POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 45 Wisuda Diana


__ADS_3

Pukul 07.00 WIB Diana sudah berada dikampus. Hari ini jadwal sidang pukul 08.00 WIB.


"Ya Alloh...mudahkan dan lancarkan" bathin Diana, sambil merapihkan jas almamaternya.


"Semangat ya Di...tenang ...berdoa terus sebelum masuk ruang sidang." Pesan masuk dari Farhan.


"Bismillah ya Di, doa mamah dari jauh semoga lancar sidangnya..Aamiin ." Disusul pesan dari mamah


Kak Dimas dan kak Raniya juga mengirim pesan, memberi semangat kepada Diana.


Pukul 07.45 WIB Diana dipanggil masuk ke ruangan sidang.


Lebih kurang dua jam Diana berada di ruangan sidang. Pukul 10 .00 WiB Diana keluar ruangan dengan perasaan lega, satu persatu teman-temannya yang menunggu di luar ruangan sidang memberikan ucapan selamat. Diantara teman-teman nya itu ada juga yang sedang antri menunggu giliran sidang


"Alhamdulilah ya Alloh semua nya berjalan lancar, besok tinggal daftar wisuda". guman Diana.


Tidak lupa Diana memberi kabar kepada mamahnya, Farhan dan kak Dimas.


Sebelum pulang ke tempat kost, Diana mampir ke cafe dekat kampus untuk mentraktir beberapa orang teman dekatnya, sebagai bentuk syukur atas selesainya sidang skripsi.


Siang ini di tempat kost Diana hanya rebahan saja, menikmati kebahagiaan dan kelegaan setelah sidang.


"Assalamaualykum Di....". Video call dari Farhan, tepat setelah Diana selesai sholat duhur.


"Waalaykumussalam mas....".


"Selamat ya Di...akhirnya jadi sarjana juga "


"Iya mas Alhamdulillah, terima kasih ya untuk supportnya, perhatiannya, pengertiannnya...pokoknya terimakasih untuk semua nya."


"Iya sama-sama Di, sayang ya mas gak bisa ke Bandung lagi banyak banget kerjaan...Nanti mas jemput kalau mau pulang , kabari saja hari apa pulang, segera daftar dan bereskan persyaratan wisuda."


"Ok mas..."


"Ya sudah mas lanjut kerja ya, jangan kelayapan kemana-mana, istirahat saja !!."


******


Satu bulan pasca Sidang skripsi, hari yang sangat di tunggu-tunggu tiba.


Hari ini Diana di wisuda, mamah, kak Dimas, kak Raniya dan Farhan menemani acara wisuda Diana.


Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Semua merasa lega dan bahagia karena akhirnya Diana sudah menyelesaikan kuliahnya.


Tepat pukul 13.00 WIB acara wisuda selesai, sebelum kembali ke kota kelahirannya mereka memutuskan untuk makan siang dulu di daerah Lembang.


"Selamat ya Diana sayang..mamah bangga sama kamu, bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, kalau papah masih ada pasti papah juga bangga sama kamu."


"Iya mah, makasih untuk support mamah selama ini, sudah berjuang membiayai kuliah Diana!."

__ADS_1


"Lamaran nih bentar lagi..!" celetuk Dimas.


Farhan tersenyum tipis mendengar Dimas menggoda adiknya.


"Apaan sih kak Dimas.."


"Iya lah..mau apa lagi, kalian pacaran sudah lama banget...nanti keburu bosan !!."


"Dimas..kalau ngomong jangan suka asal gitu !!." Tegur mamah.


Farhan merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan niatnya, mumpung makanan belum datang pikir Farhan.


"Mah..Dimas..mohon maaf ada yang mau Farhan omongin...!"


"Iya silahkan Bro...sengaja aku dah buka obrolan tuh!"


"Kak Dimas..bisa diem gak sih", rajuk Diana.


"Mah..ada benarnya juga apa yang dikatakan Dimas. Farhan dan Diana sudah lama menjalin hubungan, selama ini Farhan menunggu Diana selesai kuliah, sekarang setelah Diana selesai kuliah Farhan bermaksud membawa orang tua Farhan untuk melamar Diana, mudah-mudah mamah, Dimas bisa menerima niat baik Farhan."


"Nak Farhan..mamah sih terserah Diana, kalau kalian sudah yakin silahkan saja, tapi ini adalah keputusan penting dalam kehidupan kalian, semua nya harus dipikirkan secara matang...mamah setuju kalau keluarga nak Farhan mau datang melamar Diana, tapi mamah minta untuk pernikahan jangan dilaksanakan dalam waktu dekat, paling tidak setelah Diana bekerja baru kalian menikah !."


Deggghhh...Farhan merasa ada yang mengganjal dihatinya atas jawaban mamahnya Diana.


Farhan ingin secepatnya menikahi Diana, menurut Farhan setelah menikahpun Diana masih bisa sambil mencari pekerjaan, karena Farhan tidak berniat membatasi Diana.


"Gak bisa begitu mah, maaf mah...mereka pacaran sudah lama, Farhan sudah bekerja, sudah punya rumah dan usia Farhan sudah 30 tahun, mamah tega membiarkan mereka menunggu lama lagi untuk menikah?."


Sejenak mamah seperti sedang berpikir atas apa yang diutarakan Dimas.


"Menurut Dimas sih, mana saja yang duluan datang..kalau misalnya sampai waktu yang kita sepakati untuk pernikahan mereka dan ternyata Diana belum ada kesempatan bekerja, berarti Alloh berkehendak Diana menikah dulu !!."


Mamah masih diam dengan wajah yang tidak bisa di tebak.


"Hhmmm....baiklah, apa yang dikatakan kaka kamu ada benarnya juga, mamah tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan diantara kalian karena sudah kelamaan pacaran kalau memang setelah lamaran nanti kalian akan memutuskan segera menikah mamah setuju, tapi ada syaratnya...tolong jangan batasi Diana untuk berkarir, mamah ingin sekali melihat Diana bekerja.


" Baik mah, terima kasih atas restunya. Farhan janji tidak akan melarang kalau Diana ingin bekerja, secepatnya keluarga Farhan akan menemui mamah !!."


"Alhamdulillah...gitu dong jadi clear semua nya. Dii kamu sudah siap menikah?." Goda Dimas.


"Kak Dimas..iihhh nyebelin deh !!."


Mamah dan Raniya hanya tersenyum meihat interaksi kakak dan adik itu.


Sementara Farhan masih terihat wajah tegangnya. Merasa tidak percaya akan sampai dititik ini.


"Sudah..sudah..kita makan dulu sekarang, keburu dingin nih makanan sudah datang dari tadi !!."


Mereka menikmati makan siang dengan lahap, sambil sesekali diselingi senda gurau antara Dimas dan Diana.

__ADS_1


Setelah semua selesai makan, Farhan berdiri hendak membayar ke kasir.


"Eitt..tunggu bro, karena ini perayaan wisuda adikku tercinta, biarkan kakanda yang membayar semuanya!!."


"Gak apa-apa Dim, biar aku saja yang bayar !!."


"Eitt...mau melawan kakak ipar ya?."


Semua tertawa melihat ulah Dimas.


"Baiklah kakak ipar..", jawab Farhan menggoda Dimas sambil kembali duduk.


Dalam perjalanan pulang, banyak yang mereka bicarakan di dalam mobil. Rencana Diana yang akan memulai membuat lamaran-lamaran kerja, rencana Dimas yang ingin secepatnya pindah kerja ke kota kelahirannya.


"Di...mungkin besok sore mamah mau ikut Dimas ke Jakarta, kebetulan mamah lagi libur semesteran."


"Ada apa mah..kok Diana di rumah mamah pergi sih ?." Rajuk Diana.


"Hei...kamu gak liat perut kak Raniya sudah besar begini ?, Lima hari lagi jadwal oprasi caesar, kak Raniya disarankan melahirkan secara caesar oleh dokter kandungannya karena ada sedikit masalah kehamilannya tidak bisa melahirkan normal, jadi mamah mau menemani Kak Raniya melahirkan!!."


"Waw..really kak?, bentar lagi aku jadi tante, aku pikir masih sekitar satu bulanan lagi lahirannya!."


"kalau lahiran normal sih masih sekitar 3 minggu lagi, karena dioperasi dokter menjadwalkan 5 hari lagi lahiran."


"Kamu mau ikut ke Jakarta?." Tanya mamah.


"Gak ah mah..Diana masih capek, nanti Diana nyusul kalau ponakanku sudah lahir."


"Alah paling mau pacaran.." celetuk Dimas yang duduk disamping Farhan yang sedang mengemudi.


"Kak ihh...nyebelin deh !!."


Farhan tersenyum tipis melihat tingkah Dimas yang selalu menggoda adiknya.


Pukul 18.30 WIB mereka tiba di rumah Diana.


Setelah selesai sholat maghrib Farhan dan Dimas ngobrol di teras rumah, Mamah dan Diana ke dapur menyiapkan makan malam. Sementara Raniya disuruh mamah istirahat dikamar karena khawatir merasa capek setelah perjalanan jauh.


Kebetulan dari kemarin mang Ujang dan anak istrinya sedang ijin menginap di rumah mereka, besok sore baru kembali ke rumah Diana.


"Bro, barangkali ada informasi lowongan kerja disini buatku kabari ya..udah gak betah tinggal di Jakarta !!."


"Siap bro..sekalian juga lagi cari informasi untuk Diana!."


"Mas..kak Dimas makan malam dulu, sudah siap nih !," teriak Diana dari dalam.


Mamah dan kak Raniya sudah menunggu di meja makan.


*******

__ADS_1


"


__ADS_2