Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 58 - Hari Ulang Tahun Terburuk


__ADS_3

Tidak terasa pelajaran hari ini sudah selesai. Aku sangat senang sekarang. Akhirnya aku bisa pulang.


"Yerin.. Pulang bareng yuk, aku udah izin sama dia, katanya boleh ajak kamu jalan-jalan," Ajak nya. Aku masih membereskan buku-buku ku.


"Won, aku banyak kerjaan lagi pulang, mau beres-beres rumah juga." Balasku.


Dia duduk di depan ku dan membalik kursi nya menghadap ke meja ku. "Yerin, ayolah, ini ulang tahun mu, Ayo kita bersenang-senang." Ajak nya sekali lagi.


"Oke, sebentar aja ya." Ucap ku. Dia mengangguk semangat. Aku selesai memasukkan semua barang-barang ku ke dalam tas.


"DULUAN YA." Teriak Sowon.


"Iya, hati-hati Won, Yer." Balas beberapa orang di kelas. Sowon memang selalu terkenal ramah dengan satu kelas. Itu sebab nya satu kelas juga suka dengan Sowon. Jadi jangan heran kalau Sowon seperti itu.


Aku tersenyum ke arah mereka dan keluar bersama Sowon dari kelas. "Kita Shopping Yer, sama hunting es krim." Ajak nya.


"Oke Sowon, kita ganti baju dulu lah, mana bisa masuk ke dalam mall pakai seragam gini." Ucap ku.


"Ya udah, kita ke rumah kamu dulu, terus ke rumah aku baru kita pergi." Ucap nya.


"Kenapa? Kita ke temuan aja di mall nanti." Saran ku.


Dia menggeleng. "Tidak akan, aku akan bersama mu Yer, kamu tahu sendiri sekarang banyak yang mengincar mu, dengan adanya aku, mereka tidak mungkin seberani itu." Ucap nya.


Memang nya berapa banyak orang yang mengincar ku? Perasaan cuma TaeHyung doank.


"Pokoknya ga boleh, Ayo." Sowon menarik ku ke halte bus dan bus nya benar-benar sepertinya sudah bekerja sama dengan Sowon. Saat aku dan dia sampai, bus nya juga ikut sampai. Sangat tepat waktu.


Aku dan Sowon duduk bersebelahan. Tidak sampai 5 menit, bus ini sudah sampai di halte dekat rumah ku. Aku dan Sowon turun. Kita berdua memilih untuk berjalan kaki saja dari pada memesan ojek online. Lagi pula jarak nya benar-benar dekat.


"Won, kamu mau sekalian mandi dulu ga di sini? Di rumah kamu tinggal ganti baju doank." Tawar ku.


"Boleh deh, biar cepet." Jawabnya.


"Pakai kamar mandi yang di kamar waktu itu kamu nginep aja." Ucap ku. Dia mengangguk dan masuk ke sana. Aku sendiri masuk ke kamar ku dan mengambil baju ganti yang ingin aku pakai. Seperti biasa, aku tidak ingin pakaian yang terlalu ribet. Aku lebih suka pakaian yang nyaman. Jadi aku memilih kaos dan celana jeans.


Selesai mandi, aku keluar. Di sana sudah ada Sowon yang sedang menonton TV.


"Won, mau minum dulu ga? Cuaca nya lagi panas." Ucap ku.


"Boleh Yer." Jawabnya. Aku pergi ke dapur sebentar untuk mengambilkan dia smoothies di kulkas. Aku memasukkan nya ke gelas kertas. Jadi dia bisa sambil membawanya. Aku juga membuatkan satu untuk diri ku sendiri.


"Won, ini, kita sambil jalan aja, biar hemat waktu." Ucap ku.


Dia mengambilnya dari tangan ku. "Makasih Yer, Ayo lah." Dia bangun dari sofa dan mematikan TV ku. Aku sendiri mengambil tas ku dan membawanya. Aku mengunci pintu dulu sebelum pergi.


Kami kembali ke halte dan menuju rumah Sowon sekarang. Aku ga tahu kenapa Sowon begitu ingin bersama ku terus, biasanya kita akan janjian di satu tempat baru ke sana bareng-bareng. Tapi ini, dia malah ikut ke rumah ku dulu baru ke rumahnya.


Aku dan Sowon sudah sampai di depan rumahnya. Dia langsung membuka nya karena ini adalah rumah orang tuanya. "Ma," teriak Sowon.


"Di Dapur..." Balas mama nya.


"Ada Yerin ma," Ucap Sowon. Mama nya langsung keluar dari dapur.


"Eh Yerin, apa kabar?" Tanya mama Sowon.

__ADS_1


"Baik tante," Jawab ku.


"Syukurlah, oh ya, gimana hubungan kamu sama suami kamu?" Tanya tante.


"Baik juga tante, lumayan dekat sekarang." Jawab ku.


"Bagus lah, tante juga harap Sowon bisa dekat nanti sama calon suami nya." Ucap nya.


Dalam hati, "Udah dekat banget sih tan."


"Ma, aku mau shopping sama Yerin ya, aku udah mandi kok tadi di tempat Yerin, tinggal ganti baju aja." Ucap nya.


"Ya sudah, jangan pulang malam-malam, jaga diri baik-baik," Pesan mama Sowon.


"Ya ma, Yer, tunggu bentar." Ucap nya. Aku mengangguk.


"Tante kembali ke dapur dulu," Ucap nya.


"Silahkan tante." Jawab ku.


"Yer, Ayo."


Aku melihat ke atas tangga. Dia ganti baju atau apa sih? Perasaan cepet banget dah.


"Udah?" Tanya ku memastikannya.


Dia turun dengan kaos polos dan celana pendek.


"Ayo lah," Ajak ku.


"Kita mau shopping apa nih?" tanyanya.


Aku heran, BaekHyun tidak mengabari ku sama sekali. Dia juga tidak bertanya kemana aku pergi, padalah aku belum mengatakan apa pun padanya. Biarkan lah. Mungkin dia sedang sibuk, sebentar lagi kan sudah mau ujian kelulusan ku.


Aku masuk bersama Sowon. Kali ini kita berdua sama-sama duduk di tengah.


Drttt... Drtttt..


Aku melihat ke ponsel ku. Itu bukan dari ku.


"Halo?"


"Ya pak, sedang sama saya, kenapa?"


"Oh, Oke pak, entar saya bilangin."


"Iya pak."


Aku menatap nya. Dia seharusnya tahu aku bertanya siapa yang menelepon. "Pak ChanYeol, dia bilang suruh kasih tahu kamu, pak BaekHyun sedang ada urusan sebentar, mungkin pulangnya agar sore." Ucap nya.


Aku mengangguk. Sudah ku duga. Dia pasti sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Aku tidak akan berpikir negatif tentang BaekHyun. Dia sudah bersama ku selama 6 bulan dan semua nya baik-baik saja. Dia sudah mencintai ku, dan aku juga sudah memiliki perasaan kepada nya.


Mobil ini terus melaju di tengah jalanan kota yang ramai. Walaupun ini bukan jam pulang kerja, tapi tetap saja jalanan di kota selalu macet. Itu sudah menjadi hal yang biasa jika tinggal di kota-kota besar.


Tapi setelah setengah jam di perjalanan, Akhirnya aku dan Sowon sampai juga di mall.

__ADS_1


Aku segera turun. Sowon ada di belakang ku.


"Yer, lihat hoodie mau ga?" Tanyanya.


"Boleh," Jawab ku. Aku dan Sowon memang sangat suka mengoleksi Hoodie jadi aku tidak akan keberatan.


Sowon langsung menarik ku masuk ke sebuah toko hoodie. Ini adalah toko hoodie favorit ku dan Sowon sejak SMP. Hoodie nya lucu-lucu dan bahannya bagus. Hampir semua hoodie ku berasal dari sini.


Aku berpencar dengan Sowon. Aku mencari hoodie polos dan Sowon mencari hoodie lucu.


"Yer, sini-sini," Panggil nya.


Aku berjalan arah Sowon di seberang sana. "Yer, kita beli hoodie couple Yer, buat nanti kelulusan," Ucap nya. Aku melihat hoodie pastel itu. Ada tulisan BFF di kiri atasnya.


Aku mengangguk. "Ayo beli yang ini," Ucap ku. Dia segera membawanya ke kasir.


Aku mengikuti nya ke kasir juga. Sowon sudah tahu ukuran ku. Aku pakai S dan dia pakai M.


"Ini Yer," Sowon memberi ku paper bag nya. Baru saja aku ingin mengeluarkan debit ku. Sowon ternyata sudah membayarnya.


"Udah di bayar?" tanya ku.


"Udah lah, ayo, gapapa, aku yang beliin kali ini. Kamu traktir makan aja." Balasnya. Aku menatap nya kesal. Pantas saja dia mau bayar buat aku juga. Orang dia mau di traktir makan.


Aku keluar dari toko itu lebih. Mata ku tertuju pada seorang sepasang orang yang aku kenal.


"Yerin, Ayo," Ajak Sowon.


"Bentar Won," Ucap ku. Aku berjalan mengikuti mereka berdua. Sowon terlihat bingung. Jadi aku menariknya.


"Menurut kamu itu BaekHyun sama bu TaeYeon bukan?" Tanya ku pada Sowon.


"Ga mungkin lah, tadi kata pak ChanYeol dia kan lagi ngurusin sesuatu yang penting, beginian mana penting sih." Ucap Sowon.


"Enggak Won, lihat mukanya deh, itu mirip banget ga sih?" Tanya ku.


"Yaudah coba aja samperin," Ucap nya. Aku berjalan lebih cepat agar bisa menyusul mereka berdua.


"BAEKHYUN!." Panggil ku.


Dia berbalik. Sudah ku duga.


Aku berjalan mendekatinya. "Ini urusan penting nya?" Tanya ku.


"Yerin, kita bicara di rumah oke? kamu tenang dulu." Ucap nya. Aku menamparnya sekali.


"Kenapa? Karena ada selingkungan mu di sini?" Tanya ku sambil menatap tajam ke arah bu TaeYeon.


"Yer, kamu,-"


PLAKKK!!!


Aku menampar nya lagi. "Diam." Desis ku.


"Kamu ini ga sopan banget sama guru Yerin, di mana etika kamu sih?" Bu TaeYeon mengusap pipi BaekHyun yang aku tampar tadi. Aku tersenyum sinis melihatnya.

__ADS_1


Sowon berjalan ke arah ku dan menahan ku. "Ayo pergi Yer, tinggalin aja mereka." Ucap nya.


"Dasar pelakor, dan kamu Baek, jangan harap bisa lari dari masalah ini." Ucap ku. Sowon menarik ku pergi dari sana. Untung saja ada Sowon, kalau tidak aku mungkin akan menghabisi bu TaeYeon di sana. Aku benar-benar membenci wajah nya. Dan sekarang aku juga membenci BaekHyun. Kenapa dia berbohong? Ini adalah hari ulang tahun ku. Kenapa dia tega berselingkuh di hari ulang tahun ku? Apa dia benar-benar ingin menghancurkan perasaan ku? Aku benar-benar tidak habis pikir. Sekarang aku ingin menangis, tapi menangis juga tidak ada gunanya. Menangis tidak akan mengubah apa pun.


__ADS_2