Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
87. The End


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga Kavi terkejut dengan kejadian yang begitu cepat itu. dimana Kavi mengucapkan dengan lancar janji suci pernikahannya dengan Karin. bahkan ia masih belum sadar kalau memang pemuka agam yang menikahkannya baru saja memang menyebut namanya, bukan nama Mirza yang akan menjadi suami Karin.


Beberapa tamu undangan juga ikut terkejut. Pasalnya di undangan tertera nama mempelai pengantinnya adalah Mirza dan Karin. namun sebagain tidak begitu peduli. Karena sebagian pengusaha yang menjadi tamu undangan tidak begitu bisa membedakan mana yang Kavi mana yang Mirza. Yang mereka tahu kalau yang menikah adalah putra dari Sean.


Sementara itu Tuan Kyler dan Nyonya Hanna tampak tersenyum lega setelah mendangar kata sah yang diucapkan oleh orang-orang setelah Kavi resmi menikahi Karin. tapi tidak dengan Sean dan Lidia. Mereka berdua masih diam mematung. Apa yang sebenarnya terjadi? Mirza juga tidak ada di ballroom.


“Silakan mempelai untuk menyematkan cincin di jari manis pasangannya!” ujar pemuka agama memerintah Kavi.


Dengan tangan bergetar Kavi mengambil cincin itu lalu menyematkannya di jari manis Karin. lalu bergantian dengan Karin.


Kavi benar-benar speechless. Apalagi kini tiba waktunya Karin mengulurkan tangannya padanya kemudian perempuan itu mencium punggung tangannya dengan takzim. Setelah itu Kavi benar-benar bingung. Apakah ia juga akan mencium kening Karin? lalu bagaimana jika Mirza tahu dan akan marah padanya. Walaupun statusnya kini sudah sah menjadi suami Karin.


“Cium! Cium! Cium!”


Semua tamu undangan berseru pada pasangan pengantin baru itu agar Kavi segera menicum Karin. sedangkan Karin masih dengan posisi menghadap Kavi, namun kepalanya tertunduk.


Cup


Kavi melakukannya dengan singkat. Dan hal itu sukses membuat para tamu undangan bertepuk tangan. Setelah itu Kavi dan Karin diminta menuju pelaminan untuk melakukan sesi sungkem pada kedua orang tua masing-masing.


Sean sempat mendapat bisikan dari Tuan Kyler. Wajahnya yang sejak tadi panik, kini perlahan tampak sumringah. Begitu juga dengan Lidia.


**


Kavi kini sudah berdiri di atas pelaminan bersama Karin setelah beberapa saat yang lalu ia melakukan sungkem pada kedua orang tua masing-masing. Mereka tinggal menyambut para tamu undangan untuk memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


Kavi masih diam. dia benar-benar bingung dengan situasi ini. rasanya seperti mimpi. Kenapa dirinya yang menikahi Karin. sedangkan Karin sendiri juga diam. walaupun dalam hatinya sudah lega karena sudah sah menjadi suami dari pria yang sangat ia cintai sejak dulu.


Satu per satu tamu undangan datang memberikan ucapan selamat pada Kavi dan juga Karin. mulai dari pihak keluarga mereka hingga teman-teman kuliah Karin.


Kavi membelalakkan matanya saat seluruh tamu undangan sudah menikmati hidangan pesta dan ada seseorang yang sejak tadi ditunggu kehadirannya. Dia adalah Mirza.


Mirza datang dengan menggandeng seorang wanita cantik. Entah itu siapa. Namun yang pasti Kavi akan meminta penjelasan pada adiknya.


“Selamat ya buat kalian berdua! Semoga selalu bahagia!” ucap Mirza dengan tenang.


Kavi yang sudah tidak sabar segera menarik Mirza dan membawanya sedikit jauh dari Karin dan teman wanita Mirza.


“Za, tolong jelaskan smeuanya padaku! ada apa ini sebenarnya?” todong Kavi tak sabaran.


Bukannya menjawab, Mirza justru memeluk erat kakaknya. Wajahnya yang terlihat tenang dan santai tadi kini berubah haru saat memeluk Kakaknya.


Kavi mengurai pelukannya. Ia juga menatap haru wajah adiknya. Lalu mengangguk samar sebagai jawaban kalau dirinya masih mencintai Karin.


“Terima kasih, Za!” hanya itu kalimat yang bisa diucapkan oleh Kavi.


Setelah itu Kavi kembali mendekati Karin. begitu juga dengan Mirza. Mirza memperkenalkan wanita yang diajaknya tadi kepada kakaknya dan juga Karin. wanita itu adalah teman dekat Mirza yang entah sebentar lagi akan menyusul Kavi atau tidak.


Kavi dan Karin sudah duduk, karena sudah tidak ada lagi tamu undangan yang datang. mereka semua sibuk menikmati hiburan pesta sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan.


“Aku bahagia sekali malam ini.” ujar Kavi tanpa menatap wajah Karin.

__ADS_1


Karin yang sejak tadi juga bingung bagaimana harus bersikap, kini mendongak menoleh ke arah Kavi.


“Aku juga bahagia, Kak. Terima kasih.” Jawab Karin dengan tersenyum tipis.


Kavi memberanikan diri menggenggam jemari Karin. tangannya sedikit bergetar saat kembali menyentuh tangan wanita yang dicintainya itu. ada rasa haru, senang, sesal, bercampur jadi satu. Karin juga ikut membalas genggaman tangan Kavi. Keduanya kini seolah diberi kekuatan atas cinta mereka selama ini setelah sah menyandang suami istri.


“Aku sangat mencintaimu, Karin. aku berjanji akan menjadikan kamu wanita satu-satunya yang ada dalam hati ini sampai rambut kita memutih.” Ucap Kavi dengan sungguh-sungguh.


Karin menitikan air matanya. dia sangat bahagia bisa bersanding dengan Kavi, walau perjalanan cintanya sempat terputus dalam waktu yang cukup lama.


“Aku juga mencintai Kak Kavi.” Balasnya dengan senyum mengmbang.


.


.


.


*THE END


Happy Reading!!


Untuk nama akun yg ada di bawah ini mohon untuk dm author ke akun ig @dee_k9191. Akan ada GA pulsa kecil-kecilan dari author karena telah mngikuti cerita ini. Terima kasih banyak semuanya🤗🤗😚😚


Jangan lupa mampir ke karya author yg masih on going "Menikahi Single Mother" yaaa!!😉😉

__ADS_1



__ADS_2