikuti ku ke ruang UKS.


Aku masuk lebih dulu ke ruang UKS.


"Yerin," Panggil ku.


"Pak Baek," Jawabnya. Suaranya masih lemah. Aku mengajak TaeHyung masuk juga. Setidaknya dia harus minta maaf, urusan Yerin akan memaafkannya atau tidak bukan lagi urusan ku.


"Pak, kenapa TaeHyung juga di sini?" tanya nya. Dia berusaha bangun jadi aku membantu nya.


"Dia hanya mau minta maaf," Jawab ku.


Yerin menatap TaeHyung.


"Um. Yer, maafin aku, sikap aku memang kurang ajar banget, brengsek banget, aku mau minta maaf, kalau kamu ga mau maafin aku, aku ngerti kok, tapi aku udah relain kamu sama pak BaekHyun, aku juga ga akan bongkar hubungan kalian ke siapa-siapa. Makasih udah pernah menemin aku dulu, walaupun ga lama tapi kamu pernah mengisi hati aku, sekarang aku udah bener-bener relain kamu, aku ga akan memaksa kamu untuk balikan lagi sama aku, sekali lagi maaf Yer." Ucap nya.


Yerin menatap ku. "Kenapa?" tanya ku.


"Tae, Apa yang kamu bilang pada pak BaekHyun hingga dia mau membawa mu ke sini?" Tanya Yerin.


"Aku juga minta maaf kepadanya," Jawabnya.


"Dan, apa dia memaafkan mu?" Tanya Yerin.


"Dia menyuruh ku langsung mengatakan nya pada mu." Jawabnya lagi.


"Aku bisa memaafkan mu asalkan ada syaratnya." Ucap nya. Aku sedang menunggu apa syaratnya, entah kepada aku sangat senang dan penasaran tentang hal ini. Sepertinya akan seru kalau lihat TaeHyung di kerjai oleh Yerin. Mungkin.


"Kamu harus bisa berteman dengan pak BaekHyun baru aku bisa memaafkan mu dan kita bisa berteman juga." Ucap nya.


"Biarin, kalian berdua sama-sama salah, kan kamu bisa gitu lepasinnya di tarik aja ga perlu di tonjok gitu, tenaga kamu kan lebih gede dari TaeHyung, jadi kalian berdua harus bisa berteman dulu baru aku akan memaafkan kalian berdua." Ucap nya.


"Ga mau," Jawab ku.


"Ya udah, berarti TaeHyung ga bakal aku maafin." Ucap nya. TaeHyung berjalan ke arah ku.


"Pak BaekHyun, hehehe, saya traktir deh setiap hari selama 1 minggu," Ucap nya.


"Saya juga bisa beli makan sendiri kali," Jawab ku. Enak aja aku di sogok semurah itu.


"Satu bulan?" Tanyanya.


"Ga," Jawab ku.


"Gini, gimana kalau saya traktir bapak makan selama 1 bulan full, cuci mobil bapak juga 2 hari sekali, sekalian saya bantu bapak di sekolah juga, gimana pak?" Tanyanya.


"Tambahan, siram taman di rumah juga setiap hari." Ucap ku.


"Setuju pak," Jawabnya dengan semangat. Baru kali ini ada orang yang senang walaupun aku memberikan pekerjaan yang tidak waras. Dia belum tahu saja seberapa besar taman di rumah ku dan Yerin.


Terlalu fokus dengan TaeHyung, aku tidak sadar Yerin melotot ke arah ku. "Kebangetan kamu." Gumamnya.


Aku hanya tersenyum ke arah nya.


"Jadi kita berteman sekarang kan pak?" Tanya TaeHyung. Aku mengangguk.


"Yer, aku berhasil sepakat sama pak BaekHyun," Ucap nya.

__ADS_1


"Iya, iya, aku maafin, udah ga usah kerjain kerjaan dari pak BaekHyun, kamu bakal pingsan setiap hari kalau kamu kerjain semaunya." Ucap nya. Aku terkekeh.


"Yerin, sudah mau pulang?" Tanya ku. Dia mengangguk.


"Biar aku bantu sini." Ucap ku. Aku membantu nya berdiri dari sana.


"Apa masih lemas?" tanya ku. Dia mengangguk.


"Tae, saya percaya kamu ga akan aneh-aneh, bantu Yerin ke tempat parkir ya, saya jemput pakai mobil langsung." Ucap ku. Dia mengangguk. "Baik pak," Jawabnya.


Aku keluar lebih dulu untuk mengambil mobil.


Setelah itu aku menjemput Yerin. Di sana sudah ada TaeHyung dan Yerin. TaeHyung membawa 2 tas, aku rasa satunya milik Yerin.


"TaeHyung, masuklah, saya akan sekalian antar kamu pulang." Ucap ku.


Dia membantu Yerin duduk di sebelah ku dan dia duduk di belakang. "Tae," Panggil Yerin.


"Ya?"


"Menurut mu BaekHyun termasuk guru killer ga?" Tanya nya. Kenapa dia mengungkit ini lagi?


"Harus banget ya?" Tanya ku. Dia tersenyum ke arah ku.


"Ga juga sih Yer, lebih horror lagi pak Sehun tau," Jawabnya. Aku tertawa mendengarnya. Sehun killer di kelas? Wah sesuatu yang baru.


"Masa sih?" Tanya ku.


"Killer di kelas, ketemu pawang nya langsung diem." Lanjutnya. Aku tertawa. Pawang nya. Semua nya jelas tahu siapa pawangnya.


"Eh iya, Yer, ini," TaeHyung memberikan sesuatu pada Yerin.


"Ini apa?" tanyanya.


"Untuk perut mu, aku tau ini tanggal-tanggal kamu, um. Maaf pak," Ucap nya. Dia sadar aku menatap tajam ke arahnya. Kenapa dia lebih tahu tentang Yerin dari pada aku. Aku kan sudah bersama nya 7 bulan. BaekHyun, belajarlah lebih peka atau dia akan di ambil orang Baek.


"Tidak masalah, toh itu untuk Yerin juga kan," Ucap ku. Sabar Baek. Harus. Sabar.


"Makasih Tae," Ucap Yerin. Dia membuka satu dan menempelkannya lewat bawah rok. Untung saja TaeHyung tidak melihatnya. Aku bisa mencongkel matanya kalau dia berani mengintip ke arah Yerin.


"Di mana rumah mu TaeHyung?" Tanya ku.


"Di dekat sini pak, atau saya turun di sini saja, rumah saya tidak jauh lagi kok." Ucap nya.


"Tidak apa-apa, dari sini masuk komplek ga?" Tanya ku.


"Masuk sih pak, rumah ketiga." Ucap nya. Aku membawa mobil ini masuk ke komplek itu dan berhenti tepat di depan rumahnya.


"Terima kasih atas tumpangan nya pak." Ucap nya. Aku mengangguk.


"Jangan berulah lagi dengan Yerin." Pesan ku. Dia mengangguk.


"Dah Yer" Dia melambai ke arah Yerin.


"Ayo kita pulang sayang." Ucap ku.


"Cih. Sudah sana jalan." Ucap nya.


"Siap bos," Jawab ku. Dia tersenyum dan tertawa pelan. Tapi dia berusaha menutupi nya.

__ADS_1


[BaekHyun POV END]


__ADS_2