
Aku berjalan ke arah kamar kak Farrel. Orang tua ku sedang tidak ada di rumah. Mungkin hanya ada kak Farrel di sini. Tapi baguslah, jadi mereka tidak akan tahu hal ini.
Cklekk...
Aku membuka pintu kamar kak Farrel.
"Eh Yerin, kamu kok di,-"
"Kak, aku ga kuat," Ucap ku pelan. Tubuh ku lemas. Aku ingin menangis. Kak Farrel segera memelukku.
"Yerin, kamu kenapa?" Tanya Kak Farrel khawatir.
"Kak... Hiksss... Mereka semua jahat sama aku.." Ucap ku sambil terisak pelan.
"Sini-sini, duduk dulu, keluarkan saja, tidak apa-apa menangis Yerin," Kak Farrel mengelus punggung ku. Aku menangis dengan keras di pelukannya.
"KAKKK... AKU SAKIT!!!." Aku berteriak di pelukannya. Dia terus mengelus ku.
"Kalau sudah lebih baik baru cerita, kakak akan mendengarkan nya." Ucap nya. Aku mengangguk. Tangisan ku semakin keras. Aku tidak tahan lagi. BaekHyun keterlaluan. Dia bukan hanya berselingkuh, tapi dia juga sudah melakukannya dengan TaeYeon. Apa dia sudah gila? Di mana sebenarnya otak nya?
"Yerin, apa kamu sudah sarapan?" Tanya kak Farrel. Aku berusaha berhenti menangis. Kak Farrel masih sabar menemani ku di sini. Padalah baju nya dia sudah basah karena air mata ku.
"Sudah sarapan?" Tanyanya sekali lagi. Aku menggeleng.
"Kakak pesan makanan ya, kamu mau makan apa? Takoyaki mau? Atau mau apa?" Tanyanya. Aku menggeleng. Dia sudah mengambil ponselnya dan kembali duduk di sebelah ku. "Kamu harus sarapan Yerin, atau kakak bikinin spageti benar?" Tawarnya. Aku menggeleng sambil menahan nya agar tidak pergi.
"Ya udah kalau ga mau makan, minum susu aja ya? Ada susu coklat kesukaan kamu di kulkas, kamu mau?" Tanyanya.
Susu Coklat?
Aku mengangguk pelan. Dia bangun dan mengelus kepala ku. "Tunggu sebentar ya," Ucapnya sambil tersenyum.
Dia kembali dengan segelas susu coklat ku. "Makasih kak," Ucap ku.
"Minum aja yang banyak, kalau masih lapar bisa ambil lagi nanti." Ucap nya. Aku mengangguk sambil meneguk susu itu.
"Setelah ini apa kamu mau menceritakan masalah mu? Siapa tahu kakak bisa bantu." Ucap nya. Aku mengangguk sambil menghabiskan susu itu. Ini susu favorit ku, tentu saja aku akan menghabiskannya dengan cepat.
"Sini gelasnya."
Aku memberikannya.
"Tadi kamu ke sini naik apa?" Tanya kak Farrel.
Apa aku harus jujur? Aku takut dia akan marah. "Naik bus kak." Jawab ku. Itu adalah sebuah kebohongan.
__ADS_1
"Kamu habis ngapain memang nya? Kenapa keringetan pas dateng tadi?" Tanya kak Farrel.
"Kan dari halte ke sini lumayan kak kalau lari mah." Jawab ku. Dia menatap ku bingung.
"Ya udah sini, tiduran dulu, terus, kok kamu ga sekolah?" Tanyanya.
Aku menggeleng. "Aku ga enak badan kak," Jawab ku. Itu adalah kebohongan kedua.
"Ga enak badan kenapa? Lemes atau pusing atau kenapa?" Tanyanya.
Aku menggeleng dan masuk ke bawa selimut kak Farrel.
"Coba cerita, kamu tuh nangis kenapa sih?" Tanyanya.
Aku tersenyum lebar. "Aku kangen kakak," Jawab ku.
Dia menatap ku serius. "Kamu lari ke sini, nangis kejer di sini, cuma gara-gara kangen sama kakak doank?" Tanyanya dengan hati-hati. Aku mengangguk.
"Kamu udah mandi?" Tanyanya.
"Udah lah kak, ini aja udah jam 9, ya kali belum mandi." Jawab ku.
"Ya kali aja, terus sekarang kamu mau ngapain? Kakak harus ke kantor loh sebentar lagi." Ucap nya. Aku cemberut.
"Kamu mau ikut kakak ke kantor? Entar bosen loh." Ucap nya.
Aku menggeleng. "Gapapa kak, aku ikut kakak aja, tapi jangan bilang mama sama papa ya aku nangis tadi, nanti mereka marah lagi." Ucapku. Kak Farrel tertawa.
"Lagian nangis sampe kayak gitu. eh tapi kenapa BaekHyun ga nganter kamu ke sini? Biasanya dia yang nganter kan, kok tumben." Ucap nya. Lagi-lagi BaekHyun lagi.
"Dia kan ngajar kak," Jawab ku. Itu masuk akal kan?
"Dia ngajar saat kamu lagi sakit gini?" Tanyanya.
"Aku ga sakit kak, cuma ga enak badan doank, habis istirahat juga baikan kok." Ucap ku.
"Kamu ini, kebiasaan dari kecil ngomong selalu gitu, habis istirahat juga baikan, habis istirahat juga sembuh, dikira semua penyakit kayak gitu apa, jangan biasain kayak gitu ah, kalau ada apa-apa bilang ke suami kamu, atau ke kakak kalau dia ga bisa ngurusin, ngerti?" Tanya kak Farrel.
Aku mengangguk. "Ih kakak jangan ngoceh mulu, kita ga mau main game aja nih?" Tanya ku.
Dia menatap ke PlayStation dia. "Mau main?" Tanyanya. Aku mengangguk.
"Ya udah, ayo kita main sebentar sebelum kakak kerja." Ucap nya. Aku bangun dengan cepat saat Kak Farrel memberikan ku stik PS nya. Dia duduk di sebelah ku.
"Sebentar deh kak, aku mau ambil camilan dulu, ga enak kalau main doank ga nyemil." Ucap ku. Dia menggeleng sambil melihat ku berlari keluar.
__ADS_1
Aku tidak tahu di mana camilannya di taruh. Aku lihat di kulkas ga ada. Di lemari juga ga ada. Apa udah habis? Tapi siapa yang makan? Seingat ku kak Farrel ga suka nyemil deh, mama ga mungkin makan, apalagi papa.
"KAK... KAK FARREL!!!!." Teriak ku.
"Yerin,"
Aku melompat kaget karena dia tiba-tiba muncul di belakang ku tanpa suara saat aku sedang mencari nya di lemari.
"Kakak habisin camilan aku ya?" Tanyaku.
"Kenapa kamu bohong sama Kakak? Kamu berantem sama BaekHyun?" tanyanya.
Aku terdiam. Bagaimana dia tahu?
Aku berbalik dan menatap nya. "Dari mana kakak, um.."
"Sowon barusan bertanya, apa kamu baik-baik saja? BaekHyun tidak muncul di sekolah, dan dia bertanya apa kamu ada di rumah? Apa kamu menangis? Dia menelepon kakak barusan." Ucap nya.
"Dia cuma bercanda lagi kak," Ucap ku. Dia mengeluarkan ponselku dari saku celananya.
"Dan ini? Foto BaekHyun dengan perempuan lain, di sini baru di foto hari ini, kamu tidak mengunci ponsel mu, jangan salahkan kakak," Ucap nya. Dia mengembalikan ponselku.
"Aku pikir itu tidak seharusnya aku ceritakan ke kakak ataupun siapa pun, itu adalah urusan keluarga ku sendiri kan," Ucap ku.
"Tapi memang nya kamu bisa tahan kalau suami kamu seperti itu? Sejak kapan dia melakukan ini? Kakak akan menghajar nya jika ketemu dengannya," Ucap kak Farrel emosi.
"Baru hari ini," Balasku.
"Tinggallah di sini dulu, jangan kembali ke sana, jika kamu mau pisah, kakak akan bantu." Ucap nya. Aku mengangguk. "Baiklah kak, aku akan meminta bantuan kakak jika aku butuh nanti." Ucap ku.
"Kak, jangan beritahu mama papa dulu ya, aku akan memberitahu mereka sendiri, kalau memang masalah ini bertambah buruk." Ucap ku.
"Baiklah, kakak akan tutup mulut kalau kamu memang mau nya begitu, tapi kalau BaekHyun melakukan sesuatu yang menyakiti perasaan mu lagi, katakan pada kakak, cerita saja kalau itu bisa meringankan beban pikiran mu, jangan stress Yerin, Stress itu tidak baik." Ucap Kak Farrel sambil merapikan poni ku.
"Kakak mau pergi ke kantor?" Tanya ku.
"Ga apa-apa, bisa nanti, kakak kan CEO nya, tenang aja." Ucap nya.
"Enggak kak, kalau kakak memang udah mau ke kantor, kita pergi aja sekarang, kakak kerja aku mau beli camilan juga," Ucap ku.
"Ayo ganti baju dulu, kita pergi sebentar lagi yuk, kasian adik kakak, pasti mulutnya gatel mau ngemil," Ledek nya dia mencubit pelan pipi ku. Aku menepisnya. "Ih kakak, aku ga suka di gituin," Ucap ku kesal.
"Iya. Iya. Maap, ayo ganti baju dulu, yang enak aja, ga usah bagus-bagus, kamu juga cuma tiduran nanti di sana." Ucap kak Farrel. Aku tersenyum lebar. Dia tau aja.
Aku segera berlari ke kamar ku untuk ganti baju. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa sangat senang bersama Kak Farrel, perempuan yang mendapatkannya pasti sangat beruntung. Jika saja BaekHyun bersikap seperti kak Farrel pasti aku akan sangat bahagia hidup dengan nya. Sayang nya tidak. Dia tetap laki-laki labil yang tidak bisa membuat keputusan sendiri.
__ADS_1