POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 68 Namira Putri Prasetyo


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hari ini Usia kehamilan Diana tepat 36 minggu.


Diana sudah mengambil cuti melahirkan. Sejak semalam Diana sudah merasakan mulas di perutnya.


Tepat pukul 10.00 WIB, rasa mulas yang Diana rasakan semakin sering.


Akhirnya Farhan dan mamahnya memutuskan untuk segera membawa Diana ke Klinik bersalin tempat dimana istrinya kontrol selama hamil.


Diana sudah berada di ruang bersalin. Farhan menunggu diluar sementara mamahnya menemani Diana di dalam.


Farhan sudah menghubungi ibu dan bapaknya di Solo untuk meminta doanya supaya proses persalinan istrinya berjalan lancar.


Farhan masuk kembali ke ruangan bersalin. Melihat istrinya menangis menahan sakit perasaannya tak tega.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi anak kita lahir, mas dan mamah disini nemenin Di." Hibur Farhan sambil menggenggam tangan Diana.


"Sakit mas...hiks hiks hiks."


"Iya sabar, mas tahu ini pasti sakit banget. Kamu pasti bisa, kamu kuat !" Ujar Farhan sambil mencium kening istrinya.


"Maaf pak, sepertinya bu Diana sudah waktunya melahirkan, pembukaannya sudah mendekati sempurna. Yang bisa menemani d sini hanya satu orang." Ujar suster.


"Di mau di temani siapa ?" tanya mamah lembut.


"Di mau sama mamah aja." Jawab Diana sambil meringis menahan mulas yang semakin hebat.


"Ya udah mas tunggu di luar ya, semangat ya sayang, Bismilllah kamu hebat, kamu pasti bisa." Farhan mencium tangan Diana berulangkali, mengecup keningnya sambil membacakan doa dan kemudian keluar dari ruangan bersalin.


Diluar Farhan menunggu dengan gelisah, ditemani oleh mang Ujang dan istrinya.


"Tenang mas, Insya Alloh semuanya berjalan lancar." Ucap mang Ujang sambil mengusap bahu Farhan.


"Terima kasih ya mang." ucap Farhan dengan raut muka yang tegang.


Hari ini Senin, tanggal 5 Juni pukul 15.20 WIB terdengar suara tangis bayi yang berasal dari ruang bersalin di depan Farhan.


"Mang, anak saya sudah lahir?" tanya Farhan sambil berdiri dengan wajah bahagia.


" Iya mas alhamdulillah, suara tangisnya sudah terdengar."

__ADS_1


""Alhamdulillah Ya Alloh." pekik Farhan sambil sujud syukur.


Tidak lama kemudian mamah keuar dengan wajah bahagia dan perasaan lega.


Farhan menghampiri mamah mertuanya.


"Farhan boleh masuk mah ?, anak Farhan sehatkan mah?, sempurna mah ?" berondong pertanyaan dari Farhan.


"Tunggu sebentar Diana dan bayinya sedang dibersihkan, alhamdulillah dua-duanya sehat. Bayi perempuan yang cantik." Ucap mamah.


Setengah jam kemudian Farhan sudah berada di ruangan bersalin. Mengadzani puteri kecilnya, mencium dan memeluknya lembut.


"Sama mamahnya lupa ya mas?" Sindir Diana.


"Enggak dong sayang." Jawab Farhan sambil menyimpan kembali puteri kecilnya di dalam box bayi.


"Terimakasih ya Di, mas bahagia sekali. Semoga dia menjadi anak yang sholehah, berahlak baik, sehat selalu, dilimpahkan rejeki yang barokah dan kamu juga cepet pulih lagi ya...aamiin ya robbal alamiin." Doa Farhan untuk putri dan istrinya sambil mencium


Kening Diana.


"Maaf pak, ibu Diana sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap karena keadaannya sudah stabil."


"Iya sus, silahkan..terimakasih ya sus!"


Farhan memberi nama putri kecilnya Namira Putri Prasetyo dengan nama panggilan Ami.


,****


5 Tahun kemudian


Namira tumbuh menjadi anak yang sehat dan cantik, memiliki wajah perpaduan antara ayah dan mamahnya. Tumbuh dengan limpahan kasih sayang dari kedua orang tua dan kakek neneknya. Selama Diana bekerja Namira di asuh oleh bi Nur istri nya mang Ujang, kadang ditemani bermain oleh ananknya mang Ujang yang sekarang sudah duduk di bangku SMP.


Semenjak Ami berusia 1 tahun, Diana pindah kerja ke perusahaan yang lebih besar pemiliknya adalah orang Belanda. Masih di kawasan industri yang sama.


Sehari-hari Ami di asuh di rumah mamah, setiap pagi dijemput oleh Mang Ujang dan bi Nur, Sorenya dijemput oleh Diana dan Farhan sepulang dari kantor.


Waktu menunjukkan pukul 20.45 WIB. Ami sudah tidur sejak setengah jam yang lalu.


"Mas..Alhamdulillah ya, Alloh memberikan kita rejeki dan kenikmatan yang tidak pernah berhenti." Ucap Diana yang berada dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Di usia pernikahan menjelang 5 tahun, mereka sudah di karunia putri cantik yang berumur hampir 4 tahun. Farhan sudah menyelesaikan kuliahnya dan bergelar Sarjana Hukum.


"Iya Di Alhamdulillah..terimakasih ya untuk semuanya. Kalian adalah semangat buat mas, doakan mas ada rejekinya buat ngebangun rumah ini. Mas pengen semua kamar ada di lantai 2, supaya di bawah lebih luas buat main Namira dan adik-adiknya kelak."


"Aamiin..." ucap Diana.


"Jadi kapan mau kasih adik buat Namira?" goda Farhan.


"Nanti saja tunggu 1atau 2 tahun lagi."


"It's ok Di, mas gimana kamu aja..tapi olah raganya tiap hari gak apa-apa kan?" goda Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Mas ih, mesum aja!"


"Ya gak mesum, itu mah kebutuhan. Bisa pusing tujuh keliling kalau gak olah raga itu!"


"Tapi gak tiap hari juga kali mas." Guman Diana sambil mengusap lembut dada Farhan.


"Kalau mas sih maunya tiap hari." jawab Farhan santai.


"Owh ya mas, kapan mas bisa ikut daftar pendidikan sekolah perwira?"


"Kayaknya tahun depan sudah bisa, tapi mas belum bisa daftar persiapan dana nya belum cukup. Mas mau coba bicara sama bapak, kan bapak udah ngasih anak-anaknya tanah di Solo, kayaknya mau dijual aja buat persiapan sekolah lagi."


"Daftar aja tahu depan mas, mumpung masih muda. Kita bisa jual dulu mobil ditambah tabungan aku. Selama inikan uang gaji aku jarang sekali dipakai, karena semua sudah dicukupi sama mas."


"Persiapan dana kan hanya untuk transportasi dan akomodasi selama bulak balik daftar dan tes, bekal selama pendidikan kalau Insya Alloh mas lulus, bekal aku dan Ami di rumah."


"Kita juga harus punya dana untuk hal-hal tidak terduga. Insya Alloh bisa lulus murni, bantu doa dan support mas ya, semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan. Tapi untuk jual mobil mas rasa gak usah, kasian kamu dan Ami kalau mau kemana-mana. Mas coba bicara sama bapak dulu masalah tanah mas di Solo, Insya Alloh bapak akan mengerti mumpung masih ada waktu 1 tahun lagi."


"Iya mas...semangat ya!" Diana mengecup lembut bibir Farhan.


"Eitt ada yang mancing-mancing nih!"


"Udah ah mau bobok...." Diana bediri dari sofa tapi dengan cepat Farhan menarik tangan Diana sehingga Diana terduduk dipangkuannya.


"Tanggung jawab dulu,baru tidur !"


"Iya-iya, mas duluan ke kamar aku mau lihat Ami dulu dikamarnya."

__ADS_1


Malam panas dan indah dilalui pasangan suami istri ini.


*******


__ADS_2