
[BaekHyun POV]
"Baek, dia ada di sini."
"Di rumah mu? Atau di apartemen mu?" Tanya ku.
"Apartemen, tapi sebaiknya kamu jangan menemui nya dulu, dia sedang benar-benar tidak ingin melihat mu, bahkan aku membahas tentang mu saja dia berniat untuk kabur lagi dari sini." Jawabnya dari balik ponselnya.
Aku memijat kedua pelipis ku.
"Baiklah, tolong jaga dia di sana selama beberapa hari, aku akan menjemputnya ketika urusan ini sudah selesai." Ucap ku.
"Itu bukan masalah besar, tapi aku dengar dari Sowon, dia tidak akan masuk sekolah besok."
Kenapa lagi dia? Segitu nya ingin menghindar dari ku.
"Kenapa?" Tanya ku.
"Entah lah, Sowon tidak bilang, sepertinya itu karena diri mu, dia tidak ingin menemui kalian berdua untuk sekarang." Jawab nya.
Baiklah. Dia mungkin masih marah.
"Kalau gitu tolong jangan biarkan dia melakukan hal yang aneh-aneh dan berbahaya, aku akan segera menyelesaikan ini secepatnya." Ucap ku.
"Sebaiknya begitu, hubungan kalian bisa semakin hancur jika begini, yang artinya rencana TaeYeon sebenarnya bukan rencana untuk Yerin, tapi rencana untuk memisahkan kalian berdua, jika benar begitu, sepertinya dia sudah berhasil di langkah pertama." Ucap nya.
Aku tidak berpikir sampai sana. Kenapa kamu sangat bodoh BaekHyun?!
"Aku mendapatkan sesuatu hari ini, selama ini TaeYeon pergi ke Amerika selama 5 bulan itu, Aku masih tidak tahu kenapa dia kembali, dia bilang dia kembali untuk menyelesaikan sesuatu di sini,"
"Aku tidak percaya."
"Begitu juga dengan ku. Aku juga bertanya soal video, Yerin benar, dia merekamnya, tapi dia bilang dia tidak berniat menyebarkannya, tapi dia mungkin saja akan menyebarkannya jika sesuatu terjadi tidak sesuai yang dia harapkan." Sambung ku.
"Berusaha lah untuk menghapus video itu dulu, dia tidak akan bisa apa-apa lagi tanpa video itu. Itu satu-satu nya alasan dia berani kembali ke sini." Ucap nya.
"Dia juga bilang dia masih memiliki perasaan pada ku, dia masih belum bisa melupakan nya."
"Itu sudah pasti, kalau dia sudah melupakanmu dan merelakan diri mu dengan Yerin, dia tidak mungkin kembali lagi ke sini bodoh."
"Mungkin saja dia memang ada urusan di sini." Ucapku.
"Kalau begitu tinggalkan dia, ada Yerin yang harus kamu temani, bukan dia, kalau kamu pikir tujuannya bukan untuk merebut mu kembali, ya sudah jemput Yerin ke sini, beritahu dia, ajak dia pulang." Bentaknya.
"Kenapa kamu jadi membentak ku? Kalau kamu tidak mau dia di sana suruh saja dia pulang." Ucapku kesal.
"Baek, ini semua salah mu, semua jadi berantakan karena diri mu, kamu tinggal memutuskan saja pilih TaeYeon atau Yerin, setelah itu selesaikan baik-baik, rumah tangga mu dengan Yerin tidak akan seperti ini."
"Tidak semudah itu." Balasku.
"Apa yang tidak mudah? Mudah saja kalau kamu memang berpikir jernih. Buktinya aku meninggalkan Wendy ketika orang tua ku tidak memberikan restu, sekarang kami masih berteman, dan dia juga sudah memiliki pacar sendiri, semua baik-baik saja kan? Dan aku sekarang tenang bersama Sowon. Itu sebuah pilihan, kamu saja yang tidak bisa memilih."
"Kita itu berbeda."
"Bukan berbeda, aku rasa kamu sendiri masih belum rela melepas TaeYeon, pasti saat ini kamu sedang senang kan memiliki alasan untuk jalan bareng TaeYeon lagi. Ga usah munafik BaekHyun, pokoknya aku akan menyuruh Yerin keluar dari apartemen ku, jangan mencari nya di sini, setelah dia keluar dari apartemen ku, dia bukan lagi urusan ku"
__ADS_1
"Kamu tidak mungkin mengusir murid mu malam-malam."
"Aku bisa dan mungkin aku akan melakukannya."
Aku menutup telepon ku dengan ChanYeol. Kenapa sekarang dia membuat ku emosi. Padahal tadi siang dia yang bilang sendiri. Dia juga yang menyetujui rencana ini.
"BaekHyun, aku sudah buatkan makan malam."
"Sebentar Yeon." Jawab ku. Untung saja dia tidak mendengar percakapan ku dengan ChanYeol. Aku segera menghampiri nya agar dia tidak curiga.
"Kamu masak apa?" Tanya ku.
"Makanan kesukaan mu Baek, oh ya, Istri mu sedang tidak di rumah?" tanyanya.
Aku tidak tahu dia pura-pura bertanya karena tidak tahu atau hanya berpura-pura tidak tahu.
Aku tersenyum. "Dia masih bareng Sowon." Jawab ku.
"Apa dia akan pulang malam ini?" Tanyanya.
"Aku tidak tahu, kenapa?"
"Kalau dia ga pulang, kamu pasti kesepian, apa aku bisa menemani mu di sini?" Tanyanya.
"Kamu mau tidur di mana?" Tanya ku.
"Biasanya Yerin tidur di mana?"
Aku rasa ini tidak akan selesai. Kita saling membalas pertanyaan dengan pertanyaan lainnya.
"Enggak lah, Aku tidur di kamar tamu aja, pasti akan kan?" tanyanya.
Aku mengangguk." Pakai saja kamar di pintu ke-4, itu kamar tamu." Jawab ku.
"Makasih Baek, Eh iya, aku mau tanya, kan kamu sama Yerin sudah 6 bulan menikah, apa kamu sudah pernah melakukannya dengan Yerin?" tanyanya.
"Belum, dia kan masih sekolah." Jawab ku.
"Aku kasihan pada mu Baek." Ucap nya. Aku menatap nya bingung. "Kamu sudah menikah tapi tetap saja tidak bisa memuaskan diri mu sendiri, istri mu juga tidak melakukan kewajibannya kan." Lanjutnya. Aku berhenti makan sebentar.
"Mungkin memang belum waktu nya saja," Balas ku.
"Dia tidak mungkin mau punya anak dari mu BaekHyun, apa kamu tidak sadar itu? Dia masih kecil, mana mungkin mikirin punya keturunan, buktinya, dia aja ga pulang kan ke rumah?"
"Ini pertama kali nya dia ga pulang." Ucap ku.
"Di mana dia? Apa sedang berkencan dengan TaeHyung?" Tanyanya.
"TaeYeon, jangan bicarakan dia seperti itu, dia tidak kekanak-kanakan seperti itu."
"Lalu? Kamu menyebutnya apa? Dia menampar mu di tempat umum, dua kali, di mana harga diri mu?" Dia duduk di atas meja, tempat di hadapan ku.
"Turun dari meja, jangan duduk di sana." Ucap ku.
"Jangan mengalihkan pembicaraan kita BaekHyun, apa kamu tidak berniat untuk balikan dengan ku? Ceraikan Yerin, kita masih bisa bersama, bukankah waktu yang aku berikan untuk kalian sudah cukup? Apa 6 bulan bersama itu tidak cukup?"
__ADS_1
TaeYeon mengambil sebotol wine dan menuangnya di gelas. Dia memberikan satu gelas untuk ku dan satu lagi untuk nya.
"Untuk pertemuan kita setelah berpisah 5 bulan Baek." Ucap nya. Dia tersenyum dan meneguk nya sampai habis.
"Kamu bawa mobil kan?" tanya ku.
"Aku akan menginap di sini malam ini," Jawabnya.
"Ayo minum Baek," Ucap nya.
"Besok aku harus ngajar Yeon." Ucap ku.
"Satu gelas tidak apa Baek, percaya saja pada ku, Kamu kan sudah mengenal aku sejak dulu," Ucap nya. Aku menatap nya. Memang TaeYeon bukan tipe orang yang menggunakan cara murahan seperti memasukkan obat ke minuman ku atau semacam nya.
"Baiklah, hanya satu botol." Ucap ku. Dia mengangguk.
[BaekHyun POV END]
*****
Cklekkk...
"Yerin, Apa kamu sudah tidur?" Tanya pak ChanYeol. Aku kembali membuka mata ku.
"Kenapa pak?" Tanya ku.
"Ikut saya sebentar." Ucap nya. Aku berusaha membuka mata ku dan bangun dari Sofa di kamar Sowon.
"Kamu tidur saja di kamar saya." Ucap nya.
"Ga usah pak, bapak istirahat saja, besok kan ngajar." Ucap ku. Aku merasa tidak enak kalau pak ChanYeol yang tidur di sofa.
"Sudah sana cepat tidur, saya udah biasa tidur si sofa," Ucap nya.
"Saya yang ga enak sama bapak," Ucap ku.
"Santai aja, sudah sana tidur, ini sudah tengah malam." Ucap nya. Dia mengantar ku ke kamarnya.
"Tenang aja, ga ada kamera kok di sini, saya juga ga aneh-aneh, kamu bisa kunci pintunya dari dalam kalau kamu takut saya ngapa-ngapain, lagian kalau mau ngapa-ngapain saya ga cari istri orang, saya punya calon sendiri." Ucap nya sambil tersenyum ke arah kamar Sowon.
Aku ikut tersenyum karena aku mengerti maksudnya. "Makasih pak sekali lagi, bapak memang guru favorit saya deh." Ucap ku.
"Iyalah," Jawabnya dengan bangga.
"Eh iya pak, bapak tau ga bu Taeyeon di mana sekarang?" Tanya ku.
Dia menggeleng. "Kalau Beakhyun saya tahu dia di rumahnya, kalau TaeYeon, saya ga tau." Jawabnya. Aku mengangguk
"Makasih sekali lagi pak, selamat malam." Ucap ku.
"Selamat malam juga Yer." Ucap nya. Dia menutup pintu kamar itu dari luar. Aku mengunci nya. Aku percaya di sini tidak ada CCTV. Memang Sowon juga bilang tidak ada kamera tersembunyi di sini. Lagi pula apa yang di katakan pak ChanYeol tadi memang benar.
Jika dia menginginkannya, dia pasti akan memintanya ke Sowon, bukan kepada ku. Jadi tenang saja. Semuanya pasti akan baik-baik saja.
Aku berjalan ke arah kasurnya. Ini sedikit menyebalkan karena kamar pak ChanYeol benar-benar sangat aesthetic, dengan alat musik yang terjejer rapi dan semuanya benar-benar keren. Aku iri dengan kamarnya. Aku rasa aku terlalu mengagumi kamar nya. Lebih baik aku tidur sekarang. Mata ku sudah sangat ngantuk dan tubuh ku juga masih ingin kembali tidur lagi.
__ADS_1