
Kringgg.... Kringgg.....
"Eunggg.."
Aku terbangun karena suara alarm yang BaekHyun pasang semalam. Aku melihat ponselku. Mata ku terbuka lebar saat melihat tanggal. Ini adalah hari pertama aku kuliah. Akhirnya. Aku resmi menjadi mahasiswa Harvard hari ini.
"Selamat pagi Yerin." Sapa Baekhyun sambil membawakan ku segelas susu dan roti.
"Selamat pagi BaekHyun." Balasku.
"Ini sarapan mu, dan setelah ini kamu mandi, siap-siap ke kampus, Aku akan mengantar mu ke sana, dan juga aku ingin melihat-lihat isi kampusnya." Ucap nya. Aku mengangguk sambil mengunyah roti itu.
"Untuk apa ikut masuk ke dalam?" Tanya ku.
"Aku sudah minta izin dari papa dan sekarang perusahaan ku menjadi salah satu donatur Harvard." Ucap nya.
UHUKKKK!!!!.
"Yer, hati-hati donk kalau makan, ini minum dulu." Omelnya. Aku segera mengambil minuman itu dan meminumnya.
"Kamu jadi donatur kampus?" Tanya ku. Dia mengangguk dengan bangganya.
"Astaga, kamu ini," Gumam ku.
"Gapapa donk, kan buat jagain kamu di sana, aku udah bilang ke mereka, ga boleh ada yang macem-macem sama kamu," Ucap nya.
"Yaelah, sampe segitu nya Baek, udah kapok juga aku deket-deket sama cowok lain, malah pantat aku sakit banget lagi." Gumam ku. Aku serius, sakitnya masih sampai sekarang, padalah itu udah 3 hari yang lalu.
"Itu baru 30 kali pakai tangan, entar kalau kamu berani deket-deket cowok lain, aku gandain jadi 60 kali pakai ikat pinggang." Ancamnya.
Aku tersenyum bodoh. "Ga kok, ga berani." Jawab ku.
"Bagus, 60 kali aku yakin kamu ga akan bisa duduk Yer, jadi jangan coba-coba." Ucap nya. Aku mengangguk.
"Sini piring nya kalau udah, sekarang kamu mandi dulu, aku mau ke kantor juga abis ini." Ucap nya.
"Ha? Kamu juga kerja di sini?" Tanya ku.
"Ya, kamu lupa? Aku udah buat satu cabang di sini, jadi aku bisa terus jagain kamu sekaligus mantau istri aku ini," Ucap nya.
"Entar pulang dari kampus aku mau ke kantor kamu donk, mau liat," Ucap ku.
"Ya udah nanti suruh sopir anterin kamu," Ucap nya.
__ADS_1
"Siapa?" tanya ku.
"Sopir yang sama dengan yang nganter kamu waktu itu dari bandara." Jawabnya. Baiklah. Dia tidak buruk juga, hanya saja sangat pelit bersuara. Jika aku bertanya sesuatu jawabnya hanya 1-2 kata. Sepertinya suara nya sangat mahal sehingga sayang untuk di gunakan. Tapi ya sudah lah. Hanya untuk mengantar ku saja.
"Baek, kenapa dia jarang bicara?" Tanya ku.
"Karena aku memilih orang yang sedikit bicara untuk berada di dekat mu, aku tahu kamu bukan tipe orang yang tidak kepo, Kamu orang yang selalu mengorek-korek data tentang ku dan apa yang sedang aku lakukan, jadi dia orang yang tepat untuk mu, tidak banyak bicara dan tidak akan memberitahu mu apa pun." Ucap nya.
Aku cemberut. Ga seru jadinya kan sekarang.
"Sudah sana mandi, kita harus berangkat, aku ada rapat jam 9," Ucap nya.
"Sekarang masih jam 6," Ucap ku.
"Mandi, sekarang Yerin." Ucap nya. Aku bangun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. Aku keluar lagi karena aku baru ingat, aku belum mengambil apa pun termasuk baju dan handuk. BaekHyun masih di atas kasur, melihat ku keluar dari kamar mandi dan kembali masuk lagi ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi aku keluar dari sana. BaekHyun sedang menelepon. Aku tidak tahu dengan siapa, tapi aku rasa untuk urusan kantor.
"Ya, saya akan di sana pukul 8, minta mereka untuk tunggu." Ucap nya.
"Kita bertemu di sana Andrea."
Andrea? Sepertinya nama perempuan.
"Baek? Apa semua baik-baik saja?" Tanya ku.
"Kamu tidak perlu berkeliling hari ini, kamu bisa melakukannya setelah selesai rapat, aku akan ke kantor mu juga nanti sepulang kuliah." Ucap ku. Aku berusaha melepaskan diri dari nya.
"Jangan, aku masih kangen tau, kamu jauh dari ku selama 3 minggu," Ucap nya.
"Tapi kan udah ketemu sekarang, setiap hari malah," Balas ku.
"Ya udah, terus sekarang kamu mau ngapain?" Tanyanya.
"Kita pagian aja, biar klien kamu ga kelamaan nunggunya, kamu harus profesional Baek," Ucap ku.
"Oke, tapi aku serius, jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain di kampus mu, kamu boleh memiliki teman perempuan sebanyak mungkin, tapi tidak dengan laki-laki, menjauh lah dari mereka." Ucap nya.
Aku mengangguk. "Aku mengerti pak CEO yang terhormat, sekarang, anda juga perlu bersiap-siap untuk meeting penting dengan klien anda yang sudah menunggu di kantor." Ucap ku. Dia tersenyum.
"Tunggu sebentar, aku ambil jas doank." Ucap nya. Aku mengangguk. Dia kembali dengan jas di lengannya dan tas ku di tangan yang lainnya.
"Ayo pergi Yer," Ajak nya. Dia memberikan tas ku.
__ADS_1
"Makasih." Ucap ku.
Dia menggandeng ku keluar dari apartemen. Sebenarnya ada perasaan senang karena dia ada di sini. Setidaknya aku punya seseorang untuk di ajak bicara. Tapi dengan begitu, pekerjaan ku jadi semakin banyak, karena BaekHyun kembali menghancurkan apartemen ini dengan barang-barang nya di mana-mana.
Sebelum BaekHyun ke sini, Aku benar-benar sangat amat jarang membereskannya karena tidak ada lagi yang bisa membuat apartemen ini berantakan, tapi baru sehari BaekHyun di sini, bahkan aku sudah melihat ada nya jaket, di atas TV di ruang tamu. Aku bahkan tidak tahu, sejak kapan TV bisa menjadi gantungan jaket.
Tapi kalau tidak seperti itu bukan BaekHyun namanya.
Aku hanya bisa menerima sikap nya itu. Setidaknya dia membuat ku ada kerjaan dan tidak menganggur saja. Dia membuat hidup ku sedikit merasa berguna karena bisa merapikan tempat tinggal kami.
"Yerin," Panggil Baekhyun.
"Apa?" Sahut ku.
"Jangan kelelahan, jangan lupa makan siang, aku tahu menjadi dokter adalah perjalanan yang panjang dan berat, jadi aku ga mau kamu sampai sakit karena terlalu memaksakan diri, ingat, belajar dan istirahat harus seimbang, jangan kelelahan, jangan juga terlalu santai, mengerti?" Tanya nya.
"Aku tahu Baek, kamu tidak perlu terlalu khawatir, aku tidak akan sakit, kalau pun sakit, kan ada kamu yang bisa merawat ku." Ucap ku.
"Ga, kamu ga boleh sakit, aku ga mau kamu sakit, jadi jangan sakit," Ucap nya.
"Baiklah, aku tidak akan sakit hanya karena masuk fakultas kedokteran di Harvard." Ucap ku. Dia membawa mobil ini keluar dari tempat parkir dan mengantar ku ke kampus.
Aku sudah mengatakan kepada BaekHyun untuk menurunkan ku di gerbang saja, tapi dia memaksa untuk mengatar ku sampai dalam. Alhasil Aku langsung menjadi pusat perhatian seluruh orang di kampus.
Ini semua salah Baekhyun yang tidak mau mendengarkan ku. Aku tidak mau berlama-lama di sini, jadi aku berlari masuk ke dalam kampus setelah BaekHyun berhenti.
Ini hari pertama ku di kampus, tapi BaekHyun mengantar ku seperti mengantar anak TK ke kelas pertamanya saja.
Aku langsung mencari kelas ku. Oke, Aku ketemu. Aku langsung masuk ke dalam. Tidak begitu sepi dan juga tidak terlalu ramai. Aku mengambil tempat duduk di tengah saja.
"Hai," Sapa perempuan di sebelah ku.
"Hai juga." Balas ku.
"Kamu dari luar ya? Wajah mu terlihat sangat cantik." Ucap nya.
Aku tersenyum tipis. "Makasih, kamu juga cantik, ya aku dari Korea Selatan." jawab ku.
"Wah, kamu hebat bisa sampai ke Harvard. Kenalkan, aku Kellyn," Ucap nya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Yerin," balasku.
"Salam kenal Yerin, semoga kita bisa menjadi teman dekat." Ucapnya.
__ADS_1
"Aku rasa kita akan menjadi teman dekat." Balasku. Dia mengangguk senang. Orang-orang di sini tidak buruk juga ku rasa. Kebanyakan cukup ramah.
Satu ruangan seketika menjadi hening ketika dosennya masuk ke dalam kelas. Ini akan menjadi awal mula perjalanann karier ku kedepannya. Aku pasti bisa lulus dari sini dengan baik. Ya aku pasti bisa.