POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 62 OLeh - Oleh


__ADS_3

"Hari Selasa pukul 13.00 WIB Pasangan pengantin baru ini harus segera check out dari hotel. Mereka hanya booking hotel selama 2 malam.


"Mas kita pulang lewat lembang ya !"


"Iya Di, mas inget udah berapa kali kamu ngomong."


"Diingetin malah begitu jawabnya !" lirih Diana yang masih bisa di dengar oleh Farhan.


Diana cemberut di dalam mobil. Farhan serba salah kalau Diana sudah merajuk. Diraihnya jemari tangan kanan istrinya, tapi ditepiskan begitu saja oleh Diana.


"Kita beli oleh-oleh buat mamah di Lembang aja ya Di ?"


"Gak usah !" jawabnya ketus.


"Ya udah kalau kamu gak mau kasih oleh-oleh buat mamah, biar mas aja yang beli buat mamah mertua tersayang." Goda Farhan.


"Gak usah beli oleh-oleh segala!"


Farhan menepikan mobilnya di perkebunan vinus yang biasa dipake beristirahat oleh pengendara mobil ataupun motor. Karena ini bukan weekend keadaan di sekitar perkebunan pinus ini tampak sepi.


"Diana sayang, kenapa sih sensitif banget ?, dikit-dikit marah, dikit-dikit merajuk. Maaf kalau mas salah ngomong."


Diraihnya jemari Diana, di usapnya dengan lembut. Diana membiarkan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Farhan mengangkat dagu Diana, kemudian mengecup singkat bibir istrinya.


"Maafkan Di ya mas, mungkin mau datang bulan bawaannya jadi sensitif !"


"Harusnya sih tadi sebelum check out sekali lagi biar kamu happy, gak marah-marah terus."Farhan mulai menggoda lagi istrinya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apaan sih mas, gak capek apa udah 2 hari 2 malem !"


" Emangnya sekali lagi apa?, makan maksud mas...hahahhaa." Farhan tertawa lepas menggoda Diana.


"Mas ihh, awas ya sampai rumah gak dikasih jatah selama 1 minggu!" kembali Diana merajuk


"What ?, 1 minggu ?...no Diana..!!"


"Bodo amat, tidur di sofa selama 1 minggu !!"


Farhan membawa tubuh Diana ke dalam pelukannya.


"Jangan hukum mas ya."


Dikecupnya kening Diana kemudian mereka melerai pelukan.


"Kita makan dulu ya Di?"


Mereka memilih makan siang di salah satu rumah makan sunda yang berada di daerah Lembang


"Mas nanti kita beli sayuran, tahu Lembang sama bolu lembang buat mamah ya."


"Iya sayang." Farhan menahan senyum sekuat mungkin, mengingat tadi istrinya mengatakan gak usah beli oleh-oleh

__ADS_1


"Wanita, mahluk yang misterius." Bathin Farhan.


"Bolu Lembangnya nanti kita beli 10 dus ya mas." kembali Diana mengoceh di sela-sela makan siangnya


"What ?, 10 box ?, banyak amat Di, buat siapa aja ?"


"Aku mau bawa ke kantor 2 box buat di rumah mamah 2 box, rumah kita 1 box, buat dikantor kamu 2 box, 1 box buat pak RT di rumah Cluster, 2 box nya lagi untuk tetangga satu deretan rumah kita, Pas kan 10 box?"


"Ya Tuhan Di sampai pak RT aja kamu kasih oleh-oleh." kembali Farhan hanya mampu bicara dalam hati sambil menahan tawa.


"Iya 10 box cukup, buat mamah ditambah sayuran dan tahukan ?."


"Iya mas, pak RT sama tetangga kita juga tambahin tahu lembang aja ya mas, kalau bolu lembang aja kayaknya terlalu sedikit deh !"


"Iya terserah kamu, gimana baiknya aja. Tapi gak setiap kita keluar kota harus ngasih oleh-oleh pak RT sama tetanggakan ?" tanya Farhan.


"Ya enggak lah mas, ini sebagai ucapan terimakasih aja sama Pak RT, udah bantu mas dan keluarga waktu acara pengajian. Kalau untuk tetangga aku akan mengantarkan sendiri sambil berkenalan."


"Baik banget sih istri mas." puji Farhan.


"Lebay deh,...ayo mas kita pulang, sesudah belanja oleh-oleh sambil jalan pulang kita cari mesjid ya mas buat sholat ashar.!"


Waktu menunjukkan pukul 16.40. Diana sudah selesai belanja oleh-oleh, begitupun sholat ashar sudah mereka tunaikan.


Setelah 2 jam perjalanan, mereka tiba di rumah Cluster. Sebelumnya Diana mampir ke rumah mamahnya untuk memberikan oleh-oleh.


Farhan menurunkan semua barang-barang bawaan mereka.


"Iya, mas mandi sebentar nanti kita ke rumah Pak RT berdua."


"Ok mas."


Pukul 21.00 WIB Diana dan Farhan sudah duduk di depan TV sambil ngemil bolu Lembang.


Tentu saja Diana sudah mandi dan berganti pakaian.


"Mau kemana mas ?" tanya Diana ketika melihat Farhan berdiri dari posisi duduknya di sofa.


"Sebentar mau bikin kopi dulu, kamu mau teh hangat ?"


"Aku aja yang bikin mas."


"Udah mas aja, kamu duduk aja, kasian capek!"


"Makasih ya mas, nanti sebelum tidur aku pijitin deh, mas pasti capek juga kan?"


"Janji ya, awas kalau bohong" kata Farhan sambil berjalan ke arah dapur.


Farhan kembali dengan segelas kopi dan segelas teh hangat.


Diana rebahan di sofa, sementara Farhan duduk diatas karpet sambil menyandarkan kepala nya di perut Diana.


Diana mengelus lembut kepala Farhan yang besandar diantara sofa dan perutnya, kadang mencubit gemas pipi Farhan.

__ADS_1


Farhan menggeser sedikit posisi duduknya ke arah kanan, kemudain menyandarkan kembali kepalanya diantara sofa dan dada istrinya. Diana memeluk suaminya dari belakang sambil mengusap lembut dada Farhan.


"Di, ternyata enak yaa kalau udah hidup satu rumah, nonton TV ada yang nemenin, makan ada yang nemenin, capek ada yang mijitin apalagi tidur jadi gak meluk guling lagi."


"Iya mas, maaf ya kalau nanti mas lepas dinas aku gak di rumah, atau kalau mas masih siang udah bisa pulang tapi aku masih kerja, aku janji di rumah akan selalu ada makanan buat mas."


Farhan meciumi jemari Diana, membawanya lagi ke dada bidangnya untuk membiarkan terus mengelus lembut dadanya.


"Mas juga minta pengertian kamu kalau misalnya malam-malam mendadak harus kerja, 5 hari sekali mas ada piket malam, kalau takut sendiri di rumah nanti nginep aja di rumah mamah kalau mas piket. Maaf kalau mas gak bisa tiap hari anter jemput kerja, pokoknya setalah hidup satu rumah kamu mungkin awalnya akan kaget dengan ritme kerja mas, tapi mudah-mudahan lama-lama nanti semakin memahami."


"Iya mas, Di akan berusaha memahami."


"Pekerjaan mas gak ada jam nya, kadang santai kadang sibuk sekali."


"Yang penting mas sehat, jangan nakal !."


"Aamiin..Insya Alloh, kamu juga jangan nakal, jangan terlalu terbuka sama orang, jangan terlalu ramah dan gak enakan. Ada hati dan perasaan yang harus kamu jaga!"


Farhan.membalikkan tubuhnya, menatap sendu mata Diana yang tepat berada didepannya.


" Katanya mau mijitin mas?" tanya Farhan.


"Ngantuk..capek banget badan aku !"


"Cape abis ngapain coba?" goda Farhan.


"Capek abis nemenin orang begadang 2 hari 2 malem." jawab Diana sambil tersenyum genit.


"Tapi suka kan walaupun capek?"


"Hhhmmm..suka gak ya ?" Diana menggoda suaminya.


"Diana, kamu tuh yaa..mau mas hukum ya ?"


Farhan mendekatkan wajahnya ke wajah Diana, mengecup bibir ranum Istrinya dan berakhir dengan ********** lembiut.


"Mas udah ah, tidur yuk, besok kita mulai kerja lagi!" Diana mendorong pelan dada Farhan, kemudian bangun dari posisi rebahannya.


"Gak jadi mijitin nya ?"


"Gak jadi, besok aja ya." Jawab Diana sambil berjalan menuju kamar.


Farhan mematikan TV, kemudian keluar untuk mengunci pintu gerbang, tidak lupa terakhir mengunci pintu depan.


Hanya beberpa menit pekerjaan yang Farhan lakukan, setibanya di kamar sudah terdengar dengkuran halus istri tercinta.


"Diana...secapek itukan kamu?, dalam hitungan menit saja sudah terbang ke alam mimpi." bathin Farhan sambil tersenyum melihat wajah istrinya yang cantik dalam keadaan tidur.


Farhan naik ke atas kasur ikut masuk ke dalam selimut yang dipakai istrinya, kemudian memeluk Diana dari belakang. Entah berapa derajat suhu AC yang dipilih istrinya karena Farahn enggan mengecek remote AC, yang jelas kamar ini begitu dingin sehingga dia meraasa nyaman memeluk istrinya.


Wangi Vanila menguar dari rambut Diana. Farhan merebahkan kepalanya di ceruk leher Diana, tangannya memeluk pinggang ramping istrinya yang sudah berada di alam mimpi. Tidak memerlukan waktu lama, akhirnya Farhanpun tertidur.


*****

__ADS_1


__ADS_2