POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 46 Lamaran


__ADS_3

Hari-hari Diana sekarang disibukkan dengan membuat lamaran kerja melalui email. Beberapa perusahaan sudah dikirimi surat lamaran pekerjaan oleh Diana.


"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada panggilan untuk interview.'" Bathin Diana.


Begitupun Farhan berusaha mencari informasi lowongan pekerjaan di beberapa perusahaan untuk Diana dan Dimas.


*****


Hari Minggu yang cerah, tepat satu bulan setelah di wisuda, Keluarga Farhan datang ke rumah Diana untuk melamar Diana secara resmi.


Mereka tiba di kota ini hari Sabtu sore, setelah beristirahat satu malam di rumah cluster, minggu pagi ini semua berkumpul di rumah Diana.


Terlihat Bapak dan Ibu Farhan, Fera beserta suami dan anaknya, tidak ketinggalan Fanni bersama suaminya yang baru menikah satu tahun lalu.


Sementara dari keluarga Diana dihadiri oleh dua orang adik papahnya bersama keluarga masing-masing, dan satu kaka mamahnya, dua adik mamah beserta masing-masing keluarga. Kak Dimas hanya datang sendiri karena kak Raniya belum pulih benar pasca melahirkan secara operasi caesar.


"Bu...terima kasih ya sudah menerima kedatangan keluarga kami dengan baik." Bapaknya Farhan membuka kembali obrolan setelah selesai makan siang bersama.


"Sama-sama Pak,Bu...mohon maaf kalau penyambutan dari keluarga Diana kurang memuaskan." Jawah mamah Diana.


"Alhamdulillah kami sangat puas dan kenyang. .hahaha." Canda bapaknya Farhan.


Setelah tadi berbicara panjang lebar, pernikahan Farhan dann Diana akan dilaksanakan 6 bulan lagi, yaitu sekitar minggu kedua di bulan Mei, untuk tanggal belum ada kepastian, itu menjadi urusan Farhan dan Diana mencari tanggal yang pas menyesuaikan dengan jadwal pekerjaan Farhan.


"Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan sesuai dengan rencana." ujar salah satu tante Diana.


"Aamiin...." ujar semua nya serentak


"Farhan,Diana...mulai dari sekarang harus mulai mencari gedung dan Wedding Organizer ya, biar satu persatu urusannya mulai di kerjakan." Perintah mamah Diana.


"Iya mah.." Jawab Diana.


Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 WIB.


"Bu, kami pamit pulang ya...insya Alloh besok pagi setelah subuh kita akan kembali pulang", Pamit ibu nya Farhan.


"Owh Iya..terima kasih banyak, semoga besok perjalanannya lancar."


Keluarga Farhan sudah tiba di rumah cluster, mereke bergantian membersihkan diri dan kemudian beristirahat.


Malam ini Farhan akan mengajak keluarganya makan malam bersama di rumah makan sate maranggi yang terkenal dikota ini.


"Di..nanti bada maghrib mas jemput ya, kita ajak keluarga mas makan malam." Pesan masuk dari Farhan.


"Ok mas..tapi gak usah dijemput, aku dianter sama mang Ujang saja kesana, biar mas gak bulak-balik !."


"Enggak...mas saja yang jemput sekalian berangkat."


"Ya sudah...gimana mas saja."

__ADS_1


Saudara-saudara Diana dan kak Dimas sudah pulang semua selepas ashar tadi.Diana baru selesai membereskan rumah bersama mang Ujang dan istrinya. Setelah mendapat pesan dari Farhan Diana bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang.


"Dii...mas on the way jemput, siap-siap yaa !."


"Ok mas aku udah siap."


Pukul 19.15 WIB, rombongan keluarga Farhan sudah tiba di rumah makan.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang banyak hal.


"Diana, gimana sudah membuat lamaran kerja kemana saja?", tanya Fera.


"Sudah kemana-mana mbak, doakan yaa mudah-mudahan ada yang nyangkut dalam waktu dekat ini !." jawab Diana.


"Menurut ibu sih, sekarang kamu fokus dulu sama rencana pernikahan kalian !!."


Tiba-tiba ibu nya Farhan mengomentari obrolan Fera dan Diana.


"Iya bu...." Jawab Diana.


"Lagian perempuan tidak wajib bekerja, apalagi kalau suami sudah bisa mencukupi segalanya !!."


Ibu Farhan kembali berkomentar dengan nada sedikit sinis.


"Sudah ngobrolnya, kita makan dulu sekarang..!!" perintah bapak.


"Ibu tuh dari dulu selalu begitu, selalu mamaksakan kehendak sendiri" guman Farhan dalam hati.


"Di, gak usah diambil hati omongan ibu yaa, mas akan tetap dukung kamu kalau mau bekerja !!."


Farhan akhirnya mengirim pesan kepada Diana.


"Iya mas..!!." Jawab Diana singkat


Sejujurnya Diana merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan oleh calon ibu mertuanya, seolah-olah karena Farhan sudah bekerja, memiliki rumah dan memiliki kendaraan, beliau beranggapan untuk apa Diana harus bekerja, toh segalanya sudah ada.


Padahal bekerja buat Diana bukan semata-mata masalah materi, bekerja adalah impian Diana semenjak kecil. Ingin membuat mamah dan papah nya bangga, ingin membuat mereka bahagia dan idealisnya bekerja buat Diana adalah sebagai bentuk eksistensi diri, pembuktian dirinya sebagai wanita mandiri.


"Di..ayo makan, jangan jadi murung begitu..maafkan mas, maafkan ibunya mas ya..!!".


Kembali Farhan mengirimkan pesan setelah melihat Diana melamun dan seperti tidak bersemangat.


"Iya mas..!!." masih dengan jawaban singkat.


Akhirnya makan malam berakhir tepat pukul 20.30 WIB.


Keluarga Farhan langsung pulang ke rumah cluster, sementara Farhan meminta ijin untuk mengantarkan Diana pulang.


Diperjalanan dalam mobil, Farhan menggenggam jemari Diana dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Jalan-jalan dulunya Di, keliling kota sebentar ?!".


"Pulang saja mas., gak enak keluarga mas nanti nunggu !!", jawab Diana tidak bersemangat.


"Di..mas tahu kamu marah, tersinggung dengan ucapan ibu, maaf yaa Di. Itulah kenapa dari dulu semenjak mereka bercerai, mas dan Fera lebih nyaman ikut sama bapak, ibu orangnya keras dan cenderung memaksakan kehendak !"


"Gak apa-apa mas..!!."


"Senyum dong, mas gak akan anterin pulang kalau kamu masih cemberut kayak gini !!"


"Udah ah aku gak apa-apa..cuma lagi capek aja !!".


"Farhan menepikan mobilnya di parkiran sebuah mini market yang sudah tutup.


"Diana...lihat mata mas, maafkan mas. Jangan khawatir mas akan selalu ada buat kamu. Mau bekerja, mau berkarir mas akan support kamu !!."


"Iya mas ok..I'm fine...aku sadar dalam hidup ini tidak semua berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Walau bagaimana Ibu mas adalah calon ibu mertuaku, aku akan berusaha tetap hormat dan mengerti beliau, karena tidak ada manusia yang sempurna, tadi aku hanya sedikit terkejut saja dengan ucapan ibu !!."


"Ya mas yakin kamu wanita dewasa smart dan gampang menyesuaikan diri, kelak kita juga hidup berumah tangga tinggal disini jauh dari ibu, tidak ada satupun yang berhak ikut campur dalam rumah tangga kita !!."


"Iya mas..., maafkan aku juga ya !".


"Kamu gak salah Di, gak perlu minta maaf !!.'


Farhan memeluk Diana, mengecup bibir Diana kemudian ********** lembut untuk beberapa saat.


"Mas ihh...lepas, malu kalau ada orang yang liat."


Diana mendorong pelan tubuh Farhan


"Iya..iya, maaf...abisnya itu bibir dari tadi cemberut aja !!" goda Farhan.


"Ayo pulang, udah hampir jam 22.00 WIB." Ajak Diana.


"Siap tuan putri..!!."


"Hhmmmm....." guman Diana


Pukul 22.15 WIB, mereka tiba di rumah Diana. Terlihat kamar depan yang diisi mamahnya Diana sudah gelap lampunya.


Farhan turun dari mobil mengantarkan Diana masuk.


"Sudah mas gak usah masuk dulu, kayaknya mamah juga sudah tidur..!!."


"Ok..mas pamit yaa, langsung istirahat ya Di ."


"Iya mas, hati-hati, jangan ngebut !!."


******

__ADS_1


__ADS_2