
Tepat pukul 21.00 WIB Farhan dan Diana sudah berada di kamar hotel.
Diana menata pakaian di dalam lemari kamar hotel, sedangkan Farhan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Mau bikin kopi mas?" tanya Diana sesudah selesai menata pakaian.
"Boleh sayang, jangan pake gula ya !"
"Tumben gak pake gula mas ?" tanya Diana.
"Kayaknya seger aja minum kopi pahit, biar kuat begadang !" jawab Farhan sambil mengedipkan matanya.
"Ngapain begadang ?, mau mabar game ya ?" goda Diana sambil tersenyum tipis.
"Mau olah raga malam Di, jadi gak boleh ngantuk !" kali ini Farhan yang menggoda Diana.
"Apaan sih mas ?"
Diana menyimpan segelas kopi dan segelas teh manis panas di atas meja deket sofa, kemudian duduk di samping Farhan.
Farhan meletakkan ponselnya di atas meja, kemudian menyeruput kopi yang masih agak panas.
Farhan menggeser posisi duduknya mendekat kepada Diana.
"Sini mas mau peluk."
Diana menyandarkan kepalanya di dada bidang Farhan. Farhan melingkarkan tangan kirinya di bahu Diana, sesekali mengelus kepala Diana dengan lembut.
"Alhamdulillah ya Di akhirnya perjalanan hubungan kita yang hampir menginjak tahun ke 7 berakhir dalam ikatan pernikahan."
" Iya mas perjalanan panjang, suka duka , ujian silih berganti kita lalui bersama."
"Tetap disisiku ya Di apapun yang terjadi, ingatkan mas kalau salah, kalau lalai kepada kewajiban mas sebagai suami. Mas akan selalu berusaha menjadi lebih baik. jangan lelah menghadapi sifat mas yang posesif, yang cemburuan dan kadang egois. Satu yang harus kamu percaya mas sangat mencintai kamu sekarang dan selamanya !"
"Iya, bimbing aku juga ya untuk menjadi lebih baik. Yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah komunikasi dan keterbukaan."
"Kita sama-sama belajar ya Di."
Farhan mengecup lembut kepala Diana.
Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB.
"Mas, mumpung masih jam segini mau gak kalau kita jalan-jalan kuliner malam ?, rasanya ingin bernostalgia disini, mengingat masa-masa kuliah dulu." Rajuk Diana sambil mengangkat kepalanya dari dada Farhan.
"Bernostalgia tentang apa ?" tanya Farhan ketus.
"Ya tentang suasana malam di sini, tentang makanannya."
"Hanya itu ?, tidak sedang ingin mengingat seseorangkan ?"wajah datar Farhan mulai terlihat lagi.
"Mas apaan sih ?, kalau emang gak mau ya udah gak apa-apa, jangan melebar kemana-mana!" suara Diana agak meninggi.
"Bukan begitu Di, mas selalu sensitif kalau denger masa lalu, maaf yaa...Ayo kita jalan!"
__ADS_1
"Gak jadi kita tidur saja !" kata Diana sambil berdiri hendak meninggalkan Farhan.
"Di, maafkan mas dong, jangan marah masa malam pertama marahan gini !" farhan menarik pelan tangan Diana hingga duduk kembali.
"Iya udah gak marah, aku mau ganti baju tidur dulu !"
Farhan terus merayu Diana, meminta maaf berulangkali,semua jurus rayuan gombal dikeluarkan sampai akhirnya Diana luluh dan mau pergi kuliner malam keluar hotel.
"Gawat kalau Diana marah terus, bisa gak jadi unboxing di malam pertama." Guman Farhan dalam hati sambil berjalan merangkul Diana ke arah parkiran mobil.
"Mau kulineran apa Di ?" tanya Farhan sesudah mereka berada di dalam mobil.
"Aku mau makan seafood yang terkenal itu loh mas, pokoknya mau makan kepiting sama udang tanpa nasi."
"Kenapa tanpa nasi ?, nanti gak kenyang loh." Goda Farhan.
" Mas...ini udah malam, kalau aku makan nasi nanti gendut !"
"Emang kenapa kalau gendut?"
"Mas emang gak malu kalau nanti punya istri gendut ?" tanta Diana serius.
"Kenapa malu, gendut malah terlihat seksi!" goda Farhan.
"Owh jadi sekarang aku kurus gak seksi yaa?, mas suka yang montok gitu ?" Diana merajuk, bibirnya sampai manyun beberpaa centi.
"Salah lagi." bathin Farhan
" Enggak gitu, nanti kalau mas jawab gak mau punya istri gendut, kamu marah lagi....udah segini badan kamu ideal, kalaupun nanti sesudah melahirkan punya anak jadi gemuk ga masalah, tetep cantik dan seksi ."
Tidak terasa mobil mereka sudah tiba di rumah makan seafood yang dimaksud oleh Diana.
Pesanan mereka sudah datang, Diana makan dengan lahapnya. Farhan hanya tersenyum memperhatikan istrinya yang akhirnya makan seafood plus nasi.
"Kamu tuh lucu Di, gemesin banget. Katanya tadi gak mau pake nasi, tapi akhirnya makan pake nasi dengan lahapnya." Tentu saja Farhan hanya bicara dalam hati, takut Diana marah lagi.
"Udah kenyang Di ?, mau kemana lagi sekarang ?"
"Nongkrong bentar yu di Dago, mau gak ?"
"Apa sih yang enggak buat istriku, tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya?"
"Pulang dari dago, sampai kamar hotel gak ada alesan capek, gak ada alesan ngantuk, temenin mas begadang, Deal ?"
"Siap suamiku sayang!" jawab Diana sambil memberikan senyum paling manis untuk Farhan.
Diana mengerti maksud dari suaminya.
Pukul 23.30 mereka tiba di daerah Dago. Hanya nongkrong di salah satu cafe sambil memesan minuman hangat.
"Sebentar aja ya Di, udara udah dingin banget, sudah waktunya dihangatkan !" Canda Farhan.
__ADS_1
"Iya sesudah minuman habis kita kembali ke hotel, kita begadang ya mas."
"Haruslah, malam ini kita begadang, besok seharian pokoknya pengen di kamar aja gak ada acara jalan-jalan kemanapun sampai sore. Besok bada maghrib baru kita jalan keluar, nonton bioskop !" kalimat penuh penekanan yang keluar dari mulut Farhan.
"Iyaa mas, iya... !!"
Waktu menunjukan pukul 00. 45 WIB.
Akhirnya Farhan dan Diana kembali ke hotel.
Diana lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
sementara Farhan merebahkan tubuhnya di sofa.
"Hey Di, bawa apa itu ke kamar mandi?, baju ganti ? "
"Iya mas, bawa daster."
"Ya Tuhan, aku tuh suami kamu kenapa harus ganti di kamar mandi ?"
"Malu mas....!"
"kenapa harus malu Di?, simpen baju tidurnya di atas kasur !" perintah Farhan.
Diana akhirnya keluar dari kamar mandi setelah cuci muka dan gosok gigi, kemudian mengganti bajunya di depan Farhan. Farhan memperhatikan Diana yang terlihat malu-malu membuka satu persatu pakaiannya.
"Mas ih, sana masuk kamar mandi, nanti aku tinggal tidur loh !"
"Awas aja kalau sampai tidur duluan, mas hukum nanti." Ancam Farhan sambil berlalu masuk kamar mandi.
Diana merebahkan tubuhnya di kasur. Farhan naik ke atas kasur setelah membersihkan diri berganti pakain.
Dipeluknya tubuh seksi istrinya, kemudian dikecup keningnya. Perlahan ciuman bergeser ke bibir Diana yang ranum, dilumatnya dengan lembut.
"I love you Di.." Bisik Farhan tepat ditelinga kanan Diana.
"I love you too mas ", tatap Diana Sendu tepat di manik mata Farhan.
Begitulan malam panjang yang indah dan panas sebagai pengantin baru diarungi oleh Farhan dan Diana, sampai akhirnya mereka baru tertidur pukul 03.30 WIB.
"Mas bangun...bangun mas...udah setengah enam !!"
Diana membangunkan Farhan dengan mengusap lembut pipinya.
Perlahan Farhan membuka matanya.
"Aku mandi duluan ya mas, udah telat sholat subuh nih !"
"Iya Di."
15 menit kemudian Diana selesai mandi.
"Mas..ya ampun malah tidur lagi bangunn ihh udah hampir jam 6, cepetan aku mau sholat subuh !"
__ADS_1
"Iya..iya ini udah bangun" gerutu Farhan sambil masuk ke kamar mandi.
******