
Setelah menyelesaikan sarapan, Pagi ini Diana dan keluarga masih berkumpul dimeja makan.
"Bagaimana kuliahmu Dii..ada kesulitan tidak?." tanya Papah kepada Diana
"Alhamdulillah pah sejauh ini lancar lancar saja....Diana juga cukup merasa nyaman dengan teman teman dikampus dan teman teman di tempat kost" jawan Diana
" Alhamdulillah Papah seneng mendengarnya....jaga diri baik baik yaa, kuliah yang fokus dan serius" nasihat papah
" Iya pah...minggu depan Diana mau menghadapi UTS ...Doakan Diana yaa pah, mah semoga selalu dimudahkan dan dilancarkan segala urusannya"
"Aamiin Ya robbal Alamiin" jawab papah dan mamah kompak.
"Di..hari ini mamah sama papah ada acara pergi ke undangan temen papah di kota sebelah, mungkin pulang sore...hati hati di rumah yaa...kamu ada acara kemana hari ini ?"kata mamah
"Aku mau nonton basket mah nanti jam 09.00 di GOR....lanjut makan siang sama Melda dan Lina"
"jangan pulang terlalu sore yaa...." perintah mamah
"Siap mamah sayang....."
"Dimas..kamu ada acara kemana hari ini? " tanya papah
"Siang ini di rumah aja pah...paling nanti sore keluar kumpul sama temen temen SMA"
jawab Dimas
Diana sudah tiba di GOR pukul 09.30 WIB, Melda dan Lina sudah sampai duluan.
"Pulang nonton basket jadikan kita makan bakso dekat alun alun kota..?" tanya Melda
"Jadi donk..." jawab Diana
"By the way mr.posesifmu gak marah kan kamu nonton basket?" tanya Lina kepada Diana
"Bodo amat ahh..." jawab Diana.
Sementara hari ini dikantor Farhan sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dari pagi belum sempat mengabari Diana.
"Kemana nih anak dari pagi gak ada kabar beritanya'" pikir Farhan
Akhirnya Farhan menghubungi Diana disela sela kesibukannya. Farhan mengirim pesan kepada Diana.
"Hai Dii...lagi ngapain?"
Lamaa sekali tidak ada jawaban dari Diana, padahal pesan sudah terkirim
Akhirnya Farhan menelepon Diana
"Assalamualaykum mas.." Diana menjawab telepon dari Farhan.
__ADS_1
"Waalaykumussalam...lagi ngapain Di?..kok pesan dari mas ga dibaca baca?" Tanya Farhan
"Lagi makan bakso sama Melda dan Lina di deket alun alun kota" jawab Diana.
"Hhmmmm...kebiasaaan yaa ga ngabarin mas...dari tadi mas sibuk dikantor belum sempet hubungi kamu"
"Ya udah sih ..mas juga kan lagi sibuk ..lagian nanti malam juga kita ketemukan?"
"Iyaaa...iya..hati hati yaa, jangan keluyuran kemana mana....atau naanti mas jemput yaa?" tanya Farhan
" Ga usah mas...ini mau jalan jalan dulu ke mall, terus nanti langsung pulang"
"Ok...hati hati...mas tadi udah transfer buat jajan kamu"
"Makasih mas...aku jalan dulu yaa..." Diana menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Farhan.
Farhan merasa ada yang beda dengan sikap Diana. cara bicara diana agak ketus.
"Ada apa sih Dii..? Bathin Farhan
Farhan melanjutkan pekerjaannya, konsentrasinya terpecah dengan sikap Diana.
" Nanti malem harus aku tanyakan baik baik sama Diana" pikir Farhan.
Ting...Ting...notifikasi pesan masuk ke ponsel Farhan
"Haii mass. Apa kabar?...kenapa sih nomor aku di blokir?...kemarin sore aku telpon kamu, tapi kenapa diem saja?"
Yaa...Farhan yakin ini adalah pesan dari Ana, karena beberapa hari yang lalu Farhan baru saja memblokir nomor ponsel Ana, dan sekarang perempuan ini menggunakan nomor baru untuk menghubunginya.
"Maaf Ana...tolong berhenti menghubungiku kalau kamu berpikir aku akan tertarik dengan kebaikan dan perhatian kamu...itu salah besar....teirma kasih atas segala kebaikan dan perhatian kamu selama ini.. bersikaplah selayaknya sebagai teman ...terima kasih"
Sialan nih cowok, Semakin dikejar semakin larii....Ana merasa malu atas jawaban pesan dari Farhan.
" Mungkin aku memang harus melupakan Farhan...Diaana kamu beruntung sekali memiliki Farhan..." bathin Ana
****
Malam ini Farhan menjemput Diana ke rumahnya. Farhan meminta ijin membawa Diana pergi kepada mamah papahnya untuk sekedar makan malam dan jalan jalan.
"Om , Tante...kami pergi dulu yaa.." Pamit Farhan
"Iyaa..hati hati ya nak...titip Diana..jangan terlalu malam yaa pulangnya " pesan mamahnya Diana.
Di dalam mobil keduanya saling membisu...Farhan bingung harus ngomong apa, karena Farhan faham kenapa Diana bersikap seperti ini. Akhirnya Farhan membawa mobil nya ke sebuah cafe yang tidak teralu ramai dan terletak agak dipinggiran kota.
"Ayo Dii turun, udah smpei nih.." ,ajak Farhan.
Diana turun langsung masuk duluan ke dalam cafe, Farhan mengikuti dari belakang sampe Diana berhenti di satu meja.
__ADS_1
Cafe ini bernuansa outdoor, pengunjung tidak begitu ramai, terdengar sayup live music di pojok cafe.
Setelah selesai memesan makanan, Farhan duduk tepat di samping Diana.
"Diana sayang...kenapa sih kamu diem aja dari tadi...mas telepon kamupun tadi siang ketus amat jawabnya...please ngomong dong ada apa...mas kan gak tahu apa salah mas kalau kamu gak ngomong" Farhan meraih jemari Diana menggenggamnya dengan erat.
"Gak apa apa..lagi males ngomong aja" jawab Diana ketus.
Farhan membuka ponselnya, kemudian membuka aplikasi Pesan whatsapp.
"lihat ini....baca dulu, nanti mas jelaskan semuanya
Dengan enggan Diana membaca pesan di ponsel Farhan.Seketika wajah Diana memerah.
"Jadi mas sering kominukasi dengan Ana?" suara Diana meninggi
" Baca dong baik baik jangan emosi dulu....adakah kata kata mas dalam pesan itu yang terkesan menanggapi Ana?, adakah kalimat yang terkesan mas memberikan harapan ?...ada gak Dii.?...tolong jawab Di " Tanya Farhan.
"Mas udah blokir nomor ponsel Ana yang pertama, Mas sudah meminta Dia untuk tidak menghubungi mas, bahkan mas membiarkan kamu membuka ponsel mas, membiarkan kamu
menerima panggilan telepon di ponsel mas...karena mas merasa tidak ada yang disembunyikan?...Faham sampai disinikan Dii..?
" Terima kasih yaa mbak..." Ucap Farhan kepada waiters yang mengatarkan pesanan mereka.
Disisi lain, Diana sedang merenungkan apa yang di jelaskan oleh Farhan
"Dii...kamu mengertikan?..ayolahh stopp jangan seperti ini...Mas berusaha sebisa mungkin memegang komitmen mas sama kamu, berusaha menghindari hal hal yang akan merusak hubungan kita....maafkan yaa kalau mas salah....Pertemuan kita yang hanya beberapa hari ini masa sih cuma diisi dengan pertengkaran seperti ini...besok kamu udah balik lagi ke Bandung...mas maunya menghabiskan waktu dengan hal yang indah indah...bukan diem dieman seperti ini" Farhan merayu Diana.
Diana akhirnya tersenyum tipis, sambil menatap mata Farhan.
"Maafkan Dii yaa mas....Dii kesel aja pas kemarin angkat telepon itu"
"Kamu cemburuu Diii?..hhhmmm....beautiful saturday night" bisik Farhan percis di telinga Diana
Membuat desiran aneh ditubuh Diana.
"Enggga...cuma kesel ajaa" jawab Diana
"Really?..."
"Yesss mas..."
"Iyaa sihh..mana ada Diana Prameswari cemburu...secara hanya mas yang punya rasa cemburu, hanya mas yang terlalu mencintai kamu" lirih Farhan yang masih bisa di dengar oleh Diana
" Gak gitu mas........udah ahh kita makan dulu...gak usah bahas yang berat berat lagi...cape berantem teruss"
"Kamuu yang ngajak berantem terus" kata Farhan
" stop maskuuu...waktunya makan. .ok..?.
__ADS_1
******