Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
43. Aku Mencintaimu


__ADS_3

Sudah seminggu ini Karin tinggal di apartemen. Dan selama itu juga Kavi sudah tidak lagi menemuinya. Pria itu hanya mengirim pesan saja tanpa mengatakan alasan kenapa tidak menemuinya.


Karin hanya bisa pasrah. berulang kali meminta maaf pada Kavi, pria itu selalu menjawabnya kalau dirinya tidak salah sama sekali. Namun Karin tetap merasa bersalah pada kekasihnya itu. ingin sekali datang ke rumah Kavi tapi dia belum siap jika bertemu dengan kedua orang tua kekasihnya. Akhirnya Karin memutuskan untuk mencari pekerjaan.


Karin keluar dari apartemen untuk mencari lowongan pekerjaan. Tak lupa ia membawa beberapa surat lamaran pekerjaan. Tapi tak ada satu pun lowongan yang tersedia. Kebanyakan memang membutuhkan ijazah minimal sarjana. Sedangkan dirinya yang hanya lulusan SMA, jelas sangat kesulitan. Dan lagi-lagi lowongan yang tersedia hanya seorang pelayan restaurant. Karin pun memilihnya, karena tidak ada pilihan lain.


Mungkin hari ini hari keberuntungan Karin. sekalinya ia memasukkan lowongan kerja di sebuah restaurant yang cukup terkenal itu. di saat itu juga ia menjalani interview. Lalu keesokan harinya Karin sudah bisa langsung bekerja.


Pukul tujuh malam Karin baru saja sampai apartemennya. tubuhnya sangat lelah karena seharian penuh berjalan mencari pekerjaan. Untung saja membuahkan hasil. Jadi rasa lelahnya hari ini tergantikan.


Baru saja Karin masuk ke unit apartemennya, ia dibuat terkejut dengan keberadaan Kavi yang sudah ada di sana.


“Kamu dari mana saja? sejak tadi ditelepon nggak bisa. Jam segini baru pulang.” Tanya Kavi dengan raut wajah tak biasa.


“Maaf, Kak. Aku baru saja cari pekerjaan.” Jawab Karin dengan tertunduk takut.


Kavi beranjak dari duduknya. Di atas meja sudah ada makanan yang sengaja ia beli untuk Karin. setelah hatinya lega melihat Karin pulang dengan selamat, dia pun akhirnya memutuskan pulang.


“Kak mau kemana?” tanya Karin sedikit kecewa melihat sikap kekasihnya tampak berbeda.


“Aku mau pulang. aku sudah membelikan kamu makan malam. cepat makanlah, setelah itu istirahat.” Jawab Kavi tanpa menoleh ke arah Karin.


Hati Karin sakit melihat sikap Kavi seperti itu. bukankah pria itu sudah memaafkan kesalahannya atas kejadian tempo hari. Lantas kenapa sikap Kavi menjadi dingin seperti ini.

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaaan Karin, Kavi melanjutkaan langkahnya pergi meninggalkan Karin.


“Apa Kak Kavi sudah tidak mencintaiku lagi?” tanya Karin menghentikan langkah Kavi.


“Kamu ini bilang apa sih, Rin? Aku sangat menyayangimu. Sudah sana cepat makan dan istirahat.” Kavi menurunkan egonya lalu bicara dengan nada lembut pada Karin.


“Menyayangi? Tidak mencintai lagi? bukankah aku sudah meminta maaf pada Kak Kavi atas kejadian tempo hari. Lalu kenapa Kakak berubah dingin seperti ini?” tanya Karin sekuat tenaga menahan air matanya.


Kavi menghembuskan nafasnya pelan. “Aku menyayangimu, Karin. maaf, mungkin ungkapan perasaanku padamu terlalu cepat. Aku sadar diri, aku ini penghuni baru di hati kamu. Jelas orang masa lalu kamu yang masih menjadi penghuni tetap di hati kamu. Justru aku yang minta maaf padamu, Rin. Seharusnya aku tidak mengharap balasan dari ungkapan perasaanku dulu. Maafkan aku. mungkin lebih baik sampai kapanpun kita menjadi kakak adik saja.” ucap Kavi dengan tenang.


Air mata Karin mengalir begitu saja. kenapa Kavi tiba-tiba berkata seperti itu. kenapa pria itu justru memikirkan masa lalunya dnegan Mirza. Padahal ia sendiri sudah lupa dengan Mirza. Hanya saja saat Kavi hendak menciumnya dulu, ia tiba-tiba teringat dengan Mirza. Mungkinkah Kavi salah paham.


Kavi sama sekali tidak peduli dengan Karin yang sedang menangis. Karena hatinya juga sakit. Dan lebih baik ia segera pulang.


Karin mengejak Kavi lalu memeluk pria itu dari belakang. Terdengar isakan lirih dari balik punggung Kavi. Bahkan Kavi juga merasa punggungnya basah akibat air mata Karin.


“Karin, please jangan seperti ini. lebih baik kamu masuk!” ucap Kavi meraih tangan Karin lalu berbalik badan.


“Aku sama sekali tidak marah denganmu. Sampai kapanpun aku akan terus menyayangi kamu.”


“Tidak. Kak Kavi salah paham. Tolong dengarkan penjelasanku dulu, Kak!” ucap Karin dengan suara terisak.


Akhirnya Kavi membawa Karin masuk ke dalam unit apartemennya. dia juga tidak ingin bertemu dengan beberapa penghuni apartemen lainnya saat melihat Karin menangis sesenggukan seperti itu.

__ADS_1


Kini Kavi dan Karin sudah duduk di sofa. Mereka duduk dengan sedikit berjarak. Dan sejak tadi Kavi diam membiarkan Karin bicara. Lebih tepatnya menjelaskan sesuatu.


“Maafkan aku atas kejadian tempo hari, Kak.”


“Aku menolak dan mendorong Kak Kavi saat hendak menciumku karena aku sangat terkejut. Dan,-“ Karin tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena tiba-tiba saja air matanya keluar lagi. namun Kavi membiarkannya saja. menyiapkan hati untuk kemungkinan buruk yang akan terjadi selanjutnya.


“Maaf, Kak. Aku sudah melupakan masa laluku dengan Mirza. Tapi, maafkan aku. alasanku menolak ciuman Kak Kavi karena bibirku ini sudah tidak suci lagi, Kak. Mirza adalah orang pertama yang mencium bibirku ini. aku takut melukai perasaan Kak Kavi. Tapi aku sangat mencintai Kakak.” Ucap Karin lalu ia kembali menangis tersedu.


Kavi terperangah mendengar alasan Karin. kemudian ia menarik Karin ke dalam pelukannya. Lagi-lagi ia salut dengan sosok Karin yang berusaha jujur tentang masa lalunya. Hatinya merasa lega kalau alasannya hanya itu. karena Kavi sama sekali tidak mempermasalahkannya. Semua orang pasti mempunyai masa lalu. Bagi Kavi, ia mencintai Karin dengan segala kelebihan dan kekurangannya.


“Sudah, jangan menangis lagi. maafkan aku yang sudah salah paham. Aku mencintaimu.” Ucap Kavi dan itu berhasil membuat perasaan Karin sangat lega dan bahagia.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


__ADS_2