Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 65 - Pengakuan


__ADS_3

Aku sangat ingin memaafkan BaekHyun, aku sudah berusaha memaafkannya. Tapi semua itu terasa sangat sulit saat aku sudah melihat apa yang mereka lakukan. Apalagi secara tidak langsung, BaekHyun sudah mengakuinya di depan ku barusan. Mereka sudah berhubungan badan. Tidak mungkin TaeYeon tidak hamil. Aku yakin ini bukan yang pertama kali nya. Mereka pasti sudah melakukannya berkali-kali. Apa lagi mereka sudah berpacaran selama 5 tahun dulu.


Memang nya jika anak yang ada di dalam tubuh TaeYeon bukan anak BaekHyun anak siapa lagi? Memang nya TaeYeon sering bermain dengan banyak orang apa. Aku yakin tidak begitu. Dia pasti hanya bermain dengan BaekHyun. Tidak ada lagi laki-laki yang dekat dengan TaeYeon selain BaekHyun.


Seminggu ini aku sudah berpikir untuk menceraikan BaekHyun saja. Dia mungkin memang bukan untuk ku. Aku juga sudah membicarakan ini dengan kak Farrel. Tapi dia tidak langsung menjawab ya atau tidak. Dia bilang aku sudah menikah, seharusnya pikiran ku sudah dewasa, dia yakin aku bisa mengikuti kata hati ku dan memilih jalan yang terbaik untuk diri ku sendiri.


Aku sebenarnya tidak begitu yakin menceraikan BaekHyun adalah jalan terbaik. Sebenarnya aku masih tidak rela melepaskan dia untuk TaeYeon, tapi aku juga tidak mau bersamanya lagi. Semua itu begitu kacau, Pacar ku yang pertama pernah berselingkuh di belakang ku. Aku mengetahui nya saat kami sudah berpacaran selama 11 bulan. Tapi dengan sangat mudah aku memutus hubungan kami. Tanpa rasa sedih ataupun rasa sakit hati. Padalah dia telah menjalin hubungan gelap dengan orang lain di belakang ku. Aku tidak tahu apa mungkin perasaan ku ke dia juga tidak sedalam itu. Mungkin saja.


Dengan TaeHyung, kami berpacaran selama 4 bulan, aku memutuskan nya bukan karena dia melakukan sesuatu yang menyakiti perasaan ku. Tapi aku hanya tidak ingin berpacaran. Aku ingin kami tetap berteman. Aku sudah menganggap nya sebagai kakak ku sendiri. Dan dia juga tidak masalah saat itu karena kami putus baik-baik. Dia bilang dia akan tetap bersama ku sebagai sahabat, itu tidak masalah untuk nya.


Tapi untuk kasus BaekHyun, ini jelas sangat berbeda. Hubungan kami bukan pacar tapi sudah resmi sebagai suami istri. Itu tidak bisa di samakan dengan pacaran. Pacaran bisa mengakhiri hubungan karena itu adalah fase pengenalan, yang kalau tidak cocok bisa di hentikan dan tidak perlu di lanjutkan. Sedangkan suami istri sudah di ikat oleh sebuah pernikahan. Tidak bisa di akhiri begitu saja dengan sangat mudah.


Bukannya sadar tentang hal itu, dia malah seperti anak kecil. Bisa-bisa nya dia melakukan itu dengan sadar.


Cklekk...


"Yerin," Panggil kak Farrel.


"Kenapa kak?" Jawab ku.


"BaekHyun masih di depan, kamu benar-benar ingin mengusir nya?" Tanya nya.


Aku mengangguk. "Aku tidak ingin melihatnya." Jawab ku dengan cepat.


"Benarkah? Apa kamu tidak merindukan dia? Bagaimana pun dia tetap suami kamu Yer." Kak Farrel duduk di atas kasur ku sambil melihat ke arah ku di balkon.


"Aku merindukannya, tapi aku tidak bisa menerima nya kembali, aku harus bagaimana? Lebih baik seperti ini," Ucap ku. Aku kembali melihat ke luar.


"Kamu ingin kakak memberi saran?" tanya nya.


"Kalau bisa."


"Lebih baik kamu baikkan dulu sama BaekHyun, jalani pelan-pelan, kalau BaekHyun masih bersikap sama dan mengulanginya, kamu bisa langsung mengambil tindakan tegas Yer, dia tidak boleh seenak nya dengan kamu, untuk sekarang, mungkin saja dia memang benar-benar menyesal dan tidak akan mengulangi nya, menurut kakak, kalau kamu bisa, kamu berikan kesempatan kedua untuk BaekHyun, semua orang berhak menerima kesempatan kedua," Ucap nya.


PRANKK!!!!


"Kak, Turun kak." ucap ku. Aku berlari turun ke bawah. Kenapa ada suara benda yang pecah di bawah.


"Ma? Pa?" Aku dan kak Farrel turun dengan panik.


Aku menutup mulut ku ketika melihat piring yang pecah di lantai. Ada papa juga di sana. Aku rasa papa yang sedang mengamuk.

__ADS_1


"Pa, papa kenapa?" tanya ku pelan. Aku mendekati nya dan berusaha menenangkannya.


"Yerin, Apa benar Baekhyun melakukannya dengan perempuan lain?" Tanya papa dengan penuh emosi.


"Pa? Kenapa papa bertanya seperti itu?" Tanya ku.


"Lihat ini, papa baru saja mendapatkan video CCTV kamar kalian, dan lihat apa yang papa dapatkan, apa-apaan ini BaekHyun?!" Tanya papa penuh emosi.


"Pa, Saya bisa jelaskan." Ucap BaekHyun.


"DIAM KAMU! Saya menikahkan kamu dengan anak saya karena saya pikir kamu bisa menjaganya dengan baik, tapi kalau saya tahu kejadiannya akan seperti ini, saya tidak akan membiarkan kamu mendekati anak saya." Ucap papa.


"Farrel, bawa Yerin naik, urus perpindahan Sekolah Yerin sekarang, dan papa akan urus surat cerai kalian," Ucap papa.


"Ya pa," Jawab kak Farrel dengan sangat patuh.


"Ayo Yer," Kak Farrel mengajak ku pergi, tapi aku tidak mau.


"Pa, apa aku tidak bisa menyelesaikan ini sendiri pa?" Tanya ku pelan. Papa menatap ku dengan tatapan takut.


"Papa hanya tidak mau kamu di sakiti lagi Yerin, seharusnya papa mendengarkan mu saat kamu menolak perjodohan ini, maafin papa, papa juga salah membuat keputusan, Jadi papa akan mengurus semuanya, kamu boleh pilih sekolah yang kamu mau, dan kamu boleh bebas berpacaran dengan laki-laki yang kamu sukai setelah urusan perceraian nya selesai, bagaimana?" Tanya papa sambil mengelus kepala ku.


"Pa? Mama dengar suara pecahan barang tadi, ada apa?" Tanya mama. Mama seperti nya baru habis membereskan sesuatu di atas.


Mama terlihat sangat terkejut. "BaekHyun, apa ini benar kamu?" Tanya mama.


"Maaf ma," Jawabnya pelan.


"Coba jelaskan ini ke mama?"


"Dia memiliki rekaman video Yerin dan dia sedang berbicara, itu adalah sebuah jebakan untuk membongkar pernikahan saya dengan Yerin di sekolah, dengan tujuan agar Yerin di keluarkan dari sekolah, Saya sudah bilang dengan Yerin agar dia percaya dengan saya, awalnya saya hanya ingin menghapus videonya dengan mengajak nya jalan sebentar lalu meminjam ponselnya, tapi saat itu Yerin salah paham dan berpikir saya berselingkuh dari dia, malamnya Yerin tidak pulang ke rumah dan TaeYeon ada di rumah kita," Dia berhenti sebentar.


Di sini lah letak kesalahannya di mulai. "Dia memaksa saya minum dan saya mabuk," Ucap nya pelan.


BUGGG!!!


Papa menonjoknya dengan keras.


"Apakah itu yang di lakukan seorang guru? Membawa seorang perempuan ke dalam rumahnya, Minum hingga mabuk lalu memuaskan hasrat mu begitu? Kenapa kamu tidak menolak nya sejak awal? Kamu bisa bilang kalau kamu butuh seorang istri yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan mu BaekHyun, Kamu tahu jika kamu menikah dengan Yerin, kamu tidak akan bisa mendapatkannya sekarang, saya mengerti kalau kamu juga butuh itu, tapi apa harus sampai seperti ini?" Tanya papa.


"Saya benar-benar tidak berniat melakukannya, dia memaksa saya minum dan setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi, saya mengetahui nya saja saat pagi harinya." Ucap Baekhyun dengan pelan.

__ADS_1


Papa terlihat sangat marah.


"TaeYeon, dia itu siapa?" Tanya papa sambil melihat ke arah ku.


"Guru Bk ku." / "Anak dari musuh bebuyutan papa," Jawab ku dan kak Farrel secara berbarengan.


Papa tersenyum remeh. "Anak dari pemilik perusahaan TW itu? Kamu membeli saham nya kan?" tanya papa. Aku mengangguk pelan. Papa melihat ke arah BaekHyun.


"Saya sangat benci melihat wajah mu BaekHyun," Ucap papa.


"Saya mengerti, dan saya tahu akibat dari perbuatan saya sendiri pa, jadi saya akan menerima semua nya," Ucap BaekHyun.


"Sebaiknya begitu, saya bisa memaafkan kamu, dan membiarkan kamu bersama Yerin lagi, kalau dia memang mau, asalkan, kamu bisa membawa perempuan itu kepada saya," Ucap papa.


"Maksudnya pa?" tanya BaekHyun.


"Bawakan perempuan itu ke kantor saya, kamu yang merusak rumah tangga kalian kan, kalau tidak ada dia, kalian pasti baik-baik saja," Ucap papa.


"Yerin, apa kamu masih mau bersama BaekHyun? Kalau tidak mau kamu bisa menceraikan dia, kalau masih mau, BaekHyun harus melakukan tugas dari papa," Ucap papa.


Aku menatap BaekHyun, "Bagaimana jika TaeYeon hamil anak mu Baek? Kamu terlalu kejam kalau menggugurkan anak itu, tapi kalau tidak, anak itu akan lahir dan dia adalah anak kandung mu, bagaimana aku bisa menerima itu?" Tanya ku.


"Aku berani jamin dengan apa pun, dia tidak akan hamil anak ku, kalau pun dia hamil anak ku, kamu bisa membuat keputusan nya, tapi dengan bukti, aku tidak mau di tuduh kalau menghamili dia tanpa bukti." Ucap BaekHyun.


"Baiklah, tapi kamu harus menyerahkan TaeYeon kepada papa, dan pa, apa papa bisa mengeluarkan dia dari sekolah? Aku tidak suka dengan dia pa." Ucap ku.


"Tentu saja Yerin, secepatnya akan papa lakukan." Jawab papa dengan lembut kepadaku.


"Kapan saya harus membawanya?" tanya BaekHyun.


"Secepatnya, kamu baru boleh tinggal kembali bersama Yerin kalau kamu sudah menyerahkan Taeyeon," Ucap papa.


"Baik pa, saya akan membawanya secepatnya." Jawab BaekHyun.


"Bagus, sekarang kamu pulang lah dulu, Yerin akan tetap di sini," Ucap papa. BaekHyun melihat ku.


"Tidak masalah pa, terima kasih sudah memberi saya kesempatan kedua," Ucap BaekHyun.


"Ya, jangan jadi pria brengsek BaekHyun, Yerin bukan untuk di sakiti." Ucap papa.


"Saya mengerti pa,"

__ADS_1


BaekHyun melihat ku sekali lagi dan dia keluar dari rumah orang tua ku. Kak Farrel menarik ku pergi dari sana. Papa dan mama juga melanjutkan urusannya masing-masing. Aku hanya akan menunggu BaekHyun menyelesaikan tugas dari papa, jika dia bisa menyerahkan TaeYeon ke papa, mungkin aku juga bisa memaafkannya. Aku akan memberikan dia kesempatan kedua juga setelah itu. Aku harap kali ini akan berbeda.


__ADS_2