Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
46. Masih Shock


__ADS_3

Tatapan Kavi nyalang pada tiga perempuan yang sedang berdiri tak jauh dari kekasihnya itu. tiga perempuan yang diduga penyebab Karin dalam keadaan kacau seperti saat ini. apalagi salah satu perempuan itu terlihat masih memegang sebuah ember kosong yang tentunya tadi buat menyiram tubuh Karin. sedangkan perempuan yang berada di luar ruangan yang ditemui Kavi tadi diduga sedang berjaga agar tidak ada satu orang pun yang melihat Karin mendapatkan pembulian.


“Karin, berdirilah! Kamu jangan takut, Sayang!” Kavi membantu Karin berdiri lalu melepas jasnya untuk dipakaikan pada tubuh basah Karin.


Karin masih menangis tersedu. Kepalanya juga masih terasa berdenyut akibat ulah ketiga perempuan itu yang sudah menarik rambutnya dengan cukup kuat.


Ketiga perempuan yang masih berdiri di tempat itu sama-sama ketakutan saat melihat seseorang datang menyelamatkan Karin. tanpa melakukan kesepakatan, ketiga perempuan itu sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur. Tapi sayangnya Kavi bisa membaca pergerakan mereka.


“Bergerak satu langkah, nyawa kalian melayang sekarang juga!” ancamnya dengan tatapan menusuk.


Seketika tiga perempuan itu sangat ketakutan. Jika mereka kabur, nyawanya melayang. Namun kalau tidak kabur, tetap saja akan dipecat secara tidak hormat.


Kavi membawa Karin keluar dari ruangaan itu. Karin masih menangis sesenggukan dalam pelukan Kavi. Namun Kavi ingin menyelesaikan permasalahan kekasihnya dulu sebelum membawa Karin pulang.


**


Saat ini Kavi dan Karin sudah berada di ruangan manager restaurant. Tentunya dengan memanggil empat perempuan yang menjadi tersangka pembulian terhadap Karin.


Manager restaurant itu sejak tadi juga terlihat sangat ketakutan. Pria itu sangat mengenal siapa Kavi. Meskipun keempat karyawannya bersalah, tetap saja pria itu takut karena restaurant yang dia kelola ini pasti mendapatkan imbasnya.


“Saya tidak punya banyak waktu. Cepat tunjukkan pada saya rekaman cctv restaurant selama Karin bekerka di sini.” perintah Kavi dengan suara tegas nan dingin.


“Baik, Tuan.” Menager restaurant itu segera mengperasikan komputernya dan mencari rekam jejak yang memperlihatkan Karin saat sedang berkerja. Ada banyak sekali rekaman yang menunjukkan Karin mengalami pelecehan verbal. Kavi semakin murka melihatnya. Bahkan tangannya terkepal kuat ingin menghabisi empat perempuan itu dengan tangannya sendiri. Tapi dia masih mencoba untuk menahannya.

__ADS_1


“Cukup! Sekarang juga panggil polisi untuk menangkap empat karyawan anda itu!” sekali lagi Kavi memerintah dengan suara tegas.


Empat perempuan itu sangat ketakutan sekali. Tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena sama sekali tidak ada yang membelanya.


Tak lama kemudian pihak kepolisian datang dan langsung meringkus karyawan restaurant itu. Kavi juga mengatakan kalau bukti kejahatan mereka cukup pada rekaman cctv saja, tidak perlu membawa serta kekasihnya sebagai saksi. Kavi tahu kalau keadaan psikis Karin saat ini tidak baik-baik saja.


“Dan untuk anda, Tuan Frans, sebagai sanksi untuk restaurant anda, saya akan menutup sementara restaurant ini untuk tidak beroperasi.” Ujar salah satu anggota polisi sebelum membawa empat tersangka pembulian itu.


**


Saat ini Kavi sudah berada di apartemen Karin. dia menunggu Karin yang sedang membersihkan tubuhnya setelah beberapa saat yang lalu ia siapkan air hangat untuk Karin.


Kavi menghubungi Mamanya kalau batal mengajak Karin ke rumah untuk makan malam. Kavi mengatakan kalau Karin baru saja mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di tempatnya bekerja. Lidia dan Sean sangat terkejut. Mereka ingin datang langsung untuk melihat keadaan Karin, namun Kavi melarangnya. Karena saat ini Karin butuh waktu untuk menenangkan diri.


Cklek


“Kamu makan dulu, ya! Setelah ini minum obat dan istirahat.” Ucap Kavi lalu menuntun Karin keluar kamar menuju ruang makan.


Kavi menyiapkan makanan untuk Karin yang beberapa saat yang lalu ia beli melalui aplikasi online. Sebenarnya Kavi sendiri juga belum makan. Namun dia sama sekali tidak berselera gara-gara kejadian yang menimpa kekasihnya baru saja.


Karin makan makanan itu dengan pelan. Dia masih teringat kejadian tadi. dan itu adalah yang paling parah daripada sebelumnya.


“Sayang, kumohon makanlah! Aku nggak mau kamu sakit.” Ucap Kavi melihat Karin yang tiba-tiba diam.

__ADS_1


“Maafkan aku, Kak!” jawab Karin dengan menunduk dan air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja.


Kavi mendekati Karin dan memeluknya dengan erat untuk memberikan ketenangan. Dia yakin kalau Karin merasa bersalah karena selama ini tidak pernah bercerita padanya. Namun Kavi tidak ingin menuntut Karin untuk bicara saat ini juga. ia yakin kalau Karin pasti mempunyai alasan tersendiri kenapa bisa memilih bertahan bekerja di restaurant itu.


“Ya sudah, kamu minum obat dulu setelah ini beristirahat. Ok?” ujar Kavi memberi solusi.


Kavi membelikan Karin obat tidur dengan dosis rendah. Dia tahu kalau Karin pasti masih shock dan memikirkan kejadian tadi. akhirnya dia membelikan obat itu, agar Karin bisa tidur dengan nyenyak.


“Apa Kak Kavi mau pulang sekarang?” tanya Karin dengan cemas saat hendak masuk ke kamar.


“Tidak. Aku akan bermalam di sini. kamu jangan khawatir!”


Jawaban Kavi membuat Karin merasa tenang. Lagi pula di unit apartemennya ada dua kamar tidur. Jadi Kavi bisa menggunakan salah satu kamarnya.


“Tidurlah sekarang, selamat malam!” ucap Kavi dengan meninggalkan kecupan singkat di kening Karin.


Setelah Karin masuk ke kamarnya, Kavi menghubungi Orion untuk meminta bantuan agar membawakannya baju ganti ke apartemen Karin.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2