
Hari ini Kavi tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan kantor. meeting dengan beberapa klien yang akhir-akhir ini banyak menyita waktunya perlahan ia membuatnya bisa bernafas sedikit lega. Karena jadwalnya selanjutnya hanya melakukan kunjungan di beberapa proyek yang sedang ia jalankan. Tapi waktunya masih bisa diatur oleh sekretarisnya. Sekarang dia ingin bersantai sejenak. Pulang kantor tepat waktu atau menghabiskan waktunya dengan pergi ke suatu tempat.
Berhubung teman Kavi banyak yang tinggal di luar negeri karena melanjutkan bisnis keluarga, sementara temannya yang satu kota dengannya juga terbatas. Lagi pula mereka juga pasti sama-sama sibuk. Dan teman baiknya yang masih sering meluangkan waktu untuknya hanyalah Anna.
Pertemanan Kavi dan Anna sampai saat ini masih aman. Keduanya terlihat semakin akrab dan tidak ada istilah terperangkap dalam friend zone. Anna perempuan yang baik. Dia juga masih single sama dengan Kavi. Baik Anna maupun Anna terlihat sama-sama nyaman dengan pertemanan itu.
Untuk kedua orang tua Kavi khususnya Lidia yang sejak dulu berharap Kavi bersatu dengan Anna, sepertinya Lidia harus membuang jauh harapan itu. karena memang Kavi tipe pria yang sangat sulit jatuh cinta. Jadi Lidia sudah tahu kalau hubungan Kavi dan Anna hanya sebatas teman biasa.
Hari ini kebetulan Kavi bisa pulang lebih awal. Dia memutuskan untuk keluar ke suatu tempay dulu sebelum pulang. dan di sini lah Kavi sekarang berada. Di restaurant cepat saji tempat Karin dulu bekerja.
Entahlah, angin apa yang membuat Kavi pergi ke tempat itu. bukankah masih ada banyak restaurant yang lebih baik daripada restaurant cepat saji itu. tapi sayangnya bukan perkara makanannya yang membuat Kavi datang ke tempat itu. melainkan seseorang yang bekerja di sana.
Bukan. Kavi bukan rindu pada Karin, sehingga ia datang ke restaurant itu. tapi Kavi hanya ingin tahu kabar Karin yang selama ini tidak pernah ia jumpai. Karena saat menjenguk Mirza, tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan Mamanya dengan Mirza yang mengatakan kalau Mirza sudah mengakhiri hubungannya dengan Karin.
Lidia sangat menyayangkan hal itu. bahkan wanita itu mengira kalau Karin lah yang memilih untuk mengakhiri hubungan itu. tapi dengan cepat Mirza menjelaskan kalau dirinya lah yang menginginkan itu semua. Jadi dari yang didengar itulah Kavi bisa menyimpulkan kalau antara Karin dan Mirza sudah benar-benar tidak ada hubungan. Sekarang dia datang untuk menanyakan kabar perempuan itu saja.
Kavi membeli pesanan makanannya. Dan yang melayani bukanlah Karin. sejak tadi dia juga tidak melihat sosok Karin berkeliaran di sana.
“Ada tambahan lagi, Mas?” tanya pelayan restaurant itu pada Kavi yang sejak tadi terlihat seperti mencari sesuatu.
“Oh tidak, Mbak. Kalau boleh tahu, apakah hari ini Karin sedang libur?” tanya Kavi.
__ADS_1
“Karin siapa ya, Mas? Maaf, saya karyawan baru. Saya baru bekerja di sini tiga bulan yang lalu, tapi tidak kenal dengan orang yang Mas cari.” Jawab pelayan itu.
Kavi masih diam. tak lama kemudian ada pelayan lain yang datang menghampiri. Kavi juga merasa tidak asing dengan perempuan itu. mungkin dia pelayan yang sudah lama, jadi wajahnya sangat familiar.
“Ada yang bisa saya bantu, Mas?” tanya perempuan itu yang memang dulu teman dekat Karin.
“Itu Masnya cari yang namanya Karin. aku nggak tahu.” Sahut perempuan yang merupakan karyawan baru tadi.
“Oh, Karin sudah resign enam bulan yang lalu Mas.” Jawab perempuan yang baru datang.
Karena tidak ingin terlihat mencurigakan, Kavi hanya menganggukkan kepalanya setelah itu mengambil tempat duduk dan siap menikmati makanannya.
Kavi masih berpikir kenapa Karin resign? Apakah perempuan itu ingin melupakan masa lalunya dengan Mirza. Setelah itu Kavi buru-buru menghabiskan makanannya. Ia akan pergi ke rumah Karin untuk menemui perempuan itu.
Beberapa saat kemudian Kavi sudah tiba di depan rumah kontrakan Karin. tapi sayangnya rumah itu tidak terlihat seperti biasanya. Yang biasanya sepi, kini terlihat sedikit ramai. Bahkan terdengar suara anak kecil sedang bermain dan tertawa di sana. Demi menghilangkan rasa penasarannya, akhirnya Kavi mengetuk pintu itu.
Tok tok tok
Cklek
Pintu langsung terbuka. Dan menampakkan seorang wanita seusia dirinya sedang menggendong anak kecil.
__ADS_1
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita itu menatap takjub sosok pria tampan yang sedang berdiri di hadapannya. namanya juga ibu-ibu muda, siapa saja pasti akan terpesona jika di depannya ada pria tampan.
“Karinnya ada?” Tanya Kavi setelah beberapa saat terdiam.
“Karin siapa ya, Mas genteng?” tanya balik wanita itu dengan tersenyum menggoda.
“Maaf. Karin yang tinggal di rumah ini.” jawab Kavi.
“O.. yang tinggal di sini bukan Karin, Mas. Tapi Karni, yaitu saya sendiri.” Jawab wanita itu semakin membuat Kavi bergidik.
Dengan cepat Kavi pergi dari rumah itu sebelum bahaya mengancam, dia cukup tahu kalau Karin sudah tidak lagi tinggal di rumah itu. lalu kemana perempuan itu.
“Mas, tunggu! Ketemu sama saya saja, karena di sini tidak ada yang namanya Karin.” ucap wanita itu berusaha mengejar Kavi. Beruntungnya Kavi sudah masuk mobil, dan segera tancap gas meninggalkan rumah itu.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!