
Hari Jumat Farhan sudah berada dikantor sejak pukul 07.30 WIB, hari ini Farhan sudah sehat kembali.
Farhan terlihat semangat dan bahagia sekali hari ini, karena nanti sore Diana akan pulang.
"Selamat pagi mas...sudah dikantor ya?," pesan masuk dari Tami
"Pagi...iya ini baru sampe kantor, ada yang bisa di bantu Tam?", tanya Farhan.
"Gak ada apa-apa...mau kasih kabar saja dan sekalian mau minta tolong, besok hari Sabtu aku dan beberapa orang teman kantor mau jalan-jalan ke kota tempat mas dinas, mau lihat danau yang terkenal itu sekalian mau kuliner, bisakan mas temani kita jalan-jalan, jadi petunjuk jalan untuk kami, biar ga nyasar..hehe."
Farhah bingung harus menjawab apa. Disisi lain ini adalah permintaan biasa dan rasanya wajar saja seorang teman meminta bantuan pada saat berkunjung ke kota ini..
Disisi lain Farhan harus bisa menjaga perasaan Diana, karena yang meminta tolong adalah Utami, wanita yang pernah menjadi bagian dari masa lalu nya, yang jelas -jelas Diana sangat cemburu dengan wanita ini.
"Owh iya Tam...nnti aku liat kondisi kerjaan dulu ya...!".
"Please mas..sekalian kita bisa bertemu kan...?".
"Iya Tam...liat besok yaa, selain kerja kebetulan juga sih aku ada rencana jemput Diana ke Bandung... akses perjalanan ke arah Danau itu gampang kok, ikutin google map saja pasti sampei."
"Iya sih mas, tapi kan tadinya sekalian kita bisa bertemu...!!"
"Gawat...harus gimana ya?, apa aku ajak Diana saja besok bertemu Utami?", bathin Farhan.
ddrrtt....ddrrtt
Ponsel Farhan berdering.
"Assalamualaikum Dii...?.
"Walaikumsalam...mas hari ini aku jadi pulang, dari sini naik travel jam 14.00 WIB."
"Ok Dii..hati-hati, nanti mas jemput di travel yaa!!".
Pukul 16.00. WIB, Diana sudah tiba dikota kelahirannya, Farhan sudah menunggu sejak 10 menit yang lalu.
"Dii..ayo masuk."
Farhan membawa mobil ke arah rumah cluster yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit.
"Mampir bentar ke rumah ya Di..mas mau mandi dulu, lengket rasanya badan".
"Bau asem pastinya..hehe." goda Diana
"Bau asem yang bikin kangen yaa Di."
"Hhmmmm.....enggak ahhh"
"Yakin gak kangen..?, kita buktikan kalau dah sampai rumah yaa..!!'
Meraka telah tiba di rumah Farhan.
"Bikin minum sendiri yaa Di...!", perintah Farhan.
"Gak ah mas..aku minum air mineral aja." jawab Diana sambil memakan buah anggur yang ada di meja.
"Tolong buatkan mas kopi yaa..!!"
Diana beranjak ke dapur untuk membuatkan Farhan kopi, setelah selesai menyimpan kopi yang masih panas itu di atas meja, kemudian Diana duduk di sofa di samping Farhan.
"Mas katanya mau mandi dulu...?"
"Sebentar lagi...masih capek."
Diana memainkan ponselnya, membuka aplikas Whatsapp kemudian membuka satu persatu Status whatsapp teman-teman kontaknya.
"Semoga besok bisa bertemu...miss you mr.F."
Status WA Utami yang di unggah 1 jam yang lalu.
"Wow...semakin berani dan terang-terangan" bathin Diana.
"Dii...lg apa?, asyik banget mainin ponsel!!"
__ADS_1
"Mas...besok kerja gak?", tanya Diana tiba-tiba.
"Kerja, paling setengah hari !".
" Kenapa Di...?"
"Terus pulang kerja mau kemana?."
"Gak kemana-mana...paling ke rumah kamu, makan siang sama kamu atau kemana gitu." Jawab Farhan.
"Gak ada janji sama orang ?"
"Hhmmm...gak ada.'" Jawab Farhan sambil mengerutkan kening.
Farhan merasa heran dengan pertanyaan Diana.
"Mas masih berkomunikasi dengan Utami?"
Degg...Farhan bingung harus menjawab bagaimana, dia belum sempat menghapus pesan-pesan dari Utami yang dikirim tadi pagi.
"Pertanyaan apa sih Dii...kan mas sudah blokir nomor ponselnya Utami."
Sejak tadi siang, Farhan sudah memutuskan tidak akan menemui Utami besok, keputusan itu Farhan ambil supaya tidak ada kesalah fahaman dengan Diana.
"Liat ini deh mas..!!"
Diana mengirimkan Screen shoot status-status Whatsapp Utami dari beberapa hari yang lalu sampai yang baru di unggah hari ini.
"ya sudah Dii, biarkan saja utami mau mengunggah apapun, yang pentingkan mas gak menanggapi dan gak ada hubungan apa-apa dengan dia".
" Unggahan dia terakhir apa maksudnya?...kalian ada janji bertemu besok?", tanya Diana kepada Farhan.
"Diana...percaya sama mas...gak ada janji apa-apa...!!, udah ahh, nanti kita berantem karena masalah gak jelas kayak gini!!".
"Kesan nya kalian sering komunikasi..coba kalau mas diposisi aku pasti akan berpikir hal yang sama!!."
"Diana..please percaya sama mas...stop membahas tentang wanita lain!!, lagian kenapa kamu bisa menyimpan nomor ponsel dia?."
"Blokir nomornya sekarang juga..!!" perintah Farhan.
"ya udah biarin mas, kenapa harus di blokir ?."
"Nanti kamu curiga terus sama mas gara-gara unggahan dia!!"
"Kenapa mas..?, takut ketahuan?,...takut dia unggah moment pertemuan kalian besok?!.'
"Diana..cukup...siapa yang mau bertemu?...please mas gak mau berantem!!."
Farhan mendekat kepada Diana, meraih jemari Diana, menggenggamnya dengan erat.
"Besok pulang dari kantor mas jemput kamu ya...kita jalan kemana saja kamu mau, biar percaya mas gak ada janji dengan siapapun..!!."
Farhan membawa tubuh Diana mendekat, kemudian memeluknya dengan erat, mengecup singkat bibir Diana.
" Mas mandi dulu sebentar yaa...!"
"Hhmmm...." guman Diana.
Ting...ting...notifikasi pesan masuk di ponsel Farhan.
Disusul kemudian dengan telepon masuk ke ponsel Farhan.
Farhan yang sudah berpakaian rapih keluar dari kamar dengan terburu-buru begitu mendengar ponselnya berdering.
"Kenapa gak diangkat mas?", tanya Diana.
"Nomor tidak dikenal, mungkin salah sambung." jawab Farhan asal.
"Owh begitu ya..?, bukannya sudah biasa ada nomor tidak dikenal telepon mas?, biasanya juga diangkat!!"
"Dii..udah ahh jangan ngajak berantem terus !!, ingat ini minggu tenang kamu sebelum menghadapi sidang skripsi, kamu harus tenang, harus fokus, jangan mikir yang gak jelas !!."
Ponsel Farhan kembali berdering
__ADS_1
"Angkat mas, loudspeaker..aku mau dengar, kalau itu urusan pekerjaan matiin langsung loudspeaker nya !!", perintah Diana kepada Farhan dengan suara sedikit meninggi.
Farhan gugup, seketika wajahnya memucat, Diana melihat perubahan wajah Farhan.
"Angkat mas .atau aku yang angkat telepon nya?."
Akhirnya Farhan mengangkat telepon yang masuk, berbincang sebentar, Diana mendengarkan dengan wajah memerah menahan marah.
"Pinjam ponsel nya mas...!!" pinta Diana
Farhan memberikan ponselnya dengan hati yang kacau.
"Wow...ternyata kamu berbohong mas...!!."
"Dii..mas bisa jelaskan..nomornya sudah mas blokir, tapi dia menghubungi lagi menggunakan nomor lain !!."
"Kenapa mas gak jujur kalau besok dia akan ke sini?."
"Gak penting, karena mas juga tidak berniat menemui dia, kamu bisa liatkan bagaimana mas menjawab pesan dia?."
"Tapi kamu bohong mas...kalau misalnya aku gak pulang hari ini...mungkin besok kalian bertemu !!."
" Gak Di..mas gak akan menemui dia...!!, mas bilang mau jemput kamu ke Bandung, kamu baca kan chat nya!!".
"Kamu bohong..harusnya dari awal cerita...!!"
"Diana..maafkan mas, gak ada maksud apa-apa...mas gak mau kita berantem, mas gak mau ganggu konsentrasi kamu!!."
"Aku kecewa mas..!!."
Diana bangun dari sofa, membawa tasnya dan pergi meninggalkan rumah Farhan dengan sedikit berlari
"Dii...Diana..please jangan kayak gini..!!"
Diana tidak menghiraukan teriakan Farhan, terus pergi berjalan ke arah jalan raya.
Farhan menyusul Diana dengan mobilnya, mensejajarkan mobil dengan langkah Diana.
Farhan menepikan mobilnya, kemudian turun dan mengejar Diana.
Berhasil mengejar Diana dan menahan tangan nya.
"Mas..lepaskan..atau aku teriak kencang disini, biar semua orang mengira kamu berniat jahat sama aku !!" bisik Diana kepada Farhan.
"Di..kembali ke rumah mas, kita bicara baik-baik!!."
" Gak mas...biarkan aku sendiri dulu, jangan hubungi aku apalagi nemuin ke rumah...tunggu aku yang hubungi mas.!!."
gojek online yang dipesan Diana sudah tiba, Diana langsung pergi meninggalkan Farhan.
"Aahhhh...kenapa jadi begini sih ??!!" rutuk Farhan sambil membanting pintu mobil .
Farhan membawa mobilnya ke rumah Diana, tiba di rumah Diana langsung turun dari mobil terlihat mang Ujang sedang duduk di teras paviliun dengan istri dan anaknya.
Assalamualaikum mang...Diana sudah sampei rumah belum?".
"Walaikumsalam....eeh mas Farhan...barusan mbak Diana telepon mang Ujang, katanya mau menginap di rumah temannya".
"Siapa nama temannya mang, dimana alamat rumah nya?."
"Mohon maaf mas, mbak Diana gak menyebutkan nama dan alamat rumah temannya.!!".
" Mamah ada di dalem mang?."
" Ibu pergi ke Jakarta tadi ba'da duhur, mas Dimas sakit katanya."
"Ahhhhhh...Diana...kamu dimana sihh?!."
Farhan pamit kepada mang Ujang, sambil menahan rasa marah, bingung kemana harus mencari Diana.
*****
"
__ADS_1