POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 28 Adrian....


__ADS_3

Setelah Diana masuk, Farhan menepikan mobilnya diwarung tidak jauh dari tempat kost Diana


Membuka aplikasi pesanan makanan online dan memesankan makan malam untuk Diana


"Kamu belum makan malam Di...karena tadi menolak ketika aku ajak makan dulu" Farhan bicara dalam hatinya


Setengah jam kemudian kurir tiba dintempat kost Diana, terlihat kurir tersebut membuka pagar dan mengetuk pintu kamar Diana.


"Maafkan mas yaa Dii..mas sayang sama kamu" bathin Farhan.


Sementara di dalam kamar Diana tahu, ini pasti Farhan yang memesankan makanan..


"Nanti saja aku makan..." Diana tidak merasa lapar, pembicaraan dengan Farhan tadi membuat selera makannya menghilang.


Diana menangis di dalam kamar, walau bagaimanapun ini berat untuk Diana, lebih kurang 3 tahun bersama Farhan banyak kenangan manis, suka duka dan support Farhan yang sangat luar biasa untuknya.


"Mas...semoga ini yang terbaik untuk kita, seandainya berjodoh pasti akan ada waktu yang membuat kita bersatu lagi"


bathin Diana


Sementara diwarung, mobil Farhan masih terparkir, Farhan khawatir Diana pergi keluar dengan seseorang. Sudah hampir dua jam tidak terlihat Diana keluar, ponsel Diana terlihat masih online...Farhan melihat Diana mengupload status Whatsapp hanya Foto dirinya dengan caption stiker menangis.


"Diana... mas gak bisa pergi dari kehidupan kamu...mudah-mudahan satu bulan kedepan ada jalan dari Alloh yang bisa membuat kita bersama lagi"


*****


Satu minggu setelah pertemuan dengan Farhan, Diana beraktivitas seperti biasa.


Pagi ini Diana tengah bersiap berangkat ke kantor, masih ada sisa 2 minggu lagi untuk menyeleaaikan magang.


Pesan notifikasi masuk ke ponsel Diana.


"Pagi Diana....aku dah di depan kostan kamu"


"Pak Adrian...?" Diana terkejut membaca pesan itu


Diana mengambil tas nya keluar dari kamar


"Pagi pak...."


"Masuk..kita berangkat bareng ke kantor"


"Baik pak.." jawab Diana


Di dalam mobil menuju kantor, Diana merasa canggung duduk dipinggir Pak Adrian


"Kenapa Di...tegang amat...santai aja kali"


"Iyaa maaf pak...gak enak aja ngerepotin bapak...."


"Santaiii...rumahku searah dengan tempat kost kamu...."


"Bapak kok tahu saya kost disaana" tanya Diana gugup


"Itu mah gampang atuh Dii...tinggal telepon bu Nina..beres semuanya, biodata kamukan ada di HRD..heheh"


"Duhh kenapa jadi dag dig dug begini yaa, jantungku gak aman gini" guman Diana dalam hatinya.


"Dii....maaf yaa aku lancang menjemput kamu, gak ngabarin dulu..tadi tiba-tiba aja mobilku belok sendiri ke tempat kamu..hehe" Canda Pak Adrian


"Gak apa apa pak...aku yang gak enak jadi merepotkan"


"Bisa gak jangan panggil pak..kok kayak tua banget gitu....panggil Aa, kaka, mas,akang atau panggil nama aja juga boleh....orang- orang sih biasa panggil aku kang iyan, karena aku asli orang Bandung"

__ADS_1


" duhh gak enak... bapak kan atasan aku dikantor"


"Atasan kamu manager HRD dan bu Nina...bukan aku"


"Hehehe....ok..aku panggil kang Iyan aja yaa biar sama dengan orang lain" jawab Diana.


"Beda juga gak apa apa Dii....biar gimana gitu" goda Pak Adrian


" Kang Iyan aja ahh...enak aja gitu kedengerannya".


Diana mulai bersikap santai kepada Pak Adrian..karena ternyata Pak Adrian orangnya nya juga asyik enak diajak ngobrol...tapi wajahnya sih tetep cool.


"Kamu asli darimana? " tanya Pak Adrian


Diana menyebutkan kota asalnya.


"Wah mau donk kapan-kapan aku jalan-jalan kesana...Mau ke danau yang terkenal itu sekalian kuliner sate maranggi yang enak banget"


"Boleh pak..."


"Pak lagiii...pak lagii"


" eeh maaf...boleh kang" Diana tersenyum geli memanggil pak Adrian menjadi akang.


Mereka tiba dikantor, kemudian masuk ke ruangan masing-masing dengan arah yang berbeda.


Pukul 12.00 WIB, waktunya istirahat.


"Dii..ayo turun maksi, aku udah dikantin"


Adrian mengirim pesan kepada Diana


" Wait kang...aku beresin meja kerja dulu"


"Diana dan Adrian sudah duduk dimeja yang sama, sambil menyantap makan siangnya"


"Ciee..ciee..berdua aja nih..boleh gabung gak?"


Tiba - tiba Bu Nina sudah ada di dekat meja Diana dan Adrian.


" Eehh Ibu..boleh dong..silahkan duduk bu..."Jawab Diana


" Enggak...enggak..sana ahh duduk yang jauh..ganggu aja!!" usir Adrian kepada Bu Nina.


"Hahahaa....gak boleh tuh Dii sama kang Iyan" Bu Nina tertawa lepas


"Ih kang..kok gitu sih..gak apa pa kali"


"agak apa-apa Dii...saya gak makan disini kok.. ada janji makan siang diluar sama suami....pengen aja tadi belok mampir kesini, abis ada pemandangan langka yang baru terlihat lagi setelah sekian purnama kang Iyan bermuram durja...hahaaa...by Kang iyan..bye Diana..." Setengah berlari Bu Nina keluar dari kantin.


"Dii...aku duluan yaa, udah di tunggu klien..jam 16.00 aku udah dikantor lagi..kita pulang bareng yaa"


" Owhh iya kang..hati-hati ya"


"Ok Dii....aku yang bayar yaa...habisin makan siangnya"


"Gak usah kang biar aku bayar sendiri"


"Udahh..santai aja...aku berangkat ya"


Begitulah dari hari ke hari Diana semakin dekat dengan Adrian, pergi pulang kantor selalu bersama....


Diana juga menyadari lambat laun ada rasa nyaman apabila sedang ngobrol berdua, ada rasa dag dig dug gak karuan di hatinya.

__ADS_1


beberapa kali Diana membaca status Whatsapp yang diunggah Adrian.


" Menunggu kamu disini...." Status Adrian pagi ini dibarengi dengan mengupload foto pintu gerbang tempat kost Diana.


Status Adrian pagi ini yang baru Diana baca setibanya dikantor...ya tadi pagi Adrian menjemput Diana kepagian, Diana masih bersiap siap Adrian sudah datang menjemput.


*****


Pukul 09.00 WIB...Pagi ini Farhan masih rebahan dikamar asramanya, semalem dia begadang bersama andre dan teman-temannya yang lain nongkrong disebuah cafe sampe jam 01.00 dini hari.


"Aku kekantor nanti abis dzuhur aja..." pikir Farhan


Iseng-iseng dia scroll status Whatsapp teman-teman yang ada dikontaknya.


"Gak ada yang luar biasa dari statuas whatsapp nya Diana*


Guman Farhan dalam hatinya.


Bergulir terus kebawah, ada status yang dibuat oleh Adrian


Yaa..diam-diam waktu itu Farhan save nomor ponsel nya Adrian, sementara sebagai seorang marketing, Adrian selalu menyimpan nomor ponsel yang menghubunginya. Yaa beberapa hari yang lalu Farhan mengirim pesan kepada Adrian berpura- pura bertanya tentang properti yang dijual oleh perusahaan tempat Adrian bekerja. Tujuan tidak lain supaya adrian menyimpan nomor ponselnya.


"Dii...ternyata benar kamu dekat dengan Adrian.....hari ini Adrian menjemput kamu" Farhan menahan emosinya, cemburu marah campur aduk menjadi satu setelah membaca Status WA Adrian.


Farhan berniat menelepon Adrian...ingin melabraknya dan mengatakan Diana adalah miliknya, pacarnya.


"enggak..enggak..nanti Diana tambah marah. Karena pasti Adrian akan bertanya kepada Diana" racau Farhan dalam hati


"Ahhhh...Diana..kamu membuatku gila...kacau..berantakannn" Farhan berteriak sambil melempar ponsel nya ke atas kasur.


Tiba-tiba Andre masuk ke asrama Farhan...


"Bro...pinjem motor yaa mau ke mini market depan sebentar, motorku kempes." teriak Andre dari ruang tamu.


"pake aja, tuh kuncinya" jawab Farhan dari dalam kamar.


Andre berjalan ke arah kamar Farhan


"Astaga Faii...kenapa ini kamar kayak kapal pecah gini...heii move on..cewek tuh obatnya cewe lagi brother"


"Gila lo...sana pergi"


"Faii...bener-bener gua gak percaya lu bisa patah hati gini"


"Sanaa pergi..pergi"


Farhan mendorong Andre keluar asramanya .


"Tuhan..harus bagaimana ini...? apa harus mencoba membuka hati untuk wanita lain?" Guman Farhan dalam hati.


Tiap detik, menit dan jam..Farhan selalu mengikuti status Whatsapp Adrian dan Diana.


"Menemui klien..meninggalkan dia makan siang sendiri" Ada status baru yang dibuat adrian.


dibarengi dengan mengupload foto tangan seorang perempuan diatas meja.


"Itu tangan diana..jam tangannya, cincin nya..itu Farhan yang membelikan untuk Diana".


Farhan marah, menonjok kaca yang menempel didinding kamarnya. Tangannnya berlumuran darah dan Farhan tidak peduli.


"Dianaaa......ahhhhhhh brengsek kamu Adrian!!!"


*****

__ADS_1


__ADS_2