
Diana menunggu Farhan diruang tamu asrama, Farhan sedang mandi dan berganti pakaian. Di ruang tamu ini hanya ada satu Sofa bad dan meja serta televisi berukura 32 inch. Ruangan yang menggunakan Ac mengharuskan pintu selalu tertutup rapat.
Farhan sudah selesai berganti pakaian, kemudian dia duduk disamping Diana sambil membawa 2 botol minuman dingin dan menyimpan nya di meja.
"Hhhmmm...wangi banget sih mas, aku dari pagi keluar rumah, berkeringat karena main basket belum mandi sampai sekarang...maaf yaa kalau aku mau keringat" kata Diana
Tiba tiba Farhan mendekat dan mencium pipi Diana
"Ga bau keringat kok...tapi bau asem...hehe"
"Mas ihhh...aku pulang ahh" Diana merajuk
"Mau apa pulang..di rumah juga ga ada siapa.siapa.kan?" tanya Farhan.
"Mau mandi lah..istiraht terus tidur sampai malemm...kan mas nanti malem piket ga bisa ke rumah"
"Iya ihh sedih banget ga bisa ngapel..nasib nasib jadi abdi negara, sabtu minggu orang lain pacaran aku mah dines..hehe"
"Ga apa apa mas...semangat yaa, aku kan jadi bisa tidur puas"
'Owh gitu yaa..seneng kalau mas ga ke rumah..bebass mau teleponan sama siapa aja, bertukar pesan sama siapa ajaa..gitu yaa Di?"
"Hhmmm...mulai deh...kan aku bilang mau puas puasin tidur, udah sholat isya langsung tidur dehh"
"awas aja kalau macem-macem..." ancam Farhan
"Di....mau mandi dulu di sini ? " tanya Farhan
"Engga ahh mas nanti aja di rumah...ngapain juga mandi di rumah orang"
Mas Farhan ngobrol sambil nonton film action di TV, sedan
gkan aku sambil main game di ponsel.
"Mamah papah pulang kapan Di..?" tanya Farhan
" Bada Isya baru jalan dari saana, katanya masih kangen kangean sama keluarga papah, paling samape sini sekitr jam 10 malem"
"Di....senin depan udah mulai ospek yaa? "
" Iya mas..berarti hari sabtu atau minggu depan aku berangkat ke Bandung..."
"Mas ikut nganter Ke Bandung yaa..nanti mas ijin sama mamah papah"
"Iya mass..."
Farhan menggeser posisi duduknya, semakin mendekat kepada Diana
"Di..simpen dulu ponselnya, mas mau ngomong" Diana pun menyimpan ponselnya dimeja.
" Di....liat mata mas...kamu janji yaa baik baik selama kuliah dan kost disana, hidup sendiri tuh berat, kamu harus bisa menjaga diri, mengatur diri....jangan lantas merasa menjadi bebas.." petuah Farhan kepada Diana
"Jaga hati dan kesetiaan buat mas...ga usah banyak main yang ga jelas yaa...mas ga mau disana kamu nanti terlalu dekat dengan teman laki laki..kalau ada apa apa telepon mas, mas pasti bantu...kalau bisa mas pasti dateng ke Bandung"
"Mas tuh.yang harus jaga hati...secara cewek cewek kan banyak yang datang dengan suka rela, yang kirim makanan.lah, yang pura pura salah kirim pesan lah.." Diana balik menasehati Farhan
"Dii...mas lagi ngomong serius"
"Aku juga serius mas...Heran aja dari maana coba cewe cewe itu punya nomor mas, sampe pura pura salah kirim pesan, awas aja sekali kali aku sidak ponsel nya mas Farhan"
__ADS_1
"Mas kan polisi Di..masyarakat tuh banyak yang memerlukan nomor ponsel anggota polisi, untuk memudahkan kalau mau laporan, kalau ada hal hal yang perlu ditanyakan"
"iyaa...iyaa aku ngerti mas"
"Mulai packing keperluan dari sekarang Di...kalau ada yang perlu di beli ngomong sama mas ya, mudah mudahan sedikit sedikit mas bisa bantu"
"Iya makasih ya mas..."
"Sama sama Di...."
Farhan masih menggenggam jemari Diana, sambil tidak lepas menatap mata Indah Diana.
"Mas. Udah deh ga usah menatap segitu nya..salah tingkah nihh.."
Farhan semakin mendekatkan wajah nya, kemudian mengecup kening, turun ke pipi dan mengecup lembut bibir Diana.
"Bau acemm..." goda Farhan
"Iihh suruh siapa peluk peluk cium cium segala.."
Diaana merajuk, bibirnya cemberut membuat Farhan semakin gemas melihat tingkahnya.
"Bau acem yang bakal bikin mas kangen ini mah..."
"Mas..ga berasa yaaa udah Enam bulan kita deket" bisik Diana.
"Ralat..pacaran, bukan deket" kata Farhan
Ting...Ting...ada notifikasi pesan masuk di ponsel Diana
"Siapa Di..." tanya Farhan
"Baca aja..mana tahu pesan penting" titah Farhan
Deg..Deg...Diana panik bingung..sepertinya ini pesan dari Iwan, belum sempet diblokir waktu itu.
"Pesan dari siapa Di..? " tanya Farhan sambil memindahkan channel televisi menggunakan remote.
Diana Diam..bingung harus jawab apa, jujur salah apalagi bohong..bisa perang dunia ke 3, mas posesif bakalan ngamuk ngamuk ga jelas.
" Boleh mas liat...?"
Diana menyerahkan ponsel nya kepada Farhan ragu-ragu.
"Hai Diana...selamat yaa kamu berhasil masuk perguruan tinggi impianmu...kerennn ihhh...proud of you Di...kirain mau ambil kuliah di Semarang juga...hehe...next time aku liburan ke Bandung ahh....temenin jalan jalan yaa kalau aku ke Bandung" Panjang kali lebar isi pesan dari Iwan
Diana tertunduk,dia tidak tahu apa isi pesan dari Iwan
"Kenapa bisa lupa blokir nomor nya Iwan yaa.."bathin Diana
Sementara wajah Farhan memerah, rahangnya mengeras menahan amarah.
"Dianaa Prameswari...Tolong jelaskan ini" Suara Farhan tertahan.
"Maaf mas..." kataku lirih
"Maaf untuk apa?"..tanya Farhan dengan suara pelan tapi penuh tekanan.
"Maaf..aku lupa blokir nomor nya Iwan...tapi aku ga save nomor Dia mas" Diana membela dirii
__ADS_1
"iyaaa..ga di save tapii hafal diluar kepala ya Di...terus settiap selesai bertukar pesan di hapus..gitu yaa Di?"
"Aku tidak pernah bertukar pesan dengan Dia mas...baru kali ini Dian kirim pesan lagi"
Ting..ting..ting..notifikasi pesan masuk lagi
" Kapan mulai ke Bandung Di..?...maaf yaa aku telat kasih ucapan selamatnya" lanjutan pesan dari Iwan membuat Farhan tidak bisa mengendalikan diri.
Farhan membanting ponsel Diana ke Sofa...ya untungnya hanya ke sofa. Ponsel Diaana masih selamat.
Diana terkejut melihat Farhan semarah itu, tanpa di sadari bulir bening jatuh dipipinya. Diana ketakutan hanya Diam terduduk di Sofa. Sementara Farhan bulak balik jalan kesana kesini diruangan tamu asramanya sambil meremas kasar rambut pendeknya.
Farhan merengkuh bahu Diana, membawa Diana berdiri dan memeluknya erat
"Diana....maafkan aku semarah ini padamu, aku cemburu, aku kecewa...aku sulit mengendalikan diri kalau lagi emosi seperti ini"
Diana menangis di pelukan Farhan.
"maafkan mas ya..." Farhan menghapus air mata DianA
"Mas tahu semua dluar kuasa,mu, kamu tidak bisa melarang orang mencintaimu, menyukaimu...mas aja yang terlalu berlebihan..berjanjilah Di untuk tidak bohongi mas...berjanjilah untuk tidak mengkhianati mas...jangan pernah ada iwan iwan lainnya lagi yaa Di.."
"Iya mas...' jawab Diana
"Ahhh...kenapa jatuh cinta ini membuat aku merasa gila, kenapa kamu bisa merubah segalanya" Farhan membathin dalam hati nya
"Mas. Aku pulang yaa udah sore...belum sholat ashar juga"
"Sholat disini aja..ada mukena Fera tertinggal disini"
"Ya udah aku ijin ikut Sholat bentar ya mas"
Sementara Diana Sholat, Farhan merenung duduk du sofa ruang tamu. Farhan menyesal terlalu Kasar kepada Diana...
"Gimana kalau Diana ga suka dengan sikapku, terus Dia pergi meninggalku?'. Guman Farhan dalam hatinya.
"Mas..kok melamun" tiba tiba Diana sudah berdiri di depan Farhan
"Eeh Di..udah selesai Sholatnya?"
"Sudah mas..aku mau pulang yaa udah sore nih" pinta Diana.
"Duduk bentar sini...."
Diana menurut duduk di samping Farhan.
"Sekali lagi mas minta maaf..tolong blokir nomor itu...ga usah di bales yaa pesannya" pinta Farhan
" Iya mas....tapi tolong jangan seperti ini...percayalah padaku mas..karena sebuah hubungan dasarnya adalah saling percaya saling menghargai"
"Iyaa...mas akan selalu berusaha menjadi lebih baik..."
Farhan mencium kening Diana sesaat.
"Hayuu mas anter pulang...pake motor aja yaa biar cepet"
"Ok mas....Mr.Posesifku...hehe"
Farhan hanya bisa tersenyum mendapat julukan itu dari Diana.
__ADS_1
*******bersambung