
"Mas ke kantor dulu ya sebentar sambil nganter adek ke rumah kak Dimas. Kamu gak usah ke toko, mas ke kantor cuma sebentar mau cek anak-anak yang lagi piket. Atau mau ikut ke kantor saja Di ?"
"Ikut aja deh, di rumah juga sendiri !"
Sudah satu minggu Ami anak sulungnya kost di Bandung. Walaupun ini hari Sabtu, Ami belum bisa pulang karena sedang melaksanakan kegiatan Ospek. Sementara Maya sudah 2 bulan berada di pondok. Hari ini Radith minta ijin ikut kak Dimas mau nengok anaknya yang kuliah di Jakarta dan kost di sana.
Farhan dan Diana sudah tiba di kantor setelah sebelumnya mengantar Radith ke rumah Dimas.
"Ayo turun, tunggu di ruangan mas saja !"
"Enggak ahh, di mobil saja nunggunya."
"Ya udah sebentar ya, mas gak akan lama."
Di dalam mobil Diana membuka galeri foto di ponselnya. Banyak foto-foto kebersamaan dengan anak-anaknya pada saat week end, entah itu hanya sekedar makan ataupun jalan-jalan ke luar kota.
"Sekarang mbak Ami dan kak Maya sudah di Bandung, hanya Radith yang menemani di rumah. ltupun kalau hari biasa Radith baru pulang sekolah pukul 4 sore, waktu berjalan begitu cepat kalian sudah besar sekarang." Guman Diana dalam hati sambil terus melihat foto kebersamaan dengan anak-anaknya
Tiba-tiba Farhan membuka pintu mobil sebelah kanan, langsung duduk di balik kemudi.
"Udah selesai mas ?, gara-gara aku ikut jadi buru-buru ya ?"
"Enggak, mas tadi bilang cuma cek anak-anak yang lagi piket saja !"
Sebelum menyalakan mesin mobil mas Farhan menatapku heran.
"Heii, kenapa matamu merah?, nangis ya ?"
" Enggak mas, kelilipan aja !"
" Jangan bohong !"
"kangen Ami dan Maya mas." jawab Diana pelan.
"Mau langsung ke Bandung sekarang ?" tanya Farhan serius.
"Baru minggu kemarin jadwal menjenguk Maya. Ami juga lagi ospek, ke Bandung juga tidak bisa bertemu mereka mas."
" Kita nonton aja yuk?" ajak Farhan ingin menghibur istrinya yang sedang sedih.
Diana menganggukkan kepalanya. Akhirnya mobil melaju ke luar area parkir kantor Farhan. Mereka hendak nonton bioskop yang berada di sebuah mall di kota sebelah yang hanya menempuh waktu tempuh kurang dari 1 jam lewat jalan tol.
"Ambil hikmahnya ketika jauh dari anak-anak, kita jadi semakin sering berdua." Goda Farhan nakal.
"Ada Radith kok di rumah. Lagian kamu juga pulang malem terus!"
"Walaupun pulang malem tapikan kalau siang sering pulang dulu. Makan siang di rumah, tidur siang dulu nemenin kamu!"
"Mas ihhh !"
__ADS_1
"Benerkan ?, mas biasanya ke kantor lagi sore. Tapi kalau satu jam urusan dengan kamu selesai dan di kantor lagi sibuk mas gak bisa tidur siang dulu di rumah!" kerling mata Farhan nakal.
"Mas Farhan....!!" teriak Diana sambil mencubit paha suaminya.
Farhan tertawa lepas berhasil membuat wajah istrinya merah merona.
"Biasanya jam 10 atau jam 11 an ada yang kirim pesan. Pura-pura nanya makan siang di mana ?, sibuk gak?, atau ijin mau ke toko ya. Padahal semua itu kode." Farhan semakin gencar menggoda Diana sambil tetap fokus menyetir.
"Mas ihhh memutar balikan fakta. Kamu yang sering nanya masak apa ?, ke toko enggak? Lagi pake baju apa?" rajuk Diana kesal.
"Hahahaha....iya-iya tapi akhirnya kalau mas pulang dulu senangkan?"
"Kalau sekali-kali senang, ini mah hampir tiap hari pulang dulu walaupun cuma 1 jam aja !"
"Daripada mas tahan-tahan gak fokus kerja, mendingan pulang dulu lah. Inget loh di luar sana banyak yang mau menjadi ibu bhayang-bhayang !" kekeh Farhan.
"Silahkan aja, aku pergi bawa anak-anak!"
"Kamu tuh selalu begitu jawabannya. Gak ada gitu jawaban yang bisa membuat mas merasa dipertahankan sama kamu!" ucap Farhan nelangsa.
"Ok mas, aku labrak perempuan yang berani deketin mas, aku pukul, aku tonjok, aku jambak rambutnya. Terus aku ngemis-ngemis, mohon-mohon sama mas untuk tidak meninggalkan aku. Gitu jawabannya ?"
"Gak lucu Di." kata Farhan datar.
"Mas tuh aneh, apa gak cukup bukti bagaimana aku begitu mencintai dan memuja mas. Selama 19 tahun kita berumah tangga apa aku pernah berbuat macam-macam, pergi ke warung aja aku selalu kabari kamu. Kemana-kemana pasti ijin, jangan mancing-mancing keributan deh !"
"Iya, maafkan mas Di !" ucap Farhan sambil mengecup lembut punggung tangan Diana.
" Makan siang dulu ya Di, sambil nunggu waktu duhur. Kita nonton yang jam 13.00 WIB aja !"
"Iya mas." jawab Diana tidak bersemangat.
"Kenapa lagi sih Di?"
"Kayak ada yang kurang aja mas, biasanya weekend gini kita jalan bareng, kalau mau makan harus adu argumen dulu. Ami mau makan apa, Maya mau makan apa, Radith juga gak mau kalah."
"Masa-masa ini harus kita lewati Di. Doakan saja yang terbaik buat anak-anak kita yang sedang berjuang menuntut ilmu. Lama-lama juga kita akan terbiasa. Ayo turun!"
Mereka makan di So****a. Farhan memesan Sapo tahu seafood. Sementara Diana memesan nasi goreng teri medan.
Pukul 13.15 Farhan dan Diana masuk bioskop. Mereka menonton film drama keluarga.
Keluar dari bioskop Farhan mengajak Diana untuk masuk ke toko perlengkapan olah raga.
"Di, kayaknya mas harus mulai olah raga lagi deh. Berat badan naik terus. Seminggu sekali temenin ngegym ya?"
"Males ah, mas waktu ngegym nya pasti malam."
"Waktu mas kan ada nya malam."
__ADS_1
"Iya biar sekalian cuci mata liat yang muda dan bening ya mas!"
"Salah lagi...kan mas ngajak kamu !!"
Bisa kan Sabtu atau minggu pagi kalau lagi gak sibuk. Tidak setiap weekend juga kita pergi !!" ucap Diana
"Ok, mas coba jadwalkan di Jumat sore atau Sabtu pagi."
Ujar Farhan menyudahi perdebatan dengan istrinya.
"Lagian olah raga harus ngegym aja, bisa kan jalan santai, joging atau bersepada." Lirih Diana yang masih bisa di dengar Farhan.
"Iya-iya, joging sama bersepeda saja olah raganya." Ucap Farhan pelan.
"Iya lah, dulu juga paling rajin lari pagi sebelum ke kantor. Ngegym kan dulu waktu masih bujangan!!" dengus Diana kesal.
Tiba di toko olah raga Farhan membeli sepatu olah raga.
"Kamu mau beli apa Di ?" tanya Farhan.
"Gak beli apa-apa mas, sepatu olah raga juga masih bagus."
Mereka memutuskan untuk segera pulang.
"Cari mushola dulu mas, belum sholat ashar." Pinta Diana.
Waktu menunjukkan pukul 17.45 WIB ketika mereka tiba di rumah.
Diana membersihkan diri di kamar mandi dalam kamar. Sementara Farhan memilih kamar mandi yang di depan ruang keluarga.
Setelah selesai mandi Farhan bersiap pergi ke mushola.
Selesai makan malam Diana minta ijin suaminya untuk tidur di atas di kamarnya Maya.
"Kenapa tidur di kamar Maya Di ?, tempat tidurnya kan kecil. Gak muat dong buat tidur berdua!"
"Lagian siapa yang mau ngajak mas tidur di kamar Maya ?, mas tidur di bawah aja di kamar kita!"
"Kok gitu sih, masa mas tidur sendiri?. Nanti kalau tengah malem mas keluar kamu gak tahu loh!"
"Silahkan aja kalau mau keluar tengah malam, janjian sama siapa?" rajuk Diana.
"Kan mas sering tiba-tiba harus ke kantor malam-malam!"
"Ya tinggal ke ataslah bangunin aku!"
"Tapi gak apa-apa deh malam ini kita tidur di kamar Maya, tempat tidurnya kan kecil jadi kita bisa nempel terus tidurnya !" goda Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hhmmm modus aja !" cibir Diana sambil berlalu ke dapur membawa piring kotor.
__ADS_1
*****