
Kavi memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Ayahnya untuk beristirahat di rumah dengan mencari informasi mengenai kedua orang tua Karin. dan beberapa orang suruhannya sudah menemukan sebuah petunjuk bahwa selama bertahun-tahun ini kedua orang tua Karin masih hidup dan disekap oleh orang yang diduga musuh Tuan Kyler di daam sebuah rumah yang terletak di tengah hutan. Pantas saja selama ini Kavi sangat kesulitan menemukan petunjuk. Karena memang wilayah hutan itu sangat sulit dijangkau dan sama sekali tidak ada jaringan di sana.
Kavi menghubungi Karin agar tetap sabar. Dia juga tidak menemui Karin terlebih dulu, karena memang sedang sibuk. Selain itu Kavi juga melihat gelagat aneh dari Mirza akhir-akhir ini. bahkan sikap Mirza terhadapnya sedikit berubah.
Besok malam Kavi berencana akan mendatangi rumah di tengah hutan itu. ia sudah mengatakan pada Ayahnya. Namun Kavi tidak mengijinkan ayahnya untuk ikut. Tetapi Sean mengutus beberapa anak buahnya untuk mengikuti Kavi dari belakang. Untuk berjaga-jaga saja kalau terjadi hal buruk pada anaknya.
***
Malam ini Kavi mendatangi apartemen Karin sebelum pergi menemukan kedua orang tua kekasihnya itu. hanya saja Kavi tidak memberitahu Karin dulu. Dia berencana akan memberikan kejutan untuk Karin nanti.
Kavi masuk begitu saja ke dalam unit apartemen. Karena dia sudah mengetahui kode aksesnya. Namun di dalam terlihat sangat sepi. Mungkin Karin sedang berada di dalam kamarnya.
Kavi membuka dengan pelan pintu kamar Karin. ternyata terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. jadi ia memilih menunggu Karin di ruang tengah.
Cukup lama Kavi menunggu, Karin tak kunjung keluar kamar. karena tenggorokannya kering, akhirnya ia masuk ke dapur untuk mengambil air minum.
Saat Kavi baru saja menutup pintu kulkas, ia dikejutkan dengan kedatangan Karin yang sudah berada di dapur. Namun yang membuat Kavi terkejut adalah penampilan Karin. perempuan itu hanya memakai handuk saja dengan rambut basahnya yang digulung dengan handuk kecil.
Rupanya Karin juga kehausan. Dia belum tahu kalau ada seseorang di dapur.
Argghhhhh
Teriak Karin saat melihat keberadaan Kavi di dapur. Perempuan itu mundur dengan cepat beharap akan lari masuk ke kamar karena merasa sangat salah dengan apa yang dikenakan saat ini. namun sayangnya Karin justru terpeleset, hingga handuk yang membelit tubuhnya tadi terlepas.
__ADS_1
“Karin! pelan-pelan!” teriak Kavi tak kalah terkejut.
Kavi segera memebatu Karin bangun, walau ia susah payah menelan salivanya saat melihat tubuh polos Karin. namun ia berusaha kuat menahan sesuatu di bawah sana agar tidak bereaksi.
Karin benar-benar malu dan merutuki kebodohannya. Setelah handuknya kembali menutupi tubuhnya, ia segera masuk ke dalam kamar meskipun pinggangnya masih terasa sakit.
Beberapa saat kemudian Karin sudah berganti pakaian. Ia menghampiri Kavi yang tengah duduk di ruang tengah.
“Maaf, Kak!” ucap Karin menyadari akan kesalahannya.
“Ehm, iya. lain kali jangan asal pakai baju. Ingat, ini apartemen milik Maxim. Bagaimana jika tadi yang kamu lihat itu Maxim?” jawab Kavi dengan menahan kesal.
“Maaf.” Hanya itu yang bisa Karin ucapkan.
“Kemarilah!” pinta Kavi.
Karin duduk mendekat pada Kavi. Sedetik kemudian Kavi menarik tubuh Karin ke dalam pelukannya. Ia sangat merindukan perempuan itu selama beberapa hari ini tidak bertemu. Dan kedatangannya malam ini juga Kavi ingin berpamitan pada Karin untuk pergi ke luar kota.
“Aku sangat merindukanmu.” Ucap Kavi semakin mengeratkan pelukannya.
Karin membalasnya dengan pelukan yang semakin erat. Jujur saja dia juga sangat merindukan Kavi. Karin sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Kavi selama ini.
“Sebentar lagi aku akan pergi ke luar kota. Kamu baik-baik ya di sini? aku akan pulang secepatnya.” Ucap Karin dnegan menatap intens mata Karin.
__ADS_1
Karin tiba-tiba saja meneteskan air matanya. dia sebenarnya tidak ingin ditinggal Kavi bepergian jauh lagi. tapi dia juga tidak bisa mencegahnya, karena itu demi pekerjaan.
“Jangan menangis, Karin! tunggu aku pulang! setelah itu aku akan meresmikan hubungan kita.” Ucap Kavi.
Ada secercah rasa bahagia dalam hati Karin setelah mendengar kalimat terakhir Kavi. Dia memang ingin secepatnya meresmikan hubunganna itu agar mereka bisa bersama setiap hari. Walaupun bertunangan dulu.
Karin memberanikan diri mencium bibir Kavi. Dia berharap ciumannya ini bisa memberikan Kavi semangat dalam urusan pekerjaannya di luar kota nanti. sedangkan Kavi membiarkan saja Karin mencium bibirnya. dia hanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh kekasihnya itu.
Wajah Karin memerah setelah melepas ciumannya itu. namun perasaannya sangat lega.
“Terima kasih. Aku semakin bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaanku ini. kamu jaga diri baik-baik. Dan jaga cinta kita!” ucap Kavi.
Setelah itu Kavi pergi meninggalkan apartemen. Dia sudah ditunggu beberapa orang yang akan menemaninya pergi menuju hutan di mana kedua orang tua Karin selama ini disekap.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1