
Pukul 16.00 WIB Diana tiba dikota tercintanya. Diana memesan ojek online menuju bioskop di kota ini.
Mamah sedang karya wisata dengan rombongan guru-guru, baru akan tiba di rumah hari sabtu subuh. Sedangkan Kak Dimas biasanya tiba di rumah sekitar jam 22.00, karena hari jumat kak Dimas kerja dulu baru pulang
"Nonton dulu ahh...mudah-mudahan ada film yang tayang pukul 16.30 WIB, film apa aja gak apa-apa, daripada suntuk di rumah sepi " guman Diana.
Sesampainya di Bioskop ternyata film yang tayang pukul 16.30 adalah film horor.
"Gak apa-apa..seru nonton film horor" guman hati Diana.
Farhan berada di mall yang sama dengan Diana. Farhan mengantar Andre membeli barang untuk kado ulang tahun pacarnya, karena males mengikuti Andre keliling mall, Farhan memutuskan menunggu Andre sambil minum kopi di coffee shop yang terletak di lobi bioskop.
"Diana....yaa itu Diana..."
Farhan melihat Diana sedang antri di loket pembelian tiket nonton bioskop.
Farhan berdiri memakai topinya. Ada rasa bahagia yang membuncah di hatinya, tidak menyangka tiba- tiba Diana ada di depan matanya.
Farhan mengikuti Diana antri, tapi masih terhalang oleh dua orang didepannya.
Setelah mendapatkan tiket Diana langsung masuk ke area tunggu depan pintu studio bioskop yang letaknya agak ke dalam, sekitar 10 menit lagi pintu bioskop yang dimaksud baru akan dibuka.
Dua orang didepan Farhan berlalu, Farhan maju mendekati loket.
"Sore mbak...barusan ada perempuann yang memakai kemeja kuning beli tiket di kursi nomor berapa yaa? tanya Farhan.
" Maaf kak..yang mana yaa"
"Sebelum orang yang berdua itu"
Farhan menunjuk dua orang yang tadi ada di depannya , kebetulan
mereka masih berada disekitar lobi.
Owh mbak yang itu...duduk Di A5 kak..paling atas bagian tengah"
"Saya minta A4 atau A6.."
"Baik Ka..kebetulan masih kosong
"Terima kasih yaa mbak..."
"Sama- sama kaka"
Farhan bsrgeser kesebelah, membeli 2 cup minuman dingin dan Satu paket popcorn karamel ukuran besar.
Farhan akan masuk bioskop pada saat film sudah diputar, supaya ruangan bioskop sudah gelap dan Diana sudah fokus ke layar lebar.
ddrtt..ddrttt..Ponsel Farhan berbunyi
" Hallo Dre..."
"Fai..lo dimana sih?"
"Sorry Dre...lo balik aja duluan bawa motornya..gue ada urusan mendadak ..urgent!!"
Tut..tut..tut..Farhan menutup telepon secara sepihak
Farhan masuk ke studio 2, dipandu oleh penjaga bioskop karena di dalam sudah gelap
" Untung aku pake jaket dan topi" guman Farhan setelah duduk di kursi A4 samping Diana.
"Iih apan sih nih orang sebegitu banyak kursi kosong malah milih duduk disini...bikin gak nyaman aja" Diaana mengomel dalam hati.
"Mas kangen Dii..."hati Farhan berdesir tidak karuan duduk disamping Diana." Aroma Parfum yang biasa dipakai Diana menguar tercium oleh Farhan.
Beberapa menit berlalu, Diana belum menyadari siapa laki-laki yang duduk disampingnya.
" Wangi parfum ini sangat familiar" "bathin Diana.
Farhan sudah tidak kuat ingin menyapa Diana.
Akhirnya Farhan menarik jemari Diana....
" Eeh.. Apaan sihh...gak sopan banget" Diana menarik tangannya sambil ngomel-ngomel pelan.
Farhan mmebuka topi nya kembali menarik jemari Diana.
"Apa kabar Diii...? " tanya Farhan dengan suara bergetar.
"Mas Farhan...? " pekik Diana tertahan.
" Iyaa Dii..ini aku"
Farhan meremas jemari Diana lembut.
Diana membiarkannya, sejujurnya ada rindu dihati Diana yang tertahan sekian lama.
" Diii...kamu baik-baik saja kan?...mas kangen Dii....mas gila..kacau selama satu bulan ini"
Farhan mencium jemari Diana berulang-ulang.
" Kamu kangen mas gak Dii..?"
"Kangen banget mas...!!" suara Diana parau, kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Diana.
Diana tidak bisa membohongi perasaannya.
__ADS_1
"Kenapa gak hubungi mas...?"
"Mas kenapa gak hubungi aku..?...by the way kenapa mas ada disini?" Diana balik bertanya.
Farhan menceritakan kepada Diana bagaiman dia sampai berada disini sekarang.
Diana menarik tangannya dari genggaman tangan Farhan.
" Kemana pacarnya mas?"
"Ini pacar mas.." jawab Farhan kembali menarik jemari Diana.
" Mas lepas ihh..."
"Enggak....keluar yuu Dii...percuma nonton juga udah gak fokus" ajak Farhan
Denga sedikit memaksa, akhirnya Diaana mau keluar sebelum film selesai.
"Tolong bawain minuman dan popcorn nya Di...."
Setelah berada di lobi bioskop Farhan mengeluarkan ponsel nya memesan taksi online.
"Motor mas tadi dibawa Andre...kita ke asrama ya pake taksi online"
"Gak ada yang cemburu nihh? " tanya Diana.
"Siapa yang cemburu Dii...?"
"Ya pacar mas Farhan lah..."
"Pacar mas disini...Diana Prameswari namanya"
" Mas iihh...aku serius"
"Mas duarius..yuuu taksi nya udah di parkiran depan "
Tiba diasrama adzan maghrib berkumandang.
"Sholat duluan Dii..." mas mau mandi dulu.
Wangi parfum maskulin menguar dari tubuh Farhan.
Farhan dan Diana duduk berhadapan diatas karpet ditemani dua cup minuman dingin dan popcorn karamel yang dibeli Farhan dibioskop.
"Dii....apa kabar Adrianmu? " tanya Farhan dengan suara bergetar menahan rasa cemburu.
"kabar baik mas...."
"Enak yaa tiap hari ada yang nemenin di Bandung, ada yang antar jemput kemana-mana......kamu bahagia bersamanya Dii...semoga Dia gak posesif, gak pencemburu dan gak pemarah seperti mas yaa !!"
"Seandainya kamu tahu mas...aku kangen dicemburuin, aku kangen posesif nya kamu..." bathin Diana.
"Enggak..." jawab Diana singkat.
"Apa kabarnya pacar mas...?" tanya Diana
"Alhamdulillah baik....semakin cantik..tapi agak kurusan dikit sih sekarang"
"Owh....gimana kalau tiba-tiba dia datang kesini mas?...bisa-bisa marah liat aku disini" lirih Diana.
"Dia ada disini kok..." jawab Farhan.
"Serius mas..dimana?...aku pulang aja mas...!!".
Diana berdiri...Farhan menarik tangan Diana, membawa nya duduk kembali.
" Mau kemana?"
" pulang..." jawab Diana ketus
"Nanti mas anter pulang....disini dulu sebentar saja...mas kangen...mumpung gak ada Adrian"
"Mas iih...gak enak sama pacar mas, dimana dia sekarang..katanya ada disini...di asrama juga yaa tinggal nya?"
"Iya ada disini di depan mas sekarang...."
"Mas..jangan becanda dehh..."
Farhan meraih jemari Diana...meremas nya lembut. Diana berusaha menarik tangannya, tapi Farhan menggenggamnya dengab kuat.
" Mas gak becanda ....satu bulan yang lalu, kita hanya berkomitmen untuk saling instropeksi diri saja kan Dii...bukan putus....jadi kamu masih pacar mas!!"
"Mas..."
Diana menatap bola mata Farhan, ada rindu disana,..rindu yang juga Diana rasakan. Ada cinta disana...cinta yang juga tidak pernah pudar dari hati Diana.
"Diana...kamu bahagia bersama Adrian.?" Tanya Farhan lagi
"Mas..aku dan Adrian tidak mempunyai komitmen apa-apa..kita hanya dekat selayaknya teman saja.." jawab Diana sambil merubah posisi duduknya.
"Really Dii...?, tapi kok kalian sering makan malam berdua, jalan berdua...apa artinya Dii?"
Diana bingung, kenapa Farhan bisa tahu semua itu.
"mas tahu darimana...jangan menerka-nerka deh..."
" Gak penting mas tahu dari mana...."
__ADS_1
"Tadinya...aku mau mencoba membuka hati untuk Adrian, semakin mengenalnya, semakin merasa banyak ketidak cocokan antara kami berdua....aku sedang mulai menjaga jarak...mumpung belum ada komitmen diantara kami"
"Really Dii...?...mas seneng dengernya....gak cocok gimana sih?
"Sudah lah mas ..pokoknya banyak sekali ketidak cocokan..."
"Sekarang masih saling komunikasi? " tanya Farhan lagi.
"Tidak sesering dulu....hari ini aja dia meminta ditemanin membeli kado, tapi aku memilih pulang...."
"Kenapa...?
"Kangen mamah, kangen kota ini..." jawab Diana.
" Just it ..? " tanya Farhan
"Yess..."
" Gak kangen mas Dii..? "
"Gak boleh kangen sama pacar orang" jawab Diana ketus.
Farhan menarik tubuh Diana, memeluknya dengan erat, Diana tidak kuasa menolak pelukannya
"Kamu percaya mas punya pacar?"
"Percaya banget...siapa sih yang tidak tertarik dengan pesona Farhan Prasetyo, polisi muda ganteng lagi"
Farhan melepas pelukannya, duduk tepat berhadapan dengan Diana, wajah mereka seolah tidak berjarak.
"Dengarkan mas...gak ada wanita lain dihati mas...sebulan ini mas kacau, seperti orang gila Dii...apalagi mas lihat kamu bersama Adrian makan malam, jalan kemana-mana, kamu diantar jemput dia kemana-mana....mas cemburu Dii...mas hampir gila kayaknya.."
"Wanita yang menemani makan malam mas itu siapa?"
"Karin namanya...mas meminta dia datang ke cafe itu mengajaknya makan malam, dan secara diam-diam mas ambil fotonya, hanya untuk dijadikan status Whatsapp...biar kamu lihat dan kamu cemburu....segila itu mas Dii...!!"
"Kalian datang bersama ke cafe itu"
"No Diana...kita datang masing-masing, dan mas pergi duluan sesudah mengambil fotonya, status itu hanya buat kamu, mas sembunyikan dari semua kontak diponsel....segila itu Dii....mas marah, cemburu melihat berkali kali Adrian mengunggah kebersamaan kalian.."
"Mas menyimpan nomor ponsel Adrian??"tanya Diana
"Ya..waktu itu diam-diam mas kirimkan nomor nya dari ponsel kamu ke ponsel mas"
"Hampir tiap hari dia mengunggah kebersaman kalian...rasanya ingin marah, ingin menghampiri kalian ke Bandung...tapi mas inget mas harus bisa menahan emosi, mas harus bisa mengendalikan diri...mas gak mau kamu semakin membenci mas....padahal hati mas sakit, kecewa, cemburu campur aduk"
"Lalu Karin itu siapa sebenarnya?"
"Biasa...fans nya mas .hehe"
"Mas ihh serius...siapa dia?"
" Mas kenal udah lama...jauh sebelum pacaran sama kamu. Udahlah itu masa lalu...toh mas juga gak pernah ngapa-ngapain sama dia...biasa aja ...dia mungkin suka sama mas, sering kirim makanan ke asrama, kasih perhatian lewat pesan, kadang suka telepon mas...tapi gak pernah mas tanggapin lagi seudah pacaran sama kamu"
"Laluu malem itu mas ajak Dia makan malam....seneng dong dia?"
" Iya kali..." jawab Farhan
"Awas ajaa..."
"Awas kenapa...kamu cemburu?"
"Enggak..."
""Itulah kamu Dii...gak pernah mengakui kalau cemburu...atau memang beneran gak pernah cemburu yaa?"
" pernah lah mas..."
"tapi mas kok gak pernah tahu yaa..?."
"gak perlu tahuu...nanti kamu besar kepala kalau tahu aku cemburu"
"Hhmmm...dasar kamu Dii.......jangan pernah pergi lagi yaa...mas gak bisa tanpa kamu...!!"
"Iyaa...tapi jangan posesif, jangan galak-galak, jangan cemburuan"
" Yaa...mas akan terus berusaha menjadi lebih baik"
Farhan mengangkat dagu Diana, mengecup lembut bibir Diana kemudian ******* nya penuh tuntutan....berpindah keleher jenjang Diana..."
"Mas..ahhh....hhhmmmm....udah mass...udahh!!"
Farhan melepaskan pagutannya
"Kamu gak melakukan ini sama diakan ?"
"Gak lah mas...just with you...the one and only one "
" Thanks yaa...I love you Diana"
"Love you too Mr posesif yang bucin nya gak ada duanya"
"Tapi suka kan....?"
"Hhmmm...suka gak ya?" goda Diana kepada Farhan
******
__ADS_1
"
"