Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
65. Titik Terang


__ADS_3

Sementara itu saat ini Kavi dan Sean sedang berada di apartemen Maxim. Apartemen di mana sejak semalam Karin tinggal di sana. Lalu kedatangan Kavi dan Sean ke sana tentunya untuk mencari informasi tentang kedua orang tua Karin yang sesungguhnya.


Setelah pulang mengantar Karin semalam, Kavi sudah menceritakan smeuanya pada Sean. Kavi juga meminta pada Ayahnya agar bisa diberi akses untuk melacak ke dalam dunia gelap yang kemungkinan bisa menemukan keberadaan orang tua Karin.


Meskipun Sean sejak dulu terkenal ahli untuk mengakses dunia gelap, namun ia tidak pernah membiarkan anak-anaknya masuk ke dunia itu. dia ingin anak-anaknya hidup dengan normal tanpa sedikitpun berhubungan dengan orang-orang dari dunia gelap. Namun, setelah Kavi menceritakan masalah yang menimpa Karin, mau tidak mau ia memberikan Kavi akses untuk mencari keberadaan kedua orang tua Karin. tentunya juga masih dalam pengawasannya.


Lalu bagaimana dengan Mirza yang tanpa sepengetahuan Sean telah masuk ke dalam dunia gelap? Tentunya Sean tidak bisa tahu semudah itu, karena ia sama sekali tidak tahu dan tidak ada rasa curiga sedikitpun tentang apa yang dilakukan oleh Mirza.


Kini Kavi dan Ayahnya sedang duduk dengan menghadap layar laptop di depannya. Sebelumya tadi Sean sudah memasang gps pada anting yang dikenakan oleh Karin. bagaimanapun juga saat ini Karin adalah yang lebih diutamakan keselamatannya. Dengan memasang gps, Kavi bisa melacak keberadaan kekasihnya kalau sedang dalam bahaya.


Sean dan Kavi tampak serius saat sedang mengakses dunia gelap yang sudah lama sekali Sean tinggalkan. Sedangkan Karin duduk manis di hadapan dua pria itu dengan sesekali menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Sean.


Kavi sangat sulit menemukan keberadaan orang tua Karin. karena tidak ada informasi lagi yang bisa dijadikan petunjuk. Apalagi dua orang tua angkat Karin yang sebenarnya adalah asisten Papa Karin sudah meninggal dunia. Jadi dia susah menemukan identitasnya.


Berdasarkan informasi dari Karin, orang tua angkatnya hanyalah seorang pekerja lepas. Ayah Theo yang sejak kecil Karin tahu hanya bekerja menjadi seorang buruh lepas. Sedangkan Ibu Sofia hanya ibu rumah tangga dan terkadang menjadi tukang cuci baju.


Kavi mulai melakukan pencariannya menggunakan rekaman cctv di area sekitar tempat tinggal orang tua angkat Karin. tentunya itu akan sedikit mempermudah caranya untuk menemukan siapa sebenarnya Theo itu. tidak mungkin jika hanya sekadar buruh lepas, namun menjadi asisten Papa Karin. pria itu pastinya juga mempunyai keahlian khusus untuk menyamar demi melindungi Karin.


Sean juga melakukan hal yang sama. Hanya saja pria itu mencari identitas Theo dari sebuah situs khusus yang memang melindungi identitas orang-orang tertentu.


“Yah, aku sudah menemukan beberapa rekam jejak tentang Tuan Theo.” Ucap Kavi.

__ADS_1


Kavi menunjukkan beberapa hasil tangkapan rekaman cctv dimana pekerjaan Theo sejak dulu memang seorang buruh lepas. Namun pria itu lebih sering menghabiskan waktunya di rumah. jadi bisa disimpulkan kalau Theo bekerja sebagai buruh itu hanya untuk menutupi identitas yang sesungguhnya. dan Kavi mengatakan pada Ayahnya kalau bukti yang paling akurat ada di dalam rumah Theo. Namun untuk pergi ke sana lagi sepertinya tidak aman. Apalagi orang-orang jahat itu masti sudah mengacak-acak rumah Theo.


“Sepertinya kita harus ke sana. Tapi tunggu waktu yang tepat dulu. Ayah akan mencari petunjuk lainnya dulu.” Ujar Sean kembali melanjutkan aktivitasnya.


Kavi menghentikan sejenak aktivitasnya. Ia menghampiri Karin yang sejak tadi tampak gugup. Jelas saja, karena dalam waktu sekejap, hidupnya yang selama ini aman-aman saja, tiba-tiba ada bahaya yang mengancam nyawanya.


“Tenanglah! Dan menurutlah denganku. Aku jamin semuanya akan aman.” Ucap Kavi menenangkan kekasihnya.


Karin mengangguk samar dan memaksakan senyum. Ia bahkan harus rela kehilangan pekerjaannya dan batal melanjutkan kuliahnya. Tapi semua ini demi keselamatan nyawanya sendiri.


Kavi sudah mengirimkan surat pengunduran diri Karin di perusahaan dimana Karin bekerja. Tanpa sepengetahuan pihak HRD, ia juga sudah menghapus semua identitas dan jejak Karin di perusahaan itu. semuanya agar tidak mudah dilacak oleh musuh.


“Theo adalah seorang asisten dari seorang ahli kimia yang pernah bergabung dalam sebuah komunitas perakitan senjata api milik pemerintah Jepang.” Ucap Sean.


Kavi dan Karin terkejut mendengarnya. Jadi bisa dipastikan kalau ahli kimia itu adalah Papa Karin.


“Jadi, ahli kimia itu Papa Karin, Yah?” tanya Kavi memastikan.


“Kemungkinan besar seperti itu. Ayah akan mencari infomasinya lebih lanjut nanti. sekarang Ayah harus kembali lagi ke kantor.” Jawab Sean lalu menutup laptopnya.


Karin mengucapkan banyak terima kasih pada Sean atas bantuannya. Dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti keluarga Kavi.

__ADS_1


“Ya sudah, Om minta kamu tetap di sini dan jangan keluar kemana pun dulu!” pesan Sean sebelum pergi.


Setelah kepergian Sean, Kavi masih memilih untuk tinggal di sana menemani Karin dulu. Untuk pekerjaan kantor, sudah ia berikan pada Orion.


“Kamu jangan berpikir yang macam-macam! Aku yakin kedua orang tua kamu selama ini pasti sedang bersembunyi dari kejaran musuhnya.” Ucap Kavi.


Karin masih diam. entah dia harus percaya atau tidak pada ucapan Kavi. Karena kalau kedua orang tuanya bersembunyi, untuk apa orang-orang jahat itu justru menginginkan nyawanya. Bukankah itu artinya dirinya dijadikan umpan agar kedua orang tuanya mau buka mulut tentang sesuatu hal besar yang sangat rahasia. Jadi bisa dikatakan kalau kedua orang tuanya juga dalam posisi tidak aman selama ini.


Kavi menarik Karin ke dalam pelukannya. Sebenarnya apa yang ada dalam pikirannya sama dengan yang dipikirkan Karin. hanya saja Kavi tidak ingin membuat kekasihnya takut.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2