
“Tidak hanya itu saja. bahkan aku sempat melihat kakak kamu berduaan dengan Karin.”
Mirza hanya diam saja tidak menyahut sama sekali ucapan Deo. Dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan temannya itu. terlebih dia sangat tahu bagaimana sosok Karin yang sangat mencintainya. Apalagi sang kakak yang tidak mungkin merebut kekasihnya. Bahkan sampai membuatnya harus masuk ke dalam penjara.
Mirza kesal dengan Kavi lantaran posisinya sangat aman di perusahaan. Selain itu, Ayahnya juga memang terlihat selalu berpihak pada kakaknya. Jadi semua tuduhan yang diucapkan oleh Deo, Mirza sama sekali tidak percaya.
“Terima kasih banyak, De kamu sudah ikut berjuang memperbaiki bisnis kita. Aku percayakan semuanya sama kamu. Kalau begitu aku pamit masuk dulu. Kamu hati-hati, ya?” pungkas Mirza dengan menepuk pelan punggung Deo.
Sedangkan Deo sendiri hanya tersenyum sinis setelah melihat Mirza masuk. Secepatnya dia akan memberikan bukti tentang hubungan Karin dan Kavi. Hingga Mirza membenarkan dugaannya itu.
***
Hari-hari yang dijalani Karin akhir-akhir terasa berbeda dari biasanya. Apalagi penyebabnya kalau bukan Mirza. Pria yang hampir setiap hari selalu ada di sisinya, kini sudah tidak ada lagi. walau masih bisa bertemu dengan jarak yang tidak terlalu jauh, namun status mereka telah berubah. Bahkan Mirza tidak mau lagi bertemu dengannya.
Karin yang hampir putus asa, akhirnya dia memilih untuk resign dari pekerjaannya dan akan pindah tempat tinggal. Entahlah kemana setelah ini dia akan pergi. Pulang ke rumah kedua orang tuanya yang berada di luar kota juga bukan solusi terbaik. Atau sebaiknya dia pindah ke kota sebelah saja. kota yang tidak terlalu jauh dengan kota yang saat ini ia tinggali. Namun sebelum itu Karin ingin bertemu dengan Mirza untuk yang terakhir kalinya.
Dengan berbekal uang tabungannya, Karin sudah mantap dengan keputusannya. Kemarin ia sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya dari restaurant yang selama ini menjadi sumber penghasilannya. Sulit memang, tapi dia lebih memikirkan hatinya. Jika diteruskan berada di tempat ini sedangkan keadaan hatinya tidak baik-baik saja, semua akan percuma.
Dan hari ini Karin akan datang ke Lapas untuk bertemu dengan Mirza yang terakhir kalinya. Sebelumnya ia juga akan berpamitan pada si pemilik rumah kontrakan untuk pamit keluar. Jadi setelah dari Lapas nanti, Karin langsung pergi meninggalkan kota ini.
__ADS_1
**
Mirza hari ini sangat malas menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya. padahal kemarin Mama dan Ayahnya sudah datang. lantas siapa lagi yang akan bertemu hari ini. kakaknya juga tidak mungkin jika datang sendiri. Karena Kavi selalu datang bersama Mamanya.
Berulang kali bertanya pada sipir juga tidak diberitahu. Karena orang yang ingin bertemu dengan Mirza melarang sipir untuk mengatakannya secara langsung. Karin hanya menyampaikan ada hal penting dan Mirza harus mau menemuinya.
Dengan langkah gontai Mirza menuju tempat para pengunjung Lapas menjenguk kerabatnya yang tak lain paara napi. Matanya menelisik seseorang yang ingin menemuinya. Tapi tak juga menemukannya.
“Za!” panggil Karin yang sedang berdiri di belakang Mirza.
Jantung Mirza berdegup kencang saat mendengar suara perempuan yang selama ini mengisi hari-harinya. Perlahan Mirza menoleh pada sosok Karin yang tersenyum tipis ke arahnya.
“Ka..Karin? kenapa kamu ke sini?” tanya Mirza dengan suara terbata.
Sudah hampir lima menit keduanya sama-sama diam. Mirza sejak tadi menundukkan kepalanya, sedangkan Karin menatap ke arah lain seperti sedang menahan tangis.
“Maafkan aku, sampai harus memaksa kamu untuk menemuiku, Za.” Ucap Karin mengawali pembicaraan.
“Kalau kamu memang sudah bulat dengan keputusanmu, dan tidak ingin bertemu lagi denganku, aku janji ini pertemuan kita yang terakhir.” Lanjut Karin.
__ADS_1
Mirza mengangkat kepalanya menatap Karin yang sedang membuang muka. Ada rasa nyeri di hatinya atas ucapan Karin baru saja. tapi dia juga tidak bisa berbuat lebih. Bukankah sebelumnya memang dia yang menginginkan seperti ini.
“Aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu, Za. Terima kasih banyak atas waktumu selama ini. dan terima kasih banyak untuk cinta kamu yang sangat besar terhadapku. Kamu tahu bukan, kalau cinta pada pandangan pertama sangat sulit dilupakan. Tapi setelah ini aku akan belajar perlahan membuang rasa cinta itu.” ucap Karin dengan bibir bergetar.
“Maafkan aku, Rin. Semoga setelah ini kamu menemukan kebahagiaan kamu.” Jawab Mirza lalu berusaha menggenggam tangan Karin. sayangnya Karin menolak itu.
“Kamu jangan khawatir tentang itu. selamat tinggal, Za!” ucap Karin dan segera beranjak dari duduknya.
Dengan cepat Mirza mencekal lengan Karin. perempuan itu berusaha melepasnya, namun genggaman tangan Mirza semakin kuat.
“Tunggu dulu! Ada satu hal yang ingin aku sampaiakn pada kamu. Ini tentang kesalahan terbesar dalam hidupku.” Ucap Mirza dan membuat Karin semakin bingung.
“Kamu memang cinta pertamaku, Rin. Tapi orang yang menurutmu telah membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama bukanlah aku. Maaf, aku telah membohongimu. Orang yang telah menyelamatkanmu dalam kecelakaan itu bukan aku. melainkan Kak Kavi. Maaf, karena saat itu aku sangat ingin memilikimu, sampai aku mengatakan kalau yang menolongmu adalah aku. tapi aku yakin kamu tidak mempermasalahkan tentang hal itu, bukan? Sekarang aku lega bisa mengatakannya dengan jujur. Maafkan aku, Karin. Aku selalu mendoakan kebahagiaan buat kamu.” Pungkas Mirza dan langsung pergi meninggalkan Karin.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!