POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 24 Maafkan Aku...


__ADS_3

Merasa khawatir tepat pukul 22.00, Diana mengirim pesan kepada Farhan.


"Assalamualaykum mas....sudah sampai asrama?..


Tidak ada jawaban, tapi pesan sudah dibaca.


"Gak apa apa setidaknya mas Farhan sudah membaca pesanku, berarti dia baik-baik saja" bathin Diana.


Hari-hari berikutnya, Diana kuliah seperti biasa, latihan basket seminggu dua kali bertemu dengan Aldo seperti biasa...namun kali ini Diana agak menjaga jarak dengan Aldo.


*****


Satu bulan sudah tidak ada komunikasi antara Farhan dan Diana.


Hari ini Farhan lepas piket, . biasanya kalau libur seperti ini Farhan akan pergi ke Bandung nengok Diana.


"Dianaa...1,5 tahun kebersamaaan kita..rasanya gak mudah melupakan kamu...tapi kenapa kamu harus bohong.?.., kenapa kamu seolah menerima begitu saja keputusan mas ?..harusnya kamu telepon mas, hubungi mas, merajuk meminta mas kembali.." Farhan berbicara dalam hati didalam kamarnya.


Dua minggu yang lalu Diana pulang ke kota ini, Farhan tahu karena masih memantau Diana dari kejauhan. Farhan pikir Diana akan menemuinya ke asrama...ternyata tidak.


"Apa mungkin Diana jadian dengan Aldo sehingga dengan cepat melupakan aku..?...bodohhh....bodohhh banget kenapa aku mutusin Diana, kenapa selalu saja tidak mampu mengontrol diri pada saaat emosi..!!"


Satu bulan ini Farhan kacau, kembali Farhan membalas pesan- pesan yang dikirim oleh beberapa perempuan yang mencari-cari perhatiannya, yaa sebatas chating ngobrol gak jelas dengan dalih untuk melupakan Diana.....ternyata itu semakin menyiksa perasaannya.


"Aku harus ke Bandung sekarang... harus minta maaf, dan meminta Diana untuk kembali padaku...."


Farham bergegas mandi dan bersiap pergi ke Bandung.


"Aku harus sampai di Bandung sebelum Diana selesai kuliah supaya bisa langsung menjemput Diana di kampusnya" bathin Farhan.


Farhan sang polisi muda , yang cool, ganteng, berwajah datar biasanya dikejar-kejar wanita...tapi sekarang harus rela mengejar cinta seorang Diana Prameswari......


*****


Mata kuliah jam kedua kosong, dosennya berhalangan hadir.


"Masih jam 10 pagi....jalan-jalan ke mall ahh...sekalian beli skincare"


Sementara Farhan baru sampe kampus Diana pukul 11.00 .


2 jam menunggu diparkiran fakultas Psikilogi, Diana tak kunjung terlihat...sementara untuk meneleponnya masih merasa gengsi.


"Apa mungkin Diana tidak ada kuliah hari ini" tanya Farhan dalam hati.


Farhan membuka aplikasi Whatsapp, scroll status WA...siapa tahu ada status yang diunggah Diana hari ini.

__ADS_1


12.30 WIB...Diana mengupload foto makan siang dengan caption restaurant Jepang sebuah mall.


Farhan langsung melarikan kendaraannya ke mall tersebut.


"Mudah-mudahan Diana masih disana..." guman Farhan


15 menit kemudian Farhan sudah berada di restaurant itu, mencari sosok Diana di semua sudut ruangan...


"Gak adaa...dimana kamu Dii.?...dengan siapa kamu makan disini...? " berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Farhan


Farhan lupa belum mengecek lantai dua restaurant ini. Dengan cepat Farhan menuju lantai 2.


Farhan menyebut nama Diana dalam hatinya setelah melihat wanita itu duduk dipojok dekat jendela. Ada bahagia yang terpancar dari rona wajah Farhan...karena ternyata Diana duduk sendiri di sana.


" Apa kabar Diii...?" sapa Farhan setelah berada tepat didepan meja Diana


"Mass.....?" Diana terkejut


"Iya Dii...ini aku...boleh duduk disini?" Farhan menujuk kursi kosong didepan Diana.


"Silahkan...apa kabar mas?...kok kayak kurusan sih mas?"


"kabar mas tidak baik-baik saja Diii....mas kacau selama satu bulan ini....mas gak bisa kehilangan kamu....mas emosi waktu itu sehingga mengambil keputusan yang salah....maafin mas yaa...."


Farhan menatap mata Diana lembut, sambil menggenggam jemari Diana.


"Enggak Dii...sampai detik ini kamu masih pacar mas....mas gak pernah benar-benar melepas kamu...mas hanya emosi waktu itu....Dii kamu harus tahu satu bulan ini mas kacau..mas gila memikirkan kamu...mas gengsi mau menghubungi kamu...jangan bilang kamu sudah pacaran sama si Aldo itu yaaaa.....!!"


"Kalau iya gimana?


"Really Dii....Secepat itu ? " tanya Farhan sambil melepas jemari Diana.


"Kamu sekarang disini bersama Dia....?"


"sendiri mas....aku sudah selesai makan, aku pulang ya mas, cape mau istirahat"


Diaana berjalan cepat keluar dari restaurant itu. Farhan mengikuti dari belakang dan berhasil menarik tangan Diana, membawa nya masuk ke dalam mobil.


Farhan membawa mobilnya ke arah Lembang. Hujan deras disepanjang perjalanan, Farhan menepikan mobilnya di dekat hamparan kebun teh karena jarak pandang yang terhalang kabut dan air hujan.


"Diana...jawab mas...kamu pacaran dengan Aldo?...baru sebulan loh kita gak komunikasi....secepat itu Dii?"


"Harus dijawab ya mas...?" tanya Diana


Sebenarnya Diana hanya sedang menguji Farhan, sejauh mana Farhan akan memperjuangkan dirinya. Selama ini Diana menahan diri untuk tidak menelepon Farhan, tidak mengirim pesan...walaupun kenyataannya berat. Akhirnya Farhan datang, Diana senang tapi harus sedikit berpura-pura dulu untuk melihat keseriusan Farhan.

__ADS_1


"Harus Dii...mas ingin mendengar langsung dari mulut kamu....sebegitu tidak berartinya mas buat kamu yaa Dii cepet banget kamu melupakan mas"


Diana diam membisu. Beranjak dari duduknya melangkah pindah ke kursi belakang.


" Dianaa...kenapa sih kamu...diajak ngobrol malah pindah ke belakang?!" bentak Farhan


"Cape mass...mau tidur dibelakang sambil nunggu hujan reda....lagian ngapain sih berhenti...,jalan aja pelan pelan balik arah pulang ke tempat kost"


Kemarahan Farhan memuncak, dia keluar dari pintu supir membanting keras pintunya berteriak diluar di bawah guyuran air hujan. Diana terkejut gak menyangka Farhan akan semarah itu.


Diana menurunkan kaca nya sedikit, meminta Farhan masuk....membujuknya,sampai akhirnya Farhan menurut.


Masuk dengan baju basah kuyup, Diana menyiapkan handuk dan baju ganti buat Farhan, Diana tahu percis selalu ada baju ganti,handuk dan peralatan mandi dibagasi mobil Farhan.


"Ganti kemeja sma kaos dalam aja dulu mas..nanti masuk angin...ganti celananya nnti aja di toilet pom bensin.


"Mas...." panggil Diana lirih setelah Farhan berganti baju


"Kenapa Dii....?"


Diana membawa jemari Farhan, meremas nya lembut


"Jangan marah-marah terus....harus bisa mengendalikan diri, jangan suka mengambil keputusan pada saat emosi.


"Gak ada Aldo atau siapapun dalam hatiku....kamu pikir aku gak kacau selama satu bulan ini??....samaaa mass....tapi aku gak mau jadi wanita yang mengemis-ngemis cinta, memohon-mohon sama kamu."


" Itulah yang membuat kamu berbeda dari yang lainnya...Kamu gak suka mengejar...membuat mas harus berusaha keras mengerjar kamu...tapi mas suka tantangan ini...emang perempuan tuh harus seperti kamu..."


Farhan memeluk tubuh Diana...mengecup bibir Diana dan akhirnya ********** dengan penuh tuntutan, berpindah ke leher kemudian mengecup lembut telinga Diana.


"Maafkan mas ya Dii...mas akan selalu berusaha menjadi lebih baik" bisik Farhan di telinga Diana.


"hhhhmmmm.....ahhh mas...iyaaaa mass..udah mas...cukupp"


Diana melepas pelukan Farhan merapikan rambut dan kemejamya yang berantakan.


"Ok...kita pulang yaa Dii.....makasih ya Dii....mau pindah ke depan gak?"


" Di belakang aja ahh....mau tidur capee..."


"Cape abis ngapain..?" goda Farhan


"Mas iihh....udah sana, cepetan udah reda hujannya.


*****

__ADS_1


"


"


__ADS_2