Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
75. Sangat Rumit


__ADS_3

“Jangan mendekat! Kursi ini akan meledak jika kamu nekat ke sini.” ucap pria yang sedang duduk itu.


Kavi menghentikan langkahnya. Ia sangat terkejut bahwa kursi biasa itu ternyata ada bomnya. Lalu tatapan Kavi tertuju pada seoarang wanita yang wajahnya mirip sekali dengan Karin. wanita itu menatap Kavi dengan mata berkaca-kaca.


“Kamu siapa? Kenapa kamu berani datang ke tempat ini?” tanya pria itu dengan suara dingin.


“Saya datang ke sini untuk menyelamatkan anda, Tuan dan Nyonya.” Jawab Kavi.


“Lebih baik kamu urungkan niatmu itu anak muda. Untuk apa kamu susah payah menyelamatkan kami berdua? Aku tidak mengenal kamu.” Ucap pria itu cukup angkuh.


“Saya ingin menyelamatkan anda berdua demi kekasih saya ini!” jawab Kavi sambil menunjukkan foto Karin pada sepasang suami istri itu.


“Shahnaz!” wanita itu berkata dengan bibir bergetar.


Pria yang bernama Kyler itu langsung menitikan air matanya saat melihat foto perempuan cantik yang mirip sekali dengan istrinya. Tidak pernah terpikirkan oleh Kyler maupun Hanna kalau putri mereka masih hidup.


“Saya tidak punya banyak waktu, Tuan Kyler. Cepat katakan, apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan anda berdua?” ucap Kavi sambil sesekali melihat ke belakang takut jika orang itu berhasil mengalahkan Maxim.


Kyler pun segera sadar dari lamunannya yang membayangkan putrinya. Dia melirik istrinya dan Hanna memberikan kode anggukan kepala.


“Siapa nama kamu, Nak?” tanya Kyler yang sudah mengubah nada bicaranya lebih sopan.


“Saya Kavi, Tuan. Tolong cepat beritahu saya, apa yang harus saya lakukan sekarang?”


Kyler pun mengangguk lalu ia memerintah Kavi masuk ke dalam kamar sebelah dan mengambil sebuah koper kecil. Koper itu ternyata berisi sebuah benda menyerupai Macbook. Hanya saja isinya khusus mengontrol bom yang terdapat di kursi yang sedang diduduki oleh Kyler dan Hanna saat ini.

__ADS_1


Kavi segera mengikuti perintah dari Kyler untuk segera menon aktifkan bom itu. ternyata sangat sulit. Dan Kyler sendiri tidak bisa beranjak dari kursi itu dengan mudah. Karena selama ini untuk keperluan pribadinya, dia melakukan di dalam kamar itu. tentunya dengan dinon aktifkan sementara bom yang ada di kursi itu oleh penjaga rumah ini.


“Apa ada kesulitan?” tanya Kyler dengan cemas. Di luar dia juga mendengar suara orang sedang berkelahi.


“Sebentar, Tuan. Ini sangat rumit dan saya baru pertama kalinya melakukan.” Jawab Kavi dengan tenang.


Sementara di luar sana, Kavi mendengar teriakan Maxim untuk segera keluar sebelum ada orang yang datang lagi. Hanna yang melihatnya juga ikut cemas. Dia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya.


Kavi sampai mengeluarkan keringat dingin saat berulang kali mengalami kegagalan. Namun ia tidak putus asa. Dia terus mencoba dan mencobanya.


Sekali lagi Kavi mendengar teriakan Maxim dari luar kalau dia sudah berhasil melumpuhkan pria tadi. namun Maxim mengatakan dia mendengar gonggongan anjing pelacak yang berlari mendekati rumah ini.


Setelah memeberitahu itu, Maxim segera masuk ke dalam helikopternya untuk berjaga-jaga dan menunggu kedatangan Kavi.


“Sebentar, Nyonya.” Jawab Kavi dengan tatapan yang masih tertuju pada layar Macbook itu.


Tak berselang lama, ternyata di kursi yang sedang diduduki Hanna mengeluarkan bunyi. Itu artinya sebentar lagi kursi itu akan meledak. Dan ternyata ada seseorang yang sudah mendeteksi keberadaan Kavi dan ingin menyelamatkan Kyler bersama istrinya. Jadi kursi yang diduduki Hanna akan diledakkan dari jarak jauh.


Tubuh Hanna bergetar ketakutan. Mungkinkah hari ini juga hari terakhirnya berada di dunia? Bahkan ia belum sempat bertemu putrinya yang ternyata selama ini masih hidup.


“Sayang, tenanglah! Semuanya akan baik-baik saja.” ucap Kyler berusaha menenangkan istrinya.


Angka di kursi yang diduduki oleh Hanna itu terus berjalan mundur. Dan jika sudah mencapai angka nol, ruangan itu akan meledak dan meluluh lantahkan semua yang ada di dalamnya.


Tit tit tit

__ADS_1


Saat angka itu sudah hampir mencapai angka satu, tiba-tiba saja berhenti. Tubuh Hanna semakin bergetar ketakutan. Karena hanya menunggu ajal saja sebentar lagi. namun ternyata Kyler tidak tahu kalau layar Macbook yang dioperasikan oleh Kavi sudah menunjukkan kode “Success”.


“Ayo cepat, Tuan dan Nyonya! Kita segera keluar dari rumah ini sekarang juga.” ujar Kavi dengan buru-buru.


Kyler masih tidak percaya kalau Kavi berhasil menyelamatkannya. Dan kini bukan saatnya untuk menanyakan bagaimana Kavi bisa melakukan itu semua. Yang paling penting adalah keluar daru rumah ini sekarang juga.


Kavi berlari keluar rumah lebih dulu kemudian disusul oleh Kyler yang menggandeng istrinya. Mereka bertiga masuk ke helicopter tak jauh dari rumah itu. hati Hanna sangat lega akhirnya ia terbebas dari penjara yang telah menyekapnya selama bertahun-tahun.


“Are you ready to go now?” tanya Maxim menoleh sejenak ke belakang.


Kavi menjawab dengan anggukan kepala. Namun Maxim justru membuka jendelanya dan seperti melempar sesuatu yang Kavi sendiri tidak tahu itu apa. Setelah itu barulah Maxim menjalankan helikopternya.


Tepat di ketinggian yang aman dari hutan itu, Kavi melihat ke bawah ternyata rumah itu meledak karena ulah Maxim yang baru saja melemparkan sebuah bom waktu.


“Terima kasih banyak, Nak Kavi!” ucap Hanna pada Kavi yang tampak sangat kelelahan.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2