Perseteruan 2 Calon Pewaris

Perseteruan 2 Calon Pewaris
29. Sangat Bahagia


__ADS_3

Kavi tidak lagi mau mencari Karin dimana. Sepertinya memang perempuan itu sudah berniat untuk menjauh dari segala hal yang berhubungan dengan Mirza dan tentunya masa lalunya. Hanya saja Kavi merasa sangat khawatir dengan keadaaan Karin yang ia tahu kalau selama ini ia hanya tinggal sebatang kara.


***


Beberapa minggu berlalu. Kavi sudah tidak lagi mencari keberadaan Karin. tapi jauh dari lubuk hatinya, dia masih terus mendoakan untuk kebaikan Karin yang secara tidak langsung hatinya telah disakiti oleh adiknya.


Hari ini Kavi bekerja seperti biasa. Kebetulan juga selama tiga hari ke depan ia akan pergi ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. Otomatis hari ini dia sangat sibuk menyiapkan beberapa berkas untuk keperluannya selama dua hari ke depan.


“Apa kamu sudah menyiapkan beberapa berkas yang aku minta?” tanya Kavi pada Orion, asisten pribadinya.


“Sudah, Tuan. Tapi ada satu berkas lagi yang membutuhkan tanda tangan dari Tuan Sean. Dan saya belum sempat memintanya, karena hari ini Tuan Sean tidak datang ke kantor.” jawab Orion.


“Baiklah, kamu berikan saja berkas itu padaku. biar nanti aku yang minta langsung pada Ayah.” Jawab Kavi sembari meneliti beberapa berkas yang baru saja diberikan oleh Orion.


“Jangan lupa besok kamu harus datang pagi-pagi sekali. Kita akan menggunakan penerbangan yang lebih pagi.” lanjut Kavi.


“Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu.”


Keesoak harinya Kavi sudah berada di perusahaan. Seperti yang dijanjikan pada asistennya, kalau mereka berdua akan berangkat ke luar kota pagi-pagi sekali. Kavi datang ke kantor untuk mengambil beberapa berkasnya, setelah itu barulah berangkat ke bandara.


Kavi dan Orion diantar oleh sopir menuju bandara. Sejak tadi Kavi terlihat sibuk dengan gadgetnya. Entah sedang berikirim pesan atau sedang membaca email.


Perjalanan udara untuk sampai ke kota tujuan hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Dan akhirnya Kavi sudah tiba di bandara tersebut. Kebetulan waktu juga masih pagi, sekitar pukul sembilan. Sedangkan pertemuannya dengan rekan bisnisnya nanti jam satu siang. Jadi Kavi masih ada waktu untuk istirahat sejenak.


Kavi dan Orion check in dulu di salah satu hotel yang dekat dengan perusahaan cabang milik Ayahnya. Di perusahaan itu juga nantinya ia akan menggelar meeting dengan beberapa investor yang menanamkan saham di perusahaannya.


“Kamu masih punya banyak waktu, terserah kamu mau istirahat atau pergi ke mana.” Ucap Kavi pada Orion setelah mereka berdua menerima kartu akses untuk masuk ke kamar masing-masing.

__ADS_1


“Baik, Tuan. Terima kasih.” Jawab Orion dnegan sumringah.


Kavi pun melenggang pergi meninggalkan Orion. Dia menuju kamarnya untuk meletakkan kopernya. Mungkin setelah ini dia akan santai sejenak di restaurant hotel untuk mempelajari beberapa materi sebagai bahan meeting nanti.


Kavi mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Celana jeans dengan kaos pres body berwarna hitam. Setelah itu dia keluar kamar hanya dengan membawa ponsel dan macbook di tangannya.


Kavi menuju restaurant hotel yang berada di lantai dasar. Namun ia mencari tempat duduk dengan view yang terlihat menarik. Yaitu di sisi jalan yang langsung menghadap pada keramaian kota.


Seorang pelayan datang dengan membawa buku menu dan diberikan pada Kavi. Kavi hanya memesan minuman saja, karena memang dia ingin bersantai sejenak di tempat itu.


“Baiklah, Tuan. Mohon ditunggu, sebentar lagi pesanan anda datang.” ucap pelayan itu dengan ramah. Kavi hanya membalasnya dengan anggukan kepala.


Setelah kepergian pelayan itu Kavi tampak sibuk dengan macbook’nya. Meskipun sudah lama berkecimpung di dunia bisnis, tetap saja Kavi harus belajar dan belajar terus. Termasuk untuk pertemuannya kali ini yang menurutnya akan membahas tentang laju perekembangan perusahaan selama setahun terakhir.


Saking fokusnya mempelajari materi meeting nanti siang, Kavi sampai tidak sadar kalau ada seorang pelayan datang membawakan pesanannya.


Deg


Kavi menghentikan sejenak aktivitasnya saat mendengarkan suara pelayan itu. suara yang sangat tidak asing di telinganya. Dengan memberanikan diri, Kavi mengangkat kepalanya untuk memastikan apa benar perempuan itu adalah orang yang selama ini dia cari.


“Kak Kavi?” ternyata Karin yag lebih dulu mengeluarkan suaranya.


Kavi dan Karin sama-sama terkejut dengan pertemuan tidak terduga ini.


“Karin? kamu bekerja di sini?” tanya Kavi dengan tatapan yang tak lepas dari mata Karin.


“Ii..iya, Kak. Maaf, silakan dinikmati.” Ucap Karin dengan gugup dan langsung pergi meninggalkan Kavi.

__ADS_1


“Tunggu dulu, Rin!” cegaj Kavi dengan mencekal lengan Karin.


“Apa kabar kamu, Rin? Kenapa kamu pindah ke kota ini? kenapa kamu tidak bekerja di restaurant itu lagi?” tanya Kavi bertubi-tubi.


“Maaf, Kak. Aku harus kembali bekerja.” Jawab Karin dengan sopan mengabaikan pertanyaan Kavi.


“Maaf…maaf. Baiklah, jam berapa kamu selesai bekerja?”


“Jam tujuh malam, Kak. Maaf, aku harus kembali-“


“Baiklah, nanti aku temui kamu setelah jam kerja kamu habis.” Sahut Kavi dengan cepat.


Tanpa menjawab Karin segera pergi meninggalkan Kavi. Sedangkan Kavi sendiri seeprti merasa sangat beruntung bisa bertemu kembali dengan Karin. bahkan tanpa ia sadari, hatinya berbunga-bunga bisa melihat wajah Karin lagi. dan Kavi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. memangnya apa yang akan dilakukan Kavi setelah bertemu Karin di tempat ini. entahlah, yang pasti hatinya sangat bahagia saat ini.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


Guys, mampir dong di karya othor yang lainnya yg masih ongoing. Dg judul "Menikahi Single Mother". Up tiap hari juga kok meski hanya 1 bab hehehe....


Atau bisa mampir ke karya othor lainnya yg sudah tamat. Bagi yg belum mampir😁😁🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2