POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 75 Rencana Reuni


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Diana dan Farhan sudah mempunyai 3 anak. Paling besar Namira Putri Prasetyo biasa dipanggil Ami usianya sekarang 15 tahun duduk di kelas 3 SMP. Yang kedua Maira Putri Prasetyo dipanggil Maya usia 10 tahun duduk di kelas 4 SD dan yang paling kecil Muhammada Raditya Prasetyo usia 7 tahun duduk di kelas 1 SD.


Diana sudah tidak bekerja lagi semenjak Maya berusia 1 tahun. Kegiatan sehari-hari selain sebagai ibu rumah tangga, Diana juga aktif dalam kegiatan organisasi istri polisi. Disamping itu Diana mempunyai sebuah toko pakain yang khusus menjual motif batik. Dari mulai daster, kemeja, dress tersedia di tokonya. Toko batik yang berjarak sekitar 3 Km dari rumah dijaga oleh Ina anaknya mang Ujang.


Sebagian pakaian yang dijual di tokonya di produksi oleh adik-adiknya Farhan dari Solo. Sebagian lagi sengaja Diana datangkan dari produsen lain.


"Mas, gak ke kantor ?" tanya Diana ketika meihat suaminya masih rebahan di atas tempat tidur.


"Bada Jumatan nanti ke kantornya, ada janji bertemu seseorang." Jawab Farhan.


Di usianya yang sudah 47 tahun, Farhan terlihat matang dan semakin tampan, dengan karir yang cukup baik.


Satu tahun setelah Maya lahir, Farhan sudah menjadi seorang perwira. Masa-masa sulit sudah mereka lalui sehingga sampai dititik sekarang.


"Mamah gak ke toko ?" tanya Farhan sambil memainkan ponselnya.


"Nanti siangan aja sepulang menjemput Radith."


"Mandi dulu Yah!" perintah Diana.


"Nanti aja kalau mau Jumatan. tolong buatin ayah kopi ya, nanti simpan di meja depan TV aja!"


Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB. Anak-anak sudah berangkat ke sekolah semua.


"Yah kopinya udah di simpen di meja ya." Teriak Diana dari dapur.


Farhan keluar kamar menuju ruang tengah.


"Lagi apa Di, di dapur terus?" tanya Farhan.


"Lagi beresin belanjaan mas, Bi Nur hari ini gak masuk kerja."


"Kenapa ?" tanya Farhan


"Kurang enak badan katanya."


"Ya udah gak usah masak, beli lauk yang sudah matang saja !" perintah Farhan.


"Iya mas makanya belanjaan tadi pagi dimasukin kulkas semua.


Bi Nur sekarang bekerja bantu-bantu di rumah Diana. Datang setiap hari mulai jam 07.30 WIB sampai jam 16.00 WIB.


Semenjak mamahnya Diana meninggal 5 tahun yang lalu, Bi nur tinggal di rumahnya sendiri. Sementara rumah keluarga Diana sekarang diisi oleh Kak Dimas yang sudah kembali bekerja di kota ini sejak 6 tahun yang lalu.


Begitupun dengan orangtua Farhan keduanya sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu sehingga sekarang usaha produksi pakaian dikelola oleh adik-adik mas Farhan.


"Belum selesai Di?, sini temani mas ngopi !"


"Sudah mas, aku mandi bentar ya." Jawab Diana sambil berlalu masuk ke kamar.

__ADS_1


10 menit kemudian Diana keluar kamar dalam keadaan segar dan wangi."


"Mandi dulu mas, biar segar dan wangi !" perintah Diana sambil duduk disamping Farhan.


"Nanti aja sebelum jumatan." Jawab Farhan.


"Bau tahu mas."


"Masa sih...coba sini peluk mas!"


"Gak mau ah, bau!"


Farhan memeluk Diana dengan paksa.


"Wangi banget sih istri mas." Ucap Farhan sambil mencium lembut pucuk kepala Diana.


Mereka duduk di sofa sambil berpelukan, Diana menyandarkan kepalanya di dada Farhan.


"Anak-anak sudah besar, kalau mau berduaan gini harus pinter-pinter cari waktu ya Di." Ucap Farhan.


"Iya, ada yang suka tiba-tiba pulang dulu setelah apel pagi." Ledek Diana sambil tersenyum manja.


"Ada yang suka telepon katanya bi Nur lagi disuruh ke pasar..Hahahaha." Farhan tertawa lepas.


"Mas ihh apaan sih. Itu mah kan cuma ngabari aja." Rajuk Diana.


"Ngabari atau ngasih kode ?" goda Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Farhan mengecup bibir Diana, kemudian ********** lembut.


Pagi yang indah dilalui mereka, diiringi gerimis syahdu di luar sana.


Waktu menunjukan pukul 10.00 WIB. Farhan sudah mandi karena dipaksa oleh Diana. Begitupun Diana akhirnya mandi untuk kedua kalinya.


"Di, bulan depan kamu ada acara reuni SMA ya ?" tanya Farhan sambil menyesap rokoknya. Sementara Diana sedang fokus dengan ponselnya memesan makanan online untuk makan siang.


"Mas tahu darimana ?" tanya Diana.


"Beberapa hari yang lalu mas tanda tangan surat ijin keramaian reuni SMA kamu. Kalau gak salah 10 angkatan ya reuninya?"


"Iya mas, tiga mingguan lagi acaranya. Waktu itu ketua panitianya juga ngajakin jadi panitia, tapi Di gak mau."


"Kenapa gak mau ?, harusnya kamu bicarakan itu sama mas. Paling tidak mas bisa bantu masalah perijinan dan pengamanan!" Ujar Farhan.


"Kalau jadi panitia sibuk. Rapatlah, cari dana lah, nanti keseringan keluar rumah. Suami Di kan posesif, jadi cukup tahu diri saja !" ucap Diana.


"Ya Tuhan Diana belum juga minta ijin sama mas sudah berburuk sangka."


"Bukan begitu mas dikepanitiaan ada Iwan, ada pelatih basket waktu SMA, nanti mas cemburu. Bukankah sesuatu yang bisa memicu keributan sebaiknya dihindari mas?"


"Ya Tuhan Diana...sebegitunya kamu menjaga perasaan mas?" tanya Farhan sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


"Kalau kamu bicara jauh-jauh hari, pasti mas ijinkan. Mas akan selalu berusaha membuat kamu nyaman dan bahagia.Jangan karena sudah punya suami dan 3 anak, dunia luar kamu merasa dibatasi."


"Kalau aku keluar sama Imel, Lina atau keluar sama mantan teman-teman kantor juga mas sering kirim pesan. Masih dimana?, makan dimana?, pulang jam berapa?. Gitukan?"


" Ya itu hanya bertanya kabar, hanya memastikan istri mas baik-baik saja ketika di luar. Mas tetap mengijinkan. Kamu bersepeda dengan teman-teman SMP, pergi volly keluar kota dengan ibu-ibu kantor, gak ada masalahkan?, selalu mas ijinkan."


"Konteks nya berbeda mas.Di kepanitiaan reuni ini ada mantan pacar Di waktu SMA. Bakal ada interogasi setiap hari." Rajuk Diana.


"Hahahha..Ya sudah terimakasih untuk selalu menjaga perasaan mas, terimakasih untuk selalu berkabar dimanapun kamu berada....I love you Di." Ucap Farhan sambil mengecup lembut Jemari Diana.


"I love you too mas."


"Nanti kamu hadir ya waktunya reuni, nanti mas drop ke tempat acaranya. Kalau sampai tidak hadir akan menjadi gosip yang panas." ucap Farhan menggoda istrinya.


"Kenapa jadi gosip?" tanya Diana bingung.


"Ya iya lah, secara Diana Prameswari siswi populer pada masanya siswi pintar, pemain basket dan volly yang handal tidak hadir reuni karena di larang suaminya yang polisi. Apa kata dunia Di." Goda Farhan sambil tersenyum kemudian mengecup pipi Diana dengan gemas.


" Mas ih, lebay deh!"


"Gak lebay lah, kata anggota mas pada saat panitia mengajukan ijin keramaian dia tahu yang bakal tanda tangannya mas. Dia ngobrol sama anggota mas katanya kenal sama kamu, kaka kelas 2 tahun di atas kamu. Famous bangetkan istri mas ini ?"


"Mas ihh, udah. Eeh terus panitia yang datang ke kantor bayar gak buat ijin keramaiannya?" tanya Diana penasaran.


"Gak lah, karena begitu dia bilang kenal sama kamu, anggota mas langsung kirim pesan minta petunjuk. So bebas biaya apapun !'


"Terimakasih ya mas." Ucap Diana sambil memeluk suaminya.


"Sama-sama, isi list kehadiran reuninya dari sekarang. Langsung transfer biayanya." Perintah Farhan.


"Iya mas."


"Eittt tapi gak gratis, nanti malam kasih mas hadiah ya ." Goda Farhan.


"Apaan sih pamrih banget, baru juga tadi !"


Farhan tertawa bahagia sekali menggoda istrinya.


"Tolong jemput Radith ya mas sebelum ke kantor, bisakan ?"


Jam berapa keluarnya ?" tanya Farhan.


"Kalau hari Jumat 11.15 WIB sudah keluar."


"Ya uda mas berangkat sekarang, ini udah jam 11 lebih dikit."


"Hati-hati ya Ayah..!"


Sementara Diana di rumah menunggu makanan yang sedang dipesan.


Setelah mempunyai anak, Diana kerap memanggil suaminya Ayah atau mas, Begitupun sebaliknya Farhan kadang memanggil istrinya mamah atau Di.

__ADS_1


******


__ADS_2