
Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB ketika Diana bangun.
"Ya Tuhan kesiangan, mas bangun udah siang. Cepetan mas kita terlambat sholat subuh loh." Diana menggoyang-goyangkan tubuh suaminya supaya bangun.
"Iya-iya Di, ini Mas bangun!"
"Mas mandi di kamar mandi luar saja. Nanti kalau udah sholat subuh tolong bangunin adek. Aku mau siapin sarapan setelah selesai mandi dan sholat." ucap Diana sambil berlalu masuk kamar mandi.
Pukul 06.30 WIB mang Ujang sudah menjemput Radith.
Radith baru saja selesai sarapan roti bakar dan segelas susu.
"Ayok dek pakai sepatunya, mamah ambil tas di atas."
Diana memasukan satu persatu buku paket dan buku tulis sesuai dengan jadwal pelajaran hari ini. Tidak lupa Alquran dan alat tulisnya.
"Gara-gara mas jadi aja bangun kesiangan. Untung saja adek gak susah bangunnya." Ucap Diana sambil kembali ke meja setelah Radith berangkat.
"Kok nyalahin mas sih ?" goda Farhan sambil tersenyum.
"Iih ngeselin banget !"racau Diana.
"Mas beli sarapan ke depan ya, sambil manasin mobil kamu udah 3 hari gak di pakai."
"Aku sarapan nasi anget sama abon aja mas!"
"Kamu sudah masak nasi ?"
"Sudah baru saja mateng!"
"Mas juga sarapan nasi putih sama abon aja. Enak kayak nya !"
Pukul 07.30 WIB Farhan sudah siap untuk berangkat ke kantor. Bagasi mobil sudah dibongkar, koper, oleh-oleh dan pakaian untuk di toko sudah diturunkan semua oleh Farhan.
"Hari ini kamu ke toko gak?" tanya Farhan.
"Nanti sore aja mas, pulang jemput adek mampir ke toko sebentar nganterin barang dari mbak Fera. Sekarang mau tidur lagi, capek !"
"Ya udah mas ke kantor dulu. Sesudah apel pagi kalau gak sibuk mas pulang dulu, mau lanjutin istirahat sama mau dengerin penjelasan!"
"Apa sih mas!"
"Jangan pura-pura lupa, masih punya hutang penjelasan!" ujar Farhan sambil membiarkan Diana mencium punggung tangannya.
"Udah sana berangkat, aku mau tidur lagi. Udah dibilangin jangan wangi-wangi kalau mau ke kantor." Lirih Diana yang masih bisa didengar oleh Farhan.
"Mas lupa Di, maaf ya !"
"Genit, mau tebar pesona !"
"Ya udah mas ganti kemejamya ya?'
"Percuma, udah nempel dikulit parfumnya!"
"Masa harus mandi lagi, nanti kesiangan apel!"
"Maaf ya Di, mas sebentar ke kantornya. Selesai apel pulang dulu mandi lagi !"
"Udah sana berangkat mas..!" usir Diana sambil cemberut.
"Panjang lagi nih perkara parfum. Aneh banget Diana kok jadi rewel, biasanya juga gak masalah. Pulang dari Solo jadi sensitif." Bathin Farhan sambil fokus menyetir.
Baru saja tiba di ruangannya ada notifikasi pesan masuk.
"Gak usah pulang dulu, lanjut aja kerja. Aku mau ke toko sebentar lagi!" pesan masuk dari Diana.
"Aduhhh repot kalau Diana sudah merajuk seperti ini." Guman Farhan dalam hati sambil membalas pesan dari istrinya.
"Ok Di, hati-hati kalau mau ke toko." Balas Farhan.
Farhan yakin istrinya tidak akan berangkat ke toko sekarang. Ini hanya karena masalah parfum.
__ADS_1
"Kamu lagi cemburu Di, Mas seneng. Sayangnya kamu nggak pernah mengakui perasaan Cemburu itu, tunggu mas di rumah ya."
Farhan pun tahu alasan Diana menjadikan foto-foto reuni dan tim basketnya sebagai status WhatsApp dan mengganti semua foto profilnya dengan fotonya sendiri. Semua Karena rasa cemburunya kepada Mayang teman SMA Farhan.
Tepat pukul 10.00 WIB terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Diana. Saat itu Diana sedang berada di kamar memainkan ponselnya sambil beristirahat. Diana mengintip dari balik gorden kamar ternyata Farhan yang datang. Buru-buru Diana menuju meja rias.
"Assalamualaikum bi-bi Nur."
"Waalaikumsalam." Jawab bi Nur sambil berlari membuka pintu depan.
"Diana ke toko ya bi ?" tanya Farhan sengaja mengeraskan suaranya.
"Enggak Pak, neng Diana ada di kamar sedang istirahat." Jawab bi Nur sambil berjalan kembali ke dapur.
"Oh ya udah minta tolong buatkan saya kopi ya bi. Nanti simpen di meja ruang tengah." Perintah Farhan.
"Iya siap pak."
Farhan pun masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu dulu. Tampak Diana sedang duduk di depan meja rias.
"Belum berangkat ke toko Di?"
"ini lagi siap-siap sebentar lagi juga mau berangkat."
"Kok masih pakai daster ?"
"Iya tinggal ganti baju aja."
Farhan memeluk Diana dari belakang kemudian mengecup lembut pucuk kepalanya.
"Nanti sore aja ke tokonya sekarang kita tidur dulu, istirahat. Mas juga nanti jam 2 harus ke kantor lagi." Ucap Farhan.
"Mas ih lepasin aku lagi dandan." ujar Diana sambil cemberut.
Farhan menggendong Diana ala bridal membawanya ke tempat tidur.
Kemudian dikungkungnya tubuh istrinya.
"Mas lepas ih berat tahu."
"Kenapa sih istri Mas ini, suka marah-marah gak jelas."
"Siapa sih yang marah-marah orang mau pergi ke toko. Aku kan udah bilang Mas nggak usah pulang dulu."
"Mas mau istirahat dulu ditemenin kamu. Jam 2 mas ke kantor lagi, sebelum pergi ke kantor mas mandi dulu yang bersih biar nggak wangi lagi. Mas janji gak pake parfum lagi kalau ke kantor!"
Akhirnya Diana merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil tetap cemberut.
"Mas ih dengerin, aku tuh nggak melarang kamu pakai parfum. Tapi jangan wangi-wangi banget, genit tahu!"
Farhan tertawa gemes dengan sikap istrinya.
"Iya-iya nanti mas pakai parfumnya sedikit aja."
"Sekarang dengerin mas, sudah bisa menjelaskan masalah status WhatsApp dan foto profil medsos kamu kemarin?"
"Apa yang harus dijelaskan aku nggak punya maksud apa-apa kok. Wajar saja sekali-kali upload foto-foto masa lalu, sekali-kali ganti foto profil."
"lihat mata mas Di, kamu cemburu kan?" tanya Farhan lembut.
"Cemburu sama siapa?" tanya balik Diana sambil memalingkan wajahnya.
"Oh ya udah kalau nggak cemburu, nanti kalau lihat mas jalan sama cewek lain atau baca pesan dari cewek lain diponsel mas nggak usah marah ya. Kamu kan gak punya perasaan cemburu."
"Oh jadi udah niat gitu mau jalan sama cewek lain, mau chating sama cewek lain, sama mantan di SMA itu ?" tanya Diana sambil menatap tajam suaminya.
"Mana ponsel kamu mas, aku mau tahu disave dengan nama apa mantan mas itu!"
"Terserah Mas dong mau simpan dengan nama apa kamu kan nggak cemburu!" goda Farhan sambil tetap memeluk istrinya.
Diana berusaha melepaskan pelukan dari suaminya, tetapi Farhan semakin erat memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
Tenaga Farhan yang besar akhirnya membuat Diana tidak bisa bergerak lagi.
"Gak mau dipeluk?, mau ke toko sekarang?" tanya Farhan.
"Iya aku mau ke toko sekarang."
"Oh ya sudah sana pergi !" ucap Farhan sambil melepaskan pelukan.
Diana bangun dari tempat tidur berjalan menuju lemari pakaian
Farhan mengambil ponsel dari saku celananya kemudian senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya
Diana melihat tingkah suaminya
yang senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya di atas tempat tidur.
Tiba-tiba Diana merebut ponsel dari tangan suaminya
Farhan membiarkan ponselnya direbut dan tersenyum melihat tingkah istrinya
"Kenapa ponsel Mas diambil?"
"Lagi bertukat pesan sama siapa" tanya Diana sambil memeriksa ponsel Farhan.
"Sama temen-temen lah, kan istri Mas baik, pengertian dan nggak cemburuan. jadi Mas bebas dong mau chatting sama siapa aja." Ucap Farhan sambil tersenyum.
"Mas Ih kamu tuh bikin aku kesel aja!"
"Loh kesel kenapa?"
Mereka duduk berhadapan di tempat tidur Farhan melihat mata istrinya mulai berkaca-kaca.
Diraihnya jemari tangan Diana dikecupnya dengan lembut
"Please bilang sama Mas kalau kamu cemburu, Mas mau sekali saja kamu bilang cemburu."
"Oke-oke, aku cemburu... puas mas?!"
"I love you Diana Prameswari...terima kasih ya!" ucap Farhan sambil memeluk Diana kemudian mengecup lembut keningnya.
"Awas ya kalau berani nakal, aku tinggalin pergi jauh pokoknya."
"Mas kan polisi, gampang kalau cuma cari kamu mah, tapi Insya Alloh mas gak akan sampai membuat kamu pergi. Tetap temani mas ya dalam suka dan duka, mas gak bisa hidup tanpa kamu!"
"Gombal ah...!" rajuk Diana.
"Really Di, kamu tahu bangetkan bagaimana mas yang sangat tergantung sama kamu."
"Tapi kenapa kadang suka marah-marah dan cemberut gak jelas ?" ujar Diana.
"Manusiawilah, kadang mas lagi capek banget, banyak tekanan di kantor. Itukan hanya sesekali saja. Kamu apalagi tiap pagi cerewet, teriak-teriak bangunin anak-anak !"
"Maafkan Di ya mas, suka gak sabaran aja kalau anak-anak susah bangun, susah disuruh ngerjain kewajiban mereka!"
"Namanya juga anak-anak, kita yang harus lebih sabar ngasih tahunya. Sekarang Mbak Ami sama Kak Maya gak ada perasaan rumah ini jadi sepi setiap pagi dan malam!" goda Farhan.
"Iya ya mas."
"Sekarang kamu jadi rewel sama mas. Aneh saja, dulu kamu yang bilang kalau ke kantor tuh harus rapih, harus wangi. Sekarang wangi malah jadi masalah !"
"Sekarang beda pokoknya !" ucap Diana ketus.
"Oke, gak apa-apa gimana kamu aja. Yang penting kamu happy wlaaupun mas harus gak mandi kalau ke kantor !" Ujar Farhan sambil tersenyum lepas.
"Aku masak dulu buat makan siang." pamit Diana hendak bangun.
"Gak usah masak, beli makanan online saja !" perintah Farhan sambil kembali mengungkung tubuh Diana.
"Mas, katanya mau tidur dulu!"
"Tanggung udah jam 11, mau mandi tapi harus keramas mandinya !" ucap Farhan nakal.
__ADS_1
"Hhhhmmmm modus bapak polisi yang satu ini!" bisik Diana manja di telinga Farhan.
*******