POSESIF VS BUCIN

POSESIF VS BUCIN
BAB 25 Happy Anniversary


__ADS_3

Hari berganti minggu, bulan dan tahun. Tidak terasa tiga tahun sudah perjalan cinta Farhan dan Diana, Suka Duka membersamai hubungan mereka. Farhan yang semakin posesif,bucin dan pemarah, sementara Diana merasa cintanya untuk Farhan semakin menguap..entah mengapa.


Hari ini tepat 3 tahun Farhan dan Diana berpacaran, bukan tanpa godaan dan masalah...Pernah juga Farhan ketahuan chat mesra dengan wanita lain dengan alasan hanya iseng dan hanya chat saja tidak lebih. Begitupun dengan Diana beberapa kali ada laki-laki lain yang menyatakan cinta kepadanya, memberikan perhatian-perhatian yang kadang membuat Diana baper.


Itulah hati..kadang susah kita kendalikan kemana arahnya, walaupun sejauh ini sampai dititik tiga tahun ini semuanya bisa teratasi dengan baik oleh Farhan dan Diana.


Bulan ini tepat Tiga tahun kebersamaan Farhan dan Diana bertepatan dengan bulan kelahiran Farhan.


Ya....Farhan berusia 28 tahun sekarang..Usia yang sudah matang dan sudah pantas untuk menikah.


*****


"Dii...sore ini pulang kan ?...besokkan tanggal merah, lumayan libur 3 hari..long weekend" Farhan mengirim pesan kepada Diana


"Kayaknya aku pulang besok pagi mas, pake travel jam 08.00...hari ini kuliah sampe sore, malem nya mau menyelesaikan tugas dulu buat dikumpulin hari senin" jawab Diana.


"Bisakan mengerjakan tugas nya di sini?...atau mas jemput yaa biar malem bisa langsung balik lagi kesini?"


"Ribet mas kalau ngerjain dirumah, biar nanti di rumah tinggal santai ajaa.....gak usah dijemput mas, ini tugasnya banyak pasti sampai larut malam ngerjainnya...pokoknya besok pagi aku pulang...sabarr dong mas..."


Diana membalas pesan sambil senyum-senyum sendiri. Diana yakin Farhan sekarang menahan kesal dan marah.


"Ok Dii....besok hati-hati yaaa....mas lanjut kerja dulu, kayaknya pulang ke asrama juga malam, lagi banyak kerjaan"


Farhan merasa kesal, marah campur aduk. Diana tidak memberi ucapan selamat ulang tahun untuknya, tahun-tahun sebelumnya biasa nya Diana adalah orang pertama yang memberi ucapan.


"Apakah Diana lupa..atau pura-pura lupa?" Farhan bertanya pada dirinya sendiri.


Tepat pukul 14.00 Diana sudah berada di dalam mobil travel yang akan membawanya pulang ke kota kelahirannya.


"Sore ini aku akan sampe di asrama, sebelum nya beli cake dulu buat mas Farhan...surprise buat mas Farhan semoga berhasil" bisik Diana dalam hati


pukul 16.30 Diana sudah sampai di asrama, Diana masuk ke dalam asrama tanpa ada kesulitan, karena Farhan menyimpan kunci ditempat rahasia yang hanya diketahui oleh DiaNa dan Farhan.


Jreng...jreng...surprise di mulai


"Assalamualaykum Dii..." Farhan menjawab telepon dari Diana.


"Mas bisa minta tolong gak?...sebentar aja...please!!"


"Minta tolong apa...?


Farhan sepertinya males-malesan menerima telepon dari Diana.


"Kayaknya buku Ilmu psikologi dasar punya aku ketinggalan deh di asrama...minggu kemarin kan aku ke asrama bawa buku, dicari dikamar kost gak ada...aku lagi butuh banget buat ngerjain tugas nanti malam...please tolong cari di asrama sekarang yaa...


bentar ajaa...!!"


"Nanti aja udah maghrib yaa...mas ini udah janji mau traktir ngopi andre sama yang lainnya"

__ADS_1


"Mas....kok gitu..ke asrama kan bentar aja,,, nanti bisa langsung berangkat sama kak Andre..please mas!"


"Iya ya...mas jalan ke asrama sekarang"


Tiba depan asrama masih diatas motornya Farhan merasa heran, AC ruang tamu nya terlihat menyala.


"Perasaan tadi pagi aku gak menyalakan AC?" bathin Farhan


Farhan mencari kunci asramanya di tempat biasa, tapi tidak menemukannya.


"Apa aku lupa mengunci rumah juga? Bisiknya lagi


Dibukanya pintu rumah secara perlahan....


"Surprise....surprise.....Selamat ulang tahun pak polisikuu....mr posesifku..."


Diana menyambut Farhan dibalik pintu.


"Diannnaa...? "Farhan terkejut sekaligus bahagia.


"Betee yaaa sehariann...kesel yaaa? " goda Diana


"Kamu jahat Dii.... dari pagi mas kesel pengen marah, pengen ke Bandung tapi banyak kerjaan" jawab Farhan


"Tapi sekarang seneng kan..?"


Mereka masih berpelukan dibalik pintu rumah Farhan.


Diana menarik tangan Farhan mengajaknya duduk di atas karpet, Ada cake berukuran mini dihiasi lilin angka 28 tahun.


"tiup lilin nya ya mas....make a wish dulu"


Farhan duduk berhadapan dengan Diana, cake berada ditangan Diana. Farhan memejamkan mata berdoa dan memanjatkan harapan dihari ulang tahun nya ini


"yeyy..happy birth day mas , sehat selalu, bahagia selalu, sukses karirnya, di sayang sama Alloh..pokoknya semua doa terbaik buat mas yaa"


"Makasih yaa Dii....kamu memang luar biasaa, selalu bisa membuat mas jatuh cinta berkali kali"


" Jatuh cinta berkali kali, posesif semakin menjadi dan pemarah yang tiada hentinya'" Goda Diana


" Entah lah Dii....mas sangat takut kehilangan kamu, sementara kamu tuh sepertinya mengalir gitu aja menjalani hubungan ini, kamu easy going banget, gak pernah cemburu berlebihan, gak pernah nanya ini itu sama mas.....rasa itu yang menjadikan mas sepertinya terlihat posesif, pencemburu, sering marah marah sama kamu.....maafkan mas yaa Dii..kadang semua itu diluar kendali mas..."


"Pinjem ponsel nya sebentar..boleh gak? Pinta Diana


Farhan menyerahkan ponselnya kepada Diana. Hari ini di ponsel Farhan ada beberapa pesan ucapan selamat ulang tahun, ada yang mengirim pesan dari mula tengah malam sampai tadi sore sebelum bertemu Diana.


Sengaja belum ada satupun yang Farhan buka termasuk pesan dari Fera dan Fanni kedua adiknya


"wowww...luar biasaa..banyak banget ucapan ulang tahun dari fans kamu mas..." Diana mendecak sambil menggelengkan kepalanya. Tidak ada raut wajah marah ataupun cemburu

__ADS_1


Padahal Farhan sengaja tidak membuka dan tidak menghapus pesan-pesan itu supaya dibaca Diana dan berharap Diana akan marah dan cemburu buta


" Diiii....apakah kamu tidak mencintaiku?" bathin Farhan.


"Owh ya mass happy anniversary juga yaa buat kita, gak terasaa sudah 3 tahun yaa kita bersama". Suara Diana yang tiba-tiba mengagetkan Farhan


"Happy anniversary juga yaa Dii...tetap disini yaa disisi mas dalam keadaan apapun...mas berjuang dengan susah payah dari godaan-godaan diluar sana...semoga kamu pun mau berjuang untuk mas...tahu gak tadi make A wish nya apa?"


"Apa emang nya mas...?" tanya Diana


"Mas meminta kesehatan, umur panjang yang barokah, meminta kamu menjadi jodoh mas dan meminta bisa menikah dengan kamu dalam waktu dekat ini..."


"Aamiiin...." kata Diana


Hati Diana bercampur aduk. Merasa kasihan sama Farhan diusianya yang sudah cukup matang, harus nya sudah menikah berkeluarga dan memiliki anak, sementara Diana belum siap untuk menikah. Berulang kali Diana memberikan kesempatan pada Farhan untuk mencoba membuka diri kepada wanita lain yang sudah siap menikah...yang ada Farhan marah besar.


"Mas..maafkan aku yaa, maaf bangett...kalau memang mas merasa sudah siap menikah, aku gak keberatan kok..ikhlas melepas mas kalau memang setuju dengan perjodohan dari ibu nya mas"


Yaa..beberapa bulan yang lalu Farhan pernah bercerita tentang keinginan ibu nya menjodohkan Farhan dengan kerabat jauh ibu nya dari jawa tengah juga.


"Dianaanna....kenapa sih bahas itu lagi...mas kan udah bilang gak mau dan gak bisa..mas mau nunggu sampai kamu selesai kuliah...titikkkk....gak usah bahas-bahas itu lagi" Farhan marah, wajahnya memerah.


"Mana hadiah ulang tahun nya...?" tanya Farhan dengan suara yang mulai menurun.


"Hehe...belum sempet beli...maaf yaa mass.."


"Gak apa-apa...sinih deket mas"


Diana menggeser tubuh nya mendekat kepada Farhan. Farhan memeeluk Diana, memagut bibir Diana dengan panasnya, Diana membalasnya, beralih keleher jenjang Diana. Kali ini tangan Farhan bergerak nakal membuka dua kancing teratas kemeja Diana


"Mass..ahhh masss"


"Diii....jangan pergi yaa...l love U Dii" bisik Farhan ditelinga Diana


"Hhhmmm masss,...udahh mass..cukuppp".


Diana melepas pelukan Farhan.


" Kenapa Dii...kok pipinnya merah banget" goda Farhan


"Mas iihh...aku berantakan giniii"


" Ya gak apa apa...tinggal dirapihin lagi...."


Diana mengancingkan kembali kemejanya...berdiri hendak ke kamar mandi mencuci muka, Farhan turut berdiri, memeluk Diana dari belakang, mencium telinganya.


"Udah mas...udahhh"


"Ok.ok Dii...sana cuci mukaa"

__ADS_1


******


"


__ADS_2