POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 63 Olah Raga


__ADS_3

Satu minggu sudah usia pernikahan Diana dan Farhan.


Hari Minggu pagi ini mereka sedang bersiap untuk pergi olah raga ke alun-alun kota, karena kalau hari minggu ada satu tempat dekat dengan alun-alun kota yang dijadikan Car Free Day. Banyak sekali warga kota ini yang berolah raga sambil sarapan.


"Mas, kalau nanti waktu olah raga bertemu teman aku, atau siapapun yang aku kenal, senyum ya jangan pasang wajah datar dan dingin." Kata Diana setelah berada di dalam mobil.


"Ya itu kan sudah bawaan dari orok Di, yang penting hatinya baik dan yang penting kalau sama kamu kan senyum terus." Farhan membela diri.


"Iih mas, ngeselin deh kalau di kasih tahu. Itu tuh membuat orang berpikir kamu sombong, sedikit!-sedikit belajar untuk lebih terbuka, lebih ramah, buktinya sama mamah, kak Dimas dan mang Ujang sekarang udah bisa ramah, terbuka. Artinya kan bisa berubah."


"Iya sayang...mas akan berusaha terus lebih baik, tapi nanti jangan marah yaa kalau ada cewek-cewek yang terpesona sama senyuman mas." Goda Farhan.


"Itu namanya tebar pesona....awas aja !!" Diana mencubit paha Farhan.


"Aduh sakit Di...!"


"Itu baru hukuman kecil, sampai berani tebar pesona tidur di sofa satu minggu!!"


"Hahahaha...ampun Di!"


"Dasar play boy, jangan-jangan sikap dingin, pasang wajah datar itu cara kamu menarik perhatian cewek-cewek dari jaman dulu." lirih Diana sambil cemberut.


"Itu dulu kamu mau sama mas karena apa?," tanya Farhan.


"Karena dikejar-kejar terus, diikuti terus."


"Tapi suka kan?, pura-pura jual mahal, galak banget."


"Bukan jual mahal, emang gak suka!"


"Iya iya..emang mas yang ngejar-ngejar kamu duluan, yang ngikutin kamu kemana-mana, mas yang suka duluan sama kamu. Udah stop ya nanti berantem, lagian udah mau sampe nih, tinggal cari tempat parkir."


"Udah gak usah parkir, gak jadi olah raga, pulang aja !" Diana merajuk.


"Kenapa sih tuan putri ?, suka ga jelas kayak gini. Tadi yang ngajak olah raga tuan putri." Farhan bicara hati-hati sekali takut Diana tambah marah.


Farhan melajukan mobilnya dengan pelan.


"Gak kenapa-napa, kalau kamu mau olah raga sok aja, aku pulang pake ojek!" jawab Diana ketus.


"Kita sarapan dulu ya ?,baru pulang!" tanya Farhan.


"Terserah !"


Mau sarapan apa ?" tanya Farhan.


"Terserah !"


Farhan mengarahkan mobilnya ke tukang kupat tahu langganannya.


"Susah kalau tuan putri lagi ngambek gini." guman Farhan dalam hati.


Farhan dan Diana makan kupat tahu di dalam mobil, setelah sebelumnya ada drama tuan putri tidak mau sarapan. Setelah segala bujuk rayu dari Farhan akhirnya Diana pun mau sarapan walaupun sedikit.

__ADS_1


"Di, mas salah apa sih?, kok cemberut terus?" tanya Farhan ketika mobil sudah mulai berjalan arah pulang.


"Gak salah apa-apa."


"Terus kenapa cemberut aja?, kenapa tiba-tiba gak jadi olah raga?"


"Capek aja, pengen tidur lagi !"


"Ya udah kalau gak mau jawab, maaf kalau mas ada salah bicara."


Diana akhirnya merasa bersalah juga dengan bersikap seperti ini. Farhan sebenenya gak salah apa-apa. Cuma mood Diana jadi terjun bebas pada saat membahas masalah senyum. Gak tahu kenapa ingatan Diana kembali kepada masa lalu Farhan yang digilai banyak cewek, Diana berpikir jangan-jangan sekarang juga masih ada cewek yang suka deketin suaminya, yang suka kirim-kirim pesan, tapi dihapusin pesannya sama Farhan, biar Diana gak tahu. Pokoknya tiba-tiba pikiran buruk berputar-putar diotak Diana.


"Mas, nanti berhenti di warung sayur sebelum gerbang cluster ya, mau beli bumbu dapur udah pada abis."


"Iya, emang kamu mau masak ?" tanya Farhan.


"Iya, mau bikin sayur asem, ayam goreng, tempe mendoan sama sambel terasi." Jawab Diana.


"Kalau kamu capek gak usah maksain masak, beli aja makanan online."


"Ya udah kalau mas gak mau makan masakan aku, mas beli aja buat makan mas sendiri !"


"Ya Tuhan Di, salah lagi. Mas cuma kasihan sama kamu, takutnya capek, ya kalau kamu masak mas senang banget !"


Tiba di depan warung sayur Diana langsung turun. Farhan menunggu di dalam mobil.


"Diana, kamu tuh gemesin kalau lagi cemburu." bathin Farhan.


Farhan sebenarnya tahu yang menyebabkan istrinya ngambek, gara-gara obrolan yang berjudul senyum istrinya merajuk sampai sekarang.


Baru saja Diana menyimpan belanjaannya di dapur, ada suara bel berbunyi.


Farhan bergegas keluar untuk membuka pintu pagar.


"Assalamualaikum Nak."


"Walaikumsalam mah..." jawab Farhan sambil mencium tangan mamah mertuanya.


"Masuk mah...mang Ujang masuk!"


Mamahnya Diana datang diantar mang Ujang.


"Mamah, apa kabar?, kok gak ngasih kabar mau kesini?, kan bisa dijemput sama mas Farhan!"


"Gak apa-apa kan dekat dari rumah mamah kesini, 20 menit jug sampai."


"Ini neng." Mang Ujang memberikan rantang kepada Diana.


"Apa ini mah?, pasti deh kalau kesini segala dibawa.


"Mamah tadi pagi masak sayur asem sama ayam goreng dan ikan asin kesukaan kamu, tapi belum bilin sambel terasinya."


"Ya ampun mah, baru aja Di mau masak sayur asem juga.

__ADS_1


"Alhamdulillah, makasih ya mah." Diana memeluk mamahnya dengan manja.


"Sama-sama Di."


"Bikinin dulu minum buat mamah Di !" perintah Farhan.


"Owh iya, maaf ya mah Di lupa!"


"Gak usah Di, mamah gak akan lama, udah di tunggu sama teman-teman guru di sekolah."


"Mau kemana mah?"


"Mau ke undangan, putri bungsunya bapak kepala sekolah nikah, jadi kita mau berangkat bareng-bareng kumpul di sekolah."


"Pantesan mamah cantik banget hari ini." Goda Diana.


"Bisa aja kamu, ya udah mamah pamit ya Di, Farhan."


"Iya mah, hati-hati ya."


"Hati-hati bawa mobilnya ya mang Ujang." Pesan Farhan.


Mobil mamah sudah tidak terlihat lagi. Farhan dan Diana sudah berada di dalam rumah.


'Alhamdulillah Di, dikirim makanan sama mamah, jadi gak usah masak." Farhan duduk disofa ruang keluarga sambil menonton TV.


Diana keluar dari kamar sudah mengganti pakaian olah raga nya dengan daster bahan satin tanpa lengan.


"Sini sayang, duduk dekat mas."


"Mau apa duduk dekat-dekat?" tanya Diana ketus.


"Ya mau nonton aja sambil ngobrol, sambil ngemil buah-buahan."


Diana akhirya duduk disamping Farhan. Farhan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Diana, mengangkat dagu Diana sedikit mencium bibir istrinya , akhirnya ********** dengan lembut.


"Udah mas, gak bisa nafas nih !"


"Makanya jangan marah-marah terus. Dengerin Di, mas gak akan tebar pesona, gak akan ngasih senyum sama cewek-cewek!"


Wajah Diana merah, malu karena ternyata Farhan tahu alasannya ngambek.


"Bukan gitu maksud aku mas, ya ramah harus sama setiap orang, tapi jangan tebar pesona sama cewek-cewek !"


"Iya iya...udah damai jangan cemberut aja, gak cape apa dari tadi manyun terus !"


"Iya mas, maafkan aku ya."


"Iya mas maafkan, kita olah raga pagi di kamar aja yu, lumayan ada waktu 2 jam sampai waktu duhur, bisa 3 ronde olah raga nya!" goda Farhan sambil menggendong Diana ala bridal ke kamar.


"Mas ihh lepas...!!"


"No honey, suruh siapa pake daster seksi begini."

__ADS_1


Hari minggu yang panas di luar, semakin panas di rasa oleh Farhan dan Diana walaupun AC dikamar mereka sudah di angka 23°C.


******


__ADS_2