POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 80 Pantai Anyer...


__ADS_3

"Hari selasa dan Rabu mas ada pertemuan dua hari di hotel XX dekat pantai Anyer. Ikut ya, kita buka kamar sendiri di sana." Ucap Farhan setelah selesai sarapan di hari minggu pagi. Ketiga anaknya pagi-pagi sekali sudah dijemput Dimas diajak sarapan diluar sambil berolah raga di area Car Free Day.


"Emang boleh bawa keluarga ?, terus ngapain coba aku di sana sementara mas giat seharian?"


"Bawa istri bolehlah asal buka kamar sendiri. Hari selasa acaranya dari Jam 08.00 WIB sampai jam 18.00 WIB, malamnya kita bisa jalan-jalan dipantai sambil makan malam. Hari Rabunya hanya sampai jam 13.00 WIB, ada waktu buat jalan-jalan lagi sebelum kita pulang sorenya."


"Berangkatnya kapan mas?"


Besok bada maghrib saja."


"Aku pikir-pikir dulu mas, kasian juga anak-anak ditinggal 2 hari."


"Mang Ujang sama bi Nur suruh nginep aja disini.!" Ucap Farhan.


Setelah berpikir semaleman, Diana memutuskan untuk tidak ikut ke Anyer bersama Farhan.


"Mas, kayaknya aku gak ikut ke Anyer. Nanti saja kita agendakan liburan kesana bersama anak-anak."


Diana mengirim pesan kepada suaminya yang sudah berada di kantor.


"Ya sudah gak apa-apa, kalau begitu mas berangkat hari Selasa Jam 04.00 WIB sama Pak Andi. Ini ada informasi susulan harus bawa 1 orang anggota."


"Alhamdulillah jadi ada teman ya mas."


"Iya Di, ya udah mas lanjut kerja ya, Udah duhur mas pulang makan siang di rumah."


Diana sangat Faham kalau suaminya bilang mau makan siang di rumah itu kode yang tidak bisa dibantah.


Diana kembali ke dapur melanjutkan masak untuk makan siang suaminya. Menu yang dibuat hari ini sayur lodeh, Ayam goreng kampung dan sambel terasi.


"Bi Nur aja yang masak neng." ucap bi Nur.


"Gak usah, bi Nur lanjutin aja beresin kamar anak-anak di atas.


Tepat pukul 12.30 WIB mas Farhan pulang, tidak lama kemudian Radith juga sampai di rumah bersama mang Ujang.


"Ayah, adek udah sholat duhur ?" tanya Diana kepada Farhan dan Radith.


""Sudah mah.!" jawab mereka kompak.


"Ya udah ganti baju kita makan siang."


"Alhamdulillah nikmat banget, masakan mamah hari ini enak banget ya dek.!"


"Iya enak banget !' jawab Radith.


"Jadi kemarin-kemarin gak enak yaa?" rajuk Diana.


Farhan tersenyum melihat istrinya merajuk.


"Adek istirahat sana masuk kamar, jangan main game ya!" perintah Farhan.


Radith berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk tidur siang.

__ADS_1


"Mas istirahat sebentar ya Di, nanti jam 16.00 harus ke kantor sebentar. Selesai beresin meja makan susul mas ke kamar ya !" perintah Farhan.


Setengah jam kemudian Diana sudah berada di dalam kamar.


"Kok belum tidur sih mas?"


"Mas kan gak bilang mau tidur, cuma bilang mau istirahat saja !" goda Farhan.


"Iih dasar, ya udah aku mau packing baju-baju mas buat ke Anyer.!'


"Nanti sore atau malam aja, kunci pintunya naik sini temenin mas istirahat !" perintah Farhan sambil mengambil anggur di atas nakas.


Diana naik ke tempat tidur, berbaring di samping suaminya.


"Benaran gak mau ikut ?, kita bisa berangkat hari ini bada maghrib. Sekalian bulan madu lagi !" ajak Farhan sambil memeluk istrinya.


"Gak ah mas, gak tega aja sama anak-anak !"


"Nanti kangen loh semalem gak tidur sama mas !" goda Farhan sambil mengelus lembut kepala Diana yang bersandar di dada bidangnya.


" Iih lebay banget. Dulu aja mas pendidikan hampir 8 bulan gak kangen tuh !"


"Masa sih?"


"Sure, ya kangen biasa aja sih."


"Iya sih emang kamu mah dari dulu sampai sekarang perasaannya biasa saja sama mas. Dari dulu juga mas yang ngejar-ngejar, ngemis-ngemis minta maaf, minta balikan kalau lagi putus. Kamu mah biasa aja, kalau diputusin aja sama mas langsung punya pacar lagi, padahal dulu mas hanya emosi aja keluar kata-kata putus!"


"Iya-ya, maafkan mas!" Farhan kembali memeluk istrinya dari belakang, kemudian mengecup lembut bahunya.


Gerimis diluar menemani siang yang indah dikamar Farhan dan Diana.


***


Pukul 07.30 WIB Farhan dan anggotanya sudah tiba di hotel XX. Mereka chek in dulu kemudian menyimpan barang bawaannya di kamar yang sudah di sediakan oleh panitia.


"Ayo pak Andi kita langsung ke ballroom, 10 menit lagi acara di mulai !"


"Siap komandan !" jawab pak Andi.


Tepat pukul 18.00 WIB kegiatan hari pertama selesai.


Setelah mandi dan sholat maghrib Farhan mengajak pak Andi untuk makan malam di restaurant dekat pantai. Hanya ditempuh dengan berjalan kaki dari hotel ke restaurant.


Duduk santai disebuah restaurant pinggir pantai Anyer, sambil menikmati deburan ombak. Farhan berbalas pesan dengan istrinya sambil menunggu makanan datang. Sesekali Farhan berbincang dengan pak Andi.


"Mas Farhan !" tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


Reflek Farhan mengikuti arah suara yang memanggilnya.


Dari samping berjalan ke arahnya dua orang wanita cantik dan anggun.


Farhan terkejut dengan kedatangan dua wanita tersebut.

__ADS_1


"Mas lagi apa di sini ?" sapa wanita itu manja kemudian duduk disamping Farhan tanpa disuruh.


Pak Andi berdiri memberikan kursinya kepada wanita satunya lagi.


"Lagi ada acara kantor." Jawab Farhan singkat sambil menggeser kursinya agak menjauh dari wanita itu.


"Wah kebetulan banget ya kita bertemu di sini. Long time no see mas, tambah keren aja!" ucap wanita tersebut.


Farhan mengabaikan ucapan wanita itu.


"Pak Andi duduk, owh iya kenalkan ini Pak Andi teman kantor saya !" ucap Farhan datar.


"Hai pak, kenalkan saya Utami adek kelas Mas Farhan waktu SMA di Solo, Owh ya kenalkan ini Andin teman kantor saya !"


Ya wanita itu adalah Utami, sahabat Fera adiknya Farhan, juga pernah menjadi bagian masa lalunya.


"Si***n kenapa harus bertemu dia disini." Bathin Farhan.


"Pak Andi ayok kita makan, keburu dingin nanti makanannya." Ajak Farhan.


"Maaf ya Utami, saya makan dulu."


"Silahkan mas, aku sudah selesai makan tadi sama Andin."


"Mas Farhan, kamu semakin matang dan tampan. Sikap kamu yang masih datar dan dingin tidak berubah dari dulu. Bahkan bertanyapun tidak tentang keberadaannku di Anyer !" bathin Utami sambil tetap duduk di meja tempat Farhan makan.


"Utami maaf ya kami sudah selesai makan, mau istirahat kembali ke hotel sudah malam!"


"Iya mas, eeh sebentar, aku minta nomor telepon kamu dong!"


Deggg..


Itu sebenarnya yang paling Farhan takutkan. Ingin menolak tapi kasian takutnya Utami merasa malu di depan temannya dan pak Andi. Lagian apa alasannya tidak memberi nomor telepon.


"Pak Andi, tolong kasih nomor saya kepada bu Utami !" perintah Farhan.


"Siap komandan !"


"Si***n ngasih nomor telepon saja nyuruh temannya." Rutuk Utami dalam hati.


Farhan berjalan keluar restaurant, kemuadian pak Andi menyusul setelah memberikan nomor telepon atasannya kepada Utami.


"Kenapa komandan seperti tidak nyaman sekali bertemu wanita tadi ...ahh biarin aja bukan urusannku." Guman pak Andi dalam hati.


Utami berada di Anyer dalam rangka survey tempat untuk acara gathering perusahannya bulan depan.


"Kenapa hati ini masih bergetar bertemu dengan mas Farhan, rupanya dia sudah menjadi perwira." bathin Diana yang sekarang sudah dalam perjalanan pulang.


Sementara Farhan sudah berada di kamar hotel dengan Andi. Panitia menyiapkan satu kamar untuk tiap perwakilan Polres yang hadir tentunya dengan double bad.


Ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksankan oleh Polda untuk sosialisasi program-program baru fungsi In**l. Setiap tahun tempatnya berbeda, mungkin disesuaikan dengan anggaran.


******

__ADS_1


__ADS_2