
Pukul 12.00 WIB Farhan bersama supir dan adek-adeknya sudah tiba di sebuah restaurant paling terkenal di kota tersebut, restaurant yang menyediakan makanan khas kota ini. Sayangnya bapak tidak bisa ikut karena masih kurang fit, sementara ibu ada acara dengan suaminya.
"Silahkan pesan apa saja sepuasnya..aku yang traktir" Fera memberikan pengumuman
"Iya..bebas mau makan apa aja" suami Fera ikut bersuara.
"Mas aja nanti yang bayar semuanya...!!", kata Farhan.
"Gak apa-apa aku saja mas yang bayar... ini juga kan uang dari bapak, aku dan suami kan kerja bantu bapak, tadi sebelum pergi bapak berpesan aku yang harus bayar semua nya mas.."
"Ya udah kalau gitu..." . Jawab Farhan.
"Maaf yaa mas..bapak hanya ingin traktir kita semua, tanpa mengecilkan arti mas Farhan...bapak mau mas Farhan jangan boros-boros harus bisa nyimpen uang, biar bisa punya rumah sendiri disana".
"It' s ok Fer..mas gak apa-apa kok, malah seneng di traktir ibu pengusaha muda..hehe"
"Mas ihh apaan sihh.."
"Fan..itu Reyhan pesenin minum nya sekalian", perntah Fera kepada Fanni.
" Iya udah mbak..." jawab Reyhan.
Setelah selesai makan, mas Farhan, suami Fera dan Reyhan masih asyik ngobrol tentang segala hal, tidak terasa waktu menunjukan pukul 14.30.
"Sudah dibayarkan Fer..?...Ayo kita pulang, paling telat jam 17.00 WIB mas harus udah jalan pulang! ".
"Fera...Fer...!!"
"Tamii...hai apa.kabar..lama gak ketemu, kemana saja?", tanya Fera
" Aku kerja diluar kota , kebetulan ambil cuti semalem baru tiba di kota ini", jawab Tami.
Tami menyalami satu persatu keluarga Fera. Tiba saat nya bersalaman dengan Farhan.
"Apa kabar mas..?" tanya Tami.
"Baik Tam..", jawab Farhan singkat.
"Aku duluan ya Tam...nanti aku chat kamu, masih nomor WA yang lama kan?
"Iya masih Fer..hati-hati semuanya".lirih Tami sambil melambaikan tangan.
Diparkiran restaurant saat hendak pulang, tanpa sengaja Fera bertemu dengan temannya waktu di SMA. Tami namanya, Farhan dan Tami pernah pacaran, cinta monyet gitu. Waktu kelas 1 SMA Tami sering main ke rumah Fera, mereka bersahabat. Sementara Farhan kelas 3 SMA pada saat itu, entah bagaimana asal mulanya mereka pacaran walaupun hanya 6 bulan saja..yaa cinta monyet namanya juga, mereka putus karena mas Farhan selingkuh.
" Mas Farhan playboy waktu SMA..."bathin Fera sambil senyum-senyum sendiri di dalam mobil.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?", tanya Farhan.
"Ketemu Tami lagi jadi inget dulu, dia nangis waktu diputusin sama mas Farhan...makin cantik aja yaa Tami sekarang mas?", goda Fera.
" Biasa aja..." jawab Farhan singkat.
"Masa sihh...? cantik mana sama Diana?", tanya Fera memggoda Farhan.
"Fera...awas yaa kamu".
"Hahahaha..mau nomor ponsel nya gak mas...Tami masih sendiri loh".
" Terus kenapa kalau masih sendiri...masalah buat mas ya Fer?".
"Kali aja mau CLBK...Tami sekarang tambah cantik, modis dan mature".
"Udah ah Dii..ngelantur kemana aja ngomongnya!!".
Tami masih hidup sendiri, Fera tahu informasi ini dari teman-teman yang lain, karena meraka masih sering komunikasi di grup Whatssapp, Tami sering dibecandain digrup WA sama teman-teman lainnya, tak jarang juga mereka bercanda menunggu undangan dari Tami katanya. Walaupun sering ngobrol di grup tapi Fera baru ketemu lagi barusan dengan Tami, ternyata sudah 2 tahun ini Tami kerja diluar kota.
Akhirnya mereka sudah sampai di rumah bapak. Satu jam kemudian Fanni langsung pamit pulang ke rumah Ibu diantar oleh Reyhan, berbarengan dengan mas Farhan yang juga pamit mau pulang ke kota tempatnya berdinas.
******
Pukul 23.30 WIB, Farhan tiba dii asrama.
"Dii ..alhamdulillah mas udah sampe asrama"
Akhirnya Farhan tertidur karena cape.
Esok pagimya Farhan baru bangun pukul 05.30 WIB, itupun ditelepon oleh Diana. Farhan segera ke kamar mandi cuci muka, gosok gigi kemudian ambil wudu.
Setelah sholat subuh Farhan kembali merebahkan tubuhnya, masih ada waktu untuk istirahat sebelum pergi ke kantor. Ting..ting...notifikasi pesan masuk ke ponsel Farhan.
"Selamat pagi mas...udah bangunkah?, semalem sampai jam berapa?".
Farhan melihat dulu foto profil pengirim pesan, karena nomornya belum ada dikontak ponselnya.
Deggg...Tami....ya Utami Wulandari, temannya Fera yang pernah menjadi bagian masa remajanya".
"Ini pasti Fera yang memberikan nomor ponselnya kepada Tami" bathin Farhan.
"Selamat pagi...Alhamdulillah jam 23.30 sudah sampai".
"Mas katanya dines di Jawa Barat yaa?..wahh kita satu provinsi mas, aku hampir 2 tahun ini kerja di Bandung".
Tami menyebutkan nama salah satu jalan di pusat kota Bandung.
"Owh iyaa sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota tempat aku dines ke Bandung",.jawab Farhan.
__ADS_1
"Sering ke Bandung ya mas .?, next time kabari aku yaa kalau lagi di Bandung ! ".
"Iya siap Tam....".
"Kalau boleh kapan-kapan aku mau dong main ke tempat mas!!".
"boleh Tam...kabari saja sebelumnya, jam kantorku kan gak pasti, takutnya aku lagi kerja kalau kamu gak ngabari dulu".
"Ok mas...maaf mengganggu selamat beraktivitas ya... See you".
Ada yang berdesir aneh dihati Farhan ketika bertukar pesan dengan Tami. Ada tanya dalam hati Farhan kenapa Tami masih sendiri diusia nya yang sudah matang.
"Ahhh....enggak.!!..Tami hanya masa lalu, cinta monyet yang tidak memberi kesan apa-apa, mungkin karena sudah lama sekali tidak bertemu".
Farhan mencoba menepis perasaan aneh yang berdesir dalam hatinya.
Farhan akui ketika bertemu di restaurant itu,Tami terlihat cantik, anggun dan semakin matang.
" Mas...sore ini aku pulang naik travel yang jam 17.00 WIB".
Diana mengabari Farhan tepat pada saat Farhan tiba di kantor.
"Iya Dii...hati-hati dijalan yaa, nanti mas jemput ke travel".
Farhan semangat sekali menjalani hari ini karena akan bertemu dengan Diana.
*****
" Rumah siapa ini mas...kamu ngontrak rumah sekarang ?, kok gak ngasih tahu aku sih?", Diana bertanya penasaran.
Pada saat menjemput Diana ke travel, Farhan membawa Diana pulang ke rumah ini.
"Sabar...mas jelasin yaa....Ini rumah mas, satu tahun yang lalu mas membeli rumah ini secara kredit...yaa gak besar sih tapi lumayan lah untuk nanti kalau kita sudah menikah, beberapa bulan lalu mas mulai isi sofa,TV dan satu tempat tidur dikamar utama, tadinya sih ini mau jadi surprise kalau kita sudah menikah nanti...tapi rasanya gak sabar banget buat ngasih tahu kamu".
"Alhamdulillah, semoga berkah yaa mas".
"Iya Dii..aamiin...mas udah beberapa kali tidur disini, cari suasana baru".
"Mas kok punya duit sih ambil cluster ini ?...pasti uang mukanya mahal yaa?" tanya Diana polos.
"Bapak setiap 6 bulan sekali selalu mengirimi mas uang, katanya hasil keuntungan dari usahanya, biar adil anak-anaknya semua dibagi rata, kecuali Fera, selain dikasih keuntungan dari usaha, Fera dan suaminya tiap bulan diberi gaji sama bapak, karena mereka kan kerja bantu bapak...uang yang dikirim bapak mas kumpulin dan alhamdulillah bisa dipake buat uang muka rumah ini...selanjutnya buat cicilanpun mas pake uang dari bapak, jadi gaji mas amanlah buat hidup sehari-hari."
"Bapak,Ibu dan mbak Fera sudah tahu ?", tanya Diana
"Belum..kamu orang pertama yang tahu".
Diana memeluk Farhan dengan erat.
"Proud of you mr.posesif...."
Farhan mengunci tubuh Diana ketembok,mengecup bibir Diana, perlahan berubah ********** dengan penuh tuntutan....
" Kangenn Dii...." bisik Farhan ditelinga Diana.
Tangan Farhan membuka beberapa kancing kemeja Diana, mengusap dan kemudian meremas salah satu bukit kembar itu.
"Mass..ahh...eehmmmm"
"Nikmati Dii.....abis nakal kalau video call suka pake baju seksi terus, wangi banget sih kamu Dii....awas aja sampai ada yang menyentuh kamu seperti ini !!", bisik Farhan kembali.
Ciuman Farhan semakin menuntut, bergeser ke leher jenjang Diana.
"Mas....ehhmmm...udah mas "
Diaana mendorong pelan dada Farhan.
"Heyy...merah banget tuh pipi", goda Farhan sambil menarik Diana duduk di sofa.
"Iih merah kenapa...gak juga.. pulang yuu mas...udah hampir jam 9 malem nih". rengek Diana salah tingkah.
Jantung Diana masih berdetak kencang, ada rasa panas yang mengaliri tubuh Diana.
"Satu jam lagi yaa...mas masih kangen....mamah juga lagi dijakarta kan?...kapan pulang?".
"Besok pagi dari Jakarta kata mamah..."
Di perjalanan dari travel Diana menceritakan kepada Farhan mamahnya sedang menengok Dimas dan Raniya di Jakarta dari beberapa hari yang lalu. Dimas kakaknya Diana sudah menikah 2 bulan yang lalu.
"Diana..lihat mata mas....mas gak mau sampai ada yang menyentuh kamu seperti barusan...siapapun orangnya berani menyentuh kamu, urusannya panjang sama mas...ingat itu..jangan main api yaa Dii...mas bisa gila !!".
"Iyaa mas..."
Diana membalas tatapan Farhan penuh cinta.
"Gimana kabar Adrian masih suka menghubungi kamu?".
"Gak pernah mas...bosen kali teleponnya gak pernah aku angkat, pesannya juga gak pernah aku bales."
"Ok..ingat jangan main api !!".
Farhan kembali memeluk Diana di sofa, mencium lembut keningnya, pada saat mendekati bibir Diana, ponsel nya berdering.
"Angkat mas...kenapa dibiarin? ".
"Gak penting...nomor yang gak dikenal" jawan Farhan.
__ADS_1
Kembali ponsel Farhan berdering.
"Angkat saja mas..siapa tahu penting".
"Duhh gimana ini...itu Tami yang menelepon, kalau gak diangkat Diana pasti curiga, kalau diangkat urusannya juga panjang".guman Farhan dalam hati
Telepon berdering lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Aku aja yang angkat?, boleh ?"
Farhan akhirnya menggeser tombol hijau diponselnya
" Hallo...selamat malam" Farhan terlihat gugup.
"Maaf mas..mengganggu yaa.. aku cuma mau nanya alamat sebuah perusahaan di kota mas, minggu depan aku ada kunjungan ke perusahaan tersebut"
"Kirim aja alamatnya barangkali aku tahu.."
"Ok mas..nanti aku kirimikan yaa...lagi apa mas? Masih kerja yaa?"
"Lagi ada teman di rumah...maaf yaa gak bisa lama-lama ngobrolnya, nanti aku cek alamat perusahaannya"
"ok mas..terima kasih ya'.
"Sama-sama"
"Siapa mas..?!" tanya Diana
"Eehh..itu teman ".
Farhan gugup saat menjawab pertanyaan Diana.
"Teman dari mana?, siapa namanya?..kok nomor nya gak di save langsung tahu aja itu teman?, biasanya kan kalau nomor yang ga disave kita tanya dulu dengan siapa ini?."
Serentetan pertanyaan Diana untuk Farhan.
Farhan menarik nafas dalam, mengeluarkannya secara kasar.
Lelaki macho ini merasa bingung dan serba salah.
"Iya itu teman Di...cuma nanya alamat perusahaan, kemarin juga dia pernah chat nanyain kabar aja"
"Iya teman dimana..cerita dong kalau memang gak ada apa-apa...hebat yaa langsung hafal diluar kepala nomor nya padahal baru satu kali chat !!".
"Dii..udah ahh gak usah di perpanjang..cuma telepon biasa aja".
"Iya telepon biasa..tapi gak mau ngaku kalau di sini, di rumah kamu lagi ada pacar kamu..cuma bilang lagi ada teman aja di rumah, gitu ya mas...?"
"Dii..gak gitu masa mas tiba-tiba bilang lagi sama pacar, orang kan cuma minta tolong, tanya alamat perusahaan !!."
"Cukup kirim pesan kan, tidak harus menelepon berulang-ulang !!"
Diana berdiri sambil menyambar tas nya.
"Aku pulang mas...".
Farhan menarik tangan Diana, mendudukan kembali di sofa.
"Ok..ok..mas ceritain...jangan ngambek dong!!."
"Namanya Utami....dia teman sekolah Fera waktu SMA...kita satu SMA..Waktu mas kelas 3, mereka kelas 1...kemarin waktu mas pulang tidak sengaja bertemu di restaurant tempat kami makan, dia kerja di Bandung, waktu itu dia baru aja sampe sedang cuti pulang
Kampung....gitu aja udah "
"Ok..aku telepon mbak Fera sekarang".
Diana mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
"Eehh...mau apa telepon Fera?".
"Ya mau tanya aja yang sebenarnya.."
"Dii...kamu gak percaya sama mas?."
"Tidak mas Farhan Prasetyo !!."
"Ok...mas mau jujur...jangan marah tapi yaa....dulu Utami pernah dekat sama mas, hanya beberapa bulan saja, biasalah cinta monyet, gak ada yang berkesan waktu itu cuma suka-sukaan gitu aja, mas deket sama dia tapi deket juga sama cewe lain, hanya karena dia sering ke rumah aja karena sahabat Fera..pas mas SMA semester dua juga udah gak dekat lagi..kemarin pas ketemu juga cuma say hello aja..."
"Owh gitu...bertukar nomor ponsel yaa.....ternyata benar juga yaa ada CLBK pas pulang kampung...oleh-oleh pulang kampung yang indah ya mas!!."
"Fera kayaknya yang kasih nomor ponsel mas sama Utami"
"Pinjem ponsel nya sebentar mas..!!"
Farhan menyerahkan ponselnya kepada Diana.
"Wow...sweet banget isi pesannya".
Diana langsung berdiri, keluar dari rumah Farhan berjalan cepat ke depan..sambil memesan ojek online Diana terus berjalan cepat menuju jalan raya.
"Di...Diana..tunggu...mau kemana?..mas anter pulang".
Farhan mengambil kunci mobilnya langsung mengejar Diana
*****
__ADS_1