Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
76. Menemukan Pelaku


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Kavi banyak menceritakan tentang Karin. mulai dari kematian Theo dan Sofia, hingga nyawa Karn yang juga ikut terancam demi membuat Kyler buka mulut. Hanna menutup mulutnya tidak percaya. Ternyata selama ini anaknya hidup tidak begitu baik. Jauh dari kasih sayangnya. Bahkan Theo dan Sofia sampai menyekolahkan Karin di luar kota dan mengganti identitasnya.


“Terima kasih banyak, Nak Kavi. Saya berhutang banyak pada Nak Kavi.” Ucap Hanna dengan tulus.


“Saya melakukan semua itu demi Karin, Nyonya. Lalu, apa yang harus anda lakukan sekarang? apakah sekarang juga anda ingin menemui putri anda?” tanya Kavi ingin tahu.


“Jangan dulu!” sahut Kyler dengan cepat.


Hanna menoleh ke arah suaminya. dia tidak mengerti dengan jawaban suaminya. padahal ia ingin segera bertemu dengan putrinya saat ini juga.


“Bisakah Nak Kavi antar kami ke kota Z? di sana rumah kami. Saya akan menyelesaikan semua masalah ini dulu, dan saya minta tolong pada Nak Kavi untuk tetap menjaga Shahnaz.” Lanjut Kyler.


Kavi mengangguk paham. Lalu ia mengatakan pada Maxim untuk menuruti kehendak Tuan Kyler yang akan pulang ke rumahnya dulu yang ada di kota Z.


Memang tempat tinggal Kyler dan Hanna ada di kota Z. namun tempat itu tidak diketahui banyak orang termasuk musuhnya. Kyler meminta Kavi mengantar ke sana untuk menyelesaikan masalahnya lebih dulu. Termasuk menjebloskan orang yang telah menyekapnya bertahun-tahun itu ke dalam penjara. Pastinya melaporkannya dulu ke pihak pemerintah Jepang di mana dulu ia pernah bergabung dalam sebuah komunitas perakitan senjata legal.


Kini helicopter Maxim sudah mendarat di kota Z. Kyler dan Hanna segera pulang ke rumahnya. Mereka harus menahan diri dulu untuk tidak bertemu dengan Karin. sampai Kyler bisa memastikan kalau semuanya aman. Barulah ia akan terbang ke kota dimana Karin tinggal.


***


Kavi sudah kembali ke rumahnya. Tentunya dengan membawa kabar keberhasilannya menyelamatkan kedua orang tua Karin. Sean ikut senang mendengarnya. Sebelumnya anak buah Sean juga sudah mengatakan kalau Kavi berhasil masuk ke dalam rumah yang ada di tengah hutan itu. kini tugas Sean membentu Kavi menyelamatkan kedua orang tua Karin sudah selesai. untuk urusan selanjutnya, Sean tidak ingin ikut campur lagi.

__ADS_1


Beberapa hari tidak hadir ke kantor, hari ini Kavi sudah mulai kembali lagi bekerja seperti biasa. Hanya saja ia belum sempat bertemu dengan Karin. Kavi hanya memberi kabar kepulangannya, namun untuk mendatangi perempuan itu ke apartemen masih ia tunda dulu.


Kavi hendak masuk ke dalam ruangannya. Tiba-tiba ia berpapasan dengan Mirza. Adiknya itu memang beberapa hari ini ada di kantor pusat. Terutama saat Kavi pergi ke luar kota.


“Apa begini sikap seorang CEO? Datang dan pergi seenaknya sendiri? Bahkan untuk urusan pribadi.” Ucap Mirza tiba-tiba.


Tatapan Mirza pada Kavi sama sekali bukan tatapan seperti biasanya. Kavi juga heran melihat sikap adiknya yang seperti itu.


“Apa maksud kamu, Za?”


“Ck, apa begini seorang CEO yang selalu dibanggakan oleh Ayah? Sama sekali tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Bahkan di saat kantor sedang mengalami kekacauan, anda justru bepergian seenak anda sendiri.”


Mendengar ucapan Mirza seperti itu membuat Kavi meradang. Namun ia berusaha kuat mengontrol emosinya. Dia juga tidak ingin mengatakan kemana ia pergi selama ini. Mirza juga tidak tahu.


Kavi sendiri belum yakin kalau orang yang sengaja membuat kekacauan di kantor pusat adalah adiknya sendiri. Namun dari penyelidikan yang ia lakukan diam-diam, memang Mirza lah pelaku utamanya. Entah apa alasan adiknya itu sampai berbuat jahat padanya dan sangat membencinya. Termasuk orang yang telah menikamnya itu, Kavi juga mencurigai Mirza.


Mendengar ucapan Kavi seperti itu, Mirza sangat terkejut. Namun dia berusaha untuk tetap tenang, agar Kavi tidak mencurigainya.


“Bukan urusanku. Yang pasti semua masalah selesai dengan kerja kerasku.” Ujar Mirza lalu pergi meninggalkan Kavi.


Mata Kavi berkaca-kaca melihat perubahan sikap Mirza. Setelah keluar dari penjara, ia pikir Mirza berubah. Ternyata tidak. Bagaimana jika kedua orang tuanya tahu, terlebih Mamanya. Pasti akan sangat sedih.

__ADS_1


***


Beberapa hari berlalu sejak bebasnya Kyler dan Hanna, membuat seorang pria yang tengah duduk di kursi kerjanya tampak sangat murka. Pria itu belum bisa menuruti keinginan Papanya agar menangkap Shahnaz dan membunuhnya. Padahal jika berhasil menangkap perempuan yang diduga putri dari Kyler itu, Papanya akan dengan mudah membuka mulut Kyler tentang rahasia besar yang selama ini pria itu simpan rapat. Hingga ia akan menjadi orang terkaya yang bisa menjual bebas senjata api ke berbagai negara.


Tok tok tok


Joshua mempersilakan masuk orang yang baru saja mengetuk pintunya.


“Ada apa, Sam?” tanya Joshua dengan tangan yang masih memegang rokok.


“Gawat, Bang! Baru saja aku dapat kabar kalau Tuan Luke tertangkap polisi Jepang saat akan terbang ke sini. Tuan Luke menjadi tersangka atas penyekapan terhadap Kyler dan istrinya.” ucap Samuel.


Joshua sangat terkejut sekaligus marah saat mendengarnya. Dia tahu bagaimana proses hukum di Jepang jika sudah menangkap penjahat sekelas Papanya.


“Cepat temukan Shahnaz, dan bunuh dia secepatnya!” seru Joshua dengan wajah memerah.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2