
"KAK FARREL!!!."
Aku berlari masuk dan memeluk nya. Dia kakak kandung ku yang sangat aku rindukan.
"Hai Yerin, bagaimana kabar mu? Jadi bagaimana dengan perjodohannya?" Tanya kak Farrel.
"Itu." Aku menunjuk ke arah BaekHyun.
"BaekHyun kan?" Tanya kak Farrel.
"Iya kak," Jawab BaekHyun dengan nada sopan.
"Kenalin, Aku Jung Farrel, kakak nya Yerin." Ucap nya sambil mengulurkan tangannya. BaekHyun membalasnya. "Byun BaekHyun kak," Ucap BaekHyun.
Kak Farrel mengangguk. "Yerin sayang, sini sama kakak," Ucap nya. Aku berlari ke arah kak Farrel dan memeluknya lagi. Sejak kecil aku memang selalu manja dengan kak Farrel. Mungkin karena umur nya berpaut cukup jauh dari ku jadi dia sudah sering menggendong ku saat masih kecil. Dan sampai sekarang aku suka kalau di peluk kak Farrel dan aku sendiri juga suka peluk kak Farrel.
"Udah ga nangis kan?" tanyanya.
Aku menggeleng. "Enggak lah kak, aku kan udah gede." Jawab ku.
"Masa sih? Baru waktu itu nangis-nangis," Ucap nya. Aku mencubit pinggang nya. "Aww... Ih, mainnya cubit-cubitan. Yaudah nanti kakak balik aja ke luar negeri." Ancam nya. Aku menariknya lagi.
"Ga boleh, kakak pergi lagi kamar kakak aku hancurin lagi." Ancam ku balas.
"Iya. Iya, kakak ga pergi lagi, udah sekarang tuh kasihan suami kamu, dia liatin kamu peluk kakak mulu." Ucap nya.
Aku semakin mengeratkan pelukan ku ke kak Farrel. "Biarin aja, aku kan kangen sama kak Farrel, memang kak Farrel ga kangen sama aku?" Tanya ku. Aku memasang wajah sedih ku.
Kak Farrel mengelus rambut ku, "Kangen lah. Udah yuk kita di ruang keluarga aja, ngapain berdiri di sini terus." Ajak nya. Aku menarik nya dan BaekHyun ke ruang keluarga.
"MAMA!!! PAPA!!! ANAK MAMA YANG CANTIK DATENG!!!." Teriak ku.
"Aduh Yerin, kamu tuh, harus ya teriak-teriak," Mama turun dengan buru-buru dan kesal.
"Lagian anak nya pulang ga di sambut." Balas ku.
"Apaan, baru juga seminggu ga ke rumah," balas mama.
"Ma." Sapa BaekHyun.
"Eh ada BaekHyun, Ayo, ayo semua nya kumpul di ruang keluarga aja, mama panggil papa sebentar." Mama kembali ke atas.
"MA... AKU GA MAU PUNYA ADIK LAGI," Teriak ku.
Kak Farrel menutup mulut ku dengan tangan nya. "Ih Otak kamu kenapa makin jorok sih..." Ucap Kak Farrel kesal.
"Itu juga gara-gara kakak, kenapa udah tau mau pergi lama film-film nya ga di bawa sekalian." Ucap ku. Kak Farrel melotot dan berlari ke kamar nya.
Aku tertawa keras melihatnya. "Yerin, kamu nonton in gitu?" Tanya BaekHyun. Aku menggeleng. "Aku hanya lagi isengin kak Farrel, aku aja ga tau kak Farrel simpan-, eh. Sebentar." Aku baru sadar. Kalau kak Farrel panik artinya. "MAMA... KAK FARREL SIMPEN FILM B*KEP MA!!!." Teriak ku.
"ENGGAK MAA!!! YERIN BOONG..." Teriak nya dari atas.
"APAAN SIH KALIAN TUH, DIEM. PAPA LAGI TIDUR SAMPE BANGUN." Jawab papa dari atas. Aku menutup mulut ku. Papa turun dari atas dengan wajah bangun tidur.
"Papa baru bangun?" Tanya ku. Aku juga memeluk papa. Jangan heran, aku ini anak terakhir dan anak perempuan sendiri, jadi ga aneh kalau aku manja ke semuanya.
"Iya sayang, kemarin papa baru balik dari kantor jam 5 pagi, terus lanjut lagi papa rapat sampe tadi, ini baru aja tidur, eh kamu teriak, ih anak papa nakal banget sih, senang banget gangguin papa nya tidur." Papa mencubit hidung ku pelan.
"Maaf pa, aku kan ga tau papa lagi tidur." balas ku. Papa mengelus rambut ku.
"Pa," Sapa BaekHyun.
"Baek, gimana Yerin? Nakal ga di sekolah?" Tanya papa.
"Ih pa, aku ga pernah nakal di sekolah." Jawab ku.
"Nakal banget pa, wah, aku sampe hampir mati ngurus dia." Jawab BaekHyun. Aku melotot ke arahnya.
"Bohong pa, serius itu bohong banget." Ucap ku. Aku mengangkat kedua jari ku membentuk huruf V.
__ADS_1
Papa menatap BaekHyun. "Hanya bercanda pa, Yerin ga pernah nakal kok di sekolah." Ucap nya lagi.
"Tuh kan pa, aku tuh ga nakal." Sambung ku.
Papa mengangguk. "Iya sayang, eh iya, selamat ya, kali ini kamu berhasil masukin buku kamu." Ucap papa.
"Makasih pa, tapi aku cuma masukkin satu buku aja. Soalnya kemarin aku lihat kontraknya. Bukannya untung di kita malah aku yang rugi banget. Makanya aku cuma masukin satu buku aja, itu pun cuma sementara." Jelas ku. Papa mengangguk. "Kalau menurut mu kontrak yang di berikan kurang cocok jangan di ambil, dari pada kamu yang stress sendiri nanti kalau ga sesuai sama harapan kamu." Ucap papa.
"Iya aku mengerti pa." Jawab ku.
"Ayo kita ke belakang, kamu udah lama ga berenang di rumah, memang kamu ga kangen?" Tanya papa.
Aku menatap nya curiga. "Papa renovasi kolam nya ya?" Tebak ku.
Papa tersenyum. "Enggak banyak, lihat aja sendiri." Ucap papa.
Aku berlari ke belakang. Sudah lama aku ga berenang di sini, sejak kecil aku selalu berenang berdua dengan kak Farrel. Kalau aku berenang, selalu ingat nya kak Farrel, makanya aku jadi sedih kalau berenang sendirian.
"Baek, berenang yuk, entar ajak Kak Farrel juga." Ajak ku. Aku menarik tangannya tanpa menunggu jawaban persetujuannya.
"Yer, aku ga bawa baju renang, lagian ini udah malem" Ucap nya.
"Pinjam punya kak Farrel, ayo lah, kita ga pernah berenang bareng." Ucap ku.
"Kita menikah belum sampai satu minggu Yerin," Ucap BaekHyun pelan. Aku terkekeh.
"Lagian juga kita udah sah, ayo aja." Ucap ku. BaekHyun sudah pasrah berdebat dengan ku. Aku mengajak nya ke kamar kak Farrel.
"Kak, pinjam baju renang donk." Ucap ku.
"Buat apaan?" tanya kak Farrel. Dia sepertinya masih mencari sesuatu.
"Buat BaekHyun." Jawab ku. Dia berhenti mencari dan menatap ke arah ku.
"Kalian mau sakit? Jam 7 malam berenang gitu, udah Yer jangan aneh-aneh. Kalau mau bolos sekolah yang bener dikit ide nya, kalau berenang jam segini mah beneran sakit besok." Ucap nya. Aku manyun.
"Jangan manyun, kakak bilang gini juga buat kebaikan kamu, kalau kamu mau ngapain terserah deh, kakak ga larang, tapi jangan berenang malam-malam, kakak ga mau kamu sakit," omel nya. Dia terlihat benar-benar marah.
Aku diam di tempat ku. "Kamu mau pulang setelah ini?" Tanyanya.
Aku menatap Baekhyun. "Kalau kamu mau nginep malam ini ga masalah, kita bisa pulang besok pagi buat ambil seragam doank," Ucap nya. Aku tersenyum.
"Makasih Baek," Ucap ku senang.
"Kak, Aku tidur sama kakak ya." Ucap ku.
"Kamu ini apa-apaan, tidur sama suami kamu lah, masa sama kakak sih, ga bosen apa bertahun-tahun tidur sama kakak mulu," Ucap nya. Aku menggeleng.
"Jangan ah, kamu udah punya suami Yerin," Ucap nya.
"Kak, Aku gapapa kok, Mungkin Yerin memang lagi kangen banget sama kakak."
Aku senang karena BaekHyun kali ini mendukung ku.
"Kalian itu sama aja, ganggu aja, orang malam mau tuntasin sesuatu malah pada di sini." Gumam nya.
Aku tersenyum lebar. "Tuntasin apa tuh?" Ledek ku.
"Kerjaan! Jangan jorok mulu ah pikirannya Yer, kamu tuh cewek, kalau kayak gitu jatuh nya di cap murahan nanti sama orang, kamu mau gitu di sangka cewek murahan?" Tegus kak Farrel.
"Enggak," Jawab ku pelan.
"Ya makanya, jadi cewek pikirannya jangan kotor, apa lagi kalau sama orang. Itu kalau kamu tidur sama kakak, suami kamu gimana tuh?" Tanyanya.
"Tidur di kamar aku aja." Jawab ku.
"Sendiri gitu?" Tanyanya lagi.
"Gapapa Kak, Dari pada Yerin nya rewel semaleman," Ucap nya.
__ADS_1
"Kalau gitu, BaekHyun juga di sini aja kak." Ucap ku dengan cepat. Kak Farrel melotot mendengarnya.
"Ih kamu tuh, Kakak jadi berasa nyamuk," Dia duduk di atas ranjang. Aku ikut duduk di sana.
"Baek, sini duduk juga, kita ngobrol-ngobrol dulu aja." Ajak ku. BaekHyun hanya menurut dan duduk di sebelah ku. Dia tidak bisa banyak berulah di sini karena ini adalah rumah keluarga ku.
"Lagian siapa suruh di duluin adik nya, memang kakak ga ada cewek gitu di kantor?" Tanya ku ke Kak Farrel.
"Ya elah Yer, cewek mah banyak, sekretaris kakak juga cantik banget, tapi mana sempat sih pacaran, orang bisa tidur aja udah bagus." Jawab nya.
"Ya udah, aku minta mama jodohin kakak aja, Mama pinter cari jodoh loh kak, nih buktinya." Aku menarik BaekHyun ke dekat ku.
"Ih kamu tuh, iseng bener sama suami, liat aja pas pulang," Bisik BaekHyun.
Aku tertawa.
"Baguslah Yer, BaekHyun bisa bikin kamu ketawa selain kakak, kamu kan jarang bisa ketawa kayak gitu." Ucap kak Farrel. Aku menatap nya.
"Kak, jangan bahas itu." Tegur ku. Dia mengangguk.
"Memang kenapa?" Tanya BaekHyun.
"Sejak mantan nya selingkuh, dia ga pernah ketawa lagi, cuma aku senang kamu bisa buat Yerin ketawa lagi." Ucap nya. Kak Farrel menggenggam tangan ku. Begitu juga dengan BaekHyun.
"Makasih kak udah selalu ada buat aku selama 15 tahun, aku juga ga tau harus gimana kalau ga ada kakak, mama selalu suruh aku buat sekolah di luar negeri biar aku ga usah ngalamin semua itu, tapi kakak selalu cari jalan keluar nya buat aku biar aku bisa ngadepin sendiri, dan ternyata memang bisa. Selalu ada cara lain untuk menghadapi masalah, kakak yang ngajarin itu ke aku." Ucap ku.
"Itu karena kakak sudah mengalaminya, lari dari masalah tidak menyelesaikannya, hanya mengulur waktu nya saja, lebih baik di selesaikan secepatnya dengan cara yang terbaik." Ucapnya.
"Seperti perjodohan ini, untung aku ga jadi kabur ke tempat kakak, padalah aku udah siapin paspor sama tiket, tinggal pergi doank." Ucap ku. BaekHyun melotot mendengarnya.
"Jadi kamu waktu itu beneran mau kabur?" Tanyanya.
"Ya gitu deh, memang siapa yang mau di jodohin sama wali kelasnya sendiri, malah guru mate lagi." Ucap ku.
BaekHyun menarik ku. "Kak pegangin kaki nya." Ucap BaekHyun.
"Baek, ish kamu. AAAAAA GELIIII BAEKK,,, KAKKKK.. UDAHHH.. AMPUN KAK. BAEK.. AAAAA!!."
Cklekkk..
"Aduh kalian itu ya, udah pada gede-gede, mama papa mau istirahat, tolong donk." Mama tiba-tiba membuka pintu kamar kak Farrel dengan sangat kencang hingga BaekHyun dan kak Farrel berhenti menggelitiki ku.
"Ma, BaekHyun sama Kak Farrel jahat, mereka keroyokin aku tuh." Adu ku.
"BaekHyun kamu tidur di sini?" tanya mama.
"Iya ma, kata Yerin suruh tidur bertiga satu kamar." Jawab BaekHyun.
"Terserah kalian aja, tapi mama bilangin aja, tidur sama Yerin, artinya kalian harus bergadang," Ucap mama. BaekHyun terlihat bingung. "Udah jangan berisik, mama mau tidur." Mama keluar dari kamar kak Farrel dan kembali menutup pintunya."Memang kamu ga tidur sama Yerin, Baek?" Tanya kak Farrel.
"Enggak, kita ga mau hal yang di inginkan terjadi." Ucap BaekHyun. Aku memukul nya dengan bantal.
"Apa?!, Hal di inginkan, semua cowok sama aja." Ucap ku. Aku merangkak ke dekat bantal pala dan tiduran di tengah ranjang.
"Terserah lah, udah ayo tidur-tidur, besok kakak harus ke kantor papa pagi-pagi." Ucap kak Farrel.
"Ngapain kak?" tanya ku.
"Itu urus surat kerja sama perusahaan kakak sama papa. Kakak dengar nanti kamu perusahaan papa ya?" Tanya nya.
"Ga tau juga kak, aku kan bukan di sana bidang nya," Jawab ku. Aku melihat ke arah BaekHyun. Dia masih setia duduk di sana.
Aku bangun dan menarik tangannya. "Ayo sini." Ajak ku. Dia berbaring juga di sebelah ku. Sekarang aku berada di tengah mereka. Kak Farrel di kanan ku dan BaekHyun di kiri ku.
"Sekarang tidur Yerin, besok kamu sekolah kan?" Tanya kak Farrel.
"Ya," Jawab ku singkat.
"Selamat malam," Ucap ku.
__ADS_1
"Selamat malam Yerin." Jawab Kak Farrel dan Baekhyun secara berbarengan. Aku tertawa pelan mendengarnya. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum. Aku senang mereka akur.