POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 48 Keputusan Diana


__ADS_3

Pagi ini setelah selesai apel pagi, Farhan langsung meunuju rumah Diana.


Sejak semalem Diana tidak bisa dihubungi.


"Diana ada mang ?, " tanya Farhan kepada mang Ujang yang sedang menyiram tanaman dihalaman depan.


"Ada mas...tadi sih lagi bikin sarapan di dapur..masuk saja !."


Farhan masuk lewat pintu samping, rumah Diana terlihat sepi karena mamahnya sudah berangkat ke sekolah, istri mang Ujang sedang menunggu anaknya di sekolah.


"Dii...!."


Diana reflek menoleh karena ada suara yang memanggilnya dari arah belakang


"Mas...mau apa kesini?,' tanya Diana ketus.


Farhan menarik tangan Diana lembut, mengajaknya duduk di meja makan yang ada di dapur.


"Apaan sih mas..lepasin ahh !!."


"Di, maafkan kalau pertanyaan mas kemarin menyinggung perasaan kamu, tidak ada sedikitpun maksud untuk merendahkan, mas hanya cemburu membayangkan kamu disentuh orang lain, kamu wanita dewasa, Adrian ,Iwan dan entah siapa lagi yg pernah dekat dengan kamu juga laki-laki dewasa, wajar kalau mas berpikiran macem-macem karena kamu pacar mas dari dulu sampai sekarang, gak pernah merasa putus...kata putus keluar begitu saja dari mulut mas kalau lagi emosi....!!"


"Makanya kalau lagi emosi tuh kontrol, jangan asal ngomong, kalau nanti sudah nikah terus kita berantem apakah akan ada kata-kata cerai ?? dengan alasan emosi ?, dan mas selalu tidak percaya atas semua jawaban aku !!."


"Di...cara kita pacaran sudah berbeda, mas takut kamu tergoda oleh mereka, mas takut kamu khilaf saat kalian hanya berdua saja, karena kamu sudah merasakan semua itu dengan mas....!!"


"Iya artinya mas merendahkan aku, menganggap aku wanita murahan, gampang dirayu sama laki-laki lain !!. Aku dekat dengan mereka paling hanya dalam hitungan minggu, 1 bulan paling lama, baru mau saling mengenal, keburu mas datang lagi, minta maaf lagi dan balikan lagi...boro-boro saling sentuh dan berbuat macam-macam!!".


Suara Diana meninggi, disertai isak tangis yang tertahan.


"Pelankan suaranya Di, ada mang Ujang di depan.!!"


"Sudah sana pulang mas..!!.'" Bentak Diana


"Di...sumpah mas bukan merendahkan..mas hanya cemburu, mas gak mau ada yang menyentuh kamu sedikitpun !!"

__ADS_1


"Ya sudah tinggalkan aku kalau mas gak percaya..kita putus !!."


"Diana...!!" Suara Farhan ikut meninggi.


Untung mang Ujang sedang pergi menjemput istri dan anaknya ke sekolah, dan minta ijin mau langsung menengok rumahnya sebentar.


Mang ujang meminta Ijin kepada Diana lewat pesan yang dikirim, mungkin takut mengganggu Diana dann Farhan


"Apa mas..?," Jawab Diana tidak kalah tinggi suaranya.


"Dii..maafkan , mas janji gak akan bertanya lagi tentang itu !!." suara Farhan merendah.


"Janji-janji terus tapi nanti bertanya lagi, minta aku jujur lagi, kamu aneh banget .... sejauh mana aku pacaran sama Iwan saja di tanyakan padahal itu masa lalu, pada saat aku pacaran sama Iwan kan belum kenal mas, jadi apapun yang aku lakukan sama Iwan bukan urusan mas dan tidak perlu tahu !!."


"Aku cemburu Diana...aku memang salah selalu membayangkan apa yang kamu lakukan dengan laki-laki lain !!."


"Itu hanya akan menyiksa diri kamu sendiri mas !!."


"Apakah aku pernah bertanya tentang apa saja yang mas lakukan dengan wanita-wanita di masa lalu mas?, itu masa lalu dan privacy, meskipun aku yakin mas sudah melakukan banyak hal dengan mereka, tapi bodo amat yang penting adalah mas yang sekarang sesudah menjadi pacar aku !!"


"Mana aku tahu ?, aku di Bandung mas disini gak bisa di awasi 24 jam. Ada Utami, ada pesan-pesan yang selalu dikirm oleh wanita-wanita penggemar mas, bahkan terakhir ada wanita ditempat billiard..tapi aku belajar percaya sama mas !!, hidup itu untuk masa depan bukan untuk masa lalu. Kita harus melangkah maju, bukan melangkah mundur !!"


"Di, maafkan, kadang rasa cemburu yang berlebihan membuat mas terlihat bodoh !!."


"Gak tahu mas..aku capek, selalu berulang pertengkaran seperti ini, sementara beberapa bulan lagi kita akan menikah, kalau mas tidak percaya,tidak yakin dengan aku...lepaskan aku mas mumpung belum terlambat !!."


"Diana...!!." Farhan kembali agak meninggikan suaranya.


"Tolong dipikirkan lagi mas, kita masih punya waktu 5 bulan ke depan !!."


"Diana Prameswari...kamu sudah tidak mencintai mas?, setelah apa yang kita lewati selama 6 tahun ini ??."


"Entah mas, aku bingung...aku sayang sama mas, mencintai mas...dan aku juga tahu mas begitu mencintai dan menyayangi aku...aku banyak hutang budi sama mas selama kuliah...tapi sikap mas yang kadang kekanak-kanakan membuat aku capek,lelah !!."


"Owh gitu ya Di ?, mentang-mentang kamu akan bekerja, akan menghadapi dunia baru jadi hanya rasa cemburu ini membuat kamu ingin lepas dari mas ?."

__ADS_1


Suara Farhan pelan, tapi penuh dengan tekanan. Farhan mulai terpancing emosinya, tapi sekuat tenaga menahan untuk tidak marah meledak-ledak.


"Bukan begitu, aku tuh kasihan kalau kamu selalu dihantui masa laluku, kasihan kalau mas selalu membayangkan yang tidak-tidak...capek nanti hidup mas, gak ada ketenangan !!."


Farhan terdiam menunduk, matanya terlihat berkaca-kaca.


"Kalau itu memang menjadi keputusan kamu, kalau berpisah menurut kamu baik untuk kita, mau apalagi ?, mas cuma heran saja biasanya jarang sekali kata-kata ini keluar dari mulut kamu, terima kasih untuk waktu 6 tahun ini, maaf kalau aku selalu bersikap posesif, emosian dan cemburuan dan maaf kalau semua sikapku membuat kamu tertekan. Aku akan kabari keluarga di Jawa biar mereka tidak usah menyiapkan apa-apa untuk pernikahan kita. Selama ini memang cuma mas yang selalu berjuang dan bertahan, bahkan ketika kata-kata putus sering keluar dari mulut mas pada saat kita berantem, selalu mas yang datang lagi, meminta maaf dan bahkan nyaris mengemis sama kamu !!, aku terlalu memujamu, terlalu takut kehilangan kamu, terlalu bucin sehingga selalu cemburu berlebihan dan ternyata semua sikapku membuat kamu tidak nyaman...aku pulang ya Di, nanti aku nemuin mamah untuk membatalkan pertunangan kita !!"


Farhan bangkit dari duduknya, mengecup singkat kening Diana


"Semoga kamu bahagia Di dengan keputusan ini, dan semoga kamu mendapatkan jodoh yang segalanya lebih baik dari mas !!."


Farhan berjalan dengan langkah yang pelan menuju motornya yang di parkir di depan.


Diana hanya menangis menatap kepergian Farhan.


"Maafkan aku mas, aku hanya ingin kamu mengevaluasi diri, bukan benar-benar ingin lepas dari kamu. Aku masih sangat mencintai dan menyayangi kamu, tapi aku tidak nyaman dengan sifat posesif dan cemburuan kamu, apalagi cemburu terhadap masa lalu !!." Bathin Diana sambil berjalan masuk ke kamar.


Farhan tidak kembali ke kantor, melainkan ke rumah cluster.


Farhan melempar semua barang yang ada dikamarnya, menarik seprei dan membalikan kasur nya.


Aarghhhhjj....An***g, bodoh, tolol...percuma menunggu selama 6 tahun kalau akhirnya bagini !!."


Setelah lelah mengamuk, Farhan menelepon Andre.


"Dre lo dimana ?, bisa tolong ke rumah cluster gak sebentar dan tolong bawain yang biasa ya udah lama nih gak menikmatinya, kayaknya seger dan bisa bikin hati gue adem !!."


"Heii bro..apa yang sedang terjadi ?, bukannya sudah lama sekali lo gak pernah menyentuh itu lagi?."


"Iya karena sudah lama aku jadi kangen banget biar gak mumet juga nih kepala , udah gak usah banyak ngomong gue tunggu secepatnya !!."


"Gak mau ah....ngeri gue takut ketahuan Diana..lagian kamu udah mau nikah kok malah jadi kumat gini ?!."


"Andre...gak usah banyak ngomong, gue butuh sekarang juga!!."

__ADS_1


******


__ADS_2