
Pagi ini Diana sarapan bersama mamah dan kak Dimas.
"Jam berapa pulang ke Bandung Di.." tanya mamah.
"Jam 14.00 mah, dianter sama Mas Farhan".
"Hati-hati yaa Dii, walaupun mamah mengijinkan kalian pergi berdua bukan berarti kalian bebas berbuat apa saja, jaga diri baik-baik"
"Iya mah..." jawab Diana
"Dimas...berangkat jam berapa ke Jakarta?"
"Aku berangkat besok pagi ba'da sholat subuh mah"
"Gak kesiangan nanti ke kantor?"
"Gak mah...Dimas besok langsung ke lapangan, ada janji ketemu klien jam 09.00 WIB
"Iyaa Dim....sampai mana persiapan pernikahan kamu dengan Raniya..??, jangan terlalu santai sudah semakin dekat waktunya". Mamah mengingatkan kak Dimas
" Sudah 75% mah...insya alloh semua nya berjalan lancar" jawab Dimas.
Ya..Dimas kakaknya Diana akan menikah dengan Raniya sekitar 3 bulan lagi.
****
"Dii...Adrian ada menghubungi kamu lagi gak? tanya Farhan sambil fokus menyetir.
Diana dan Farhan sedang dalam perjalanan ke Bandung.
"Ada ..tadi pagi dia nanyain kapan aku kembali ke Bandung" jawab Diana.
"Kamu jawab apa..?"
"Ya jawab sore ini..."
"Gak bilang dianter sama mas?"
"Enggak....."
"Kenapa..??...kamu gak mau dia tahu kamu sudah punya pacar?" Farhan bertanya dengan suara lirih.
"Engga gitu mas....lambat laun juga dia akan merasa kalau aku menjauhi dia" jawab Diana.
"Iya tapi kalau nanti dia ngajak bertemu atau ngajak jalan lagi gimana?
"Yaa aku pasti menolak mas...tenang aja"
"Janji yaa Dii...?"
" Iya..tenang aja mas...belajar percaya sama aku..biar hati mas gak cape, ,gak galau terus"
"Susah Dii...kamu di Bandung berjauhan sama mas...gimana gak kepikiran coba??"
" Iya makanya percaya sama, aku..trust me ok ?"
"Ok mas akan berusaha..." jawab Farhan lirih.
Diana menguatkan Farhan dengan menggenggam jemari tangan kiri Farhan.
"I love you Dii..."
"I love you too mas..."
Pukul 16.30 mereka sudah sampai di Bandung.
" Cari makan dulu yaa Dii....mau makan apa?"
"Aku ikut mas aja..."
Farhan memarkirkan mobilnya di restauran jepang tidak jauh dari tempat kost Diana.
Setelah selesai makan Farhan langsung mengantar Diana ke tempat kost nya.
"Mas langsung pulang ya Dii... jaga diri, jaga hati yaa...kalau ada apa-apa kabari mas segera"
"Siap mas...hati-hati dijalan..awas jangan bawa penumpang dijalan" goda Diana.
"Gak apa-apa dong biar mas ada teman ngobrol dijalan". Farhan balik menggoda Diana.
"Owh gitu....silahkan ajaa", Diana cemberut.
"Hahahhaa..." Farhan tertawa lepas.
"Ya udah sana masuk...."
"Iya...hati-hati mas"
*****
Tepat pukul 10.30 WIB Diana telah selesai mengikuti mata kuliah.
Semester ini hanya tinggal beberapa SkS saja yang harus diikuti Diana, karena semester depan sudah mulai mengajukan judul untuk skripsi.
"Tidak terasa sudah semeter tujuh lagi", bathin Diana.
__ADS_1
Ting...ting...notifikasi pesan masuk diponsel Diana.
"Dii...aku dah diparkiran kampus...udah selesaikan kuliah nya" Adrian mengirimkan pesan kepada Diana.
"Duhh...harus jawab apa nihh...aku udah janji sama mas Farhan untuk menjaga jarak dengan Adrian" guman hati Diana.
Adrian selalu mengunggah setiap aktivitas sehari -harinya di media sosial sangat bertolak belakang dengan Farhan yang tidak terlalu suka bermain-main dengan media sosial.
Diana tidak mau kalau Farhan sampai melihat unggahan Adrian bersama dirinya, akan menjadi masalah besar.
"Maaf kang..maaf banget, aku udah selesai kuliah satu jam yang lalu, sekarang lagi di tempat kost temen sedang mengerjakan tugas kelompok" Diana terpaksa berbohong, padahal Diana masih berada di dalam kelas sedang bersiap-siap pulang.
"Sampai jam berapa..? daerah mana kost nya Dii?....Nanti aku jemput, kabari saja kalau sudah selesai"
" Iya kang...."
"Iya aja dulu, nanti tinggal pura-pura lupa menghubungi dan matikan ponsel untuk sementara, yang penting sekarang dia pergi dari kampus." pikir Diana.
Bangun tidur siang Diana baru saja mengaktifkan kembali ponselnya.
Ada yang tidak biasa sore ini...Diana melihat status Whatsapp Farhan yang diunggah beberpa menit yang lalu. Ini adalah hal yang jarang sekali dilakukan Farhan selama Diana menjadi teman dekatnya.
Ya...Farhan mengunggah Foto Diana yang mungkin diambil secara candid.
No caption di SW tersebut...hanya emot icon hati.
"Tumben banget......gak akan hujan angin nihh...?"Diana mengomentari SW Farhan.
"Hahahaha....gak lah...paling ada yang hujan kebahagiaan foto nya di unggah.
"Iihh geer banget...biasa aja tuhhh"
"Iya lah biasa ajaa....keseringan sih diunggah sama dia.." goda Farhan.
"Gak usah mulai deh...."
"Bentar lagi pasti ada yang hubungi kamu, klarifikasi karena ada teman kontaknya mengunggah wanita pujaan hatinya"
Ya..Farhan sengaja mengunggah foto Diana supaya Adrian melihatnya.
Farhan yakin Adrian pasti akan melihat SW nya.
"Apaan sih mas..."
"percaya sama mas..."
Diana kembali melihat ponselnya setelah chat dengan Farhan
Oh my God..puluhan miscall dan pesan dari Adrian.
" Diana....kenapa dari tadi siang ponsel kamu mati?..sengaja yaaa..?"tanya Adrian.
"Maaf Kang tadi habis batrei gak bawa charger, jadi baru nyala setengah jam yang lalu."
"Kita harus ketemu...penting!!" tulis Adrian.
"Duhhh gimana inii....?" bathin Diana.
*****
Ddrtt....ddrtt..ddrtt...Farhan memanggil ponsel Diana dengan Video Call.
" Hai mas....."
"Lagi apa Dii....udah mandi sore belum?"
"Belum mas...males..dingin banget"
"Kan ada water heater Dii...banyak alesan banget"
"Hehehe...males mas..nanti aja kalau udah deket maghrib"
" Ini mah kayaknya kedinginan pengen dipeluk yaa...?"goda Farhan.
"Kayaknya sih gitu..." Diana balik menggoda Farhan.
"Duhh jadi pengen ke Bandung..."
"Ngapain...?"
"Kan ada yang mau dipeluk....nanti dipeluk orang bahayaa"
"Hahahhahahaa..." Diana tertawa lepas
"Awas aja kalau sampe ada yang peluk...eeh gimana Adrian sudah menghubungi kamu?...kayaknya dia udah liat SW mas"
Saking asyiknya ngobrol dengan Farhan, Diana lupa belum menjawab pesan dari Adrian, pertanyaan Farhan barusan mengingatkan Diana kepada pesan dari Adrian.
"Heii Dii...kok ngelamun sih? tanya Farhan dibsebrang sana.
"Mas..jangan marah yaa aku mau ngomong "
"Ngomong apa Dii....?", Farhan penasaran.
"Adrian minta bertemu malam ini, katanya penting".
__ADS_1
"Sudah mas duga...pasti Adrian menghubungi kamu"
"Boleh yaa aku nemuin dia?" tanya Diana
"Kenapa sih gak ngobrol ditelepon aja..? "
"Ya udah kalau gak boleh mah....aku juga belum jawab pesan dia kok."
" Ok..ok..silahkan temui dia, tapi gak pake acara dijemput segala...kamu pake taksi online saja ke tempat pertemuannya....dan kalau dia bertanya masalah SW mas, tolong jelasin sejujurnya, biar dia tahu dan berhenti mendekati kamu !!"
"Iya siap mas..."
"Gak usah dandan segala....!!"
"Siap masss..aku mau mandi dulu yaa....bye mas"
"Iya Dii...."
****
Diana menemui Adrian di sebuah cafe.
Mereka sudah duduk disalah satu meja yang berada di ruangan VIP. Yaa Adrian memesan tempat VIP karena ingin bicara serius dengan Diana.
"Dii....Siapa Farhan?...aku melihat dia mengunggah foto kamu!!"
Diana tidak mau berbasa basi.
Farhan teman deket aku kang...!!"
Maksudnya...? ..pacar ??"
"Iya kang...." jawab Diana lirih
"Setelah hampr 2 bulan kita dekat, kok kamu gak pernah bilang kalau kamu sudah punya pacar?!"
"Kang Iyan juga gak pernah nanya, dan tidak pernah ada komitmen apa-apa juga diantara kita, aku menganggap ini sebagai pertemnaan biasa saja"
"Terus kenapa kamu mau diajak pergi sama aku.?, makan malam, makan siang kadang aku antar jemput...aku pikir kamu single !!"
"Maaf kang...beberapa bulan yang lalu Aku dan mas Farhan sempat putus, tadinya ingin belajar membuka diri dan hati untuk yang lain.. tapi ternyata kenyataan berkata lain, kami kembali bersama lagi dengan berbagai pertimbangan"
"Kamu jahat Dii...kamu memberi harapan sama aku..."
"Jahat kenapa..?, kang Iyan juga belum pernah mengungkapkan perasaan kang Iyan sama aku kan?"
"Owh harus diomongin yaa ?...gak cukupkah perhatian-perhatian aku sama kamu selama ini ?..kamu gak ngerti atau pura-pura gak ngerti sih Dii..?!".
" Maafkan aku kang...".
"Minta maaf untuk apa?".
"Maaf kalau kang Iyan menganggap aku gak ngerti, menganggap aku memberi harapan, tapi pada saat kita sering jalan, aku benar-benar lagi sendiri"
"Aku mencintaimu Diana....beginikan?...harus diucapkan ?!...aku gak peduli kamu sudah punya pacar...pokoknya kamu harus tahu bahwa aku mencintai kamu Dii..."
"Kang...terima kasih atas semua kebaikan dan perhatian kang Iyan selama ini...maaf..maaf banget aku gak bisa membalas perasaan kang Iyan..!!".
"Hanya karena aku terlambat mengatakannya kan Dii.?...padahal kamu juga mempunyai perasaan yang sama kan?, tanya Adrian.
"Awalnya aku ingin mencoba membuka hati untuk laki-laki lain, tapi ternyata gak bisa...kang Iyan terlalu sempurna, sementara aku hanya wanita yang begini adanya, tidak suka bersolek, tidak modis...seperti tipe wanita yang kang Iyan suka"
"Kalau aku gak suka dengan segala kesederhanaan yang kamu punya, gak mungkim dong aku terus mendekati kamu Dii...!!".
"Maaf kalau aku kadang suka meminta kamu pakai dress, meminta kamu bemakeup...itukan bukan berarti harus...!!, ternyata tanpa dress, tanpa make up beer
berlebihan pun kamu tetap terlihat cantik natural...dan aku semakin jatuh cinta sama kamu Dii....sayangnya..kenapa gak pernah terucap dari mulutku ini, karena aku pikir perhatian aku selama ini sudah membuktikan perasaan ini.!!"
"Kang Iyan bisa mdndapatkan wanita yang lebih baik dari aku....!!"
"Tapi aku mau kamu Diana...!!"
"Kamu belum menikah sama Farhan, so..aku masih punya kesempatan yang sama untuk bisa memiliki kamu, aku akan memperjuangkan cintaku Dii. !!".
"Kang..tolong jangan bersikap seperti ini...itu akan menyakiti perasaan kamu sendiri!".
" Let see Dii....smpai Tuhan mengatakan kita tidak berjodoh..baru aku mundur...aku mau bertemu dengan Farhan..biar nanti aku yang menghubunginya sendiri..!!"
Adrian menyimpan kontak Farhan di ponselnya, karena dulu nomor Farhan pernah menghubunginya menanyakan tentang properti.
Adrian akan selalu menyimpan nomor ponsel klien-kliennya, karena sebagai marketing, klien adalah aset.
"waduh gawat kalau sampai mereka bertemu..Mas Farhan tipe laki-laki yang mudah emosi" racau Diana dalam hati.
""Udah selesai makannya?....Aku anter pulang yaa ?!...gak ada penolakan!!", perintah Adrian.
"Gak usah kang..aku pake taksi saja, deket kok dari sini ke tempat kost aku", pinta Diana.
"Ini udah malam Dii....tenang Farhan gak akan tahu!!"
Diana akhirnya pulang dianter Adrian.
*****
,
__ADS_1