POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 59 H-2


__ADS_3

Hari pernikahan Diana dan Farhan tinggal 2 hari lagi.


Keluarga inti Farhan sudah berada di kota ini sejak kemarin. Semua tinggal di rumah cluster. Sedangkan asrama disiapkan Farhan untuk keluarga dari pihak bapak dan ibu nya yang baru akan tiba hari sabtu sore.


Sebagian juga yang sudah booking penginapan yang tidak jauh dari gedung tempat acara pernikahan.


Ini akan menjadi terakhir kali nya untuk bapak dan ibu Farhan menikahkan anaknya, sehingga banyak saudara-saudara yang antusias untuk menghadiri acara pernikahan Farhan.


Farhan dan Diana sudah mendapatkan cuti selama 3 hari kerja. Mereka sedang dipingit tidak boleh bertemu sampai tiba hari minggu.


Waktu menunjukan pukul 13.00 WIB.


Di kediaman Farhan hari ini sedang dilaksanakan pengajian yang dihadiri oleh tetangga-tetangga di sekitar rumah cluster dan sebagian tetangga di asrama.


Pengajian ini dilaksanakan untuk memanjatkan doa kepada Alloh SWT agar acara pernikahan Farhan dan Diana yang akan diadakan dua hari lagi berjalan dengan lancar.


Sementara di rumah Diana acara pengajian dan siraman dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.


Di rumah Diana pun nampak ramai dengan kehadiran saudara-saudara Diana dari pihak mamah dan papahnya. Ditambah lagi ada anaknya kak Dimas yang lagi lucu-lucunya membuat suasana rumah menjadi tambah ramai.


"Alhamdulillah acara pengajian dan siraman berjalan lancar." Guman Diana dalam hati.


Saat ini Diana sedang berada di dalam kamar. Mamah memaksa Diana untuk istirahat di kamar setelah acara pengajian selesai.


Diana mengambil ponselnya yang di simpan di atas nakas, sejak pagi belum sempat memegang ponsel .


Banyak pesan masuk ke ponsel Diana dari rekan kerja dan sahabat-sahabatnya semasa sekolah dan kuliah. Ucapan doa untuk kelancaran acara pernikahannya dikirim oleh sahabat-sahabat Diana.


Setelah menjawab satu persatu pesan yang masuk akhirnya Diana tertidur.


Tok tok tok..


"Di, bangun sayang sudah sore."


Mamah membangunkan Diana sambil mengetuk pintu kamar berulang kali.


Setelah ketukan yang kesekian kali baru Diana bangun.


"Iya mah Di udah bangun mau langsung mandi dan sholat ashar."


Pukul 20.30.WIB Diana sudah kembali berada dikamarnya, setelah sebelumnya berkumpul di ruang tengah bersama mamah, kak Dimas dan saudara-saudaranya.

__ADS_1


"Pah, dua hari lagi Di mau menikah. Di minta doa restu dari papah, seharusnya papah ikut berbahagia disisi Di sekarang, seharusnya papah menjadi wali Di." bathin Diana dalam hati sambil memandang foto papahnya yang berada di galeri ponselnya.


Mata Diana mengembun, akhirnya bulir bening jatuh dipipi nya yang putih.


"Di kangen sama papah." guman nya lagi dalam hati.


Ddrtt ddrtt ddrttt


Ponsel Diana berdering, ada panggilan video masuk dari Farhan.


Dihapusnya air mata dipipi secepatnya sebelum menerima panggilan dari Farhan.


"Assalamualaikum mas.." Jawab Diana.


"Waalaikumsalam, lagi apa Di?"


"Lagi diem aja di kamar, disuruh cepet istirahat sama mamah tapi belum ngantuk."


"Hey, kenapa itu matanya kok merah ?, sembab lagi ?."


"Gak apa-apa mas, mungkin karena capek sudah acara tadi siang."


Bulir bening kembali jatuh di pipi Diana tanpa bisa ditahan.


Kali ini Diana tidak dapat menyembunyikan kesedihannya di depan Farhan, karena calon suaminya itu masih tepat berada di depannya dalam keadaan panggillan video.


"Diana ada apa ?, kita mau menikah kok malah sedih?."


"Aku kangen sama papah mas, aku ingin papah ikut merasakan kebahagiaan ini, aku ingin papah menjadi wali akad nikah lusa." Jawab Diana sambil terisak.


"Diana sayang, mas mengerti perasaan kamu, mas memaklumi keadaan kamu. Kenyataannya papah sudah tenang di alam sana, papah juga ikut bahagia melihat kamu bahagia. Kirim doa saja terus buat papah biar kamu merasa tenang dan ikhlas. Ada kak Dimas yang akan mejadi wali kamu, selanjutnya ada mas yang akan bertanggung jawab terhadap kamu menggantikan papah."


"Iya mas...terima kasih ya sudah membuat Di lebih tenang."


"Ya sudah sekarang istirahat, kalau belum ngantuk bisa sambil mendoakan papah dalam hati, mengirim alfatihah sampai kantuk datang."


"Iya mas.., by the way ada apa mas telepon?, kita kan lagi dipingit gak boleh ketemu!."


"Yang gak boleh kan ketemu, kalau teleponan gak apa-apa." Jawab Farhan sambil tersenyum.


"Kalau video call gini kan namanya kita bertemu, bertatap muka." Rajuk Diana.

__ADS_1


"Gak apa-apa yang penting gak bertemu langsung. Mas kangen udah 5 hari loh kita gak bertemu, biasanya hampir tiap hari kita bertemu walaupun hanya sebentar."


"Sabar mas, dua hari lagi kita akan selalu bertemu setiapa detik, setiap menit." Goda Diana.


"Iya sih..tapi hari ini mas kangen banget !"


"Ya udah mas, aku mau istirahat, tutup dulu ya teleponnya?"


"Iya Di, selamat beristirahat ya, nice dream. I love you Di."


"I love you too mas."


Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB. Diana bersiap untuk tidur, lampu kamar sudah diganti dengan lampu tidur.


Di tempat lain, Farhan juga sudah berada dikamarnya. Kali ini Farhan tidur berdua dengan bapaknya. Sementara kamar depan dipake oleh ibunya dan kedua adik perempuannya.


Kedua adik ipar dan keponakannta tidur di ruang tengah dengan menggunakan karpet dan kasur lipat.


"Mas, beberapa hari lagi kamu akan bergelar suami. Bapak titip jadilah suami yang bertanggung jawab, yang menghargai dan melindungi istrimu. Muliakan istrimu jangan sampai menyakitinya dalam bentuk apapun. Masalah apapun dalam rumah tangga, selesaikan dengan kepala dingin."


Bapak memberi nasihat kepada Farhan ketika mereka sudah berada di atas kasur menjelang tidur.


"Iya pak Insya Alloh Farhan akan menjadi suami yang bertanggung jawab, yang menyayangi istri dalam kondisi apapun, menghargai dan memuliakannya sebagaimana dulu bapak juga melakukannya untuk ibu."


"Bapak sudah gagal menjadi suami, bapak sudah berusaha semaksimal mungkin bertanggung jawab kepada keluarga, tapi takdir berkata lain, jodoh bapak sama ibu hanya sampai usia kamu 17 tahun. Tinggalkan segala yang jelek dari bapak dan ibu, belajar dari kesalahan bapak jangan sampai kamu mengalaminya.!" Ujar bapak panjang lebar.


"Iya pak, terima kasih sudah mengantarkan Farhan berada di titik sekarang, Farhan belum bisa membalas kebaikan bapak selama ini."


"Semua sudah menjadi kewajiban bapak mengantarkan anak-anaknya, membekali dengan ilmu dan mendidik agar anak-anaknya berakhlak baik. Besok kamu datangi ibumu secara khusus, minta maaf dengan ikhlas dan tulus, minta doa restunya supaya kehidupan kamu ke depannya dimudahkan dan dilancarkan, karena walau bagaimanapun surga berada ditelapak kaki ibu. Lupakan masa lalu, karena kita hidup untuk masa depan. Bapak saja sudah sangat ikhlas dengan masa lalu."


"Iya pak, besok sesudah sholat subuh Farhan akan menemui lagi ibu di kamar. Walaupun tadi siang pada saat pengajian sudah meminta maaf dan meminta doa restu dari ibu, ada baiknya Farhan meminta maaf dan doa restu lagi dari ibu secara khusus."


"Yo wis, udah malam kita tidur."


Bapak sosok laki-laki yang sabar, pemaaf dan tidak pernah menyimpan dendam dengan apa yang terjadi dengan masa lalu, hampir 14 tahun berlalu setelah perceraian dengan ibu, bapak memilih tetap hidup sendiri sampai sekarang sudah berusia hampir 60 tahun.


"Sehat-sehat ya pak, sampai kelak bisa melihat anak-anak Farhan dan Diana." Guman Farhan dalam hati sambil menatap bapaknya yang sudah tertidur pulas disampingnya.


Tidak lupa Farhan juga mendoakan kesehatan buat ibunya di dalam hati.


*****

__ADS_1


__ADS_2