POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 42 Menjemput Diana


__ADS_3

Pukul 02.30 WIB Farhan baru tiba di asrama sesudah melaksanakan patroli bersama atasannya, kegiatan rutin yang dilaksanakan hampir setiap malam minggu bergantian dengan rekan-rekannya yang lain.


Sebelum tidur Farhan mengecek dulu ponselnya, ada pesan masuk dari Diana pukul 23.30 WIB.


Farhan kaget membuka satu persatu foto yang dikirim oleh Diana.


"Aarrgghhh....sialan, siapa yang mengirimkan foto-foto ini kepada Diana?!!."


Farhan bangun dari sofa, rahangnya mengeras tangannya mengepal kuat menahan emosi.


Berkali-kali mencoba menelepon Diana, tetapi ponsel Diana tidak aktif.


Akhirnya mengirimkan foto-foto itu kepada Andre.


"Tolong gue....ulah siapa ini?...foto-foto ini dikirim kepada Diana oleh orang yang tidak bertanggung jawab!!."


"Tenang bro...jangan panik, kita cari tahu lewat cctv tempat billiard itu, biar Diana tahu kejadian yang sebenarnya, sekalian kita bisa liat siapa orang yang mengambil foto kamu!!..nanti malam aku merapat ke tempat billiard, kebetulan aku kenal dekat dengan


Managernya."


"Thanks ya bro....!!"


"Sama-sama...udah sekarang istirahat dulu sebentar, lo mau jemput Dianakan ?."


"Iya..tapi pasti Diana semakin marah dan gak mau nemuin gue !!"


"Jemput saja...jelaskan semuanya...bilang saja gue lagi cari bukti lewat cctv."


Pukul 08.00 WIB mobil Farhan sudah berhenti di depan rumah tante Rina.


"Assalamaualaikum....."


"Waalaikumsalam...."


Tante Rina bergegas membuka pintu.


"Eeh nak Farhan..silahkan masuk."


"Terima kasih tan....Diananya ada tan?"


"Ada dikamar, tadi sesudah sarapan masuk lagi ke kamar, mau belajar katanya persiapan sidang..sebentar tante panggil dulu yaa..."


Diana keluar kamar dengan wajah cemberut.


"Mau apa kesini mas...?"


"Dii...jangan seperti ini, mas bisa jelaskan semuanya, foto-foto itu tidak seperti yang kamu liat sebenarnya, Andre sedang cari bukti lewat cctv, malam itu mas bersama Andre di sana."

__ADS_1


"Terserah mas...aku capek, aku mau fokus sidang skripsi...kita putus saja...silahkan mas pulang!!."


Diana berdiri hendak masuk lagi ke kamar, Farhan menarik tangan Diana dengan cepat.


"Diana...please duduk dulu, malu sama tante Rina kalau kita berantem disini...tolong duduk sebentar, kita bicara baik-baik!!."


Diana hanya bisa menurut, karena sejujurnya malu juga sama tante Rina.


"Masalah pertama saja belum selesai sudah bikin masalah baru." Lirih Diana yang masih bisa di dengar oleh Farhan.


"Dii..maafkan mas..malam itu mas kacau, kamu gak bisa dihubungi, mas akhirnya pergi menemui Andre yang sedang berada di tempat billiard"


Farhan menceritakan kronologis kejadian di tempat billiard sampei akhirnya ada foto-foto itu. Tidak lupa juga menceritakan pertemuan nya dengan Tami.


"wow..seru ya ketemu mantan walaupun cuma sebentar, tumben dia gak unggah pertemuan dengan mas di medsos" sindir Diana sinis.


"Diana..mas kan sudah jelaskan maksud mas menemui Tami !!."


"Sudah mas..aku benar-benar capek...jangan hubungi dulu aku 2 minggu ke depan, aku mau fokus gak mau di ribetin sama masalah apapun, nanti kita bicara lagi setelah aku selesai sidang...sudah jelaskan?, silahkan mas pulang !!."


"Diana..please pulang sama mas sekarang, kita langsung cek cctv itu bareng Andre, biar kamu percaya!!."


"Gak mau mas..silahkan saja mas pulang sendiri!!."


"Diana..jangan membuat keputusan pada saat kita emosi, itu yang sering kamu katakan, mas banyak belajar dari kamu untuk lebih sabar, lebih bijaksana...kenapa sekarang malah kamu yang tidak bisa mengendalikan emosi?!."


"Terserah...aku capek !!." Jawab Diana.


"Gak begitu mas...!!."


"Lalu bagaimana...?!".


"Dari kamu mas belajar sabar, belajar bijaksana...setelah semua usaha mas akhirnya harus seperti ini hanya karena kesalahan yang tidak mas lakukan?!."


Diana hanya menunduk, mendengarkan semua yang dikatakan oleh Farhan.


Tidak terasa ada bulir bening yang jatuh dipipi Diana.


"Kenapa menangis Dii.?, liat mata mas...Kamu masih mencintai mas?, kamu percaya sama mas?...kalau kamu sudah tidak mencintai dan tidak percaya sama mas, katakan sekarang, mas mau mendengar langsung dari mulut kamu...kalau kamu jujur, mas siap mundur melepas kamu buat kebahagiaan kamu...kasian kalau kamu malah tersiksa menjadi pacar mas!!."


"Gak begitu mas...aku bahagia menjadi pacar mas!!."


Diana hanya diam, tidak hentinya air mata jatuh di pipinya.


Sementara tante Rina dari tadi pergi menyusul suami dan anaknya yang sedang berolah raga di alun-alun kecamatan.


"Ok.kalau kamu belum bisa jawab pertanyaan mas sekarang, silahkan pikirkan beberapa hari kedepan...mas akan menerima apapun jawaban kamu, asal kamu bahagia....mas pamit ya Di...baik-baik disini yaa..!!."

__ADS_1


Farhan berdiri dari kursinya, melangkah untuk keluar dari rumah tante Rina.


" Mas...maafkan aku...kita pulang bareng hari ini!!".


Farhan menghentikan langkahnya,


mendekati Diana, membawa tubuh Diana kedalam pelukannya.


" Kamu percaya sama mas Dii..?, kamu masih mencintai mas?!."


"Iya...I love you mas".


"I love you too Dii..."


Terdengar suara motor tante Rina masuk ke halaman rumah, sementara suami dan anak tante Rina mengikuti dari belakang menggunakan sepeda.


Diana dan Farhan segera mengurai pelukan.


Pukul 13.00 WIB setelah selesai makan siang, Farhan dan Diana pamit pulang kepada tante Rina dan suaminya.


" Mau jalan-jalan kemana dulu Dii..?."Tanya Farhan setelah mobil Farhan bergerak keluar dari halaman tante Rina.


"Langsung pulang saja mas....!."


"Ok..mampir rumah yaa, mau minta tolong beresin..berantakan banget semua barang mas lempar!!".


"Iihh enak aja..males banget beres-beres rumah kamu!!."


"Tolong bantuin saja, mas yang beres-beres, kamu bantuin aja dikit-dikit!!."


"Lagian kenapa coba barang dilempar-lempar..capek kan jadinya !!."


"Ada yang menghilang, gak bisa di hubungi...gak tahu harus bagaimana dan harus marah sama siapa, barang-barang dirumah jadi sasaran..!!".


"Hhmmm...dasar pemarah, emosian dari dulu gak berubah!!.'


"Siapa bilang gak berubah?, buktinya cuma marah-marah sama barang di rumahkan ?, gak marah sama kamu, gak marah sama orang lain...dulu kalau ada masalah sama kamu, setiap orang yang ketemu pasti kena imbasnya, kalau sekarang sudah bisa lebih tenang..!!."


" Iyaa..ya...."


"Dii...jangan seperti ini lagi ya, semua bisa dibicarakan baik-baik..mas bisa gila kalau kamu menghilang kayak gini...!!".


"Mas tahu dari mana aku di rumah tante Rina..?."


"Ada dehh...rahasia !!"


"Pasti dari mamah yaa...?."

__ADS_1


Farhan hanya tersenyum tipis.


*******


__ADS_2