Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
57. Keputusan


__ADS_3

Kavi sangat menyesali sikapnya yang selama beberapa hari ini mengacuhkan Karin hanya karena kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka. Dia sengaja tidak mengangkat panggilan dan membalas pesan kekasihnya itu karena masih marah saat mengingat Mirza memegang tangan Karin waktu itu. hingga Kavi melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, ia pun tidak memberi tahu Karin.


Dan beberapa jam yang lalu, tepatnya setelah ia baru baru saja sampai bandara, Kavi mendapat pesan dari Anna. Perempuan itu menanyakan padanya tentang alasan Karin tidak masuk kerja. Karena memang Anna tidak tahu. Dia hanya mengerti kalau hari ini Karin cuti, dan berulang kali mengirim pesan tidak ada balasan.


Seketika itu perasaan Kavi sangat cemas. Ia langsung menuju apartemen kekasihnya. Jujur saja dia sangat khawatir dengan keadaan Karin. dan ternyata benar. Hal buruk telah terjadi pada kekasihnya. Karin ditemukan pingsan dalam kamar mandi.


**


“Maafkan aku!” gumam Kavi yang sejak tadi sama sekali tidak beranjak dari samping brankar Karin.


Karin sendiri sejak dibawa Kavi ke rumah sakit, sampai saat ini belum bangun dari tidurnya. Menurut hasil pemeriksaan dokter, asam lambung Karin naik, dan tekanan darahnya sangat rendah. Oleh karena itu dokter menyarankan untuk langsung dirawat inap saja.


Kavi menatap iba pada wajah Karin yang masih tampak pucat. Meskipun sudah diberi cairan infus, tetap saja keadaan perempuan itu masih belum baik-baik saja.


Tak lama kemudian Karin mulai mengerjapkan matanya. lalu ia melirik ruangan sekitar dimana dirinya kini berada. Tempat yang sangat asing dan berbau khas rumah sakit. Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.


“Sayang? Syukurlah kamu sudah bangun.” Ucap Kavi.


“Kak? Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku ada di sini?” tanya Karin masih bingung dan sama sekali tidak mengingat kejadian sebelumnya.


“Asam lambung kamu naik. Kamu tadi aku temukan pingsan di kamar mandi. maafkan aku, semuanya ini gara-gara aku. gara-gara aku mengacuhkanmu.” Jawab Kavi sarat akan nada penyesalan.


Sekarang Karin ingat. kemudian ia menatap wajah lelah Kavi yang tidak memakai setelan kerja rapi seperti biasanya.


“Kak Kavi dari mana?” tanya Karin mengalihkan pokok pembicaraan Kavi.


“Aku baru pulang dari luar kota. Please, maafkan aku Karin. aku tidak bermaksud untuk,-“

__ADS_1


“Kak Kavi tidak salah. Kakak hanya salah paham saja. aku sudah mengatakan pada Mirza aku tidak bisa kembali lagi dengannya. dan aku juga mengatakan sudah mempunyai kekasih.” Sahut Karin memotong ucapan Kavi.


Kavi terkejut mendengarnya. Ternyata dirinya hanya salah paham. Harusnya saat itu ia tidak langsung terbakar amarah saat melihat Mirza memegang tangan Karin. bahkan Karin sudah mengatakan pada adiknya dengan jujur tentang perasaannya.


“Maafkan aku!” hanya itu yang bisa Kavi ucapkan.


Karin hanya mengangguk samar dan tersenyu tipis. Kavi mengecup kening Karin cukup lama untuk menebus rasa bersalahnya dan juga menyalurkan rasa rindu yang selama ini ia pendam dalam hati.


***


Sementara itu Mirza sampai saat ini masih terpukul mendengar bahwa Karin sudah tidak mencintainya lagi. dan lebih parahnya lagi, Karin mengatakan sudah mempunyai kekasih.


Tangan Mirza mengepal kuat. Ia tidak terima kalau Karin telah dimiliki oleh pria lain. Bagaimana pun juga ia harus bisa mendapatkan hati Karin lagi.


Semenjak pertemuannya dengan Karin beberapa waktu yang lalu, Mirza sampai saat ini belum menemui Samuel. Biarkan saja pria itu marah padanya karena ia mengingkari janjinya untuk bertemu dengan Samuel. Lenih tepatnya bertemu dengan Deo.


Pikiran Mirza benar-benar terpecah. Dia ingin secepatnya membalaskan dendamnya pada Deo, namun di satu sisi ia juga ingin memperjuangakan Karin, ingin mendapatkan cinta Karin kembali.


Teriak Mirza frustasi. Ia benar-benar bingung. Namun ia juga harus secepatnya mengambil keputusan. Memilih salah satu dari misinya itu. Deo atau Karin.


Tepat di saat dirinya sedang bingung, tiba-tiba ada pesan masuk dari Samuel.


“Za, kamu mau balas dendam pada Deo dengan tangan kamu sendiri atau dengan tanganku?”


Mungkin inilah keputusan yang akan diambil oleh Mirza lebih dulu. Yaitu akan membalaskan dendamnya dulu pada Deo, baru ia akan memperjuangkan cinta Karin.


“Tentu saja dengan tanganku sendiri.” Balas Mirza.

__ADS_1


Tak lama kemudian Mirza bersiap pergi ke rumah Samuel. Atau lebih tepatnya ke rumah Joshua. Ia akan meminta maaf terlebih dulu pada Samuel mengenai janjinya beberapa waktu yang lalu yang ia ingkari.


Kini Mirza sudah tiba di rumah Joshua. kedatangannya langsung disambut oleh Samuel dan juga Joshua. Hanya saja tatapan Joshua yang tak ramah membuat Mirza sedikit ketakutan.


“Apa ini, Bang?” tanya Mirza terkejut saat Joshua melempar sebuah kertas kecil bertuliskan nama seseorang.


“Aku ingin setelah kamu membalaskan dendammu pada Deo, kamu harus mencari orang itu. bawa mayatnya ke sini secepatnya!” titah Joshua seketika membuat Mirza menelan salivanya kasar.


Setelah berkata seperti itu, Joshua langsung pergi meninggalkan Samuel dan Mirza yang tentunya masih tercengang dengan perintah Joshua.


“Kamu taku membunuh, Za?” tanya Samuel ingin memastikan.


“Aku… aku sama sekali belum pernah membunuh orang. Kamu tahu sendiri bukan?” jawab Mirza.


“Ck, mulut kamu bilang seperti itu. tapi aku jamin, nanti kalau kamu setelah bertemu dengan Deo, pasti jiwa psikopat kamu akan keluar. Maka dari itu, aku tadi bertanya, apakah kamu akan membalas dendammu pada Deo dengan tangan kamu sendiri atau dengan bantuanku?” ujar Samuel.


“Jadi, kamu sudah terbiasa membunuh?” tanya Mirza masih tidak percaya. Dan diangguki oleh Samuel.


Entahlah. Yang dikatakan Samuel itu benar atau tidak. Memang dia ingin membalaskan dendamnya pada Deo, namun untuk menghabisi nyawa mantan sahabatnya itu sama sekali tidak ada dalam pikiran Mirza.


“Balas dendam yang sempurna adalah dengan cara menghilangkan nyawanya. Kalau tidak, sampai kapan pun kalian akan saling membalas dendam.” Tutur Samuel dengan menyeringai.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2