POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 17 Farhan Kecelakaan


__ADS_3

Satu bulan sudah kepergian papah Diana.


Diana kembali menjalani hari hari nya sebagai mahasiswi di kota Bandung, Kak Dimas masih bekerja diJakarta. Sementara mamah sekarang ditemani oleh mang ujang dan istrinya.


Mang Ujang adalah kerabat jauh mamah dari kampung, sejak bujangan sudah ikut keluarga kami, awalnya hanya membantu bantu pekerjaan rumah saja, sampai pada akhirnya mang ujang dipercaya papah untuk menjadi supir kalau bepergian keluar kota. Semenjak menikah mang ujang mengambil rumah di sebuah perumahan bersubsidi. Setelah papah meninggal, mamah meminta mang ujang beserta istri dan anaknya yang duduk di kelas 5 SD untuk tinggal di paviliun samping rumah.


****


Waktu menunjukan pukul 16.00, Diaana baru saja menyelesaikann Sholat ashar


Ddrttt...ddrttt....ponsel Diana berdering. Nama Farhan nampak dilayar ponsel Diana


" Assalamualaykum mas..."


"Waalaykumussalam..maaf mbak saya Andre temen kantornya Farhan...."


Feeling so Bad.


"pasti terjadi sesuatu dengan mas Farhan" bathin Diana


"Owh Iya mas Andre...kemana mas Farhannya? " tanya Diana


" Begini mbak..Farhan mengalami kecelakaan, korban tabrak lari tadi kejadian sekitar jam 12.00 WIB. Rumah sakit Daerah sini merujuk Farhan ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandung...mohon maaf saya lancang membuka ponsel Farhan dan menghubungi Mbak...karena yang saya tahu sekarang mbak teman dekatnya Farhan, sementara keluarganya jauh di Jawa Tengah"


Diana terkejut, sampai merasa lemas seluruh tubuhnya


"Sekarang bagaimana keadaan Mas Farhan ." tanya Diana


"Menurut dokter ada patah tulang pergelangan tangan kirinya, sehingga di rujuk ke Bandung...kami sedang dalam perjalanan kemungkinan setengah jam lagi sudah tiba di RUmah Sakit Bhayangkara"


" Baik ..terima kasih mas Andre informasinya, saya siap siap pergi ke rumah sakit sekarang"


Diana memesan taksi online, dengan perasaan yang campur aduk...sedih, tidak percaya dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.


Baru sebulan papah pergi untuk selama lamanya...sekarang mas Farhan kecelakaan.


"Ya Alloh semoga Mas Farhan baik baik sajaa.." Diana membathin


Setibanya Diana di rumah sakit Farhan sudah berada di UGD sedang ditangani oleh Dokter, Diana bertemu dengan Andre dan beberapa teman Farhan yang lain di depan UGD


" Terimakasih ya mas Andre...jadi merepotkan..keluarga mas Farhan sudah dihubungi mas? " tanya Diana


"Sudah mbak..tadi saya berbicara langsung dengan bapaknya Farhan, beliau memberi kuasa kepada saya kalau ada berkas yang harus ditanda tangani untuk keperluan operasi..mungkin besok pagi Fera adiknya Farhan akan segera tiba disini" Andre menjelaskan kepada Diana


"Baik mas..terima kasih banyak yaa"


"Sama-sama mbak Diana"


seorang perawat keluar dari ruang UGD

__ADS_1


"Ada keluarga pasien yang bernama Diana...? Tanya perawat


"Saya sus..."


"Pak Farhan meminta anda masuk ke ruang UGD..keluarga lainnya bisa ikut saya untuk mengurus administrasi persiapan operasi" perintah perawat tersebut.


Diana masuk ke ruang UGD, sementara Andre mengikuti


Perawat tadi untuk mengurus administrasi


"Mas Farhan. .kenapa bisa begini..?


Diana mengkhawatierkan keadaan Farhan, tidak terasa air mata menetes jatuh dipipi Diana


"Jangan nangis Dii..insya alloh mas baik baik saja, hanya perlu operasi pemasangan pen saja dintangan kiri mas" Farhan menjawab dengan suara lemah menahan sakit.


"Tapi banyak luka luka di tubuh mas" lirih Diana berkata.


""Its ok..doakan mas suapaya operasinya lancar yaa...kamu pulang saja, nanti kemaleman biar andre saja yang nunggu mas operasi".


" Gak pa pa mas..aku disini sampai mas selesai operasi"


"Tapii Diii..nanti bagaimana kamu pulang ke kostan?"


"hussst...sudah gak usah banyak pikiran..fokus persiapan operasi" Diaana menempelkan Jari telunjuk ke mulut Farhan kemudian mengelus lembut rambut Farhan


" Makasih ya Dii...I love you" Suara Farhan semakin melemah


****


Opeeasi Farhan berjalan dengan lancar, baru selesai dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Diana bersam Andre dan dua temannya yang lain menunggu proses oprasi sampai selesai.


" Mbak Diana...mari saya antar pulang, biar bisa istirahat, besok kan mbak Diana harus kuliah, biar nanti saya yang bilang sama Farhan kalau kondisi nya sudah stabil dan sudah masuk ruang rawat inap"


" Baik Mas Andre .terima kasih banyak ya.."


*****


Farhan sudah siuman dan sudah menempati ruangan rawat inap, Fera dan suaminya sudah tiba di rumah sakit.


" Mana Diana...? Tanya Farhan kepada Andre.


"Maaf yaa Bro.. tadi sekitar jam 02.00 dini hari saya antarkan Diana ke tempat kostnya, khawatir kalau dibiarkan pulang sendiri."


"Gak papa Ndre...makasih banyak yaaa"


"Aku pamit ya Bro..kan sudah ada Fera disini"


Andre pamit pulang kepada Farhan

__ADS_1


"Ok..makasih banyak yaa Ndre, ki, wan...titip pesan buat pa Kasat terima kasih kemarin sudah turut mengantar ke sini...hati-hati dijalan bro"


***


Satu minggu sudah Farhan di rawat di rumah sakit. Keadaannya semakin membaik. Siang ini Farhan akan meninggalkan rumah sakit karena sudah diijinkan pulang.


Diana sudah berada di rumah sakit sejak jam 11.00...sepulang kuliah tadi Diana langsung ke rumah sakit. Fera dan suaminya sedang mengurus administrasi sekaligus pergi makan siang


Hanya Farhan dan Diana berdua di ruangan rawat inap ini.


"Dii...aku sebenernya pengen pulang ke asrama aja...istirahat di asrama..kalau makan kan bisa pesan online, yang dioperasi juga kan tangan kiri jadi masih bisa beraktivitas dengan tangan kanan" Farhan mengungkapkan keinginannya kepada Diana


"ya udah ikuti aja mau nya bapak dan ibu mas Farhan....setidaknya sampai luka jahitan nya kering..paling 1 atau 2 minggu saja mas"


" Kita gak ketemu berminggu minggu Di...?" tanya Farhan


"Dua minggu aja mas..kita bisa video call..." jawab Diana


"Tapi aku ga akan bisaa Dii....apalagi nanti di rumah bapak gak ada kerjaan, pasti mikirin kamu terus"


"Mass..jangan kayak anak kecil gini ahh...aku janji setiap hari hubungi kamu, video call kamu"


" Janji yaa Dii...jangan nakal, jangan macem macem...jangan bikin mas khawatir yaa..."


" Iya mas....tenang ajaa"


Fera dan Suaminya sudah selesai mengurus administrasi.


"Dii...baju baju Farhan sudah masuk tas semua?...jangan lupa obat obatannya" Fera bertanya kepada Diana


"Sudah mbak...sudah rapih semua" jawab Diana


"makasih ya Di...mbak pamit dulu..Doakan Farhan segera pulih lagi.....kapan kapan main ke tempat kami yaa Dii..." Ajak Mbak Fera


" Insya Alloh Mbak lain waktu aku main main ke tempatnya mbak...hati-hati yaa dijalan...salam hormat untuk bapak dan ibu disana"


"Insya Alloh nanti mbak sampaikan...Ayo mas Farhan..udah siapkan?" ajak Fera kepada Farhan.


Kami beriringan keluar dari ruangan rawat ini menuju parkiran.


Tangan kanan mas Farhan tidak lepas memegang tangan Diana,Semntara tangan kirinya masih menggunakan alat bantu gendongan.


"Dianaa...aku pulang dulu yaa....kamu hati-hati disini...pulang ke tempat kost pake taksi online saja yaa..."


"Iya..hati-hati mas..mbak"


Diana melepas mobil yang membawa Farhan sampai hilang dari pandangannya.


*****

__ADS_1


"


__ADS_2