POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 35 Diana Cemburu


__ADS_3

"Sialan..kemana Diana cepat banget perginya",rutuk Farhan.


Diana masuk ke mini market di dekat gerbang cluster Farhan, karena dia tahu pasti Farhan akan mengejarnya, setelah terlihat mobil Farhan melintas pergi menjauh, Diana keluar dari mini market menunggu ojek onlinenya tiba.


Diana turun dari ojek, tidak lama kemudian mobil Farhan tiba di rumah Diana.


"Dianaa...tunggu Di..jangan kayak anak kecil gitu ahh...kita bisa ngomong baik-baik !!".


Farhan berhasil menarik tangan Diana tepat di depan pintu masuk rumah Diana.


" Dii..maafkan mas...Utami hanya masa lalu mas, gak ada apa-apa antara kami berdua, hanya tidak sengaja bertemu waktu di kampung...mas sudah tegur Fera, sembarangan aja ngasih nomor ponsel mas."


Mereka berdua duduk di ruang tamu rumah Diana.


""Tapi mas menanggapi chat nya, kalian ada janji bertemu di kota ini !!....minggu depan dia akan datang kesini dengan alasan pekerjaan!!"


"Itu hanya basa-basi Dii...kalau beneran dia kesini, mas kan bisa bilang lagi ada pekerjaan dilapangan !!."


"Who know mas..??, aku di Bandung loh...kalian bebas...dan ini karena ketahuan aja sama aku kalian berkomunikasi..kalau enggak ketahuan?....lanjut dong pastinya!!...dia belum menikahkan?!."


"Dii...kamu gak percaya sama mas ?...Mana mas tahu dia sudah nikah atau belum, mas gak bertanya masalah pribadi dan itu bukan urusan mas.!!"


"Sudah mas...pulang saja..aku lagi mau sendiri...udah malem juga!!"


"Mas gak akan pulang kalau kamu belum maafkan mas...please Di..maafkan mas yaa...nomornya udah mas blokir!!"


"Iya nanti buka lagi kalau aku udah ke Bandung yaa...!!"


"Dii...maafkan mas...mas gak pernah komunikasi selain tadi pagi dan barusan itu di depan kamu."


"Mas bukan tidak mau jujur dari awal tentang dia, males aja ribut sama kamu....buat apa mas nungguin kamu bertahun-tahun hanya karena dia, mas harus melepas kamu...kalau mau dari dulu aja mas memilih melepaskan kamu, banyak wanita yang mau menjalin hubungan serius sama mas...maaf bukannya sombong, biar kamu yakin dan percaya sama mas..udah Lima tahun loh Dii nungguin kamu, sebentar lagi kamu lulus kuliah..masa mas hancurkan penantian ini hanya oleh seorang Utami, masa lalu mas dan hanya cinta monyet."


"Iya..tapi mas membalas chatnya terlalu banyak basa -basi, .padahal mas yang bilang gak suka kalau aku terlalu banyak basa basi sama orang...!!."


Diana mulai melunak.


"Iyaa salah...maafkan mas yaa....please mas gak tenang ninggalin kamu dalam keadaan marah dan cemburu seperti ini!".


"Idihhh..siapa yang cemburu?."


"Terus ini marah karena apa dong kalau bukan cemburu?", goda Farhan.


"Sebel aja..mas gak jujur...kalau gak ketahuan kan pasti terus aja bohong!".


"Jadi bukan cemburu yaa?, marah karena gak jujur aja gitu?"


"Iya...."

__ADS_1


"Owh berarti nanti mah kalau mau chating sama cewek atau jalan sama cewek lain jujur aja ya, minta ijin...yang penting gak bohong kan?...gitu kan Dii?"


"Mas ihh...!!" Diana cemberut


"Terus gimana dong..kalau bohong marah....kalau jujur berarti gak marah dong...kan Diana mah gak pernah cemburu...yang suka cemburu mah cuma Farhan."


"Mas Farhan ...iihhh !!"


"Apaa...?"


"Iyaa...aku cemburu...puasss??".


"Hahhaha...gitu dong..kan seneng dengernya!!"


"Ya udah sana pulang..udah malem, kasian tuh mang ujang nungguin terus di pintu gerbang!"


"Iya..mas pulang dulu yaa...sampai ketemu besok yaaa...jangan ngambek terus...love you Dii..."


"Love you too mas..."


Farhan tiba diasrama pukul 23.30


Sambil merebahkan tubuhnya dikasur, pikirannya melayang kemana-mana.


"Rasanya tidak enak memblokir nomor ponsel Tami, karena Tami akan berpikiran jelek tentang Diana kalau nomornya diblokir." bathin Farhan sambil membuka kembali nomor Tami yang tadi sempat di blokir oleh Farhan.


Ternyata sebelum memberikan nomor ponsel Farhan kepada Tami, Fera sudah memberi tahu Tami bahwa Farhan sudah mempunyai teman dekat bernama Diana seorang mahasiswi semester akhir di kota Bandung.


*****


Waktu menunjukan pukul 09.00 WIB, Diana sudah berada dikampus, ada janji bertemu dengan dosen pembimbing.


Tidak terasa sudah semester 8..hari ini Diana akan mengajukan judul skripsi yang sudah di revisi, minggu kemarin dosen pembimbingnya memberi arahan agar ada sedikit merubah judul dalam skripsinya.


"Alhamdulillah hari ini sudah di setujui judulnya tinggal mulai menyusun skripsi" bathin Diana.


Semester ini sudah tidak ada mata kuliah lain, tinggal fokus menyusun skripsi.


"Assalamualaykum Dii...gimana judulnya ? Sudah di setujui pembimbing?." pesan masuk dari mamah.


"Alhamdulillah sudah mah...doakan Diana ya mah, semoga dimudahkan dan dilancarkan segalanya..aamiin".


"Pasti sayang..doa mamah disetiap helaan nafas untuk semua kebaikan anak-anak mamah"


"Makasih mah...Dii mau pulang dulu ke kost an ya mamah.."


" Ok Dii...hati-hati yaa, jaga diri baik-baik, fokus sama skripsinya yaa"

__ADS_1


"Siap mamah sayang...sehat-sehat yaa mah."


Diana tiba di tempat kost pukul 12.30 WIB, langsung melaksanakan sholat duhur.


Selesai sholat Diana merebahkan tubuhnya di kasur.


"Aku mau cari akun sosmed nya tami ahh..." Diana bicara dalam hatinya.


Kemudian masuk ke dalam aplikasi facebook..mencari akun atas nama Utami Wulandari. Diana masih ingat wajahmya Tami, karena waktu itu melihat foto profilnya di ponsel Farhan.


"Yeyy..ketemu." sorak hati Diana.


"On The Way kota A...sambil menyelam minum air."


Status terbaru yang dibuat oleh Tami beberapa jam yang lalu.


"Tami lagi berada di kotaku..pantes aja mas Farhan dari pagi tidak ada menghubungi aku, sepertinya lagi bersama Tami, .mungkin lagi mengantar Tami ke perusahaan yang di tanyain Tami waktu itu" bathin Diana.


"Assalamaualaykum mas....lagi dimana?."


Akhirnya Diana mengirim pesan kepada Farhan, centang satu, Ponselnya ga aktif.


"Awas saja mas kalau kamu bohong lagi" rutuk Diana dalam hati.


Satu jam, dua jam sampai sekarang pukul 16.00 WIB ponsel Farhan belum aktif.


"Hhmm kayaknya mas Farhan sengaja mematikan ponselnya, biar gak bisa dihubungi." Prasangka Diana dalam pikirannya.


"Selamat sore mas Andre...maaf mengganggu..lagi sama mas Farhan gak?, aku hubungi mas Farhan dari tadi ponselnya gak aktif."


Akhirnya Diana menghubungi Andre teman satu kantornya Farhan.


"Sore Diana...Aku lagi dikantor, Farhan dari tadi pagi lagi ada kerjaan dilapangan perintah dari atasan."


"Owh iya..terima kasih ya mas.!"


"Fix...mas Farhan menemani Tami, karena pekerjaan mas Farhan tidak harus selalu berada di dalam kantor, sambil kerja dilapangan bisa mengerjakan yang lain juga..seringkali di saat-saat sedang bekerja mas Farhan menemani aku makan siang atau mampir ke rumah."


Diana merasa kesal, marah dan entah apalagi perasaan yang ada dalam hatinya, sampai saat ini ponsel Farhan masih belum aktif.


Pukul 19.00 WIB, Diana dan teman-teman satu kostnya pergi makan malam di sebuah cafe di pusat kota Bandung.


Ting...ting..notifikasi pesan masuk ke ponsel Diana,ternyata dari Farhan. Sengaja Diana tidak membuka pesan itu.


Kemudian Farhan menelepon ...sengaja gak diangkat oleh Diana.


"Biarin aja..emang enak dari tadi siang pesanku gak dibalas sama mas Farhan, ponselnya malah ga aktif.!!"

__ADS_1


******


__ADS_2