POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 73 Sensitifnya Farhan


__ADS_3

" Mbak Ami nakal gak di tinggal ayah kerja?" tanya Farhan kepada putri kecilnya.


"Enggak ayah, Ami pintel, gak rewel ." jawab Ami sambil duduk dipangkuan ayahnya.


Sementara Diana di meja makan sedang menata makanan yang di bawa dari rumah mamahnya.


"Ayo ayah, mbak Ami kita makan dulu!" ajak Diana.


Farhan menggendong Ami ke meja makan kemudian mendudukan di salah satu kursi. Farhan duduk di samping Ami.


"Mbak Ami kan udah gede kok di gendong sama ayah sih?" goda Diana.


"Ayah yang mau gendong-gendong Ami telus mah." Rajuknya sambil melirik ayahnya.


"Gak apa-apa mah, ayah kangen sama mbak Ami. 3 hari gak ketemu "


"Tuhkan mah benel, ayah yang mau gendong telus peluk-peluk aku." Ucapnya lucu.


"Ya udah habiskan makannya, udah sholat isya tidur yaa di temenin sama ayah."Farhan menengahi obrolan istri dan anaknya.


Pukul 20.00 WIB Ami sudah berada di kamarnya di temani oleh Farhan.


"Ayah bacain buku celita ya." Rajuk Ami manja dengan suara cadelnya.


"Siap tuan putri, tapi cium dulu ayahnya."


"Cup..cup..I love you ayah."


"I love you too Mbak Ami sayang." jawab Farhan sambil mengecup kening putrinya.


Diana mengintip interaksi ayah dan anak di celah pintu yang tidak tertutup rapat.


Perasaan haru dan bahagia campur menjadi satu. Farhan suami yang sangat dekat dengan anak, suami yang sayang sama keluarga.


Akhirnya Ami tidur setelah dibacakan buku cerita. Farhan keluar dari kamar, kemudian duduk di atas karpet ruang keluarga. Sementara Diana duduk di sofa.


"Gimana mas dikjurnya lancar?" Diana memulai obrolan.


"Lancar." Jawab Farhan singkat sambil bermain game di ponselnya.


"Mas ihh, diajak ngobrol main game terus !"


"Iya ngomong aja, aku denger kok."


"Aneh banget nih orang, tadi malem teleponan udah baik-baik aja, tadi jemput ke kantor juga gak apa-apa. Sekarang udah ngambek lagi, yang hamil siapa yang sensitif siapa." Bathin Diana.


"Ya udah aku mau tidur aja, ada temen juga gak bisa di ajak ngobrol !" Diana beranjak dari duduknya hendak masuk ke kamar.


"Duduk..!!" kata Farhan sambil menarik pelan tangan Diana.


"Apaan sih mas ?" Diana menepis tangan Farhan langsung masuk ke kamar.


Tidak lama kemudian Farhan mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Farhan berbaring disamping Diana yang sedang memainkan ponsel.


"Di..."


"Hhmmmm..." jawab Diana.


"Ada yang mau diceritakan gak sama mas?" tanya Farhan.


"Gak ada !"


"Simpen ponselnya, sini menghadap mas!" perintah Farhan.


Diana menyimpan ponselnya di atas nakas, kemudian merubah posisi tubuhnya menghadap Farhan.


"Kenapa sih mas?" tanya Diana ketus.


Farhan membawa kepala Diana bersandar didadanya.


"Siapa laki-laki yang tadi mengerjar kamu pada saat keluar lobi kantor ?"


"Ternyata ini yang membuat suamiku marah gak jelas." guman Diana dalam hati.


"Pak Ganjar !" jawab Diana singkat


"Ngobrol apa ?, kalian janjian lagi pulang bareng?" tanya Farhan dengan suara datar.


Farhan berusaha menahan emosinya padahal rasa ingin marah dan cemburu sudah sampai ke ubun-ubun.


"Terus tadi kalian ngobrol apa?, sampai kamu menangkupkan kedua tangan di depan dada seperti sedang minta maaf !" ucap Farhan pelan penuh penekanan.


Diana menarik nafasnya kasar, kemudian membuang perlahann Sementara tangan kiri Farhan mengelus lembut kepala Diana.


"Tadi dia mengerjar aku, mengajak untuk pulang bareng. Tapi aku nolak mas, aku bilang terimakasih, aku sudah dijemput !"


"Sering dia menawarkan untuk mengantar pulang ?" tanya Farhan lagi.


"Enggak, baru tadi sore dan baru sekali aku numpang waktu hari senin kemarin hujan besar itu !"


"Kamu tidak sedang berbohongkan Di ?" tanya Farhan dengan suara parau menahan marah.


"Bohong apa sih mas !" Jawab Diana ketus sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Farhan.


"Di, kalau kamu gak bohong jangan marah menjawabnya. Biasa saja !!"


"Capek mas dicurigai terus. Aku sudah ngomong jujur, apa adanya tapi gak dipercaya. Ya sudah terserah mas !"


Cemburu menyelimuti hati Farhan. Bagaimana mungkin istrinya yang sedang hamil disukai laki-laki lain.


Informasi yang Farhan dapat tadi sore dari securiti membuat rasa marah dan cemburu semakin bergejolak dalam hatinya. Tapi Farhan mencoba menahannya, tidak mau membuat Diana menbenci dirinya.


Pak Ganjar Asisten manager accounting. Seorang duda usia sekitar 50 tahun. Beberapa kali pernah bertanya kepada securiti tentang siapa yang suka mengantar jemput Ibu Diana. Itu sedikit informasi yang Farhan terima tadi sore.


"Mas percaya. Tapi kamu jangan naif !, kamu tahu dan merasa kan Pak Ganjar suka sama kamu?, tahukan dia perhatian sama kamu?"

__ADS_1


"Enggak tahu dan tidak mau tahu !"


Farhan memeluk Diana dari belakang, mencium lembut bahu istrinya.


"Maafkan mas cemburu berlebihan. Tapi mas gak mau istri mas disukai laki-laki lain!"


"Itu hanya prasangka mas saja !" ucap Diana ketus.


"Diana...mas tuh laki-laki. Tahu banget modus laki-laki mencari perhatian perempuan. Tidak mungkin menawarkan tumpangan secara pribadi kalau tidak ada rasa ketertarikan. Laki-laki itu bre****k, udah tahu kamu punya suami masih saja mencari perhatian kamu!"


Diana terdiam, kemudian membalikkan tubuhnya menatap tajam manik mata Farhan.


"Aku punya suami, anak sudah mau 2, percayalah perhatian apapun yang orang lain berikan, aku gak akan membalasnya. Makanya tadi aku bilang enggak tahu dan tidak mau tahu !, di luar sana juga pasti ada wanita yang menyukai kamu, memberikan perhatian sama kamu. Tapi aku percaya sama mas !"


"Mas gak rela kamu menjadi prioritas laki-laki lain. Melihat tatapan mata dia sama kamu tadi sore mas cemburu, sangat cemburu !"


"Tapi mas lihat sendirikan aku menolaknya, padahal Di gak tahu ada mas yang sedang diam-diam memperhatikan ?"


"Iya Di, tapi kalian setiap hari bertemu. Laki-laki akan melakukan segala cara kalau merasa penasaran !'" ucap Farhan frustasi.


"Beberapa bulan lagi perutku semakin besar, tidak ada menarik-menariknya. Udah stop pembahasannya. Di sayang sama mas, gak ada perdebatan lagi Ayo kita tidur udah malam !"


"Ya Tuhan Diana, kamu tahu gak?, wanita hamil tuh seksi banget !"


"Itukan menurut mas, belum tentu menurut orang lain !"


"Pokoknya, besok sore mas mau nemuin dia.!"


"Untuk apa mas?"


"Ya cuma bilang aja jangan gangguin kamu !"


"Ya Tuhan mas, jangan bikin malu deh. Ntar dipikirnya aku geer. Nanti mas yang malu sendiri !"


"Kalau sampai mas melakukan itu berarti gak percaya sama Di, gak sayang sama Di dan silahkan tidur di sofa tiap malam !"


"Ok...tapi kamu harus janji apapun yang dia lakukan, sekecil apapun perhatiannya sama kamu, harus bilang sama mas !"


"Ok..tapi mas harus janji juga, jangan suka marah-marah gak jelas. Bentar senyum, bentar ngambek cemberut. Aneh deh yang hamil siapa yang sensitif siapa !"


"Iya mas janji....sini peluk mas, kangen 3 malam gak meluk kamu!"


"Kangen tapi ngajak berantem meulu!"


"Gimana gak marah coba istrinya ada yang naksir."


"Lebay ah, itu mah hanya perasaan mas saja !"


"Udah stop..nanti berantem lagi !!"


****


Guys begitulah liku-liku kehidupan berumah tangga...lanjut yuu kemana nih arah cerita selanjutnyan..komen ya guys🥰

__ADS_1


__ADS_2